Preview Film: Red Sparrow (2018)

Red Sparrow adalah sebuah spy thriller novel yang dikarang oleh mantan agen rahasia Central Intelligence Agency (CIA), Jason Matthews. Pertama kali diterbitkan pada 4 Juni 2013 oleh Scribner. Sambutan dari para kritikus kala itu sangat positif. Bahkan, pada 2014, Red Sparrow menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu Edgar Award for Best First Novel by an American Author dan ITW Thriller Award for Best First Novel.

Jason Matthews, tampaknya, sudah merasa bahwa novel pertamanya ini bakal sukses. Buktinya, sebelum terbit, dia sudah menjual hak untuk memfilmkan Red Sparrow ke studio besar di Hollywood. Tidak tanggung-tanggung, nilainya, kabarnya, mencapai tujuh digit, alias jutaan dolar.

Kisah Red Sparrow berfokus pada Dominika Egorova. Cewek cantik tersebut adalah mantan balerina yang dipaksa oleh pamannya, Ivan Dimitrevich Egorov, untuk masuk ke ‘Sparrow School’, alias sekolah khusus mata-mata Rusia.

Di sana, Dominika, dan anak-anak muda Rusia lainnya, dilatih untuk menjadi ‘Red Sparrow’, alias mata-mata yang handal dengan berbagai macam keahlian spionase, menggunakan senjata, dan bela diri. Selain itu, Dominika juga diajari cara untuk merayu lawan jenisnya dengan memanfaatkan keseksian tubuhnya.

Tugas pertama yang diemban oleh Dominika, yang memiliki codename DIVA, adalah mendekati dan merayu agen rahasia CIA yang bernama Nathaniel “Nate” Nash. Namun, pada akhirnya, dia malah jatuh hati beneran pada pria gagah tersebut.

Cinta membuat Dominika galau dan mempertimbangkan untuk menjadi double agent, alias agen ganda, yang bekerja untuk pihak Rusia dan Amerika sekaligus. Ini sangat berbahaya dan berat. Bahkan, Dilan pun tak akan kuat. Bagaimana kelanjutan kisah asmara dan petualangan si Red Sparrow?

Dalam versi film, yang bakal tayang mulai hari Rabu (28/2) ini di bioskop-bioskop Indonesia, sosok Dominika Egorova diperankan oleh aktris supersexy, Jennifer Shrader Lawrence (J-Law). Sementara itu, karakter Nate Nash yang menjadi lawan mainnya diperankan oleh Joel Edgerton.

Sejak membintangi Winter’s Bone (2010), nama J-Law selalu identik dengan film-film blockbuster dan berkualitas. Selama kurun waktu 2010-2015, aktris yang baru berusia 27 tahun itu bolak-balik memenangi berbagai penghargaan dari festival film.

Lewat Winter’s Bone (2010), J-Law untuk pertama kalinya masuk nominasi Piala Oscar. Padahal, kala itu, usianya baru 20 tahun, tapi sudah mampu bersaing dengan aktris-aktris lain yang jauh lebih senior, seperti Natalie Portman, Michelle Williams, Nicole Kidman dan Annette Bening.

Pada 2013, J-Law akhirnya berhasil meraih Academy Award kategori Best Actress lewat perannya dalam film Silver Linings Playbook (2012). Aktris dengan bayaran termahal di dunia tahun 2015 dan 2016 tersebut tercatat sebagai pemenang Piala Oscar termuda kedua sepanjang masa.

Sepak terjang J-Law tidak hanya berhenti di Academy Awards. Pada ajang BAFTA Awards, yang notabene adalah Piala Oscar-nya Inggris, dia juga meraih penghargaan Aktris Pendukung Terbaik lewat film black comedy American Hustle (2013). Selain itu, pada ajang Golden Globe Awards, cewek kelahiran 15 Agustus 1990 itu juga berhasil menyabet penghargaan Best Musical or Comedy Actress berkat perannya di film biopic Joy (2015).

Di samping berjaya di berbagai festival, J-Law juga membuktikan bahwa dirinya mampu membintangi film blockbuster yang sukses di box office. Yang paling ikonis, tentu saja, adalah perannya sebagai Katniss Everdeen dalam franchise The Hunger Games (2012-2015). Empat film yang diadaptasi dari novel young-adult itu berhasil meraup pemasukan total USD 2,97 miliar.

Sebelum sukses lewat The Hunger Games, J-Law sebenarnya lebih dahulu membintangi franchise X-Men (2011-2016). Perannya sebagai Mystique di tiga film tentang mutant tersebut mampu mendatangkan pundi-pundi uang hingga USD 1,64 miliar.

