Preview Film: Incredibles 2 (2018)

The wait is over! Setelah menunggu ratusan purnama, Pixar akhirnya merilis sekuel dari film animasi The Incredibles (2004). Yaitu: Incredibles 2. Film produksi anak perusahaan Disney tersebut tayang di Indonesia mulai hari Kamis (14/6) ini.

Bagi yang sudah lupa, atau mungkin belum pernah menontonnya, The Incredibles adalah film animasi terbaik yang berhasil menyabet Piala Oscar tahun 2005. Mengisahkan tentang keluarga superhero yang superkonyol. Yaitu: Parr Family.

Keluarga Parr terdiri dari Bob (Craig T. Nelson) dan Helen (Holly Hunter) serta tiga anak mereka: Violet (Sarah Vowell), Dashiell (Huck Milner), dan Jack-Jack. Semuanya memiliki kekuatan super. Termasuk si Jack-Jack. Yang masih bayi.

Superpower Jack-Jack muncul pertama kali ketika dia diculik penjahat bernama Syndrome. Di film pertama dulu. Bayi imut tersebut bisa berubah menjadi logam yang sangat berat, menjadi bola api, dan, bahkan, bisa menjadi setan kecil yang sangat kuat.

Pada 2005, Pixar sempat merilis sebuah film animasi pendek berjudul Jack-Jack Attack. Menceritakan berbagai macam kekuatan super yang dimiliki oleh si bungsu tersebut. Di antaranya: levitasi, teleportasi, dan berjalan-jalan di langit-langit rumah. Semacam Spider-Man. Babysitter yang mengasuhnya sampai kerepotan setengah mati.

Dalam Incredibles 2, kita bakal kembali disuguhi kekuatan super bayi berpopok tersebut. Dari teaser trailer yang dirilis pada November 2017, Jack-Jack bisa menghilang dan tiba-tiba muncul menembus dinding. Setelah itu, dia berubah menjadi mini-Hulk dan mengeluarkan sinar laser hijau dari matanya. Bahkan, ketika bersin, Jack-Jack juga menyemburkan petir dan berubah menjadi manusia api ketika kesal.

Meski perilisannya terpaut jarak 14 tahun, kisah Incredibles 2 memang langsung melanjutkan peristiwa dari film pertamanya. Jadi, tidak ada time jump. Jack-Jack tidak bertambah besar. Kedua kakaknya, Violet dan Dash, juga masih anak-anak.

Konsekuensinya, pengisi suara Dash harus diganti. Spencer Fox, dubber di film pertama, kini sudah berusia 24 tahun. Tentu saja, suaranya sudah berubah. Perannya pun terpaksa digantikan oleh Huck Milner. Sementara itu, suara Violet tetap diisi oleh Sarah Vowell.

Dari trailer terakhir yang dirilis pada April 2018, kisah Incredibles 2, tampaknya, bakal lebih berfokus pada Helen alias Elastigirl. Sedangkan, suaminya, Bob Parr, akan lebih banyak di rumah. Mengurus anak-anak.

Di film pertama dulu, meski seluruh anggota keluarga memiliki kekuatan super, Bob-lah yang paling banyak beraksi memberantas kejahatan. Kini, peran tersebut bergeser. Diambil alih oleh Helen.

Menurut Holly Hunter, pengisi suara Helen, Elastigirl memang bakal berperan banyak dalam film ini. Dia memenuhi panggilan hatinya sebagai seorang superhero. Yang tidak lagi bergantung di bawah nama besar sang suami, Mr. Incredible.

Hal ini sekaligus menjadi inspirasi bagi para wanita. Sejak dulu, banyak anak perempuan diajarkan untuk tidak ambisius atau kompetitif. Berlawanan dengan apa yang diajarkan kepada anak laki-laki. Sekarang, zamannya sudah berubah.

Sementara Helen bersenang-senang dengan peran barunya sebagai superhero, Bob dikisahkan justru kesulitan menjalankan tugas sebagai bapak rumah tangga. Dia kalang-kabut menghadapi masa puber Violet yang moody. Selain itu, Bob juga tak sanggup membantu Dash mengerjakan PR matematika. Tapi, yang paling sulit adalah mengurus Jack-Jack.

Dari trailer, juga tampak kembalinya dua karakter pendukung dari film pertama. Yaitu: Lucius Best aka Frozone (Samuel L. Jackson) dan superdesigner Edna Mode (Brad Bird). Frozone adalah sahabat Bob. Yang memiliki kekuatan super untuk membekukan sesuatu menjadi es.

