Preview Film: Submergence (2017)

Pernah mengalami jatuh cinta pada orang yang baru kita kenal? Di sebuah tempat asing? Terdengar klise. Tapi, hal itu memang bisa saja terjadi. Bahkan, mungkin, ada beberapa orang yang pernah mengalaminya sampai beberapa kali.

Kisah itulah yang diangkat oleh J. M. Ledgard menjadi sebuah novel berjudul Submergence. Yang film hasil adaptasinya kini sedang tayang di bioskop-bioskop Cinemaxx Theater dan CGV Cinemas Indonesia.

Submergence dibintangi oleh aktris peraih Piala Oscar. Yang tatapan mata sendunya bakal membuat hati pria manapun meleleh. Alicia Vikander. Serta aktor yang kualitas aktingnya tak perlu kita ragukan lagi. James McAvoy. Sutradaranya adalah Wim Wenders. Sineas asal Jerman tersebut pernah menghasilkan beberapa film dokumenter seperti The Salt of the Earth dan Buena Vista Social Club.

Kisah Submergence berfokus pada hubungan asmara antara Danielle “Danny” Flinders (Alicia Vikander) dan James Moore (James McAvoy). Keduanya bertemu dan berkenalan saat sedang berlibur pada Hari Natal. Secara tak sengaja. Di sebuah pantai. Di Prancis.

Danny adalah seorang ahli biomatematika. Cewek manis tersebut sedang mengerjakan proyek submergence. Yaitu penyelaman ke dasar laut yang paling dalam. Dia terobsesi untuk mencari jawaban atas jejak eksistensi manusia di Bumi. Yang nantinya bisa dipakai untuk membentuk kehidupan manusia di luar planet ini.

Sementara itu, James aslinya adalah seorang agen rahasia alias mata-mata. Namun, dia menyembunyikan identitas aslinya tersebut dari Danny. Dia mengaku tinggal di Nairobi, Kenya, untuk mengerjakan proyek penyediaan air bersih di sana. Padahal, misi dia yang sebenarnya adalah menyusup ke Somalia untuk mengungkap jaringan pejuang jihadis.

Singkat cerita, setelah saling bertukar pikiran, James dan Danny sama-sama terkesan. Mereka saling jatuh cinta. Selama 2-3 hari, keduanya menjalin hubungan asmara yang romantis, panas, dan intens. Sebelum akhirnya berpisah. Karena tuntutan pekerjaan masing-masing. Namun, mereka berjanji untuk tetap berhubungan. Dan bakal bertemu kembali. Suatu saat nanti.

Selang beberapa waktu, Danny sedang bersiap untuk melakukan misi berbahaya. Yang dapat mengancam nyawanya. Yaitu menyelam ke dasar Laut Greenland. Di Samudera Atlantik. Akan tetapi, ketika hendak “berpamitan” pada James, dia mendadak galau. Ternyata, kekasihnya tersebut tak bisa dihubungi. Lost contact. Ngilang. Seperti yang kamu lakukan setelah ninggalin aku dulu. #curcol

Ribuan kilometer jauhnya. Di pantai timur Afrika. James, yang tak bisa dihubungi tadi, ternyata, sedang disekap di sebuah ruangan gelap. Tanpa jendela. Sudah berminggu-minggu. Cowok asal Skotlandia itu menjadi tawanan pejuang ekstrimis di sana.

Bagaimanakah akhir dari kisah cinta James dan Danny? Apakah keduanya bisa bertemu dan bersatu kembali? Atau harus terpisah selamanya seperti kisah asmara kita? *krai*

Film Submergence yang mengambil lokasi syuting di Kepulauan Faroe dan Djibouti, sejatinya, menawarkan sebuah tema romantic thriller yang menarik. Sayangnya, setelah diputar di Toronto International Film Festival pada 10 September 2017, banyak kritikus memberi respon negatif.

Sutradara Wim Wenders dianggap terlalu bertele-tele dalam menyajikan ceritanya. Alhasil, film berdurasi 112 menit ini terasa sangat panjang dan berpotensi membuat penonton bosan.

Apalagi, Submergence yang naskahnya ditulis oleh Erin Dignam ini juga menyajikan dialog-dialog yang cukup bikin pusing. Berkaitan dengan sains dan sejarah. Para penonton seakan diajak mempelajari soal Bumi, laut, dan biologi. Ditambah lagi dengan jihadisme dan ekstrimisme.

Satu-satunya hal positif yang mendapat pujian dari para kritikus adalah kekuatan akting dari Alicia Vikander dan James McAvoy. Keduanya dinilai sangat berkarakter dan mendalami peran masing-masing. Terutama, saat menjalani adegan romantis. Chemistry di antara mereka sangat kuat.

Oh, ya. Karena banyak mengandung adegan panas, Submergence juga mengalami penyensoran. Kabarnya, yang banyak dipotong adalah adegan romantis antara James dan Danny. Padahal, itu adalah salah satu kekuatan dari film ini.

Meski banyak kekurangan di sana-sini, bagi para pemuja Alicia Vikander, ataupun James McAvoy, Submergence tetap layak untuk ditonton. Terutama, bagi yang menyukai kisah romantis dengan dialog-dialog rumit dan cerdas.

***

Submergence

Sutradara: Wim Wenders
Produser: Cameron Lamb
Penulis Skenario: Erin Dignam
Berdasarkan: Submergence by J. M. Ledgard
Pemain: Alicia Vikander, James McAvoy, Hakeemshady Mohamed, Alexander Siddig, Alex Hafner, Celyn Jones, Darian Martin, Charlotte Rampling
Musik: Fernando Velazquez
Sinematografi: Benoit Debie
Penyunting: Toni Froschhammer
Produksi: Backup Films, Lila 9th Productions, Morena Films, Waterstone Entertainment
Distributor: Mars Distribution, Antena 3, Samuel Goldwyn Films
Durasi: 112 menit
Budget: USD 15 juta
Rilis: 10 September 2017 (TIFF), 13 April 2018 (Amerika Serikat), 23 Mei 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 24 Mei 2018)
IMDb: 5,4/10
Rotten Tomatoes: 18%
Metacritic: 38/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Preview Film: Submergence (2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s