Namun, sejak akhir tahun 2016, pamor J-Law seakan meredup. Diawali oleh film sci-fi Passangers (2016) yang tampaknya cukup menjanjikan, tapi nyatanya kurang sukses di pasaran. Padahal, dia berduet dengan aktor yang sedang naik daun, Chris Pratt.

Pada tahun 2017, film Mother! yang dia bintangi juga menuai kontroversi. Jalan ceritanya tidak umum. Banyak kritikus yang memuji, tapi juga banyak yang menghujat. Bahkan, para penonton sampai memberi nilai F, alias sangat jelek, waktu disurvei oleh CinemaScore.

Nah, tahun ini, Red Sparrow adalah salah satu film yang ditunggu-tunggu oleh para moviemania. Karya sutradara Francis Lawrence ini diharapkan menjadi titik balik bagi J-Law untuk bangkit kembali sebagai aktris papan atas Hollywood setelah dua tahun seolah terpuruk.

Dalam film berdurasi 140 menit ini, J-Law sangat total dalam berakting. Termasuk, banyak melakukan adegan seksi dengan busana minim. Bahkan, dia harus telanjang. Sesuai dengan novelnya, karakter Dominika Egorova memang digambarkan sangat jago merayu para pria dengan mengandalkan kesemokan body-nya.

Meski sudah sering mengumbar kemolekan tubuh dalam film-film sebelumnya, J-Law mengaku risih saat harus beradegan bugil di Red Sparrow. Apalagi, sutradara Francis Lawrence sudah dia anggap seperti bokapnya sendiri. J-Law sudah mengenalnya sejak masih kecil. Alhasil, dia merasa seperti telanjang di hadapan keluarga sendiri.

Dalam menggarap Red Sparrow, Francis Lawrence memang tidak ingin melenceng dari novelnya. Oleh karena itu, adegan hot yang dilakoni oleh J-Law memang harus ada. Tidak bisa dihilangkan.

Hanya saja, bagi para pria di Indonesia, yang sudah tidak sabar untuk menonton J-Law telenji, siap-siap saja untuk kecewa. Sex scene dalam Red Sparrow, kemungkinan besar, bakal disensor.

Sementara itu, agar proses adaptasi filmnya sesuai dengan novelnya, Francis Lawrence melibatkan sang pengarang, Jason Matthews, sebagai penasehat teknis. Mantan agen rahasia CIA itu bertugas memastikan kisah Red Sparrow memang benar-benar mencerminkan kenyataan yang dialami oleh seorang mata-mata.

Jason Matthews mengaku sempat was-was saat 20th Century Fox membeli hak untuk memfilmkan novelnya. Dia takut Red Sparrow gagal di layar lebar. Namun, pihak Fox, ternyata, malah mengontraknya untuk menulis tiga novel sekaligus.

Iya, Red Sparrow, tampaknya, bakal dijadikan sebagai franchise oleh Fox. Jason Matthews masih akan menjadi penulis ceritanya. Setidaknya, untuk dua novel lagi.

Sayangnya, setelah menggelar premiere di Newseum, Washington, DC pada 15 Februari 2018 yang lalu, Red Sparrow disambut biasa-biasa saja oleh para kritikus. Tidak jelek, tapi juga tidak sesuai dengan ekspektasi.

Sutradara Francis Lawrence dianggap terlalu mengandalkan sosok J-Law. Dia hanya mengeksploitasi keseksian aktris yang hingga kini masih menjomblo tersebut.

Selain itu, adegan penyiksaan dan kekerasan seksual juga dinilai terlalu dominan dalam film yang durasinya cukup panjang ini. Para penonton mungkin bakal bosan jika disuguhi adegan rayu-merayu melulu selama 140 menit.

Dengan sambutan awal yang kurang positif, Fox mungkin harus berpikir ulang jika ingin melanjutkan Red Sparrow menjadi dua atau tiga film lagi. Mereka kini hanya bergantung pada keseksian J-Law untuk menarik para penonton datang ke bioskop.

***

Red Sparrow

Sutradara: Francis Lawrence
Produser: Peter Chernin, Steven Zaillian, Jenno Topping, David Ready
Penulis Skenario: Justin Haythe
Berdasarkan: Red Sparrow by Jason Matthews
Pemain: Jennifer Lawrence, Joel Edgerton, Matthias Schoenaerts, Charlotte Rampling, Mary-Louise Parker, Jeremy Irons
Musik: James Newton Howard
Sinematografi: Jo Willems
Penyunting: Alan Edward Bell
Produksi: Chernin Entertainment
Distributor: 20th Century Fox
Durasi: 140 menit
Rilis: 15 Februari 2018 (Newseum), 28 Februari 2018 (Indonesia), 2 Maret 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 27 Februari 2018)
IMDb: 5,3/10
Rotten Tomatoes: 64%
Metacritic: 56/100

Advertisements
Preview Film: Red Sparrow (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s