Preview Film: Black Panther (2018)

Sejak pertama kali muncul di Captain America: Civil War (2016), Black Panther langsung menyita perhatian. Popularitas karakter yang diperankan oleh Chadwick Boseman itu, bahkan, menyalip dua superhero kulit item yang lebih dahulu muncul di Marvel Cinematic Universe, yaitu War Machine dan Falcon.

Sesuai dengan namanya, Black Panther adalah sosok superhero yang berpenampakan seperti macan kumbang. Asalnya dari Wakanda. Sebuah kerajaan imajiner yang berlokasi di Afrika Timur.

Tahun ini, Black Panther akhirnya mendapat jatah tampil solo dalam film besutan sutradara Ryan Coogler. Indonesia, seperti biasa, kebagian jadwal mulai hari Rabu (14/2). Dua hari lebih cepat daripada tanggal rilisnya di Amerika Serikat.

Kisahnya bakal berpusat pada T’Challa (Chadwick Boseman). Si Black Panther itu menjadi raja baru Wakanda menggantikan ayahnya, T’Chaka (John Kani), yang dikisahkan meninggal di film Captain America: Civil War.

Meski terletak di pedalaman Afrika, Wakanda digambarkan sangat makmur dan menerapkan teknologi tinggi. Kerajaan misterius itu memiliki kekayaan alam berupa vibranium, yaitu logam superkuat yang menjadi bahan baku perisai Captain America.

Selain diberkahi dengan sumber daya alam melimpah, Wakanda juga mempunyai pemandangan yang sangat indah. Bahkan, sunset-nya disebut-sebut paling eksotis di dunia dan bakal membuat para travel blogger semacam si cantik Marischka Prudence ngiler untuk melancong ke sana.

Sementara itu, tidak seperti superhero lainnya yang biasanya beraksi sendirian, sebagai seorang Raja Wakanda, Black Panther memiliki pasukan pengawal pribadi yang disebut Dora Milaje. Uniknya, mereka semua adalah wanita yang dipimpin oleh Okoye (Danai Gurira).

Selain pengawal pribadi, Black Panther juga memiliki penasehat spiritual, semacam Obi-Wan Kenobi-nya Star Wars, yang bernama Zuri (Forest Whitaker). Di samping itu, juga ada orang kepercayaannya yang bernama W’Kabi (Daniel Kaluuya), lalu adik perempuannya, Shuri (Letitia Wright), dan nyokapnya, alias Ibu Suri Wakanda, Ramonda (Angela Bassett).

Seperti superhero-superhero lainnya, Black Panther juga memiliki hubungan asmara yang complicated. Statusnya memang jomblo, tapi hatinya masih belum bisa melupakan mantannya, Nakia (Lupita Nyong’o), yang juga merupakan anggota Dora Milaje. Makanya, jangan menjadi pahlawan. Berat. Kamu nggak akan kuat. Biar aku saja.

Berbicara mengenai kekuatan, sebenarnya, Black Panther tidak memiliki superpower semacam Captain America, Hulk, ataupun Thor. Keunggulannya terletak pada kostumnya yang terbuat dari vibranium, logam terkuat di dunia yang tahan peluru. Selain itu, persenjataannya juga sangat canggih dan berteknologi tinggi.

Dalam film solo perdananya ini, Black Panther bakal menghadapi villain bernama Erik Stevens (Michael B. Jordan). Sosok berjuluk Killmonger itu adalah orang Wakanda yang menjadi tentara black-ops Amerika. Dia ingin menggulingkan Raja T’Challa dari singgasananya dan memicu perang dunia.

Untuk menghentikan sepak terjang Killmonger, Black Panther tidak berjuang sendirian. Selain dibantu oleh pasukan pengawal Dora Milaje, dia juga bekerja sama dengan agen CIA bernama Everett K. Ross (Martin Freeman).

Saat diwawancarai, Chadwick Boseman menyatakan bahwa Black Panther merupakan karakter yang unik dan menyenangkan untuk dimainkan. Dia adalah superhero yang juga seorang raja. Jadi, dia tidak bisa ngawur dan seenaknya membunuh penjahat. Dia harus selalu memikirkan efek dan konsekuensi tindakannya bagi rakyat Wakanda.

Salah satu hal yang lucu, kostum Black Panther yang terlihat keren itu ternyata membuat Boseman kerepotan. Dia merasa sangat sesak memakai kostum ketat tersebut. Alhasil, setiap kali jeda syuting, aktor berusia 40 tahun itu pasti menyuruh siapa pun yang berada di dekatnya untuk membantu melepas topengnya.

Sementara itu, Michael B. Jordan menyatakan karakter villain yang dia perankan memiliki kepribadian yang kompleks. Killmonger menjadi jahat karena keadaan. Jauh di dalam hatinya, dia merasa kesepian. Sosok Erik Stevens harus melalui masa kecil yang suram dan tidak pernah benar-benar mengetahui asal-usulnya.

Untuk memerankan Killmonger yang fisiknya gede dan intimidatif, Jordan mengaku harus menambah bobot dan nge-gym secara intensif. Selain itu, pria kelahiran 9 Februari 1987 tersebut harus menumbuhkan rambut Afro-nya lumayan panjang.

Yang menarik, untuk mendapatkan peran sebagai Killmonger, Jordan tidak perlu melalui proses casting yang rumit. Sutradara Ryan Coogler sendiri yang memilihnya. Bahkan, dia ditawari peran tersebut hanya lewat telepon!

