Preview Film: Blade Runner 2049 (2017)

Para penggemar sci-fi jadul pasti mengenal Blade Runner (1982). Film yang dibintangi oleh Harrison Ford tersebut diadaptasi dari novel Do Androids Dream of Electric Sheep? (1968) karya Philip K. Dick.

Sebenarnya, saat pertama kali tayang di bioskop lebih dari tiga dekade yang lalu, Blade Runner kurang menarik minat penonton. Film besutan Ridley Scott itu tercatat hanya mampu meraup pemasukan USD 33 juta. Tipis di atas bujetnya yang menghabiskan dana USD 28 juta.

Mungkin, pada kala itu, para penonton masih belum bisa menerima kisah yang disajikan oleh Blade Runner. Temanya memang futuristis. Tentang dunia di masa depan yang dikuasai oleh para android, alias manusia tiruan hasil rekayasa bioteknologi.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan kemajuan zaman, Blade Runner mulai bisa diterima oleh para moviemania. Bahkan, para kritikus juga memberi tanggapan positif dan menyebutnya sebagai salah satu film sci-fi terbaik sepanjang masa.

Blade Runner kemudian menjadi inspirasi berbagai film, anime, serial televisi, maupun video game yang bertemakan masa depan dan fiksi ilmiah. Sutradara legendaris Ridley Scott pun mengakui Blade Runner sebagai salah satu karyanya yang paling personal dan komplet.

Tahun ini, para fans Blade Runner bisa kembali bernostalgia. Sekuelnya, yang berjudul Blade Runner 2049, akhirnya dirilis juga dan bakal tayang mulai hari Jumat (6/10) ini di bioskop-bioskop seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Sesuai dengan judulnya, Blade Runner 2049 ber-setting di masa depan. Tepatnya, di tahun 2049. Kisahnya merupakan lanjutan dari film pertamanya yang ber-setting di tahun 2019. Tokoh utamanya adalah Officer K (Ryan Gosling) dari LAPD. Dia adalah seorang blade runner yang bertugas membasmi para replicant, alias manusia buatan.

Pada suatu ketika, Officer K berhasil menguak sebuah rahasia kelam yang mengancam eksistensi umat manusia. Penyelidikannya kemudian mempertemukannya dengan Rick Deckard (Harrison Ford), mantan blade runner yang sudah menghilang selama 30 tahun.

Yang menjadi villain adalah Niander Wallace (Jared Leto), seorang pembuat replicant. K dan Deckard, dua blade runner dari generasi yang berbeda, tampaknya, harus bahu-membahu untuk mengalahkannya dan menyelamatkan umat manusia.

Melihat daftar pemainnya, Blade Runner memang diperkuat oleh para aktor berkelas Piala Oscar. Selain Jared Leto, yang menjadi aktor pendukung terbaik tahun 2014, juga ada Ryan Gosling, Harrison Ford, dan Barkhad Abdi, yang pernah masuk nominasi Academy Awards. Jangan lupakan pula Dave Bautista, mantan pegulat profesional yang kini menjadi aktor laga terkenal, serta Edward James Olmos yang tiga dekade lalu juga tampil di film pertama.

Sebagai pemanis, Blade Runner 2049 juga dihiasi oleh beberapa aktris sexy, antara lain Ana de Armas, Sylvia Hoeks, dan Robin Wright yang masih terlihat hot di usianya yang sudah menginjak kepala lima. Wright berperan sebagai Letnan Joshi, atasan dari Officer K.

Awalnya, Emily Blunt juga ditawari untuk bermain di Blade Runner 2049. Namun, karena sedang hamil, bintang Edge of Tomorrow (2014) itu menolaknya.

Begitu pula dengan mendiang David Bowie yang sempat digadang-gadang sebagai pemeran tokoh antagonis Niander Wallace yang tunanetra dan nyentrik. Sayangnya, penyanyi legendaris asal Inggris itu keburu meninggal sebelum proses produksi Blade Runner 2049 dimulai dan perannya digantikan oleh Jared Leto.

