Ulasan Film: Mile 22 (2018)

Mile 22 akhirnya tayang juga. Di bioskop-bioskop Cinema 21 Indonesia. Mulai hari Selasa (21/8) yang lalu. Film Hollywood ini memang ditunggu-tunggu. Karena dibintangi aktor laga kebanggaan tanah air: Iko Uwais.

Dalam film garapan Peter Berg tersebut, Iko beradu akting dengan sejumlah bintang top Hollywood. Sebut saja: Mark Wahlberg, John Malkovich, Ronda Rousey, dan Lauren Cohan.

Tokoh utamanya adalah James Silva (Mark Wahlberg). Seorang agen black ops CIA (Central Intelligence Agency). Dia harus mengawal seorang polisi dari sebuah negara di Asia. Bernama Letnan Li Noor (Iko Uwais). Yang merupakan “asset” CIA dan memiliki informasi rahasia.

Noor dikisahkan menyerahkan diri dan meminta suaka ke Kedutaan Besar Amerika Serikat. Dia diburu oleh polisi lokal. Dan James Bishop (John Malkovich). Pemimpin tim black ops CIA. Yang tidak mempercayainya.

Dengan dibantu rekan-rekannya, antara lain Alice Kerr (Lauren Cohan) dan Sam Snow (Ronda Rousey), Silva berusaha membawa Noor keluar dari negaranya. Sesuai dengan judulnya, mereka harus menempuh jarak sejauh 22 mil. Untuk mencapai bandara terdekat. Dan terbang ke Amerika.

Meski mengangkat topik tentang CIA, penulis skenario Lea Carpenter menjelaskan, film Mile 22 ini berbeda dengan yang lainnya. Sebab, dia berfokus pada divisi paramiliter. Alias black ops. Milik agensi intelijen Amerika tersebut.

Selama ini, divisi paramiliter CIA tidak mendapat perhatian besar. Meski memegang peranan penting. Sebab, mereka bukan bagian dari kemiliteran. Mereka lebih banyak berperan di balik layar. Dalam misi-misi rahasia yang lakukan oleh pemerintah Amerika.

Itulah kenapa sutradara Peter Berg tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Karena tema paramiliter CIA itu sangat kaya. Topik itulah yang dia gali. Dan dia tampilkan di film Mile 22 ini.

Berg menyatakan, filmnya kali ini sangat fun. Dan penuh dengan adegan laga. Dia juga menyebutkan bahwa Iko Uwais memegang peran kunci di Mile 22.

Bahkan, menurut Berg, film ini memang sengaja dia buat untuk Iko. Karena Iko adalah ‘nyawa’ dari Mile 22. Adegan laga yang brutal bisa menjadi spesial. Berkat kehadiran bintang The Raid (2011) tersebut.

Dari trailer perdana, yang dirilis pada bulan Mei 2018 yang lalu, Mile 22 memang terasa menegangkan. Penuh dengan adegan laga. Aksi baku tembak. Serta perkelahian. Yang menjadi sajian utamanya.

Meski terkesan Mark Wahlberg-sentris, sosok Iko Uwais di trailer tersebut sukses mencuri perhatian. Dengan jurus-jurus silatnya. Dia mampu melumpuhkan dua lawan sekaligus. Dengan kondisi tangan terborgol. Keren.

Produksi Mile 22, sebenarnya, sudah direncanakan sejak tahun 2015. Iko dihubungi sendiri oleh Berg dan salah seorang produser dari STXfilms.

Berg kemudian berkunjung ke Jakarta. Untuk bertemu Iko. Sekaligus untuk mencari lokasi syuting. Sayangnya, pengambilan gambar akhirnya dilakukan di Atlanta, Amerika dan Bogota, Kolombia. Meski kisah Mile 22 sejatinya ber-setting di Asia.

Menurut Iko, syuting dilakukan setelah dia menyelesaikan produksi film internasional lainnya. Triple Threat. Bagi Iko, membintangi film Hollywood itu bukan hanya demi popularitas. Tapi juga untuk meningkatkan kemampuan aktingnya. Syuting di luar negeri, selain menambah pengalaman, juga melatih Iko supaya lebih profesional. Baik di depan maupun di belakang layar.

Iko juga melakukan persiapan ekstra sebelum melakoni syuting Mile 22. Fisiknya memang sudah terbentuk. Dan terlatih. Untuk bermain di film action. Namun, agar lebih fit, Iko tetap menjalankan persiapan khusus.

