Prediksi Final Champions League 2017-2018: Real Madrid vs. Liverpool

Final Champions League 2017-2018 akhirnya mempertemukan Real Madrid dan Liverpool. Madrid lolos ke partai puncak setelah menamatkan perlawanan Bayern Muenchen yang berambisi menjadi treble winners musim ini. Sementara itu, Liverpool menghabisi tim kejutan lainnya, AS Roma, di semifinal.

Lolosnya Real Madrid, apalagi Liverpool, ke final, sejatinya, sedikit di luar dugaan. Dua tim yang menjadi unggulan utama di Liga Champions musim ini, awalnya, adalah Barcelona dan Manchester City. Namun, keperkasaan dua tim tersebut di liga domestik, nyatanya, tidak menular di ajang Eropa. Mereka sama-sama rontok duluan di perempat final.

Bertolak belakang dengan Barcelona, bagi Real Madrid, tahun ini adalah final ketiga beruntun di ajang Eropa. Los Merengues menyamai rekor Milan (1993-1995) dan Juventus (1996-1998) sebagai dua tim yang pernah menggapai partai puncak tiga kali berturut-turut di era Champions League.

Dalam dua final sebelumnya, Real Madrid sukses menggebuk rival sekota, Atletico, pada 2016 dan sang Nyonya Tua, Juventus, pada 2017. Jika tahun ini mampu menggasak Liverpool, Los Merengues bakal mencetak rekor. Sebagai satu-satunya klub yang pernah menjadi juara Champions League tiga kali beruntun. Sebuah capaian yang tampaknya bakal sulit disamai oleh klub lain dalam waktu dekat.

Yang menarik, Liverpool, yang kali ini menjadi lawan di final, berbeda dengan dua tim yang sebelumnya dibekap oleh Real Madrid di partai puncak Liga Champions. Liverpool bukan Atletico maupun Juventus yang dikenal sebagai tim dengan karakter bertahan. Tim besutan Juergen Klopp tersebut mengusung attacking football yang menghibur.

Oleh karena itu, partai final yang tersaji di Olympiyskiy Stadium, Kiev, pada hari Minggu (27/5) dini hari WIB nanti, sepertinya, bakal dibanjiri oleh banyak gol. Apalagi, Liverpool tercatat sebagai tim tersubur di Champions League musim ini dengan total 49 gol. Itu belum termasuk enam gol yang dicetak the Reds di babak play-off.

Selain filosofi sepak bola menyerang yang ditetapkan Juergen Klopp, faktor kunci keganasan Liverpool adalah trisula maut yang terdiri dari Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane. Ketiganya sudah menorehkan 29 gol di Liga Champions musim ini. Perinciannya, Salah dan Firmino masing-masing 10 gol, serta Mane sembilan gol. Hanya bomber Real Madrid, Cristiano Ronaldo, yang mampu mengungguli torehan mereka bertiga dengan lesakan 15 gol.

Banyak kalangan memprediksi, final Liga Champions kali ini bukan hanya persaingan Real Madrid dan Liverpool, secara tim, untuk meraih trofi si Kuping Besar. Melainkan, juga menjadi kompetisi pribadi bagi Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah untuk merebut Ballon d’Or.

Secara statistik, Ronaldo memang layak jumawa dan lebih diunggulkan daripada Salah. Setiap kali tim yang dibelanya menjuarai Liga Champions, Cristiano selalu mencetak gol di final. Masing-masing sekali bersama Manchester United (2008) dan tiga kali bersama Real Madrid (2014, 2016, dan 2017).

Dalam dua edisi terakhir, CR7 juga selalu meraih Ballon d’Or. Hal itu tidak terlepas dari keberhasilannya membawa Real Madrid berjaya di Champions League. Apakah musim ini dia mampu mencetak hat-trick? Atau malah bakal dijegal oleh Salah?

Di lain pihak, meloloskan tim asuhannya ke final Liga Champions, sebenarnya, bukan hal yang baru bagi Juergen Klopp. Lima tahun yang lalu, Juragan Kloppo mampu membawa Borussia Dortmund melaju ke partai pamungkas. Sayang, kala itu, dia harus mengakui kehebatan Bayern Muenchen besutan Jupp Heynckes.

Bersama Liverpool, sebenarnya, Kloppo juga sudah pernah merasakan partai final di ajang Eropa. Tepatnya, di Liga Malam Jumat, alias Europa League. Dua musim yang lalu. Saat debut musim perdananya sebagai manager the Reds.

Sayangnya, seperti halnya di final Liga Champions tahun 2013, lagi-lagi Klopp gagal. Liverpool keok di final Europa League tahun 2016. Padahal, saat itu, the Reds sejatinya lebih diunggulkan daripada lawan mereka, Sevilla, yang dibesut oleh Unai Emery.

Statistik partai final yang pernah dijalani Juergen Klopp memang tergolong parah. Sejak menjuarai DFB Pokal tahun 2012 bersama Borussia Dortmund, dia selalu gagal di lima final berikutnya. Apakah Juragan Kloppo mampu memutus kutukan final tersebut saat menghadapi Real Madrid besutan Zinedine Zidane?

Dilihat dari segi pengalaman, Zidane, yang secara usia lebih muda daripada Klopp, memang lebih unggul. Zizou sudah pernah merasakan dua final Liga Champions sebelum ini, dan dua-duanya sukses. Kini, “sohib” Marco Materazzi itu mengincar trofi the Big Ears ketiganya sebagai pelatih.

Saat diwawancarai setelah partai semifinal melawan AS Roma, Klopp sendiri mengakui, dibutuhkan keberuntungan untuk mengalahkan tim asuhan Zidane di final Liga Champions musim ini. Sebuah pernyataan yang realistis, mengingat Liverpool memang menjadi tim underdog kali ini.

Prediksi: Real Madrid 55-45 Liverpool

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Prediksi Final Champions League 2017-2018: Real Madrid vs. Liverpool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s