Preview Film: The Post (2017)

Pada 1971, publik Amerika dihebohkan oleh bocornya dokumen rahasia negara yang disebut sebagai “Pentagon Papers”. Sang pembocor adalah Daniel Ellsberg yang awalnya adalah seorang analis militer. Dia pernah ditugaskan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), alias Boss Pentagon, Robert McNamara, untuk terjun dan mengamati Perang Vietnam pada tahun 1966.

Sepulang dari Vietnam, Ellsberg menyimpulkan bahwa Amerika sebenarnya sudah mengetahui bahwa mereka tidak akan memenangkan perang melawan komunis di sana. Namun, AS tetap mengirimkan pasukan, semata-mata, hanya demi menjaga gengsi sebagai negara adidaya. Ellsberg juga pernah menguping pembicaraan Menteri Pertahanan Robert McNamara dan Presiden Lyndon B. Johnson yang menyatakan Amerika bakal kalah di Vietnam.

Beberapa tahun kemudian, setelah bekerja di RAND Corporation, sebuah perusahaan kontraktor militer sipil, Ellsberg akhirnya nekat membocorkan dokumen-dokumen rahasia tentang Perang Vietnam. Dia menyerahkan “Pentagon Papers” tersebut ke wartawan The New York Times.

Surat kabar terbesar dari New York itu pun langsung memasang “Pentagon Papers” sebagai berita utama. The Times menyebut pemerintah AS telah membohongi warganya dengan tetap mengirim tentara ke medan perang. Padahal, mereka sebenarnya sudah mengetahui bakal keok di Vietnam.

Sementara itu, di ibu kota, koran lokal The Washington Post juga tidak mau kalah. Mereka sibuk mencari dokumen asli “Pentagon Papers”. Namun, saat The Post akhirnya berhasil mendapatkan makalah rahasia tersebut, White House, yang kala itu dipimpin oleh Presiden Richard M. Nixon, melarang semua koran untuk menerbitkan berita apapun terkait “Pentagon Papers” karena bisa membahayakan stabilitas negara dan melanggar undang-undang tentang spionase di AS.

Ben Bradlee, editor-in-chief The Washington Post, berniat untuk tetap memberitakan “Pentagon Papers”. Dia geram karena kalah cepat dari The New York Times. Mimpinya adalah menjadikan The Post tidak hanya sebagai koran lokal. Menurut Bradlee, korannya harus melakukan sesuatu untuk bisa bersaing dengan The Times. Tidak hanya memberitakan hal-hal baik tentang negara.

Niat Ben Bradlee mendapat halangan dari sang boss, pemilik The Post, yaitu Katharine Graham, yang tercatat sebagai wanita pertama yang menjadi publisher koran besar di AS. Selama ini, dia dikenal sebagai sosialita yang berteman dengan banyak pengusaha dan politisi di ibu kota, termasuk dengan Menteri Pertahanan Robert McNamara.

Katharine Graham sendiri, sebenarnya, sedang bimbang. Dia terpaksa bertanggung jawab menjalankan perusahaan koran The Washington Post setelah suaminya meninggal. Padahal, dia tidak pernah bergelut dengan dunia media sebelumnya.

Meski mendapat tekanan dari pemerintah, sejarah akhirnya mencatat The Washington Post tetap menerbitkan berita tentang “Pentagon Papers”. Keputusan berani yang diambil oleh Katharine Graham akhirnya juga mengubah nasib perusahaan koran yang didirikan pada 1877 tersebut. The Post kini dikenal sebagai salah satu media terbesar di Amerika.

Kisah nyata tentang The Post dan “Pentagon Papers” itulah yang diangkat ke layar lebar oleh sutradara Steven Spielberg. Film drama political thriller berdurasi 116 menit itu kini sedang tayang di bioskop-bioskop Cinemaxx Theater dan CGV Cinemas Indonesia.

Sebagai bintang utama, Steven Spielberg menggandeng aktor dan aktris langganan Piala Oscar, Tom Hanks dan Meryl Streep, untuk berperan sebagai Ben Bradlee dan Katharine Graham. The Post pun tercatat sebagai film pertama yang berhasil menyatukan dua nama besar dari Hollywood tersebut.

The Post juga menandai kerja sama kelima Steven Spielberg dengan Tom Hanks setelah Saving Private Ryan (1998), Catch Me If You Can (2002), The Terminal (2004), dan Bridge of Spies (2015). Hanks pun berhasil mematahkan rekor Harrison Ford sebagai aktor yang paling sering disutradarai oleh Spielberg.

