Ulasan Film: Bohemian Rhapsody (2018)

Bohemian Rhapsody merupakan salah satu film yang paling ditunggu-tunggu. Terutama, bagi para penggemar grup band legendaris asal Inggris, Queen. Mereka pasti tak sabar. Untuk menonton film biopic ini. Yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari Selasa (30/10) kemarin tersebut.

Dari trailer yang dirilis oleh 20th Century Fox bulan Mei yang lalu, tampak sosok Freddie Mercury. Sang vokalis Queen yang kontroversial itu seolah hidup kembali. Lewat penampilan aktor serial Mr. Robot: Rami Malek.

Dalam cuplikan berdurasi 97 detik tersebut, para fans Queen dibuat kaget. Oleh penampakan Malek. Yang benar-benar mirip dengan penyanyi yang aslinya bernama Farrokh Bulsara tersebut.

Malek memang terlihat sukses. Dalam menampilkan sosok Mercury. Yang flamboyan, tapi energik di atas panggung. Dengan rambut yang awalnya gondrong, lalu menjadi pendek. Serta dengan kumis tebal dan kacamata hitam ikoniknya.

Pemilihan Malek sebagai Freddie ditentukan lewat dua kali saringan. Yang pertama dari tim casting. Setelah itu, dia harus mendapat persetujuan dari Brian May dan Roger Taylor. Dua personel Queen yang masih aktif.

Dari trailer perdana tersebut, juga terlihat bahwa film besutan Bryan Singer ini bakal mengisahkan perjalanan Queen. Sejak awal terbentuknya. Pada 1970. Tepatnya, ketika Freddie Mercury, selaku vokalis, bergabung dengan Brian May (Gwilym Lee), selaku gitaris, dan Roger Taylor (Ben Hardy), selaku drummer.

Mulanya, Mercury, yang masih menggunakan nama Farrokh Bulsara, adalah mahasiswa keturunan Parsi. Yang menyambi kerja di Bandara Heathrow, London. Perjalanannya di dunia musik dimulai ketika bertemu May dan Taylor di sebuah night club.

Bulsara kemudian diajak bergabung dengan band mereka. Yang bernama Smile. Untuk menggantikan vokalis lama yang hengkang ke band lain. Setelah itu, juga ada tambahan satu personel lagi: John Deacon. Yang menjadi basis. Mereka berempat lantas mengganti nama Smile menjadi Queen.

Lewat film Bohemian Rhapsody, kita bakal diajak mengikuti perjalanan Queen. Yang tidak selalu mulus. Masalah-masalah kecil mulai menumpuk dan menjadi besar. Yang menjadi sorotan, tentu saja, adalah Freddie Mercury. Yang sering gonta-ganti pasangan itu.

Sepanjang trailer, kita juga disuguhi oleh cuplikan sejumlah lagu hit milik Queen. Misalnya, Another One Bites the Dust, Killer Queen, dan We Will Rock You. Serta, tentu saja, Bohemian Rhapsody. Lagu mahakarya Queen. Rilisan tahun 1975. Yang akhirnya dijadikan sebagai judul film drama biografi ini.

Bisa dibilang, Bohemian Rhapsody bakal menjadi galeri lagu-lagu terbaik Queen. Film ini menyatukan suara asli Mercury, Malek, dan dubber yang bersuara mirip. Proses saat lagu Bohemian Rhapsody mulai direkam di studio juga menjadi salah satu adegan utama yang disajikan.

Sedangkan, yang menjadi puncak dari film yang naskahnya ditulis Anthony McCarten ini adalah momen ketika Queen tampil di konser amal. Live Aid. Pada 1985. Yang disebut-sebut sebagai pertunjukan live music terhebat sepanjang masa. Kala itu, sebanyak 75 ribu penonton di Wembley Stadium bernyanyi bersama dan bertepuk tangan.

Sementara itu, saat diwawancarai, Rami Malek mengakui, berperan sebagai sosok yang ikonik seperti Freddie Mercury merupakan tantangan besar. Film ini memang bisa menjadi batu loncatan bagi karirnya. Tapi, juga bisa membuat karirnya terjun ke jurang. Jika dia tidak bermain bagus.

Aktor berusia 37 tahun itu menambahkan, Brian May, yang bertindak sebagai konsultan kreatif, sudah menonton Bohemian Rhapsody. Gitaris Queen tersebut kemudian mengirim e-mail kepada Malek. Dia mengatakan, jika masih hidup, Freddie pasti akan bangga.

Menurut May, Malek sangat menjiwai perannya. Dia luar biasa. Selain itu, Roger Taylor ikut memberikan sanjungan. Menurutnya, Malek berhasil menampilkan sisi sensitif sekaligus semangat Mercury dengan apik.

Sebenarnya, bukan hanya Malek yang dinilai berhasil menghidupkan Mercury, yang biseksual itu, lewat aktingnya. Para anggota Queen yang lain juga dimainkan dengan sangat apik. Oleh para aktornya. Sebut saja Gwilym Lee, Ben Hardy, dan Joseph Mazzello, yang berperan sebagai basis John Deacon. Lalu, ada juga Lucy Boynton. Yang memerankan Mary Austin. Pacar Freddie.