Hal itu bisa dimaklumi karena Coogler sudah mengenal Jordan dengan baik. Black Panther ini adalah film ketiga di mana keduanya terlibat bersama. Sebelumnya, mereka sudah pernah bekerja bareng di Fruitvale Station (2013) dan Creed (2015).

Berbeda dengan di dua film tadi, di mana Jordan menjadi pemeran utamanya, di Black Panther dia hanya menjadi pemeran pendukung. Mungkin, hal itu dikarenakan Marvel Studios sudah lebih dahulu memilih Chadwick Boseman sebagai bintang utamanya.

Sutradara Ryan Coogler memang belum bergabung dengan Marvel Studios saat Boseman menjalani debut di Captain America: Civil War. Namun, saat diwawancarai, Coogler menyatakan Boseman sangat cocok berperan sebagai raja. Dia juga menegaskan, jika bisa memutar balik waktu dan mengganti, dia tetap tidak akan menukar peran Boseman dengan Jordan.

Saat ditunjuk sebagai sutradara Black Panther, Coogler memang langsung memburu bintang-bintang incarannya, yang rata-rata berkulit hitam seperti dirinya. Selain Jordan, sebut saja nama-nama seperti Lupita Nyong’o, Danai Gurira, Letitia Wright, Angela Bassett, Daniel Kaluuya, dan Forest Whitaker.

Sementara itu, untuk menampilkan wajah Kerajaan Wakanda yang misterius tapi eksotis, Coogler mengaku butuh upaya ekstra. Untungnya, dia pernah mengunjungi negara-negara di Afrika. Jadi, penggambaran lokasinya banyak terinspirasi dari pengalaman pribadi sineas kelahiran 23 Mei 1986 tersebut.

Meski kisahnya ber-setting di Afrika, lokasi syuting Black Panther memang tidak bertempat di sana. Pengambilan gambar dilakukan di EUE/Screen Gems Studios di Atlanta, Amerika Serikat dan di Busan, kota pelabuhan terbesar di Korea Selatan. So, Coogler harus mengandalkan imajinasinya dalam menampilkan keadaan Wakanda.

Menurut Coogler, proses terlama dari produksi film Black Panther, yang memakan waktu dua tahun, adalah riset. Dia benar-benar mempelajari kebudayaan negara-negara di Afrika karena Wakanda adalah cerminan dari Benua Hitam tersebut. Demi proyek ambisiusnya yang berbujet USD 200 juta ini, Coogler, bahkan, sampai mengundurkan diri dari film Creed 2.

Selain sangat perhatian pada detail, sebagai sutradara, Coogler, ternyata, juga mempunyai selera musik yang kekinian. Alhasil, Black Panther bakal dihiasi oleh lagu-lagu hip-hop yang oke punya. Produser soundtrack-nya adalah musisi top, Kendrick Lamar, yang juga menjadi idola Michael B. Jordan.

Upaya keras Ryan Coogler, tampaknya, berbuah manis. Setelah menggelar gala premiere di The Dolby Theatre, Los Angeles pada 29 Januari 2018 yang lalu, Black Panther mendapat review sangat positif dari para kritikus.

Film berdurasi 134 menit tersebut dinilai berhasil menyajikan action yang solid, kisah yang smart, dan setiap karakternya menonjol. Black Panther dianggap sebagai film pertama dari Marvel Cinematic Universe yang terasa sangat nyata.

Akting para pemainnya juga mendapat banyak pujian. Bukan hanya Chadwick Boseman dan Lupita Nyong’o sebagai bintang utama, tetapi juga Michael B. Jordan dan Danai Gurira selaku pemeran pendukung.

Black Panther memang tidak melulu menceritakan dua sejoli, T’Challa dan Nakia, tetapi juga sang villain, Killmonger, dan Okoye, pemimpin pasukan Dora Milaje. Penampilan mereka dinilai sangat kuat dan membekas.

Bahkan, saking kerennya, Killmonger disebut-sebut sebagai salah satu villain terbaik dalam Marvel Cinematic Universe. Sejajar dengan Loki-nya Thor yang diperankan oleh Tom Hiddleston.

Sementara itu, Danai Gurira, yang biasanya membasmi para zombie dengan pedang samurai di serial The Walking Dead, juga dianggap sangat cocok memerankan jagoan cewek. Gaya bertarung Okoye sangat keren dan para kritikus menyukai setiap aksinya.

Dengan review awal yang sangat positif, Marvel Studios pun optimistis Black Panther bakal sukses secara box office. Dengan pede, mereka berani menargetkan pemasukan USD 120 juta pada pemutaran weekend perdana di Amerika Utara. Kita tunggu saja apakah angka tersebut bisa tercapai.

***

Black Panther

Sutradara: Ryan Coogler
Produser: Kevin Feige
Penulis Skenario: Ryan Coogler, Joe Robert Cole
Berdasarkan: Black Panther by Stan Lee, Jack Kirby
Pemain: Chadwick Boseman, Michael B. Jordan, Lupita Nyong’o, Danai Gurira, Martin Freeman, Daniel Kaluuya, Letitia Wright, Winston Duke, Angela Bassett, Forest Whitaker, Andy Serkis
Musik: Ludwig Göransson
Sinematografi: Rachel Morrison
Penyunting: Michael P. Shawver, Claudia Castello
Produksi: Marvel Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 134 menit
Budget: USD 200 juta
Rilis: 29 Januari 2018 (Dolby Theatre), 14 Februari 2018 (Indonesia), 16 Februari 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 11 Februari 2018)
IMDb: 6,6/10
Rotten Tomatoes: 98%
Metacritic: 87/100

Advertisements
Preview Film: Black Panther (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s