Proses produksi The Post sendiri terbilang cukup singkat. Hanya sembilan bulan. Syuting dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2017. Steven Spielberg, kabarnya, memang mengebut proses pembuatannya karena ingin The Post dirilis pada bulan Desember 2017.

Menurut Spielberg, tema The Post sangat relevan dengan isu berita palsu (hoax) dalam politik yang sedang hangat di AS. Selain itu, dia juga mendedikasikan film berbujet USD 50 juta ini untuk mendiang sutradara Nora Ephron yang pernah menjadi istri Carl Bernstein, wartawan The Washington Post, si pembongkar Skandal Watergate bersama dengan Bob Woodward pada 1972.

Bagi Spielberg, membesut film yang berkaitan dengan sejarah dan kisah nyata memang bukan hal yang baru. Sebelum The Post, pendiri DreamWorks Pictures itu sudah pernah membidani Schindler’s List (1993), Saving Private Ryan (1998), Catch Me If You Can (2002), Munich (2005), Lincoln (2012), dan Bridge of Spies (2015).

Saat menggarap The Post, Spielberg, sebenarnya, juga sedang sibuk menyelesaikan proyek film sci-fi Ready Player One yang bakal tayang pada akhir bulan Maret 2018 ini. Menyutradarai dua film sekaligus dalam setahun memang bukan kali ini saja dia lakukan. Pada 1993, Spielberg sudah pernah menelurkan dua film dalam setahun, yaitu Jurassic Park dan Schindler’s List, yang mana dua-duanya sukses besar.

Upaya Spielberg untuk menyajikan kisah nyata The Post, akhirnya, menuai hasil yang sangat memuaskan. Setelah dirilis di Amerika pada bulan Desember 2017, film berdurasi 116 menit ini mendapat respon sangat positif dari para kritikus. Bahkan, masuk nominasi Piala Oscar dan Golden Globe Awards kategori Film Terbaik.

Spielberg dinilai mampu menggambarkan konflik internal perusahaan media yang tidak banyak diketahui orang awam dengan sangat baik. Selain itu, dia mampu meramu kisah nyata sejarah perpolitikan Amerika menjadi sebuah tontonan yang menarik.

Selain tangan dingin Spielberg, yang juga mendapat banyak pujian adalah akting dua bintang utamanya, Tom Hanks dan Meryl Streep. Keduanya masuk nominasi Best Actor dan Best Actress di Golden Globe Awards. Bahkan, Streep juga dinominasikan sebagai Aktris Terbaik di Piala Oscar. Ini adalah nominasinya yang ke-21 di Academy Awards, mematahkan rekornya sendiri (20 kali) yang ia bukukan tahun 2016 lewat film Florence Foster Jenkins.

Hanks dinilai berhasil menampilkan sosok Ben Bradlee yang tegas, idealis, dan tidak takut pada tekanan pemerintah Amerika demi menegakkan prinsip jurnalisme. Sementara itu, Streep sukses menjadi Katharine Graham yang tangguh dalam memimpin perusahaan media.

Singkat cerita, The Post ini tontonan wajib bagi yang ingin menikmati akting berkualitas, terutama bagi yang penasaran dengan dunia jurnalistik dan konten sejarah yang menyertainya. Pesan moralnya adalah media harus sepenuhnya memberitakan kebenaran kepada publik, bukan melayani pemerintah.

Oh, ya. Di bagian ending, kabarnya, ada petunjuk yang kemungkinan mengarah ke sekuel dari The Post. Tentang Skandal Watergate, yang juga dibongkar oleh wartawan The Washington Post, yang akhirnya menjatuhkan Presiden Richard Nixon dari Gedung Putih.

***

The Post

Sutradara: Steven Spielberg
Produser: Steven Spielberg, Kristie Macosko Krieger, Amy Pascal
Penulis Skenario: Liz Hannah, Josh Singer
Pemain: Meryl Streep, Tom Hanks, Sarah Paulson, Bob Odenkirk, Tracy Letts, Bradley Whitford, Bruce Greenwood, Matthew Rhys
Musik: John Williams
Sinematografi: Janusz Kamiński
Penyunting: Michael Kahn, Sarah Broshar
Produksi: DreamWorks Pictures, 20th Century Fox, Amblin Entertainment, Participant Media, Pascal Pictures, Star Thrower Entertainment
Distributor: 20th Century Fox (Amerika Serikat), Universal Pictures (Internasional)
Durasi: 140 menit
Rilis: 14 Desember 2017 (Newseum), 22 Desember 2017 (Amerika Serikat), 21 Februari 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 1 Maret 2018)
IMDb: 7,3/10
Rotten Tomatoes: 88%
Metacritic: 83/100
CinemaScore: A

Advertisements
Preview Film: The Post (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s