Ulasan Film: Christopher Robin (2018)

Christopher Robin (Ewan McGregor) kini sudah dewasa. Dia tinggal di London. Bekerja di sebuah perusahaan koper. Dan sudah berkeluarga: Menikah dengan Evelyn (Hayley Atwell). Namun, itu semua tidak membuatnya bahagia.

Christopher Robin merupakan sosok yang gila kerja. Dia sangat sibuk. Bahkan, tidak sempat bermain dengan putri tunggalnya: Madeline (Bronte Carmichael). Robin juga sudah melupakan kenangan masa kecilnya. Yang penuh fantasi. Ketika dia sering bermain dengan Winnie the Pooh dkk.

Robin pun galau. Namun, saat sedang merenung sendirian, tiba-tiba, dia dikagetkan dengan kemunculan Pooh. Boneka beruang yang menjadi sahabat masa kanak-kanaknya. Itulah cuplikan dari film Christopher Robin. Produksi Disney. Yang sudah tayang di bioskop sejak bulan Agustus yang lalu.

Akhir-akhir ini, Disney memang sedang giat membuat film live-action. Yang diangkat dari film-film animasi klasik mereka. Disney ingin mengajak para fans dewasa bernostalgia. Lewat tokoh-tokoh yang kita akrabi sejak kecil. Film Christopher Robin pun sukses membuat kita kangen. Pada buku dan film animasi Winnie the Pooh. Ciptaan A. A. Milne.

Bagi yang belum tahu dengan sejarahnya, pada 6 November 1924, A. A. Milne menerbitkan sebuah buku puisi. Berjudul When We Were Very Young. Yang di dalamnya terdapat karakter Edward. Seekor beruang madu. Yang terinspirasi dari boneka milik Christopher Robin, anaknya.

Nama Winnie-the-Pooh sendiri baru muncul di cerita tentang Natal. Yang ditulis Milne. Dan diterbitkan di koran Evening News. Pada 19 Desember 1925. Cerita itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Berjudul Winnie-the-Pooh. Dengan ilustrator pertamanya adalah E. H. Shepard.

Pada 1930, popularitas Winnie-the-Pooh semakin melejit. Setelah seorang produser asal Amerika, Stephen Slesinger, mengakuisisi hak dagangnya. Dan menciptakan kaus merah Pooh yang ikonik itu.

Beberapa waktu kemudian, dengan persetujuan Milne, istri Slesinger menjual hak dagang Winnie-the-Pooh. Kepada Walt Disney. Sejak saat itulah, Pooh dikenal sebagai salah satu karakter milik Disney.

Setelah dikuasai Disney, Pooh langsung dibuatkan film. Salah satunya adalah Winnie the Pooh and the Honey Tree. Yang dirilis pada 1966. Yang merupakan gabungan antara animasi dan live-action.

Pada 1977, Disney kembali merilis sebuah film animasi. Berjudul The Many Adventures of Winnie the Pooh. Selain itu, mereka juga membuat beberapa film spin-off. Yang berkisah tentang teman-teman Pooh. Di antaranya: The Tigger Movie (2000) dan Piglet’s Big Movie (2003).

Di luar Disney, salah satu studio indie Inggris juga pernah membuat film tentang asal-usul Pooh. Judulnya: Goodbye Christopher Robin (2017). Mengisahkan kehidupan A. A. Milne dan keluarganya. Termasuk putranya: Christopher Robin. Yang dibintangi oleh Domnhall Gleeson dan Margot Robbie.

Sementara itu, film Christopher Robin versi terbaru ini berbeda dengan kisah-kisah sebelumnya. Yang lebih banyak berfokus pada petualangan Pooh dkk di Hundred Acre Wood. Film besutan Marc Forster ini mengeksplorasi persahabatan di dunia nyata.

Alur ceritanya mudah diikuti. Termasuk, bagi para penonton yang tidak familiar dengan Winnie the Pooh sekalipun. Di bagian awal, ada adegan flashback. Yang memperkenalkan Christopher Robin dan para sobat binatangnya di masa kecil.