Sementara itu, Edna adalah fashion designer yang selama ini merancang kostum para superhero. Termasuk kostum yang digunakan oleh keluarga Parr. Sejak muncul di The Incredibles, sosoknya yang mungil dan tengil memang langsung menarik perhatian para penonton.

Edna dikisahkan sebagai perancang busana top. Karyanya tidak hanya digunakan oleh para superhero, tetapi juga para selebritis kelas dunia. Salah satu idenya yang paling revolusioner adalah kostum superhero tidak boleh punya sayap. Karena tidak ada manfaatnya, menurut dia. πŸ™‚

Untuk menunjukkan pesona Edna, Pixar sampai merilis video klip khusus yang berisi testimoni dari para model dan desainer kelas atas. Mulai dari perancang top Zac Posen, stylish Rachel Zoe, supermodel Heidi Klum dan Kendall Jenner, hingga Direktur Marie Claire Nina Garcia. Semuanya memuji sosok pendek, judes, tapi jenius tersebut.

Menurut mereka, Edna adalah figur yang kontroversial. Meski demikian, pada akhirnya, dia adalah sosok visioner. Yang telah mengubah sejarah fashion dunia lewat karya-karyanya. Seperti terusan nuklir, stiletto roket, dsb.

Selain karakter-karakter lama yang muncul kembali, Incredibles 2 juga bakal menampilkan sejumlah karakter baru yang siap memikat hati para penonton. Siapa saja mereka?

Yang pertama adalah Winston Deavor (Bob Odenkirk). Seorang konglomerat yang terobsesi dengan superhero. Dia memimpin perusahaan telekomunikasi bersama saudarinya: Evelyn (Catherine Keener).

Winston inilah yang mendorong Helen untuk berani tampil dan mengambil peran lebih besar. Dia ingin mengubah persepsi publik tentang superhero. Menurutnya, Elastigirl adalah pilihan terbaik.

Sementara itu, Evelyn adalah sosok jenius yang sangat menguasai teknologi. Dia mampu memecahkan segala macam masalah. Dengan kecerdasannya. Dan menjadi otak utama di balik perusahaan telekomunikasi milik keluarga Deavor.

Selain Winston dan Evelyn Deavor, juga ada The Ambassador (Isabella Rossellini) dan Voyd (Sophia Bush). The Ambassador adalah seorang advokat yang berkomitmen untuk mendukung dan melegalkan para superhero. Agar mereka tidak perlu hidup secara sembunyi-sembunyi.

Di lain pihak, Voyd adalah seorang superhero cewek yang sangat mengidolakan Elastigirl. Dengan kekuatan supernya, dia bisa menghilangkan dan memunculkan kembali suatu objek.

Apakah Voyd bakal menjadi sekutu baru The Incredibles? Atau malah menjadi musuh? Seperti Syndrome di film pertama dulu.

Dari deretan tokoh baru tadi, yang paling dinanti memang kemunculan sang villain utama. Setelah Syndrome berhasil dikalahkan, di ending film pertama ada penjahat dengan senjata bor raksasa. Yang muncul dari dalam tanah. Yaitu: The Underminer (John Ratzenberger). Tapi, besar kemungkinan, dia bukanlah musuh utama.

Hingga saat ini, Pixar memang belum mengumumkan identitas resmi dari villain di Incredibles 2. Tapi, di bagian akhir trailer yang dirilis dua bulan lalu, sempat muncul sosok bertopeng besi. Yang menghipnotis seluruh penonton televisi.

Dari koleksi mainan LEGO Juniors Disney-Pixar Incredibles 2: Elastigirl’s Rooftop Pirsuit, yang dirilis awal April lalu, terdapat karakter yang ciri-cirinya mirip dengan sosok villain di atas. Namanya: Screenslaver.

Menurut deskripsi LEGO, Screenslaver adalah supervillain yang mampu membajak satelit. Belum diketahui siapa identitas asli di balik sosok bertopeng tersebut.

Berbicara mengenai franchise The Incredibles, film pertamanya, selain berhasil menyabet Piala Oscar kategori Film Animasi Terbaik, juga sukses secara box office. Mampu meraup pemasukan USD 633 juta dengan modal “hanya” USD 92 juta. Oleh karena itu, cukup mengherankan Pixar membutuhkan waktu hingga 14 tahun untuk merilis sekuelnya.

Menurut Presiden Pixar Jim Morris, mengembangkan sebuah sekuel itu tidak mudah. Studio lain mungkin bakal langsung membikin sekuel jika filmnya sukses. Namun, tidak demikian dengan Pixar.