Penampilan para bintang berkelas Piala Oscar di atas, kabarnya, sangat total. Demi mendalami karakter sebagai orang buta, Jared Leto, bahkan, sampai menggunakan lensa kontak yang menutupi pandangan matanya agar dia bisa merasakan betul rasanya tidak bisa melihat.

Begitu juga dengan Harrison Ford dan Ryan Gosling. Saking seriusnya, kabarnya, ada satu adegan ketika mereka berkelahi betulan. Ford, bahkan, secara tidak sengaja menghantam muka Gosling saat melakoni syuting adegan tersebut.

Ryan Gosling sendiri merupakan pilihan utama sutradara Denis Villeneuve. Pasangan kumpul kebo Eva Mendes tersebut tak perlu mengikuti casting karena dia adalah satu-satunya opsi sebagai pemeran Officer K yang karakternya memang ditulis khusus untuk Gosling.

Selain diperkuat para aktor papan atas, yang membuat Blade Runner 2049 ditunggu-tunggu adalah sosok di balik layar, yaitu Denis Villeneuve. Sutradara berusia 50 tahun itu sudah terbukti mampu menghasilkan film-film berkualitas semacam Prisoners (2013), Sicario (2015), dan Arrival (2016). Bahkan, tahun ini, Villeneuve masuk nominasi Piala Oscar lewat Arrival yang memang fenomenal itu.

Dalam membesut Blade Runner 2049, Denis Villeneuve mengaku meminimalisir penggunaan green screen alias CGI (computer-generated imagery). Bersama dengan sinematografer Roger Deakins, dia berusaha membuat tampilan futuristik yang terlihat nyata. Para penonton bakal merasa sedang berada di masa depan betulan.

Akan tetapi, meski serba futuristik, berbeda dengan film-film sci-fi lainnya, Blade Runner 2049 tidak akan banyak menampilkan gadget canggih. Bahkan, para tokohnya dikisahkan tidak memiliki telepon seluler dan tidak terkoneksi dengan internet.

Jika menampilkan teknologi yang supercanggih, Denis Villeneuve khawatir filmnya bakal monoton. Menurutnya, akan sangat membosankan jika para blade runner beraksi melawan musuh-musuh mereka dengan melihat Google.

Oleh karena itu, jangan harap bakal melihat produk-produk teknologi yang saat ini menguasai pasar, semacam Apple, di Blade Runner 2049. Malah, yang ditampilkan adalah produk-produk jadul yang kini sudah hilang ditelan masa seperti Atari dan Pan Am, sebuah layanan kargo yang dulu merupakan yang terbesar di Amerika Serikat.

Villeneuve memang ingin menampilkan masa depan yang imajinatif, bukan yang realistis. Bersama dengan penulis naskah Hampton Fancher dan Michael Green, dia berniat melanjutkan kisah yang sudah dibangun oleh sutradara Ridley Scott di film Blade Runner yang pertama.

Villeneuve juga menegaskan, meski mengisahkan masa depan yang futuristis di dunia paralel, Blade Runner 2049 tetap akan mengulas banyak isu global yang ada sekarang. Salah satunya adalah tentang lingkungan hidup yang tidak diangkat di film yang pertama.

Film Blade Runner 2049 sendiri mendapat rating R, alias tontonan bagi orang dewasa. Kecuali Arrival (PG-13), film-film garapan Denis Villeneuve lainnya memang khusus untuk 17 tahun ke atas.

Dengan rating dewasa, Villeneuve merasa lebih bebas berkreasi dalam menampilkan dunia futuristik yang brutal dan kejam. Mungkin, dia ingin mengikuti jejak film Logan dan It yang tahun ini sukses di box office meski rating-nya R.

Kekuatan dari cerita Blade Runner 2049 terletak pada sosok Hampton Fancher yang dulu juga menulis naskah film versi originalnya. Kini, dia berkolaborasi dengan Michael Green yang sudah berpengalaman menelurkan skenario Logan (2017), Alien: Covenant (2017), dan serial televisi American Gods.

