Ulasan Film: A Simple Favor (2018)

Masih terbayang-bayang dengan kegantengan Nick Young? Tenang. Bagi yang sudah kangen dengan Henry Golding, sang pemeran cogan dari Crazy Rich Asians itu kembali menghiasi layar bioskop Cinema 21 Indonesia. Kali ini, bersama Anna Kendrick dan Blake Lively. Dalam sebuah film mystery thriller. Berjudul A Simple Favor.

Diadaptasi dari novel karya Darcey Bell terbitan tahun 2007, kisah A Simple Favor disebut-sebut mirip dengan Gone Girl dan The Girl on the Train. Namun, dengan bumbu komedi yang vulgar. Salah satu penyebabnya, film rilisan Lionsgate ini dibesut oleh sutradara Paul Feig. Yang selama ini dikenal dengan film-film kocaknya.

Yang menjadi tokoh utama adalah Stephanie Smothers (Anna Kendrick). Seorang single parent. Beranak tunggal. Yang berprofesi sebagai vlogger. Yang banyak membahas resep makanan dan minuman. Yang sebenarnya nggak laku-laku amat. Bahkan, cenderung menjadi bahan bully-an para netizen.

Untuk bertahan hidup sehari-hari, Stephanie lebih banyak mengandalkan uang asuransi jiwa. Warisan mendiang suaminya. Yang meninggal setelah mengalami kecelakaan.

Suatu ketika, saat mengantarkan anaknya ke sekolah, Stephanie berkenalan dengan wanita cantik. Bernama Emily Nelson (Blake Lively). Yang anaknya bersekolah di tempat yang sama dengan anak Stephanie. Kedua mahmud itu pun langsung akrab. Dan menjadi sahabat.

Berbeda dengan Stephanie, yang sederhana dan kasual, Emily merupakan sosok fashionista. Yang sangat stylish. Sesuai dengan tempat kerjanya. Di sebuah perusahaan fashion besar. Di New York.

Suaminya, yang bernama Sean Townsend (Henry Golding), merupakan seorang dosen Bahasa Inggris. Di sebuah universitas. Sekaligus, seorang novelis. Tapi, sudah sepuluh tahun dia belum menerbitkan novel baru.

Selang beberapa waktu, Emily menitipkan anaknya ke Stephanie. Karena dia harus ke luar kota. Ada urusan kantor ke Miami. Sementara itu, sang suami sedang berada di London. Untuk menjenguk ibunya. Yang sedang sakit.

Namun, setelah lima hari berlalu, Emily tak kunjung muncul untuk mengambil kembali anaknya. Si emak-emak sexy yang suka berbicara kasar itu tiba-tiba menghilang. Raib. Tanpa jejak. Seperti kamu dulu. Yang ninggalin aku. Pas lagi sayang-sayangnya. #curcol

Saat Stephanie bertanya ke Sean, dia juga mengaku tidak tahu di mana keberadaan istrinya. Bersama dengan Stephanie, sang suami yang clueless itu pun berupaya menemukan Emily. Dengan berbagai cara.

Namun, semakin jauh mereka mencari, Stephanie semakin menyadari bahwa dirinya tidak tahu siapa sebenarnya Emily. Banyak rahasia dari sahabat barunya tersebut yang belum terungkap. Di manakah Emily berada? Masih hidup atau sudah mati?

Semula, studio yang membeli hak untuk memfilmkan novel A Simple Favor karya Darcey Bell adalah 20th Century Fox. Namun, karena satu dan lain hal, Lionsgate mengambil alih proyek tersebut pada bulan Juni 2017. Dengan menggandeng Paul Feig sebagai sutradaranya.

Berbeda dengan film ber-genre thriller lainnya, yang biasanya menampilkan kisah yang kelam dan menegangkan, A Simple Favor malah menyajikan sesuatu yang fun. Apalagi, ditunjang dengan celutukan-celutukan dan tingkah laku Stephanie yang kocak.

Anna Kendrick, yang berperan sebagai Stephanie, selama ini memang sering bermain di film komedi. Yang paling terkenal, tentu saja, trilogi franchise Pitch Perfect (2012-2017). Tak heran, di sini, dia sudah tidak kelihatan canggung lagi. Dalam menampilkan sisi humorisnya.

Sutradara Paul Feig, yang selama ini identik dengan genre komedi, juga lebih banyak menampilkan warna-warna yang cerah. Ketimbang yang suram. Musik-musik yang menjadi latar belakang juga lebih ke arah yang ceria. Bukan yang membuat penonton tegang.

Meski demikian, sepanjang film, ada banyak kejadian yang bakal membuat penonton penasaran. Serta berspekulasi lebih dalam lagi. Mengenai keberadaan Emily. Tentu saja, seperti film-film misteri lainnya, Paul Feig sudah menyiapkan plot twist sebagai kejutan.

Film berdurasi 117 menit ini, bisa dibilang, juga menyajikan plot maju-mundur yang cukup rumit untuk dimengerti. Terutama, jika kita tidak memperhatikan dialog-dialognya dengan seksama.

Di Amerika, A Simple Favor sudah tayang sejak 14 September 2018 yang lalu. Dengan bujet hanya USD 20 juta, film yang skenarionya ditulis oleh Jessica Sharzer ini mampu mengumpulkan pemasukan hingga USD 87 juta.

Respon dari para kritikus juga positif. Paul Feig, yang semula diragukan mampu membesut film ber-genre thriller, berhasil menjawab tantangan. Dengan menyuguhkan sebuah plot twist. Yang sulit ditebak.

Penampilan Anna Kendrick, sebagai Stephanie yang lugu, juga mendapat banyak pujian. Para penonton seolah ikut merasakan kecemasan yang dialaminya. Ekspresinya yang polos, serta ke-kepo-annya dalam menyelidiki hilangnya Emily, menjadi daya tarik tersendiri.

Begitu juga dengan Blake Lively. Istri Ryan Reynolds itu dinilai sangat pas dan natural. Dalam memerankan Emily. Sosok wanita karir yang sangat percaya diri, dominan, dan angkuh.

Lalu, bagaimana dengan Henry Golding? Cogan keturunan suku Dayak dari Serawak itu juga cukup oke. Dalam memerankan sosok suami yang selalu bertekuk lutut. Di hadapan istrinya. Dan siap-siap saja menahan napas. Saat melihat adegan panas skidipapap-nya. Dengan Blake Lively. Hmmm..

***

A Simple Favor

Sutradara: Paul Feig
Produser: Paul Feig, Jessie Henderson
Penulis Skenario: Jessica Sharzer
Berdasarkan: A Simple Favor by Darcey Bell
Pemain: Anna Kendrick, Blake Lively, Henry Golding, Andrew Rannells
Musik: Theodore Shapiro
Sinematografi: John Schwartzman
Editing: Brent White
Produksi: Lionsgate, Feigco Entertainment, Bron Studios
Distributor: Lionsgate
Durasi: 117 menit
Genre: Mystery & Suspense
Kategori Usia: R (17+)
Budget: USD 20 juta
Rilis: 14 September 2018 (Amerika Serikat), 27 Oktober 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 4 November 2018)
IMDb: 7,1/10
Rotten Tomatoes: 85%
Metacritic: 67/100
CinemaScore: B+

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: A Simple Favor (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s