Preview Film: Slender Man (2018)

Slender Man. Atau, juga ada yang menulis: Slenderman. Ini bukan superhero semacam Iron Man, Spider-Man, Ant-Man, Superman, Batman, ataupun Aquaman. Ini adalah karakter horror supranatural. Fiktif. Yang pertama kali muncul di sebuah forum internet. Yang bernama Something Awful. Pada 10 Juni 2009.

Kala itu, ada sebuah kontes untuk membuat meme internet creepypasta. Salah satu pengguna forum, bernama Eric Knudsen (dia menggunakan username “Victor Surge”), memposting foto sosok misterius. Yang kemudian dikenal dengan sebutan Slender Man.

Di foto hasil photoshop tersebut, tampak sosok pria yang sangat tinggi, kurus, kepalanya botak, tanpa muka, memakai setelan jas hitam, dengan tangan yang menjulur panjang mirip tentakel. Victor Surge juga menuliskan caption bahwa Slender Man ini suka mengintai, meneror, menculik, dan, bahkan, membunuh anak-anak dan remaja.

Sejak kemunculan pertamanya di forum internet tersebut, Slender Man langsung viral. Dan menjadi legenda. Di Amerika. Bahkan, saking populernya, sampai dibuat versi video game-nya. Antara lain: Slender: The Eight Pages dan Slender: The Arrival.

Tapi, yang bikin miris, Slender Man juga dikaitkan dengan beberapa insiden tragis. Ada seorang ibu yang mengaku diserang oleh anaknya sendiri. Yang baru berusia 13 tahun. Dengan pisau. Cerita Slender Man diduga melatarbelakangi penyerangan tersebut.

Yang paling menghebohkan adalah kejadian di Waukesha County, Wisconsin. Pada 31 Mei 2014. Saat itu, seorang anak berusia 12 tahun tiba-tiba merangkak keluar. Dari sebuah hutan. Dengan berlumuran darah. Pada seorang pengendara sepeda yang menemukannya, gadis bernama Peyton Leutner itu mengaku ditikam. Dengan pisau. Berkali-kali. Oleh dua orang temannya.

Polisi langsung menangkap pelakunya. Yaitu dua orang cewek. Yang baru berusia 12 tahun: Morgan Geyser dan Anissa Weier. Mereka awalnya mengajak Peyton bermain petak umpet. Di dalam hutan. Kemudian, mereka menikamnya. Sembilan belas kali! Untung, nyawa Peyton berhasil diselamatkan. Meskipun terluka parah.

Hasil pemeriksaan: Morgan dan Anissa didiagnosis menderita skizofrenia dan gangguan delusional akut. Keduanya didakwa dengan percobaan pembunuhan. Dan akhirnya divonis pada Desember 2017: Anissa dihukum 25 tahun dan Morgan dihukum 40 tahun. Di sebuah fasilitas kesehatan mental.

Yang mengejutkan, saat proses penyelidikan, Morgan dan Anissa mengaku membunuh demi Slender Man. Menurut keduanya, sosok supranatural itu akan menghabisi keluarga mereka jika tidak menyerang Peyton.

Terdengar gila. Tapi, kenyataannya memang begitu. Slender Man merupakan sosok nyata bagi Morgan dan Anissa. Kedua gadis imut yang baru berusia 12 tahun itu tidak memiliki cara lain. Untuk melindungi diri sendiri dan keluarga mereka dari Slender Man, mereka harus menghabisi Peyton.

Pada Mei 2016, popularitas Slender Man yang menanjak berhasil menarik perhatian Sony Pictures. Salah satu studio terbesar di Hollywood itu memutuskan untuk mengangkatnya ke layar lebar. Dengan sutradara Sylvain White.

Versi film Slender Man ini tidak didasarkan dari kisah nyata. Ceritanya fiktif. Mengambil setting di sebuah kota kecil. Di Massachusetts. Tentang empat orang cewek ababil yang penasaran dengan sosok Slender Man. Yang di film ini diperankan oleh Javier Botet.

