Ulasan Film: Bad Times at the El Royale (2018)

Cal Neva Lodge & Casino adalah sebuah resort di Amerika. Yang terletak persis di perbatasan. Antara Negara Bagian California dan Nevada. Di pinggir Danau Tahoe. Alias Lake Tahoe. Yang terkenal itu.

Berdiri pada 1926, Cal Neva Resort sempat runtuh. Pada 1937. Setelah mengalami kebakaran. Namun, berhasil dibangun kembali. Hanya dalam tempo 30 hari.

Selain itu, juga ada beberapa kasus orang hilang. Yang hingga kini masih menjadi tanda tanya. Salah satunya, yang menimpa seorang tentara Kanada. Yang bernama H. H. Betts. Pasca perceraiannya, pada bulan Juli 1939, ia dinyatakan hilang. Secara misterius. Di kamar hotelnya.

Pada 1960, penyanyi legendaris Frank Sinatra membeli Cal Neva. Rumor yang berkembang, kala itu, resort ini juga sering disinggahi oleh Presiden John F. Kennedy. Yang kerap membawa beberapa tamu wanita. Termasuk, cem-cemannya. Yang tersohor itu. Aktris superhot. Marylin Monroe.

Setelah beberapa kali berpindah tangan, Cal Neva akhirnya mengalami kebangkrutan. Pada Juli 2016. Melalui sebuah proses lelang, miliarder Larry Ellison kemudian mengakuisisinya. Seharga USD 38,5 juta. Pada Januari 2018 yang lalu.

Cal Neva Resort itulah yang diyakini menjadi sumber inspirasi. Bagi Drew Goddard. Dalam menulis naskah film yang juga disutradarainya: Bad Times at the El Royale. Yang mulai tayang hari Jumat (26/10) ini. Di bioskop-bioskop Indonesia.

Kisahnya ber-setting pada tahun 1970. Tentang tujuh orang asing. Dengan profesi dan latar belakang berbeda. Yang masing-masing menyimpan rahasia kelam. Yang semuanya menginap di sebuah hotel. Atau, lebih tepatnya, motel. Bernama El Royale. Pada malam yang sama.

Seperti halnya Cal Neva Resort, El Royale dikisahkan terletak di pinggir Lake Tahoe. Persis di perbatasan. Antara California dan Nevada. Bahkan, para pengunjung bisa memilih. Mau menginap di kamar yang terletak di wilayah California atau Nevada.

Di antara ketujuh orang yang tak saling mengenal tadi, ada seorang pendeta tua misterius: Daniel Flynn (Jeff Bridges). Lalu, ada penyanyi wanita berkulit hitam: Darlene Sweet (Cynthia Erivo). Yang menginap di El Royale untuk beristirahat. Sebelum mengisi acara di kota sebelah.

Selain itu, ada kakak-beradik cantik: Emily (Dakota Johnson) dan Rose Summerspring (Cailee Spaeny). Serta seorang penjual vacuum cleaner. Bernama Seymour Sullivan (Jon Hamm).

Tapi, sosok yang paling menarik perhatian adalah Billy Lee (Chris Hemsworth). Seorang pemimpin karismatik. Dari sebuah sekte. Yang memiliki banyak pengikut.

Mereka semua dilayani oleh Miles Miller (Lewis Pullman). Satu-satunya pegawai. Merangkap bellboy. Sekaligus penerima tamu. Yang bekerja di El Royale.

Setelah mereka masuk ke kamar masing-masing, rentetan kejadian mengerikan pun mulai terjadi. Di malam yang berbadai itu. Ketujuh orang tadi terjebak dalam situasi dilematis. Tak jelas siapa yang menjadi kawan. Atau pun lawan. Semuanya penuh misteri. Dan kepura-kepuraan. Adakah yang sanggup bertahan? Hingga pagi hari?

Sesuai dengan judulnya, inti dari film bergenre neo-noir thriller ini adalah “bad times”. Alias beragam nasib sial. Yang dialami oleh ketujuh penghuni El Royale. Tak ada manusia di dunia ini yang mau bernasib buruk. Namun, sayangnya, kesialan tadi bisa datang kapan saja. Mendadak. Tanpa pilih-pilih korban.