Morris menambahkan, Pixar tidak akan membikin sekuel sebelum sutradaranya punya ide mau dibawa ke mana sekuelnya kelak. Mereka baru mendukung penuh proyek Incredibles 2 setelah Brad Bird merasa yakin dengan konsepnya.

Brad Bird, sang sutradara, sekaligus pengisi suara Edna Mode, merasa yakin film tentang keluarga superhero ini tetap dinanti para fans. Meski jaraknya mencapai 14 tahun dari film pertamanya.

Menurut Bird, salah satu hal yang membuat The Incredibles ditunggu-tunggu adalah kisahnya yang unik. Benar-benar tentang keluarga dalam dunia superhero. Cara mereka mengatasi masalah seperti keluarga normal sangat familiar dengan para penonton.

Setelah menggelar world premiere pada 5 Juni 2018 di Los Angeles, Incredibles 2 mendapat respon sangat positif dari para kritikus. Meski plot dan temanya dianggap mirip dengan pendahulunya, film berdurasi 118 menit ini mampu mempertahankan unsur humornya. Sangat fun dan menghibur sebagai tontonan keluarga.

Btw, seperti tradisi film-film rilisan Pixar sebelumnya, para penonton Incredibles 2 juga bakal mendapat suguhan tambahan. Berupa film animasi pembuka. Yang berdurasi pendek.

Ciri-ciri film animasi pendek bikinan Pixar, selama ini, adalah minim dialog. Tapi, sangat memorable dan mengena di hati para penonton. Sebut saja: Piper (Finding Dory), Presto (Wall-E), dan Partly Cloudy (Up).

Biasanya, Pixar menyimpan film animasi pendek ini sebagai kejutan. Tidak diumumkan sebelumnya. Para penonton baru mengetahui setelah menyaksikannya di bioskop. Tetapi, kali ini, berbeda.

Sejak jauh-jauh hari, Pixar sudah merilis bocoran tentang film animasi pendek yang bakal menjadi pembuka Incredibles 2. Judulnya: Bao. Durasinya sekitar 7,5 menit.

Dari dua foto yang dirilis beberapa waktu yang lalu, tampak seorang ibu-ibu bermata sipit sedang memeluk dumpling alias pangsit. Dikisahkan, perempuan keturunan China itu merasa kesepian. Karena anak-anaknya sudah dewasa dan punya kehidupan sendiri-sendiri.

Namun, tiba-tiba, terjadi sebuah keajaiban. Pangsit buatannya mendadak hidup. Ibu-ibu yang sedang kesepian itu pun punya “anak” kesayangan baru.

Menurut Domee Shi, sang sutradara, kata bao yang diambil sebagai judul film animasi pendek garapannya, sebenarnya, memiliki dua arti dalam bahasa Mandarin. Yang pertama adalah roti kukus. Tapi, yang kedua, bisa pula berarti sesuatu yang sangat berharga. Semacam harta karun.

Shi mengaku, kisah Bao memang terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Sebagai anak tunggal dari seorang imigran asal China yang tinggal di Kanada, dia merasa ibunya selalu memperlakukannya seperti pangsit. Yang sangat berharga. Sang ibu memastikan Shi selalu aman dan menjaganya sejak kecil.

Shi kini tercatat sebagai wanita pertama yang menjadi sutradara film animasi pendek dalam sejarah Pixar. Dia kemudian merekrut ibunya sendiri sebagai konsultan budaya untuk film Bao.

Menurut Shi, ibunya yang bernama Ningsha Zhong memang sangat ahli dalam membuat pangsit. Dia bisa meracik adonannya, memotong setiap bagian, hingga menggulung setiap lembarannya menjadi bentuk pangsit kecil yang sempurna. Detail pembuatan makanan khas China tersebut menjadi referensi utama Shi dalam membuat film Bao.

Kita tunggu saja. Semoga Bao besutan Shi bisa senikmat pangsit bikinan ibunya. Dan bisa menjadi sajian pembuka yang lezat sebelum kita menikmati main course-nya: Incredibles 2.

***

Incredibles 2

Sutradara: Brad Bird
Produser: John Walker, Nicole Paradis Grindle
Penulis Skenario: Brad Bird
Pemain: Craig T. Nelson, Holly Hunter, Sarah Vowell, Huck Milner, Samuel L. Jackson
Musik: Michael Giacchino
Penyunting: Stephen Schaffer
Produksi: Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 118 menit
Rilis: 5 Juni 2018 (Los Angeles), 14 Juni 2018 (Indonesia), 15 Juni 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 12 Juni 2018)
IMDb: 9,3/10
Rotten Tomatoes: 96%
Metacritic: 83/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Preview Film: Incredibles 2 (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s