Ulasan Film: The Nun (2018)

Valak is back! Sejak muncul pertama kali di The Conjuring 2 (2016), sosok setan yang tampangnya mirip penyanyi rock metal itu memang langsung menghantui kehidupan para horrormania.

Menyadari bahwa Valak mendapat perhatian lebih, New Line Cinema, selaku anak perusahaan dari Warner Bros. Pictures, tergoda untuk membuat film solo. Tentang setan berpenampakan biarawati tersebut. Dengan judul: The Nun.

Semula, film yang gentayangan di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari Rabu (5/9) itu bakal diberi judul The Story of Valak. Namun, karena mungkin dianggap kurang menarik dan kurang menjual, digantilah menjadi The Nun.

Film besutan sutradara Corin Hardy ini menjadi film kelima dalam The Conjuring series. Secara keseluruhan, franchise bikinan James Wan tersebut sangat digemari oleh para horrormania. Dan menjadi salah satu franchise film horror tersukses sepanjang masa.

Namun, tak bisa dipungkiri. Di balik kesuksesan tersebut, timeline dari franchise The Conjuring, mungkin, agak membingungkan bagi para penonton awam.

Film pertama dari franchise ini adalah The Conjuring. Yang dirilis pada 2013. Setelah itu, disusul oleh spin-off-nya: Annabelle (2014). Yang kemudian diikuti oleh The Conjuring 2 (2016) dan Annabelle: Creation (2017).

Yang mungkin membuat para penonton bingung, Annabelle: Creation, yang notabene adalah rilisan terbaru, justru menjadi film dengan setting waktu paling awal. Yang kemudian secara berurutan dilanjutkan dengan Annabelle, The Conjuring, dan The Conjuring 2.

James Wan, tampaknya, menyadari kebingungan yang dialami oleh sebagian penggemar. Sutradara asal Malaysia tersebut langsung mengambil inisiatif. Beberapa waktu yang lalu, dia merilis sebuah video singkat. Yang berisi penjelasan tentang timeline The Conjuring Universe.

Menurut James Wan, The Nun bakal menjadi kisah pembuka dari franchise The Conjuring bikinannya. Setting waktunya memang paling awal. Yaitu pada tahun 1952. Pasca Perang Dunia II.

The Nun dikisahkan terjadi tiga tahun sebelum Annabelle: Creation. Yang ber-setting pada 1955. Yang kemudian dilanjutkan dengan kejadian di Annabelle pada 1970. Dua film spin-off ini memang berfokus pada asal-usul boneka setan tersebut.

Selanjutnya adalah The Conjuring. Yang mengambil setting tahun 1971. Lalu, yang paling “kekinian” adalah The Conjuring 2. Yang berlatar tahun 1977. Dua film utama ini berfokus pada kisah nyata yang dialami pasangan Ed dan Lorraine Warren. Dalam menghadapi hal-hal gaib dan supranatural.

Dari penjelasan James Wan tadi, bisa disimpulkan bahwa kisah The Nun terjadi jauh sebelum The Conjuring 2. Yang menjadi kemunculan pertama Valak dalam franchise ini. Bisa dibilang, spin-off terbaru ini adalah origin, atau asal-usul, dari Valak. Yang sebenarnya juga sempat disinggung sekilas dalam Annabelle: Creation.

The Nun sendiri mengisahkan tentang siapa sebenarnya Valak. Iblis tersebut digambarkan sebagai setan yang paling mengerikan. Sekaligus paling kuat. Penampilannya menyerupai biarawati Katolik. Dengan wajah seram, tentu saja.

Film The Nun dibuka dengan kasus tewasnya seorang biarawati muda. Yang mati bunuh diri. Secara misterius. Di sebuah biara tua. Carta Monastery. Yang beberapa bagiannya hancur karena bom. Yang terletak di pedalaman Rumania. Negeri-nya Count Dracula.

Pihak Vatikan kemudian mengutus seorang pastor Katolik yang memiliki masa lalu kelam: Romo Burke (Demian Bichir). Serta seorang calon biarawati yang sedang mengikuti masa pendidikan awal: Suster Irene (Taissa Farmiga). Untuk menyelidiki kasus tersebut.

Selama ini, Romo Burke sering menangani kasus misterius. Yang berhubungan dengan roh-roh halus. Sementara itu, Suster Irene punya indera keenam yang kuat. Dia bisa melihat penampakan makhluk-makhluk gaib. Jadi, mereka dinilai sebagai duet yang tepat untuk memecahkan kasus tersebut.

