Ulasan Paro Musim dan Prediksi Juara Dunia Formula 1 2018

Summer break sudah usai. Sirkus balap Formula 1 kembali bergulir. Akhir pekan ini. Di Sirkuit Spa-Francorchamps. Belgia. Lewis Hamilton masih memimpin. Di puncak klasemen sementara. Dengan keunggulan 24 poin. Di atas pesaing terdekatnya. Sebastian Vettel.

Setelah memenangi GP Inggris, di Sirkuit Silverstone (8/7), Sebastian Vettel memang seakan di atas angin. Namun, keunggulan tersebut kemudian runtuh. Dalam dua balapan terakhir. Sebelum summer break.

Mobil Ferrari, yang digeber Sebastian Vettel, bisa dibilang, merupakan mobil terbaik. Di Formula 1. Musim ini. Namun, dalam dua lomba terakhir, Vettel justru kehilangan banyak poin.

Sebaliknya, sang rival, Lewis Hamilton, mampu mengemas hasil sempurna (50 poin). Pada GP Jerman dan Hungaria. Bandingkan dengan Vettel. Yang hanya mampu meraup 18 angka.

Dari sisi teknis, tak ada yang meragukan ketangguhan mobil Ferrari musim ini. Bahkan, Boss Red Bull Racing Helmut Marko juga mengakuinya. Dalam situasi normal, tak ada yang bisa mengalahkan tim Kuda Jingkrak. Mesin terbaik di F1 musim ini adalah mesin Ferrari. Bukan lagi mesin Mercedes.

Namun, untuk menjadi juara, tidak hanya dibutuhkan mobil yang tangguh. Tapi juga performa pebalap yang sempurna. Dan sedikit keberuntungan.

Intinya, Ferrari membutuhkan kondisi normal. Untuk bisa menjadi juara. Hal itu terbukti ketika Sebastian Vettel memenangi GP Inggris. Dengan menghentikan rekor kemenangan empat musim beruntun Lewis Hamilton. Di kandangnya sendiri.

Nah, kondisi normal itulah yang tidak terjadi. Dalam dua lomba terakhir. Sebelum libur musim panas. Yang membuat Sebastian Vettel kehilangan banyak angka.

Di Jerman dan Hungaria, alam seperti tak bersahabat dengan Vettel. Mantan pebalap Red Bull Racing itu selalu diganggu oleh hujan. Yang akhirnya malah menguntungkan lawannya.

Di GP Jerman, saat lintasan basah, sehabis hujan, Vettel nekat bertahan dengan ban kering. Alhasil, mobilnya melintir. Keluar lintasan. Dan menabrak pagar pembatas. Padahal, kala itu, dia sedang memimpin lomba.

Pada GP Jerman tersebut, peluang Vettel untuk memperlebar jarak dengan Hamilton sangat besar. Karena rivalnya tersebut hanya start dari posisi ke-14. Nyatanya, Vettel malah out. Dan Hamilton yang menjadi pemenang.

Di Hungaria, Vettel mendominasi sesi latihan bebas. Namun, dia gagal merebut pole position. Di sesi kualifikasi. Yang berlangsung dalam kondisi basah. Posisi start terdepan akhirnya ditempati oleh Hamilton.

Saat lomba GP Hungaria, Vettel juga melakukan kesalahan. Pada lap ke-23. Tikungan 1. Akibatnya, dia kehilangan waktu hingga 1,2 detik. Vettel kemudian terjebak traffic pebalap yang terkena overlap. Antara lap ke-32 sampai 39. Alhasil, dia kehilangan sekitar 6 detik. Problem pit stop juga sempat mengepras waktu Vettel hingga 2 detik.

Hamilton sendiri mengakui, kemenangannya di Jerman dan Hungaria berbau keberuntungan. Seandainya tidak terjebak traffic di Hungaroring, mungkin Vettel bakal menyalipnya di lima lap terakhir.

Beruntung, Hamilton sudah berhasil membuat jarak. Di awal lomba. Ketika Vettel tertahan di belakang rekam setimnya, Valtteri Bottas. Tabungan waktunya itu cukup untuk mengantarkan Hamilton memenangi GP Hungaria.

Meski sekarang tertinggal cukup jauh, Vettel belum menyerah. Untuk mengejar Hamilton. Masih ada sembilan balapan tersisa. Termasuk GP Belgia. Akhir pekan ini. Semuanya masih mungkin terjadi.

Setelah jeda musim panas, tim Kuda Jingkrak Ferrari mulai kembali menyatukan spirit mereka. Untuk bertarung. Sampai titik oli penghabisan. Melawan tim Silver Arrows Mercedes.

Yang harus dilakukan oleh Ferrari adalah mereduksi peluang dalam melakukan kesalahan. Sekecil apapun. Di tengah balapan. Seperti kesalahan yang dilakukan oleh kru pit stop mereka. Di Hungaria. Yang membuat Vettel kehilangan waktu hingga dua detik.

Selama sebulan terakhir, Ferrari juga telah melakukan upgrade. Vettel sendiri yakin. Upgrade yang dibawa oleh tim asal Italia itu bakal sangat membantu. Dalam mengejar ketertinggalan 24 poin. Dari Hamilton.

Menurut Vettel, tahun lalu, dia kalah dari Hamilton karena mobilnya memang kurang kompetitif. Terutama di paro kedua musim. Tahun ini, dia yakin, ceritanya bakal berbeda. Karena mobil Ferrari kini jauh lebih efisien. Lebih kuat. Dan masih memiliki banyak potensi. Untuk dieksplorasi.

Di lain pihak, meski sudah unggul 24 poin, Hamilton tidak mau terlalu jumawa. Padahal, biasanya, mantan pacar Nicole Scherzinger itu lebih on-fire di paro kedua musim.

Menurut Hamilton, masih terlalu dini untuk membahas tentang gelar juara dunia. Apalagi, musim ini, performanya juga kurang stabil. Naik-turun. Masih banyak yang mungkin terjadi. Dalam sembilan lomba tersisa.

Yang menjadi fokus Hamilton saat ini adalah terus memberikan tekanan. Kepada Vettel. Seperti yang sudah dia lakukan sejauh ini. Karena dia sadar, mobil Mercedes musim ini memang tidak sebaik mobil Ferrari. Kita tunggu saja hasilnya.

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer (Film, Football, Sports, Entertainment)
E-mail: edwindianto@gmail.com
Twitter/Instagram: @edwindianto
Blog: edwindianto.wordpress.com

Advertisements
Ulasan Paro Musim dan Prediksi Juara Dunia Formula 1 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s