Preview Film: Beirut (2018)

Di antara film-film blockbuster, semacam Avengers: Infinity War, Deadpool 2, dan Solo: A Star Wars Story, yang sedang menguasai layar-layar bioskop di Indonesia, sebenarnya, terselip satu film yang cukup berkualitas, tapi kurang mendapat perhatian. Judulnya: Beirut. Dibintangi oleh Jon Hamm dan Rosamund Pike.

Beirut sejatinya sudah tayang di Cinema 21 Indonesia sejak 19 April 2018 yang lalu. Namun, sempat “menghilang” saat Avengers: Infinity War dirilis. Bisa dimaklumi. Sebab, hampir seluruh layar bioskop kala itu dikuasai oleh film produksi Marvel Studios tersebut. Untungnya, setelah euforia Thanos agak reda, Cinema 21 kembali menayangkan Beirut.

Sesuai dengan judulnya, Beirut, yang merupakan ibu kota dari Lebanon, mengambil setting di negeri yang terletak di Timur Tengah tersebut. Proses syutingnya sendiri mengambil lokasi di Tangier, Maroko, Afrika Utara pada bulan Juni 2016 yang lalu.

Menurut sang penulis naskah, Tony Gilroy, ide cerita Beirut, yang semula berjudul High Wire Act itu, berawal dari percakapan politiknya dengan seorang produser di lokasi syuting film yang skenarionya juga ia tulis, The Cutting Edge (1992). Jadi, sebenarnya, sudah cukup lama ide tersebut mengendap sebelum diangkat ke layar lebar.

Kisah Beirut sendiri mengambil latar tahun 1982, saat terjadi Lebanese Civil War alias Perang Saudara di Lebanon. Tokoh utamanya adalah Mason Skiles (Jon Hamm), seorang mantan diplomat yang kembali bertugas untuk menyelamatkan kolega-koleganya di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut.

Dalam menjalankan misi penyelamatan tersebut, Mason Skiles tidak sendirian. Dia ditemani oleh Sandy Crowder (Rosamund Pike), seorang agen rahasia CIA yang sedang bertugas menyamar di Kedubes Amerika Serikat di Lebanon.

Sejarah mencatat, perang saudara yang berlangsung sejak 1975 hingga 1990 tersebut, sebenarnya, berawal dari kejadian pada tahun 1972. Kala itu, pemerintah Lebanon mengambil kebijakan untuk menampung para pengungsi dari Palestina. Yang akhirnya memicu civil war antaragama. Memecah belah negeri di tepian Laut Mediterania yang dulunya sangat indah itu.

Saking indahnya negeri asal sastrawan galau legendaris, Kahlil Gibran, tersebut, sempat ada kiasan, “Pergilah ke Lebanon sebelum mati.” Namun, sejak perang saudara meletus, ungkapan itu berubah menjadi: “Jika ingin mati, pergilah ke Lebanon.”

Lebanese Civil War, yang berlangsung lebih dari 15 tahun tersebut, sulit didamaikan, salah satunya, akibat campur tangan Amerika Serikat. Kepentingan politik, ideologi, dan bisnis, yang bercampur menjadi satu, membuat perselisihan antaragama bak benang kusut yang sulit diuraikan.

Nah, film Beirut ini bertujuan membuka mata para penonton, bagaimana peran besar negara-negara adikuasa memainkan politik kotor mereka di Timur Tengah. Bagi yang menyukai sejarah dan drama politik yang mencekam, film espionage thriller besutan Brad Anderson ini memang layak untuk disimak.

Setelah diputar perdana di Sundance Film Festival pada 22 Januari 2018, Beirut mendapat respon cukup positif dari para kritikus. Plotnya kompleks. Penuh intrik politik internasional. Ditambah penampilan memukau dari dua bintang ternama, Jon Hamm dan Rosamund Pike. Bahkan, Beirut disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibintangi Hamm.

Hanya saja, meski mendapat banyak pujian, seperti film-film bertema politik lainnya, Beirut juga tak lepas dari kontroversi. Saat trailer-nya dirilis, publik Lebanon, terutama yang muslim, mengecam keras lewat media sosial. Mereka menganggap penggambaran sejarahnya tidak tepat dan menuding film Beirut sebagai upaya penggiringan opini publik internasional oleh Hollywood terhadap negara-negara Arab.

***

Beirut

Sutradara: Brad Anderson
Produser: Tony Gilroy, Ted Field, Mike Weber, Shivani Rawat, Monica Levinson
Penulis Skenario: Tony Gilroy
Pemain: Jon Hamm, Rosamund Pike, Dean Norris, Larry Pine, Shea Whigham
Musik: John Debney
Sinematografi: Björn Charpentier
Penyunting: Andrew Hafitz
Produksi: Radar Pictures, ShivHans Pictures
Distributor: Bleecker Street
Durasi: 109 menit
Rilis: 22 Januari 2018 (Sundance), 11 April 2018 (Amerika Serikat), 19 April 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 27 Mei 2018)
IMDb: 6,4/10
Rotten Tomatoes: 77%
Metacritic: 69/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Preview Film: Beirut (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s