Di Rumania, Romo Burke dan Suster Irene dipandu oleh penduduk lokal. Yang bernama Frenchie (Jonas Bloquet). Ketiganya harus menyusuri rute yang seram. Naik kereta kuda, melintasi bukit, jalan kaki, masuk hutan, dan melalui area pemakaman. Sebelum akhirnya sampai di biara terpencil tersebut. Yang menurut kepercayaan setempat adalah sarang setan itu.

Sejak malam pertama tiba di sana, Romo Burke dan Suster Irene sudah mendapat “gangguan”. Mulai dari radio yang tiba-tiba menyala sendiri, hingga diajak main petak umpet oleh para makhluk halus.

Bahkan, dari video klip yang dirilis beberapa waktu yang lalu, tampak Romo Burke sedang “diganggu”. Dia dikubur hidup-hidup. Di dalam sebuah peti mati. Kemudian, sekonyong-konyong, Valak muncul di belakangnya! Rahasia apa yang sebenarnya tersimpan di biara tua tersebut? Apa hubungannya dengan Valak?

Dalam film The Nun ini, Valak (yang kembali diperankan oleh Bonnie Aarons seperti di The Conjuring 2) ditampilkan sesuai dengan gambaran Lorraine Warren. Istri Ed Warren yang memiliki indera keenam tersebut bersaksi. Dulu dia pernah melihat penampakan setan berkerudung. Seperti biarawati.

Menurut kisah mitologi, karakter Valak sejatinya berwujud seperti anak kecil. Bersayap. Dan menunggang kuda. Jadi, bisa dipastikan, Valak yang ditampilkan di The Nun adalah Valak versi Lorraine Warren. Bukan Valak versi mitologi.

Yang juga menarik, Taissa Farmiga, pemeran Suster Irene, adalah adik dari Vera Farmiga. Pemeran Lorraine Warren dalam The Conjuring. Awalnya, sutradara Corin Hardy tidak mau memilihnya. Karena hubungan persaudaraan tersebut.

Namun, setelah melihat akting Taissa saat audisi, Hardy berubah pikiran. Menurutnya, akting Taissa fenomenal. Dia berhasil menyisihkan 100 peserta audisi lainnya. Untuk peran sebagai Suster Irene tersebut.

Corin Hardy sendiri sudah berpengalaman membesut film horror. Yaitu The Hallow (2015). Yang menjadi debutnya dalam bidang penyutradaraan. Dalam film The Nun ini, dia dibantu oleh Gary Dauberman. Selaku penulis skenario. Yang tahun lalu menghasilkan naskah film It yang cukup fenomenal itu.

Di lain pihak, meski kali ini hanya menjadi produser dan pengarang cerita, James Wan tidak lepas tangan. Kreator The Conjuring Universe itu juga beberapa kali mendampingi Corin Hardy. Saat melakukan pengambilan gambar.

Proses syuting The Nun sendiri dimulai sejak bulan Februari 2017. Dan memakan waktu hingga 27 minggu. Sebagian besar dilakukan di Rumania. Sesuai dengan setting filmnya. Bukan hanya di studio. Tapi benar-benar di bangunan nyata.

Seperti syuting film-film horror lainnya, yang biasanya mendapat “gangguan”, The Nun pun mengalaminya. Apalagi, pengambilan gambar dilakukan di Corvin Castle. Sebuah benteng kuno. Di Transylvania. Tempat asal Dracula. Yang memang terkenal angker itu.

Tak tanggung-tanggung. Yang mengaku pernah “diganggu” adalah sutradara Corin Hardy sendiri. Saat itu, dia sedang berjalan melalui terowongan. Untuk mengecek kamera sebelum syuting. Di sana, ada beberapa orang berdiri. Yang dia pikir adalah pemain figuran.

Hardy kemudian sibuk memperhatikan monitor. Setelah setengah jam berlalu, dia menoleh ke belakang. Ternyata, orang-orang yang dia pikir sebagai figuran itu telah hilang. Entah kemana. Padahal, satu-satunya pintu keluar hanya ada di sampingnya!

Saat diwawancarai, Hardy juga menjanjikan bahwa The Nun bakal menjadi film horror terseram. Dalam The Conjuring Universe. Bahkan, saking seramnya, Demian Bichir, pemeran Romo Burke, sampai tidak berani menontonnya.

Iya. Bichir mengakui bahwa dirinya bukan penggemar film horror. Sejak awal, aktor asal Meksiko berusia 55 tahun itu sudah bilang ke para produser. Bahwa dia tidak mau menonton versi film The Nun yang sudah jadi.

