Ulasan Film: First Man (2018)

Sejarah mencatat. Seluruh dunia mengakui. Neil Armstrong adalah manusia pertama. Yang berhasil menginjakkan kakinya di Bulan. Pada tahun 1969. Namun, tak banyak yang mengetahui. Bagaimana lika-liku perjuangannya. Dalam mencapai prestasi langka tersebut.

Kisah nyata itulah yang diangkat ke dalam film First Man. Yang tayang mulai hari Rabu (10/10) ini. Di bioskop-bioskop Indonesia. Yang skenarionya diadaptasi dari buku First Man: The Life of Neil A. Armstrong. Karya James R. Hansen.

Yang menjadi fokus utama film berdurasi 141 menit ini adalah kehidupan astronot legendaris: Neil Armstrong. Dari tahun 1961 hingga 1969. Misinya bersama NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat), untuk mendaratkan manusia pertama di Bulan, ternyata, membutuhkan banyak pengorbanan. Sebab, misi tersebut adalah misi paling berbahaya. Sekaligus langka. Sepanjang sejarah umat manusia.

Film First Man bakal menyajikan ketegangan. Yang dialami oleh Neil Armstrong. Sebelum dan selama berada di pesawat ulang-alik Apollo 11. Yang membawanya ke Bulan. Dan tentang kegalauannya. Seandainya ia tak bisa kembali lagi ke Bumi. Padahal, di sana ada orang-orang tercinta yang sedang menunggunya. Yaitu istri dan anak-anaknya.

First Man juga bakal menampilkan betapa stress dan berbahayanya pekerjaan yang dilakukan oleh para astronot. Ketika menguji prototipe pesawat luar angkasa. Pada tahun 1960-an. Penerbangan uji coba kala itu bisa berakibat sangat fatal. Dan menelan banyak korban.

Neil Armstrong akhirnya terpilih sebagai komandan Apollo 11. Yang menuju ke Bulan. Bukan hanya karena kemampuan dan kematangan mentalnya. Tapi juga karena ia merupakan salah satu astronot yang masih hidup yang memenuhi syarat.

Misi Apollo 11 juga membuat tegang hubungan Neil Armstrong dengan istrinya. Mereka berdua tahu, dia tak akan mundur dari program tersebut. Mereka berdua juga tahu, misi tersebut mungkin bakal membuatnya tewas. Tapi, mereka memilih untuk tidak membahasnya.

Film First Man sendiri bakal fokus pada kehidupan Neil Armstrong dan istrinya tadi. Tokoh-tokoh Apollo 11 yang lain, seperti Edwin “Buzz” Aldrin (manusia kedua yang berjalan di Bulan) dan Michael Collins (pilot yang mengemudikan wahana mereka di Bulan), mendapat porsi yang sangat kecil.

Jika kita mundur ke belakang, proyek untuk mengangkat kisah hidup Neil Armstrong, sebenarnya, sudah ada sejak awal tahun 2003. Kala itu, aktor sekaligus sutradara legendaris, Clint Eastwood, bersama dengan orang-orang dari studio Warner Bros. Pictures, membeli hak untuk memfilmkan buku First Man. Dari James R. Hansen.

Namun, entah kenapa, proyek yang dipelopori oleh Clint Eastwood tersebut tak pernah terealisasi. Hingga akhirnya, pada pertengahan tahun 2010, Universal dan DreamWorks Pictures mengakuisisi proyek First Man.

Meski sempat tertunda cukup lama, proses produksi film First Man akhirnya dimulai tahun lalu. Yang digaet sebagai sutradara adalah Damien Chazelle. Sineas muda bertalenta. Yang sebelumnya sukses besar lewat Whiplash (2014) dan La La Land (2016).

Setelah resmi ditunjuk sebagai sutradara First Man, langkah pertama yang dilakukan Damien Chazelle adalah mencari pemeran Neil Armstrong. Yang menurutnya hanya ada satu nama. Yaitu Ryan Gosling.

Sejak awal, bintang La La Land tersebut merupakan pilihan yang tak tergantikan. Chazelle mengakui, dalam pikirannya, tidak pernah benar-benar ada aktor selain Gosling. Yang cocok untuk memerankan manusia pertama yang mendarat di Bulan.

Menurut Chazelle, saat dia bertemu Gosling sebelum proses syuting La La Land, gambaran tentang sosok Neil Armstrong langsung tertuju pada aktor tersebut. Dan pilihan itu tak pernah berubah. Hingga akhirnya proyek First Man berhasil direalisasikan seperti sekarang.

Sementara itu, bagi Ryan Gosling sendiri, bermain di film biopic semacam First Man, ternyata, memberi tekanan besar. Sosok Neil Armstrong, yang sangat terkenal dan legendaris itu, rupanya cukup membebani pasangan kumpul kebo Eva Mendes tersebut.

