Preview Film: Please Stand By (2017)

Sindrom Asperger merupakan salah satu gejala autisme. Biasanya, si penderitanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Sesuai dengan namanya, sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger. Seorang dokter anak asal Austria. Pada 1944. Namun, baru diakui secara luas oleh para ahli pada dekade 1980-an.

Sindrom Asperger, sebenarnya, berbeda dengan gejala autisme lainnya. Kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya relatif tidak mengalami penurunan. Bahkan, dengan IQ yang relatif tinggi atau di atas rata-rata, sebagian besar penderitanya bisa hidup secara mandiri. Tidak seperti penderita autisme lainnya. Jadi, sindrom Asperger ini bukanlah sebuah penyakit mental.

Kisah tentang penderita sindrom Asperger inilah yang diangkat ke layar lebar oleh sutradara asal Australia, Ben Lewin. Skenarionya berdasarkan drama pendek berjudul Please Stand By (2008) karya Michael Golamco. Dibintangi si cantik Dakota Fanning. Tayang di bioskop-bioskop Cinemaxx Theater dan CGV Cinemas Indonesia mulai hari Selasa (1/5) kemarin.

Seperti halnya The Sessions (2012), film independen garapan Ben Lewin yang cukup sukses dan mendapat respon positif dari para kritikus, Please Stand By juga ber-genre drama komedi. Yang menjadi tokoh utamanya adalah seorang gadis bernama Wendy (Dakota Fanning).

Sebagai seorang penderita sindrom Asperger, Wendy harus tinggal di sebuah pusat perawatan yang dipimpin oleh Scottie (Toni Collette). Dia dititipkan di sana oleh kakak perempuannya yang bernama Audrey (Alice Eve) setelah ibu mereka meninggal dunia dan Audrey hamil anak pertamanya.

Seperti penderita sindrom Asperger lainnya, yang rata-rata cerdas, Wendy juga punya kelebihan. Dia sangat lihai menulis cerita. Terutama yang berkaitan dengan film fiksi ilmiah yang menjadi kegemarannya, Star Trek.

Suatu ketika, salah satu studio terbesar di Hollywood, Paramount Pictures, dikisahkan mengadakan kontes menulis cerita bertema Star Trek. Wendy pun menjadi salah satu pesertanya. Dan dengan mudah menghasilkan ratusan halaman naskah yang dia karang sendiri.

Namun, masalah kemudian timbul. Deadline pengiriman karya kian dekat. Tapi tidak ada satupun orang di sekeliling Wendy yang bersedia membantunya. Gadis cantik berambut pirang itu pun nekat. Dia kabur dari pusat perawatan. Menuju ke Hollywood, Los Angeles. Untuk menyerahkan naskahnya sendiri ke Paramount Pictures.

Dengan segala keterbatasannya, bukan suatu hal yang mudah bagi seorang penderita sindrom Asperger, seperti Wendy, berpetualang sendirian di dunia nyata. Itu di luar rutinitas dan kebiasaan sehari-harinya.

Mampukah Wendy survive di dunia luar? Seperti halnya para karakter Star Trek yang dengan berani menjelajah luar angkasa? Bagaimanakah akhir dari petualangan gadis manis bermata indah tersebut?

Dari segi akting, kemampuan Dakota Fanning, yang berperan sebagai Wendy, sebenarnya tidak perlu diragukan lagi. Cewek kelahiran 23 Februari 1994 itu sudah malang-melintang di dunia perfilman sejak berusia tujuh tahun.

Bahkan, kakak Elle Fanning tersebut pernah masuk nominasi Screen Actors Guild (SAG) Awards. Saat dia berusia delapan tahun. Lewat peran apiknya sebagai Lucy Dawson dalam film drama I Am Sam (2001). Dakota pun mencetak rekor. Sebagai nomine termuda sepanjang sejarah SAG Awards.

Sayangnya, penampilan cemerlang Dakota Fanning sebagai penderita sindrom Asperger, tampaknya, kurang bisa mengangkat Please Stand By. Setelah dirilis di Amerika pada 26 Januari 2018 yang lalu, para kritikus memberi respon biasa saja untuk film drama komedi berdurasi 93 menit ini.

Salah satu kelemahannya, sutradara Ben Lewin dianggap tidak terlalu mendalami kehidupan seorang penderita sindrom Asperger. Hanya kehidupan luarnya saja yang ia sajikan.

Meski demikian, bagi yang mencari hiburan ringan dengan bumbu komedi, tidak ada salahnya untuk menonton Please Stand By. Apalagi, bagi yang penasaran dengan sekelumit kehidupan seorang penderita sindrom Asperger.

***

Please Stand By

Sutradara: Ben Lewin
Produser: Lara Alameddine, Daniel Dubiecki
Penulis Skenario: Michael Golamco
Berdasarkan: Please Stand By by Michael Golamco
Pemain: Dakota Fanning, Toni Collette, Alice Eve
Musik: Heitor Pereira
Sinematografi: Geoffrey Simpson
Distributor: Magnolia Pictures
Durasi: 93 menit
Rilis: 27 Oktober 2017 (Austin Film Festival), 26 Januari 2018 (Amerika Serikat), 1 Mei 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 2 Mei 2018)
IMDb: 6,6/10
Rotten Tomatoes: 58%
Metacritic: –
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Preview Film: Please Stand By (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s