Sedangkan, lawan mainnya, Taissa Farmiga, mengaku telah menonton The Nun. Saat pra-screening. Tapi, dengan semua lampu menyala dalam ruang pemutaran. Dan dengan tangan siap-siap menutupi mata dan telinga.

Yang juga membuat heboh, iklan film The Nun di YouTube sempat menuai kontroversi. Banyak orang komplain. Karena iklan tersebut dianggap terlalu seram. Dan mengagetkan. Yang bisa membahayakan nyawa para penderita gangguan jantung.

Alhasil, pihak YouTube pun langsung merespon komplain tersebut. Iklan The Nun yang menakutkan itu, dengan jump scare yang bikin jantung copot itu, akhirnya dihapus.

The Nun awalnya bakal dirilis pada pertengahan Juli 2018. Namun, kemudian diundur menjadi awal bulan September 2018. Mungkin, untuk menghindari persaingan dengan film-film blockbuster musim panas.

Yang menarik, proses screening The Nun di London, pada hari Selasa (4/9) kemarin, dilakukan di sebuah kompleks pemakaman. Brompton Cemetery. Yang luasnya 16 hektar. Mungkin, untuk mendapatkan suasana yang lebih mencekam.

Jika film yang pertama ini sukses secara box office, sangat mungkin bakal dilanjutkan menjadi The Nun 2. James Wan sendiri pernah mengatakan. Bahwa dia sudah memiliki gambaran mengenai sekuelnya.

The Nun 2 kemungkinan bakal mengangkat kisah nyata. Yang dialami Lorraine Warren. Yang mengaku pernah dihantui oleh setan berkerudung itu. Hal ini bakal nyambung dengan dua film The Conjuring. Dan bakal membuat kisahnya menjadi satu kesatuan yang lengkap.

Sayangnya, setelah tayang secara global pada hari Jumat Kliwon (7/9) kemarin, The Nun kurang mendapat respon positif dari para kritikus. Jauh bila dibandingkan dengan induknya, The Conjuring. Yang disebut-sebut sebagai salah satu film horror terbaik sepanjang masa.

Akting para pemain The Nun, seperti Demián Bichir dan Taissa Farmiga, memang mendapat banyak pujian. Begitu juga dengan atmosfernya yang mencekam. Sutradara Corin Hardy dinilai mampu menyajikan suasana yang cukup menakutkan.

Namun, plotnya kurang logis. Hantu, setan, dan halusinasi muncul begitu saja. Tanpa penjelasan. Perwatakan dari tiap-tiap karakter jadi tertutupi. Narasinya juga dianggap lemah. Tensi cerita The Nun tidak seintens film-film The Conjuring Universe lainnya. Meski ending-nya cukup oke. Tidak menggantung.

Tapi, di antara sekian banyak kelemahan tersebut, yang paling dikritik adalah jump scare-nya. The Nun dinilai terlalu sering bikin penonton kaget. Dari latar yang awalnya gelap dan sunyi, mendadak muncul suara. Si iblis Valak pun nongol. Secara tiba-tiba. Ini bukan sekali-dua kali. Melainkan, berkali-kali. Dari awal hingga akhir.

Bagi para horrormania, jump scare tersebut mungkin biasa saja. Tapi, bagi yang jarang nonton film horror, The Nun bisa bikin stress. Oleh karena itu, bagi yang jantung lemah, hati-hati pas menontonnya.

Seperti kata Dilan. Menonton The Nun sendirian itu berat. Kamu nggak akan kuat. Biar aku temani saja.

***

The Nun

Sutradara: Corin Hardy
Produser: Peter Safran, James Wan
Penulis Skenario: Gary Dauberman
Pengarang Cerita: James Wan, Gary Dauberman
Pemain: Demián Bichir, Taissa Farmiga, Jonas Bloquet, Charlotte Hope, Ingrid Bisu, Bonnie Aarons
Musik: Abel Korzeniowski
Sinematografi: Maxime Alexandre
Penyunting: Michel Aller, Ken Blackwell
Produksi: New Line Cinema, Atomic Monster Productions, The Safran Company
Distributor: Warner Bros. Pictures
Durasi: 96 menit
Genre: Horror
Kategori Usia: R (17+)
Budget: USD 22 juta
Rilis: 4 September 2018 (TCL Chinese Theatre), 5 September 2018 (Indonesia), 7 September 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 8 September 2018)
IMDb: 6,1/10
Rotten Tomatoes: 29%
Metacritic: 46/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: The Nun (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s