Namun, sayangnya, di samping segala pencapaian tadi, proses produksi film Bohemian Rhapsody juga sempat tersendat. Oleh kasus pemecatan sutradara Bryan Singer. Tiga minggu setelah syuting di London. Karena dia mendadak pulang ke Amerika. Tanpa izin.

Pemecatan tersebut merupakan bentuk ketegasan studio 20th Century Fox. Terkait ulah indisipliner Singer. Sutradara yang melejit lewat trilogi pertama X-Men itu tiba-tiba menghilang. Dari lokasi syuting. Setelah libur Thanksgiving. Pada akhir November tahun lalu. Tanpa alasan yang jelas.

Menurut salah satu sumber dari lokasi syuting, Singer memang sering absen. Sampai-sampai, penyutradaraan sempat diambil alih oleh sinematografer Newton Thomas Sigel.

Bahkan, perilaku Singer tersebut sempat membuat beberapa pemain bete. Salah satunya, Tom Hollander. Pemeran Manager Queen Jim Beach itu sempat mengancam akan mundur.

Sumber yang lain menyatakan, Singer absen dari proses produksi karena bertengkar. Dengan Rami Malek. Konflik di antara keduanya semakin panas. Sebelum libur Thanksgiving tahun lalu.

Namun, rumor tersebut langsung disangkal oleh Singer. Lewat sebuah pernyataan tertulis. Pada bulan Desember tahun lalu. Menurutnya, mereka memang beberapa kali sempat berbeda ide. Tapi, Malek dan dia bisa mengesampingkan hal itu. Dan kemudian melanjutkan syuting.

Singer juga menjelaskan. Alasan dia menghilang setelah libur Thanksgiving. Sebenarnya, karena urusan keluarga. Orang tuanya sakit keras. Sutradara berusia 52 tahun itu juga sempat sakit. Dia kemudian balik menuduh pihak Fox yang kurang pengertian.

Sineas lulusan USC School of Cinematic Arts, Los Angeles, itu menyatakan, kesehatannya dan kesehatan orang yang dia cintai adalah yang paling utama. Singer juga menegaskan ingin merampungkan proyek film Bohemian Rhapsody. Untuk ikut menghormati kejayaan Freddie Mercury dan Queen. Namun, Fox malah mendepaknya.

Sebagai pengganti, Fox kemudian menunjuk Dexter Fletcher. Untuk melanjutkan syuting. Hingga selesai pada bulan Januari 2018. Nama Singer sendiri tetap tercantum sebagai sutradara. Sesuai dengan peraturan Directors Guild of America (DGA). Sedangkan, Fletcher mendapat kredit resmi sebagai executive producer.

Setelah berhasil melewati kekisruhan tersebut, proyek Bohemian Rhapsody akhirnya rampung. Dan tayang perdana di SSE Arena, Wembley, London. Pada hari Selasa (23/10) pekan lalu. Total, dibutuhkan waktu sewindu untuk mewujudkannya.

Menggarap film biografi memang bukan pekerjaan yang mudah. Terutama, bila sang tokoh sangat ikonik. Semacam Freddie Mercury. Beban itulah yang ditanggung oleh tim produksi film berdurasi 134 menit ini.

Untungnya, upaya berliku dan panjang tersebut berbuah manis. Bohemian Rhapsody berhasil memikat hati para penonton. Baik generasi tua, maupun generasi muda. Yang belum begitu mengenal Queen.

Sayangnya, berbeda dengan sambutan penonton, respon dari para kritikus kurang begitu positif. Penampilan Rami Malek yang cemerlang sebagai vokalis Queen tersebut memang mendapat pujian. Bahkan, banyak yang menjagokannya masuk nominasi Piala Oscar atas aktingnya.

Namun, dari segi penyutradaraan, film berdurasi 134 menit ini banyak dikritik. Kisahnya dianggap terlalu dangkal. Kurang kompleks. Kurang terhubung. Dan mudah dilupakan.

Selain itu, dari segi cerita, Bohemian Rhapsody dianggap tidak begitu akurat. Ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan kisah nyata tentang Freddie Mercury. Yang akhirnya meninggal setelah berjuang melawan AIDS itu.

***

Bohemian Rhapsody

Sutradara: Bryan Singer
Produser: Graham King, Jim Beach
Penulis Skenario: Anthony McCarten
Pengarang Cerita: Anthony McCarten, Peter Morgan
Pemain: Rami Malek, Lucy Boynton, Gwilym Lee, Ben Hardy, Joseph Mazzello, Aidan Gillen, Tom Hollander, Mike Myers
Musik: John Ottman
Sinematografi: Newton Thomas Sigel
Penyunting: John Ottman
Produksi: 20th Century Fox, New Regency, GK Films, Queen Films
Distributor: 20th Century Fox
Durasi: 134 menit
Genre: Drama
Kategori Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 55 juta
Rilis: 23 Oktober 2018 (SSE Arena), 24 Oktober 2018 (Inggris), 30 Oktober 2018 (Indonesia), 2 November 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 30 Oktober 2018)
IMDb: 8,4/10
Rotten Tomatoes: 56%
Metacritic: 50/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Bohemian Rhapsody (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s