Iko berlatih dengan personal trainer. Selama lebih dari setahun. Sejak 2016. Selain itu, asupan nutrisinya benar-benar dijaga ketat.

Menurut sang istri, Audy Item, setiap hari Iko hanya menyantap dada ayam. Tanpa bumbu. Yang dibakar bersama brokoli dan buncis. Dia juga melahap steak daging. Yang dimasak tanpa garam, merica, ataupun saus. Paling hanya ditambah rosemary biar ada rempahnya.

Sebagai sumber karbohidrat, Iko hanya memakan roti gandum. Sesekali dengan tambahan keju. Sedangkan, asupan proteinnya dia dapat dari telur rebus. Tapi hanya bagian putihnya saja. Setiap hari dia bisa habis sampai 12 butir.

Yang menarik, masih menurut Audy, Iko ternyata pecandu kopi. Tapi, dia hanya bisa meminum kopi luwak. Yang hitam. Dan tanpa gula.

Selain menjadi pemain, Iko juga dipercaya untuk membuat beberapa koreografi fighting oleh Peter Berg. Unsur pencak silat, yang merupakan seni bela diri khas Indonesia, dimasukkan ke film Mile 22. Bahkan, salah satu stuntman-nya juga berasal dari Indonesia. Yakni, Ramadhan Ruswadi. Tentu saja ini menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi masyarakat dan insan perfilman tanah air.

Demi menghasilkan film yang full action, Berg juga merekrut aktris dan mantan petarung MMA (Mixed Martial Arts). Sekaligus mantan juara dunia UFC (Ultimate Fighting Championship). Ronda Jean Rousey. Bahkan, sebelum ada Mark Wahlberg, dua nama pertama yang diajak Berg adalah Iko dan Rousey.

Wahlberg memang baru bergabung belakangan. Alhasil, proses produksi Mile 22 sempat tertunda. Untuk menyesuaikan dengan jadwal Wahlberg. Dan untuk mengembangkan cerita.

Berg dan Wahlberg, bisa dibilang, sangat akrab. Sebelumnya, mereka sudah pernah bekerja sama di film Lone Survivor (2013), Deepwater Horizon (2016), dan Patriots Day (2016). Yang mana ketiganya mendapat respon cukup positif dari para kritikus.

Selain Wahlberg, Rousey dan Iko, Berg juga menggandeng Lauren Cohan. Yang kemudian mengakui bahwa Mile 22 adalah film paling ‘berdarah’ yang pernah dia bintangi. Untuk satu adegan saja, para kru harus menyiapkan segalon darah. Hasilnya memang ngeri sekali, menurut Cohan.

Pernyataan tersebut sangat menarik. Kita tahu, Lauren Cohan adalah bintang serial zombie-zombie-an populer. The Walking Dead. Yang juga “menyuguhkan” banyak darah. Oleh karena itu, Mile 22 ini dijamin bakal lebih brutal. Dengan adegan laga yang sangat intens.

Oh, ya. Ending dari Mile 22, kabarnya, sangat menggantung. Bukan tanpa sebab. Karena film ini memang disiapkan sebagai pembuka. Dari sebuah trilogi. Kisahnya bakal berlanjut. Jadi, siap-siap saja menyaksikan aksi Iko Uwais lagi. Di dua film berikutnya.

***

Mile 22

Sutradara: Peter Berg
Produser: Peter Berg, Mark Wahlberg, Stephen Levinson
Penulis Skenario: Lea Carpenter
Pengarang Cerita: Graham Roland, Lea Carpenter
Pemain: Mark Wahlberg, John Malkovich, Lauren Cohan, Iko Uwais, Ronda Rousey
Musik: Jeff Russo
Sinematografi: Jacques Jouffret
Penyunting: Colby Parker Jr., Melissa Lawson Cheung
Produksi: STXfilms, Huayi Brothers
Distributor: STXfilms
Durasi: 94 menit
Budget: USD 35 juta
Genre: Action & Adventure
Kategori Usia: R (17+)
Rilis: 17 Agustus 2018 (Amerika Serikat), 21 Agustus 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 22 Agustus 2018)
IMDb: 6,1/10
Rotten Tomatoes: 19%
Metacritic: 40/100
CinemaScore: B-

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Ulasan Film: Mile 22 (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s