Mereka kemudian mencari cara untuk memanggil Slender Man. Ketemu. Ada videonya. Di YouTube. Keempat gadis itu pun mencoba ritual tersebut. Untuk membuktikan bahwa mitos Slender Man itu tidak benar. Tidak nyata.

Namun, setelah menonton video tersebut, kejanggalan mulai terjadi. Salah seorang cewek tadi tiba-tiba menghilang. Tiga cewek lainnya mulai percaya. Bahwa Slender Man benar-benar ada. Dia melancarkan teror. Tidak hanya lewat mimpi. Tapi juga mendatangi gadis-gadis cantik tersebut di dunia nyata!

Secara keseluruhan, Slender Man berupaya mengangkat kisah tentang pengorbanan dan ketulusan antarsahabat. Film ini juga menyisipkan pesan untuk tidak menyepelekan hal-hal mistik atau mitos di suatu tempat. Karena bisa saja hal tersebut menjadi kenyataan!

Setelah trailer perdananya dirilis pada 3 Januari 2018, Slender Man sempat menuai protes dari masyarakat. Terutama dari Bill Weier, bokap dari Anissa (pelaku penusukan di Waukesha County, Wisconsin empat tahun lalu). Menurutnya, film ini telah mempopulerkan sebuah tragedi. Dia menuntut bioskop-bioskop lokal untuk tidak menayangkannya.

Salah satu jaringan bioskop di Amerika, Marcus Theaters, akhirnya memutuskan untuk tidak menayangkan Slender Man di Waukesha dan Milwaukee Counties di Wisconsin. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan. Sekaligus menjaga perasaan para keluarga yang terkait dengan tragedi empat tahun sebelumnya.

Entah ada hubungannya dengan protes tersebut atau tidak, jadwal rilis Slender Man akhirnya mengalami penundaan. Dari yang awalnya tanggal 18 Mei 2018 menjadi 10 Agustus 2018.

Seperti film-film horror pada umumnya, Slender Man tidak menampilkan bintang-bintang bernama besar. Screen Gems, anak perusahaan Sony Pictures, selaku produser, hanya menggandeng aktris-aktris remaja semacam Joey King, Julia Goldani Telles, Jaz Sinclair, dan Annalise Basso.

Secara visual, Slender Man sebenarnya cukup menarik. Sayangnya, hal itu belum mampu memikat hati para kritikus. Setelah tayang secara global pada hari Jumat (10/8) kemarin, film berdurasi 93 menit ini mendapat respon sangat negatif.

Film yang skenarionya ditulis oleh David Birke ini dianggap terlalu fokus pada sosok Slender Man. Karakter-karakter yang lain kurang dikembangkan. Plotnya juga tidak menarik. Dan akting para bintang remajanya tidak istimewa.

Slender Man dinilai hanya mengandalkan jump scare. Itu pun cuma di beberapa adegan saja. Tidak cukup menakutkan. Tidak juga menegangkan. Hanya sekadar mengagetkan.

***

Slender Man

Sutradara: Sylvain White
Produser: Bradley J. Fischer, James Vanderbilt, William Sherak, Robyn Meisinger, Sarah Snow
Penulis Skenario: David Birke
Berdasarkan: Slender Man by Eric Knudsen
Pemain: Joey King, Julia Goldani Telles, Jaz Sinclair, Annalise Basso, Javier Botet
Musik: Ramin Djawadi, Brandon Campbell
Sinematografi: Luca Del Puppo
Penyunting: Jake York
Produksi: Screen Gems, Mythology Entertainment, Madhouse Entertainment, It Is No Dream Entertainment
Distributor: Sony Pictures Releasing
Durasi: 93 menit
Budget: USD 28 juta
Rilis: 10 Agustus 2018 (Amerika Serikat & Indonesia)

Rating (hingga 12 Agustus 2018)
IMDb: 3,3/10
Rotten Tomatoes: 15%
Metacritic: 28/100
CinemaScore: D-

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Preview Film: Slender Man (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s