Beban yang ditanggung oleh Gosling pun semakin bertambah. Setelah ia bertemu anak-anak dan keluarga mendiang Neil Armstrong. Mereka semua ingin kisah dan konteks film First Man memberi perspektif baru. Tentang ayah mereka.

Meski mengemban beban berat, Gosling mengaku sangat bangga. Karena bisa terlibat dalam proyek film First Man. Dan dia juga merasa puas. Ketika akhirnya anak-anak Neil Armstrong melihat hasil dan kerja kerasnya. Dalam memerankan sosok ayah mereka.

Gosling mengakui, First Man adalah tantangan terbesar yang pernah dia ambil. Sepanjang karirnya. Kelegaan terbesarnya adalah setelah anak-anak Neil Armstrong menonton film itu. Dan mereka berkata, “Sepanjang hidup, kami sering kali ditanya. Bagaimana rasanya menjadi anak-anak manusia pertama yang menjejakkan kaki di Bulan? Sekarang kami bisa mengatakan, tonton saja filmnya.”

Setelah tayang perdana di Venice Film Festival, pada 29 Agustus 2018 yang lalu, First Man memang langsung mendapat respon positif. Dari para kritikus. Mereka memuji penampilan apik Ryan Gosling. Dan lawan mainnya: Claire Foy. Yang berperan sebagai istri pertama Neil Armstrong: Janet Shearon.

Gosling dinilai sangat cerdas. Dan terampil dalam menjaga emosinya. Dia sangat terkendali. Baik saat berakting menjadi astronot yang meluncur ke Bulan. Maupun saat menjadi sosok ayah. Bagi anak-anak Neil Armstrong yang kala itu masih kecil-kecil.

Selain itu, sutradara Damien Chazelle juga dinilai berhasil menyajikan kisah hidup Neil Armstrong ini secara nyata. Para penonton seakan dibawa ikut merasakan kegalauan yang ia rasakan. Sebelum mencetak prestasi terbesar sepanjang sejarah umat manusia: Mendarat di Bulan.

First Man disebut-sebut sebagai film yang sangat memukau. Yang berasal dari kisah Neil Armstrong yang dituturkannya sendiri. Lewat buku yang ditulis oleh James R. Hansen. Yang didasarkan pada riset mendalam yang meyakinkan.

Josh Singer, sang penulis skenario, dinilai berhasil menjadikan First Man sebagai film drama yang sederhana. Dan ekonomis. Dialognya dia buat seminimal mungkin. Penjabaran-penjabarannya dia pangkas.

First Man juga dianggap mampu menyajikan ketegangan yang sangat intens. Lewat sinematografi dan tata suaranya yang keren. Film ini bakal mengguncang emosi dan membuat para penonton menahan nafas. Bahkan, bakal membuat para penonton menitikkan air mata.

Sayangnya, di samping beragam pujian di atas, First Man juga mengundang kontroversi. Karena tidak menampilkan adegan ketika Neil Armstrong dan Edwin Aldrin menancapkan bendera Amerika di Bulan. Para politisi dan Presiden Donald Trump pun mengecamnya. First Man dituduh sebagai film yang anti-Amerika.

Namun, produser Wyck Godfrey menyanggah tuduhan tersebut. Menurutnya, sutradara Damien Chazelle memang tidak menampilkan adegan bendera Amerika di Bulan. Karena dia ingin fokus pada karakter Neil Armstrong. Dan emotional journey-nya.

Bagi Damien Chazelle, film pertama produksi Universal Pictures yang menggunakan kamera IMAX ini memang bukan tentang manusia pertama yang mendarat di Bulan. Tapi, ini film tentang seseorang yang sedang berjuang untuk kembali lagi ke Bumi.

First Man adalah film tentang seorang manusia. Yang sedang mencari jati diri. Serta memantapkan keyakinannya. Untuk mengukir sejarah. Dan menggapai impiannya.

***

First Man

Sutradara: Damien Chazelle
Produser: Wyck Godfrey, Marty Bowen, Isaac Klausner, Damien Chazelle
Penulis Skenario: Josh Singer
Berdasarkan: First Man: The Life of Neil A. Armstrong by James R. Hansen
Pemain: Ryan Gosling, Claire Foy
Musik: Justin Hurwitz
Sinematografi: Linus Sandgren
Penyunting: Tom Cross
Produksi: Universal Pictures, Amblin Entertainment, DreamWorks Pictures, Temple Hill Entertainment, Phantasma
Distributor: Universal Pictures
Durasi: 141 menit
Genre: Drama
Kategori Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 59 juta
Rilis: 29 Agustus 2018 (Venice), 10 Oktober 2018 (Indonesia), 12 Oktober 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 9 Oktober 2018)
IMDb: 6,2/10
Rotten Tomatoes: 89%
Metacritic: 83/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: First Man (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s