Bisa dibilang, para aktor dan aktris yang bermain di Bad Times at the El Royale bukanlah bintang utama. Melainkan, “pendukung” bagi tema besar film berdurasi 141 menit ini. Yakni, nasib sial.

Sutradara sekaligus penulis skenario Drew Goddard memang sengaja menyajikan misteri. Yang dipenuhi berbagai petunjuk rahasia. Lewat beragam plot twist. Yang bakal membuat para penonton penasaran.

Saat diwawancarai, Goddard mengaku terinspirasi dari film noir dan fiksi kriminal Hollywood. Dalam menggarap Bad Times at the El Royale. Jadi, dia memang hanya ingin bermain di seputar genre tersebut.

Goddard juga mengakui, El Royale memang terinspirasi dari Cal Neva Resort. Sineas berusia 43 tahun itu sudah mendengar banyak cerita dan teori konspirasi. Mengenai hotel kontroversial tersebut. Sejak remaja. Yang menurutnya sangat keren. Yang akhirnya memicu imajinasi kreatifnya.

Menariknya, selama menulis skenario Bad Times at the El Royale, Goddard juga melakukannya di sebuah hotel. Yang bernama The Ojai Valley Inn. Di Ojai, California. Dalam waktu tiga minggu, dia menginap di sana. Dan menyelesaikan seluruh naskahnya.

Bagi filmmaker kelahiran Texas tersebut, berada di sebuah hotel membuatnya merasakan kehidupan yang baru. Di tempat yang baru. Mengumpulkan tujuh orang, dengan latar belakang misterius, dalam sebuah hotel yang sama, menurutnya, bakal menjadi tontonan yang sangat menarik.

Mengenai setting waktunya, Goddard memang sengaja memilih akhir tahun 1960-an. Ketika terjadi kekacauan besar di pemerintahan Amerika. Terutama, berkaitan dengan Perang Vietnam. Sekaligus, menandai masa munculnya revolusi. Dalam film, seni, dan musik. Bad Times at the El Royale merupakan “surat cinta”-nya untuk era 1960-an.

Di dunia perfilman, sepak terjang Drew Goddard sendiri sudah tidak perlu diragukan. Karirnya dibangun sejak tahun 2000. Sebagai staf penulis. Untuk serial televisi populer. Buffy the Vampire Slayer. Ia berhasil mendapatkan Hugo Awards. Untuk debutnya ini.

Karya-karya Goddard selanjutnya juga mendapat pengakuan luas. Dan menjadi ikon pop culture. Di masa kini. Skenario film pertama yang dia tulis adalah Cloverfield (2007). Film pertama yang disutradarainya adalah horror scifi. Berjudul The Cabin in the Woods (2012). Yang mana keduanya mendapat respon positif dari para pengamat film.

Drew Goddard juga menjadi salah satu penulis naskah. Untuk film zombie apocalypse. World War Z (2013). Yang dibintangi oleh Brad Pitt itu. Lalu, namanya juga berhasil masuk nominasi Skenario Adaptasi Terbaik. Di ajang prestisius. Academy Awards. Alias Piala Oscar. Lewat film The Martian (2015).

Selain dibesut sineas berpengalaman, Bad Times at the El Royale juga bertabur aktor dan aktris terkenal. Mulai dari pemenang Piala Oscar 2010 Jeff Bridges, pemenang Piala Emmy 2015 Jon Hamm, pemenang Piala Tony 2016 Cynthia Erivo, bintang muda Pacific Rim: Uprising (2018) Cailee Spaeny, bintang Battle of the Sexes (2017) Lewis Pullman, bintang franchise erotis Fifty Shades (2015-2018) Dakota Johnson, yang supersexy itu, hingga bintang gagah yang bakal membuat rahim emak-emak hangat saat menontonnya: Chris “Thor” Hemsworth.

Awalnya, nama-nama beken semacam Beyonce, Tom “Spider-Man” Holland, dan Russell Crowe juga masuk jajaran cast. Namun, karena satu dan lain hal, mereka batal terlibat. Peran ketiganya digantikan oleh Cynthia Erivo, Lewis Pullman, dan Jon Hamm.

Deretan bintang papan atas tadi membuat Bad Times at the El Royale semakin ditunggu. Apalagi, Drew Goddard juga diperkuat oleh staf yang berpengalaman dan berprestasi di dunia perfilman Hollywood. Sebut saja, sinematografer pemenang Piala Oscar, Seamus McGarvey. Serta Danny Glicker. Yang pernah masuk nominasi Academy Awards. Untuk kategori Desain Kostum Terbaik.