Selain Denis Villeneuve, Hampton Fancher, dan Michael Green, sosok lain di belakang layar yang sangat berpengaruh dalam Blade Runner 2049 adalah Roger Deakins. Dia adalah sinematografer handal yang sudah pernah masuk nominasi Piala Oscar 13 kali lewat film-film berkualitas semacam The Shawshank Redemption (1994), Fargo (1996), No Country for Oldman (2007), Skyfall (2012), dll.

Uniknya, meski sudah 13 kali masuk nominasi, Deakins selalu gagal membawa pulang Piala Oscar. Namun, banyak kritikus yang meyakini, tahun depan Deakins bakal pecah telur, alias menang, karena sinematografi Blade Runner, kabarnya, memang sangat keren.

Bagi sutradara Denis Villeneuve, ini adalah kali ketiga dia berkolaborasi dengan Roger Deakins. Sebelumnya, mereka sudah pernah bekerja bareng di Prisoners dan Sicaro yang mana dua-duanya masuk nominasi Piala Oscar kategori sinematografi terbaik.

Sebagai penata musik, semula, Johann Johannsson yang bakal membesut scoring Blade Runner 2049. Dia sudah pernah bekerja sama dengan Denis Villeneuve di film Prisoners, Sicario, dan Arrival.

Namun, entah kenapa, di tengah jalan, Johannsson mengundurkan diri dari proyek ini. Posisinya kemudian digantikan oleh komposer legendaris, Hans Zimmer, yang kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

Kisah Blade Runner 2049 sendiri termasuk sangat panjang. Durasinya mencapai 163 menit, atau hampir tiga jam. Jauh lebih lama daripada film pertamanya yang cuma 117 menit.

Sutradara Denis Villeneuve memang tidak berniat membuat versi extended cut untuk Blade Runner 2049. Dia sudah puas dengan hasil final cut, meski durasinya sangat lama.

Akibatnya, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Blade Runner 2049. Film berbujet jumbo, hingga USD 185 juta, itu harus mampu mengikuti jejak film-film blockbuster lainnya yang sukses meski berdurasi panjang, antara lain Interstellar (2014) dan Captain America: Civil War (2016).

Sejauh ini, para kritikus memberi respon sangat positif. Blade Runner 2049 disebut-sebut sebagai salah satu film sci-fi terbaik yang pernah dibuat. Visualisasinya sangat keren dan memukau. Denis Villeneuve dinilai telah menghasilkan sebuah mahakarya yang wajib hukumnya untuk ditonton!

***

Blade Runner 2049

Sutradara: Denis Villeneuve
Produser: Andrew A. Kosove, Broderick Johnson, Bud Yorkin, Cynthia Yorkin
Penulis Skenario: Hampton Fancher, Michael Green
Pengarang Cerita: Hampton Fancher
Berdasarkan: Karakter-karakter dari Do Androids Dream of Electric Sheep? by Philip K. Dick
Pemain: Ryan Gosling, Harrison Ford, Ana de Armas, Sylvia Hoeks, Robin Wright, Mackenzie Davis, Carla Juri, Lennie James, Dave Bautista, Jared Leto
Musik: Hans Zimmer, Benjamin Wallfisch
Sinematografi: Roger Deakins
Penyunting: Joe Walker
Produksi: Alcon Entertainment, Columbia Pictures, Scott Free Productions, Torridon Films,16:14 Entertainment, Thunderbird Entertainment
Distributor: Warner Bros. Pictures
Durasi: 163 menit
Budget: USD 185 juta
Rilis: 3 Oktober 2017 (Dolby Theatre), 6 Oktober 2017 (Amerika Serikat & Indonesia)

Rating (hingga 5 Oktober 2017)
IMDb: 8,7/10
Rotten Tomatoes: 94%
Metacritic: 82/100

Advertisements
Preview Film: Blade Runner 2049 (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s