Selain bertemu kembali dengan Pooh, Christopher Robin dewasa kemudian dikisahkan bereuni dengan para sahabat masa kecilnya tersebut. Mulai dari Piglet yang selalu cemas, Tigger yang bersemangat, Eeyore yang selalu pesimis, hingga Rabbit, Kanga, Roo, dan Owl.

Meski mengangkat karakter anak-anak, film ini sebenarnya juga nyambung jika ditonton oleh orang tua. Karena yang menjadi fokus sebenarnya adalah kehidupan Christopher Robin. Seorang pekerja kantoran. Yang sedang bingung untuk meluangkan waktunya bersama keluarga. Masalah yang diangkat sangat realistis. Dan sering dihadapi oleh orang-orang dewasa.

Bagi anak-anak, film ini juga tidak akan membosankan. Visualisasi era 1920-an yang ditampilkan sangat indah. Memanjakan mata. Selain itu, banyak selipan humor. Terutama, dari tingkah laku kocak Pooh dkk.

Aksi lucu Pooh dkk yang menghibur tadi membuat kehidupan Christopher Robin, yang semula tegang, menjadi cair. Reuni tersebut membuat dia sadar. Masa tua itu tidak melulu untuk mengejar karir. Tapi untuk mencari makna kebahagiaan sejati.

Di film ini, Robin juga memperkenalkan Pooh dkk kepada putri semata wayangnya. Sepertinya, ini bakal menjadi pembuka jalan. Untuk membuat sekuel film Christopher Robin yang kedua.

Saat diwawancarai, sutradara Marc Forster menyatakan bahwa Christopher Robin adalah sebuah film yang sangat emosional. Bagi dia, Pooh bukan hanya sebuah boneka teddy bear.

Ada banyak versi penggambaran Pooh. Dari masa ke masa. Mulai dari boneka asli milik Christopher Robin. Hingga versi animasi bikinan Disney. Forster berusaha menyatukan itu semua.

Sutradara Finding Neverland (2004) itu menampilkan sosok Pooh. Yang familiar di ingatan masa kecil para penonton. Tapi, dalam versi live-action. Sebagai pengisi suara, Forster tetap menggunakan Jim Cummings. Aktor berusia 52 tahun yang sudah berpengalaman mengisi suara Pooh sejak 1988.

Upaya Forster tersebut, akhirnya, berbuah manis. Setelah tayang di seluruh dunia pada bulan Agustus yang lalu, karyanya mendapat respon cukup positif. Meski ini bukan film terbaik Disney, para kritikus menilai Christopher Robin adalah proyek nostalgia yang menarik. Hangat. Dan menyentuh hati.

Yang juga mendapat banyak pujian adalah penampilan Pooh dkk. Meski digarap dengan menggunakan CGI (computer-generated imagery), mereka tampak menyatu. Dan hidup. Para pengisi suaranya mampu mengaduk-aduk emosi para penonton.

Disney memang sangat jeli. Dalam memilih para dubber veteran yang sudah kenyang pengalaman. Mereka seakan tidak pernah kehabisan ide. Untuk membuat film-film keluarga yang menyentuh. Mari bernostalgia.

***

Christopher Robin

Sutradara: Marc Forster
Produser: Brigham Taylor, Kristin Burr
Penulis Skenario: Alex Ross Perry, Tom McCarthy, Allison Schroeder
Pengarang Cerita: Greg Brooker, Mark Steven Johnson
Berdasarkan: Para karakter dari Disney’s Winnie the Pooh, Winnie-the-Pooh by A. A. Milne, E. H. Shepard
Pemain: Ewan McGregor, Hayley Atwell, Jim Cummings, Brad Garrett
Musik: Geoff Zanelli, Jon Brion
Sinematografi: Matthias Koenigswieser
Penyunting: Matt Chessé
Produksi: Walt Disney Pictures, 2DUX²
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 104 menit
Genre: Action & Adventure, Comedy, Kids & Family
Kategori Usia: PG (SU)
Budget: USD 75 juta
Rilis: 30 Juli 2018 (Burbank), 3 Agustus 2018 (Amerika Serikat), 21 Agustus 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 6 September 2018)
IMDb: 7,7/10
Rotten Tomatoes: 71%
Metacritic: 59/100
CinemaScore: A

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Christopher Robin (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s