Ulasan Film: The Predator (2018)

Predator adalah sebuah franchise film sci-fi action yang dipopulerkan oleh Arnold Schwarzenegger. Film pertamanya dirilis pada 1987. Dan cukup meledak kala itu. Meraup pemasukan USD 98 juta. Dengan modal hanya USD 15 juta.

Kesuksesan Predator tersebut segera disusul oleh sekuelnya. Yakni, Predator 2 (1990). Berbagai spin-off, berupa novel, komik, dan video game, juga dirilis kemudian. Mengikuti versi filmnya.

Bisa dibilang, pada saat itu, Predator merupakan pesaing dari franchise Alien-nya Sigourney Weaver. Yang sudah lebih dahulu populer. Tema yang diangkat juga sejenis: Tentang makhluk asing haus darah. Yang brutal dan bengis.

Yang menarik, kedua franchise yang semula saling bersaing tersebut, akhirnya, dipertemukan. Bukan hanya dalam satu film. Tapi, sampai dua film crossover. Yaitu: Alien vs. Predator (2004) dan Alien vs. Predator: Requiem (2007).

Pada 2010, film ketiga dari versi original Predator juga dirilis. Judulnya: Predators. Kisahnya ber-setting jauh setelah kejadian di dua film pertama. Film ketiga ini, sebenarnya, disiapkan oleh 20th Century Fox untuk membangkitkan kembali franchise yang sudah meredup tersebut.

Namun, hasil yang didapat oleh Predators, tampaknya, kurang memuaskan para produser. Film yang dibintangi oleh Adrien Brody itu hanya mampu meraup pemasukan USD 127 juta. Dengan modal USD 40 juta.

Tapi, tampaknya, mereka belum kapok. Pada bulan Juni 2014, Fox mengumumkan bakal memproduksi kembali sekuel Predator. Kali ini, yang digaet sebagai sutradara adalah Shane Black. Yang dulu pernah bermain sebagai pemeran pendukung di film yang pertama.

Saat diwawancarai, Black menyatakan film besutannya bakal menjadi film keempat dari franchise Predator. Dengan mengesampingkan dua film crossover yang bersama Alien itu. Dia juga mengumumkan judulnya: The Predator.

Film keempat ini bukan remake, ataupun reboot. Tapi, merupakan sekuel. Kisahnya masih berhubungan dengan tiga film sebelumnya. Setting-nya di masa kini. Lanjutan dari Predator dan Predator 2. Tapi, berlangsung sebelum kejadian di film ketiga (Predators). Yang dirilis pada 2010 itu.

The Predator sendiri mengisahkan tentang sekelompok tentara bayaran. Alias mercenary. Yang melindungi sebuah kota kecil. Dari serbuan para makhluk asing. Bukan hanya satu. Tapi banyak.

Sutradara Shane Black menjanjikan film The Predator ini adalah yang paling mengerikan. Di antara seri Predator sebelumnya. Dia sengaja mendesain alien-nya menjadi lebih garang. Dan lebih menyeramkan.

Salah seorang pemainnya, Trevante Rhodes, mengatakan peningkatan ini bakal bikin takut banyak orang. Karena Predator yang ditampilkan memang lebih besar, lebih hebat, dan lebih jahat daripada sebelum-sebelumnya.

Sementara itu, Arnold Schwarzenegger, bintang original Predator, awalnya sempat bernegosiasi dengan Shane Black. Untuk bermain di film ini. Namun, akhirnya tidak jadi. Begitu juga dengan rapper 50 Cent dan Benicio del Toro.

Bahkan, Del Toro sebenarnya sudah sempat dikontrak untuk menjadi aktor utama The Predator. Namun, karena jadwalnya bentrok, bintang Sicario (2015) itu akhirnya mengundurkan diri. Posisinya digantikan oleh Boyd Holbrook.

Menurut Holbrook, The Predator bakal luar biasa. Karena ada Shane Black yang paham betul dengan kisah original-nya. Dia senang bisa bergabung dengan sutradara tersebut. Untuk membangkitkan kembali kesuksesan franchise ini.

Selain Boyd Holbrook dan Trevante Rhodes, The Predator juga diperkuat oleh berbagai aktor bertampang sangar. Sebut saja: Sterling K. Brown, Keegan-Michael Key, Thomas Jane, dan Alfie Allen. Para fans serial Game of Thrones pasti kenal dengan nama yang disebut terakhir tadi.

Yang menarik, Jake Busey, putra aktor legendaris Gary Busey, juga ikut bermain di sini. Dia berperan sebagai Sean Keyes. Anak dari Peter Keyes. Yang dulu diperankan oleh bokapnya. Di Predator 2. Hal ini mengindikasikan bahwa kisah The Predator memang lanjutan dari film kedua tersebut.

Di antara sederetan aktor macho di atas, juga terselip nama aktris supersexy: Olivia Munn. Bintang franchise X-Men itu berperan sebagai seorang guru biologi. Entah bagaimana ceritanya. Dia bisa terlibat dalam misi untuk menghadapi sang Predator.

Mungkin, Bu Guru Sexy tersebut ada kaitannya dengan karakter anak autis. Yang kabarnya menjadi sosok kunci di film ini. Tokoh yang diperankan oleh bintang cilik Jacob Tremblay itu dikisahkan memiliki kemampuan istimewa. Dia bisa mempelajari berbagai bahasa. Mulai dari bahasa keminggris anak-anak Jaksel yang sedang nge-trend, hingga bahasa alien Predator.

Film berdurasi 107 menit ini awalnya bakal dirilis pada 2 Maret 2018. Kemudian, sempat mengalami berbagai perubahan jadwal. Sebelum akhirnya Fox menetapkan tanggal tayangnya: 14 September 2018. Namun, sebelum perilisan resmi tersebut, The Predator menggelar premiere di ajang Toronto International Film Festival. Pada hari Kamis (6/9) yang lalu.

Sejauh ini, para kritikus, yang sudah menyaksikan penayangan perdana tersebut, memberi respon yang nggak jelek-jelek amat. Bahkan, di Rotten Tomatoes, sementara ini, tercantum angka 64%. Yang artinya: Lumayan. Padahal, situs tersebut, biasanya, terkenal kejam. Sekejam Predator. Dalam menilai film-film semacam ini.

Jika sambutan dari para penonton juga bagus, yang artinya mampu menembus box office, kemungkinan besar, The Predator bakal dibuatkan sekuelnya. Produser John Davis dan sutradara Shane Black memang pernah menyatakan: Mereka merencanakan sebuah trilogi untuk membangkitkan kembali franchise ini. Kita tunggu saja hasilnya.

***

The Predator

Sutradara: Shane Black
Produser: John Davis
Penulis Skenario: Fred Dekker, Shane Black
Berdasarkan: Para karakter ciptaan Jim Thomas, John Thomas
Pemain: Boyd Holbrook, Trevante Rhodes, Jacob Tremblay, Keegan-Michael Key, Olivia Munn, Thomas Jane, Alfie Allen, Sterling K. Brown
Musik: Henry Jackman
Sinematografi: Larry Fong
Penyunting: Harry B. Miller III, Billy Weber
Produksi: Davis Entertainment
Distributor: 20th Century Fox
Durasi: 107 menit
Genre: Action & Adventure, Horror, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: R (17+)
Rilis: 6 September 2018 (TIFF), 12 September 2018 (Indonesia), 14 September 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 10 September 2018)
IMDb: 7,7/10
Rotten Tomatoes: 64%
Metacritic: 56/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: The Predator (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s