Sementara itu, saat diwawancarai, Dakota Johnson mengatakan perannya kali ini cukup unik dan sulit. Karakter Emily Summerspring yang dia perankan memiliki masa lalu yang kelam. Tapi, dia juga sangat setia. Dan selalu menjadi pelindung bagi adiknya, Rose, sejak kecil.

Di lain pihak, bagi Chris Hemsworth, perannya kali ini sangat menantang. Sosok cult leader yang dia perankan melihat dirinya sendiri sebagai figur Dewa Penyelamat. Yang telah menyelamatkan banyak orang. Dari sistem atau pemerintahan yang telah mengontrol hidup mereka.

Selain itu, karakter bernama Billy Lee tersebut ditampilkan sangat cerewet. Alhasil, Hemsworth pun kebagian jatah dialog yang cukup banyak dalam skenario. Bahkan, paling banyak bila dibandingkan dengan film-film dia sebelumnya.

Kakak Liam Hemsworth tersebut punya adegan yang tertuang dalam 14 halaman. Dan 90 persennya dia berbicara terus. Suami Elsa Pataky itu pun harus mengatur energi. Karena untuk syuting satu adegan saja, dibutuhkan waktu yang sangat lama. Hingga satu setengah minggu!

Namun, meski sulit, berperan sebagai Billy Lee, ternyata, sangat menyenangkan. Hemsworth merasa bebas sekali. Karena ada banyak hal yang bisa dia lakukan. Dengan begitu banyak dialog dan kemungkinan yang tak terbatas.

Upaya Hemsworth tadi, tampaknya, berbuah manis. Setelah tayang secara global pada 12 Oktober 2018 yang lalu, Bad Times at the El Royale mendapat sambutan cukup positif dari para kritikus. Akting para pemainnya banyak dipuji. Begitu juga dengan skenario dan penyutradaraan yang dilakukan oleh Drew Goddard.

Film suspense rilisan 20th Century Fox ini dinilai menawarkan ketegangan berlapis. Goddard berhasil menyajikan alur maju-mundur, yang diambil dari sudut pandang setiap tokoh, dengan cukup apik. Nuansanya kelam. Misterius. Dengan plot yang tak terduga. Yang bakal membuat para penonton menebak-nebak penasaran.

Hal lain yang banyak diapresiasi adalah visualisasinya. Yang stylish. Dan memanjakan mata. Meski hanya berkutat di lokasi yang itu-itu saja. Begitu juga dengan penampilan para tokohnya. Yang sangat retro. Benar-benar mewakili era 1960-an.

Namun, di samping berbagai pujian di atas, Bad Times at the El Royale juga tak luput dari kritikan. Terutama, berkaitan dengan durasinya. Yang dianggap terlalu lama. Serta pacing-nya. Yang terlalu lambat.

Selain itu, di bagian ending-nya, ada beberapa hal yang dibiarkan menggantung. Para penonton bakal pulang dengan banyak pertanyaan. Yang belum terjawab. Apakah hal ini memang disengaja? Sebagai pertanda bahwa film ini bakal dibuat sekuelnya? Entahlah.

***

Bad Times at the El Royale

Sutradara: Drew Goddard
Produser: Drew Goddard, Jeremy Latcham
Penulis Skenario: Drew Goddard
Pemain: Jeff Bridges, Cynthia Erivo, Dakota Johnson, Jon Hamm, Cailee Spaeny, Lewis Pullman, Chris Hemsworth
Musik: Michael Giacchino
Sinematografi: Seamus McGarvey
Penyunting: Lisa Lassek
Produksi: Goddard Textiles, TSG Entertainment
Distributor: 20th Century Fox
Durasi: 141 menit
Genre: Mystery & Suspense
Kategori Usia: R (17+)
Budget: USD 32 juta
Rilis: 27 September 2018 (Fantastic Fest), 12 Oktober 2018 (Amerika Serikat), 26 Oktober 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 25 Oktober 2018)
IMDb: 7,4/10
Rotten Tomatoes: 73%
Metacritic: 60/100
CinemaScore: B-

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Bad Times at the El Royale (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s