Ulasan Film: Halloween (2018)

Halloween adalah salah satu franchise film horror slasher tersukses sepanjang masa. Film pertamanya, yang dirilis pada 1978, mampu meraup pemasukan hingga USD 70 juta. Jumlah yang cukup besar. Kala itu. Dengan modal hanya USD 300 ribu.

Para kritikus menilai, film Halloween tersebut sangat menegangkan. Dan menakutkan. Serta menjadi standar bagi film-film horror modern selanjutnya. Bahkan, ada yang menganggap, film karya sutradara John Carpenter tersebut setara dengan Psycho (1960)-nya Alfred Hitchcock. Yang legendaris itu.

Yang menjadi tokoh utama di film Halloween adalah Michael Myers. Seorang bocah psikopat. Berusia enam tahun. Yang dipenjara di sebuah sanitarium. Setelah membunuh kakak perempuannya sendiri. Judith Myers. Tepat pada malam Halloween. Pada 1963.

Lima belas tahun kemudian, Michael Myers, yang sudah dewasa, berhasil melarikan diri. Dari sanitarium. Dan kembali ke kampung halamannya. Sebuah kota kecil. Yang bernama Haddonfield (fiksional). Di negara bagian Illinois.

Di sana, dia mengintai para cewek sexy. Yang bekerja sebagai babysitter. Lalu, dia membantai mereka. Satu demi satu. Dengan menggunakan pisau. Tepat di malam Halloween. Satu-satunya korban yang selamat adalah Laurie Strode. Seorang cewek kutu buku nan cerdas.

Kesuksesan film yang diproduseri oleh Debra Hill tadi membuat Halloween berkembang. Menjadi sebuah franchise horror slasher. Yang sangat terkenal. Yang menelurkan berbagai novel, komik, merchandise, dan video game. Serta diikuti oleh film-film lanjutannya. Baik sekuel, spin-off, maupun remake.

Terhitung, ada 10 film yang sudah dirilis. Dalam kurun waktu 1978 hingga 2009. Termasuk, dua film remake: Halloween (2007) dan Halloween II (2009). Besutan sutradara Rob Zombie. Total, semuanya menghasilkan pemasukan USD 366 juta. Berada di urutan keempat. Franchise film horror tersukses. Di Amerika.

Tahun 2011, sempat ada rencana untuk membuat film Halloween 3D. Yang bakal dirilis pada 2012. Kisahnya merupakan lanjutan dari Halloween II (2009). Namun, karena sulit menemukan sutradara dan penulis skenario yang cocok, proyek ini tak pernah terealisasi.

Pada tahun 2016, datanglah Blumhouse Productions dan Miramax. Yang berniat membangkitkan kembali franchise Halloween. Setelah hampir satu dekade mati suri. Film yang terbaru, akhirnya, berhasil dirilis. Tahun ini. Mengambil judul yang sama persis. Dengan film pertamanya. Dan merupakan film layar lebar kesebelas. Dari franchise Halloween.

Saat diwawancarai, sutradara David Gordon Green mengaku sempat ingin mengganti judulnya. Untuk menghindari kerancuan. Dengan film pertamanya. Ada beberapa alternatif judul yang kala itu dia siapkan. Antara lain: The Shape dan Halloween Returns.

Secara teknis, film rilisan Universal Pictures ini adalah film “Halloween II” ketiga. Yang pernah dibuat. Jadi, memang cukup complicated. Tapi, demi kesederhanaan, akhirnya diputuskan. Judulnya “Halloween” saja.

Dari segi cerita, kisah film yang sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia ini adalah lanjutan langsung. Dari film pertamanya. Yang rilisan tahun 1978 itu. Dengan mengabaikan sekuel-sekuel setelahnya.

Michael Myers, yang kembali diperankan oleh Nick Castle, diceritakan berhasil melarikan diri. Dari penjara. Dan, sekali lagi, memburu Laurie Strode. Yang juga kembali diperankan oleh Jamie Lee Curtis.

Setelah 40 tahun hidup dalam ketakutan, Laurie, yang sekarang sudah menjadi nenek-nenek, telah mempersiapkan dirinya. Untuk kembali menghadapi musuh terbesarnya. Si Pembunuh Bertopeng. Yang dijuluki sebagai The Shape itu.

Namun, kali ini, Laurie tidak sendirian. Dia juga harus melindungi anaknya: Karen (Judy Greer). Dan cucunya: Allyson (Andi Matichak). Dari kebiadaban pembunuh sadis berdarah dingin tersebut.

Karakter Laurie, sebenarnya, dikisahkan sudah terbunuh. Di film Halloween: Resurrection (2002). Namun, seperti yang sudah disebutkan tadi, alur film terbaru ini merupakan sekuel langsung dari film pertamanya. Jadi, film-film lain dari franchise Halloween memang sengaja diabaikan. Alias dihapus dari timeline.

Oleh karena itu, film ini dipastikan bakal mempunyai kisah latar yang berbeda. Dengan yang selama ini diketahui oleh para penggemar franchise Halloween. Yang sekaligus menggugurkan teori para fans. Yang meyakini. Bahwa sosok Michael Myers, sebenarnya, adalah saudara laki-laki dari Laurie Strode.

Sebelum dirilis secara global, pada hari Jumat (19/10), film berdurasi 105 menit ini sudah tayang perdana. Di Toronto International Film Festival. Pada 8 September 2018 yang lalu. Dan mendapat sambutan cukup positif. Dari para kritikus.

Memang, secara kualitas keseluruhan, dinilai tidak sebagus film pertamanya. Ini bukan tipe film horror klasik. Seperti versi original-nya. Namun, ini adalah sekuel Halloween terbaik. Yang pernah dibuat. Dan bisa membuka jalan. Bagi kebangkitan franchise slasher terkenal. Yang sempat vakum ini.

Sutradara David Green sendiri, awalnya, sempat ingin membuat dua film Halloween. Sekaligus. Syutingnya secara back-to-back. Namun, kemudian, dia urungkan. Karena dia ingin menunggu lebih dahulu. Respon dari para penonton.

Maka dari itu, jika secara box office bisa sukses, siap-siap saja. Menyambut lanjutan film yang berbujet “hanya” USD 10 juta ini. Pihak produser pasti memberi lampu hijau. Untuk memproduksi sekuelnya. Halloween will return!

***

Halloween

Sutradara: David Gordon Green
Produser: Malek Akkad, Jason Blum, Bill Block
Penulis Skenario: Jeff Fradley, Danny McBride, David Gordon Green
Berdasarkan: Para karakter ciptaan John Carpenter, Debra Hill
Pemain: Jamie Lee Curtis, Judy Greer, Andi Matichak, Will Patton, Virginia Gardner, Nick Castle
Musik: John Carpenter, Cody Carpenter, Daniel Davies
Sinematografi: Michael Simmonds
Penyunting: Tim Alverson
Produksi: Miramax, Blumhouse Productions, Trancas International Films, Rough House Pictures
Distributor: Universal Pictures
Durasi: 105 menit
Genre: Horror
Kategori Usia: R (17+)
Budget: USD 10 juta
Rilis: 8 September 2018 (TIFF), 17 Oktober 2018 (Indonesia), 19 Oktober 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 16 Oktober 2018)
IMDb: 8/10
Rotten Tomatoes: 86%
Metacritic: 67/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Halloween (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s