Ulasan Film: Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018)

Wands at the ready, Potterhead! Setelah dua tahun berlalu, yang ditunggu-tunggu para fans Harry Potter akhirnya datang juga. Sekuel film Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) resmi tayang. Mulai hari Rabu (14/11) ini. Di bioskop-bioskop Indonesia.

Film berjudul Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald tersebut bakal menampilkan dunia sihir yang jauh lebih luas. Ber-setting pada era 1926-1945. Dan merupakan lanjutan dari film pendahulunya.

Para Potterhead bakal dibawa keliling. Mulai dari New York, London, hingga ke Paris. Selain itu, juga bakal ada beberapa kejutan. Yang pastinya akan menyenangkan para penggemar buku dan serial film Harry Potter.

Empat tokoh utama dari film pertama sudah pasti muncul kembali. Yaitu: Newt Scamander (Eddy Redmayne), Porpentina “Tina” Goldstein (Katharine Waterston), Queenie Goldstein (Alison Sudol), dan Jacob Kowalski (Dan Fogler).

Pada ending film pertama, karakter Jacob sebenarnya sudah dimantrai Obliviate oleh Queenie. Agar ingatannya tentang dunia sihir terhapus. Namun, entah apa yang terjadi di film yang kedua ini. Sehingga Jacob yang no-maj itu bisa terlibat kembali. Bersama teman-teman barunya. Yang semuanya penyihir tersebut.

Mereka berempat bakal menghadapi musuh bebuyutan: Gellert Grindelwald (Johnny Depp). Yang hanya muncul sekilas. Sebagai kejutan. Di ending Fantastic Beasts and Where to Find Them. Sesuai dengan judulnya, dalam film yang kedua ini, sosok penyihir jahat itu bakal menjadi tokoh sentral. Karakternya bakal dieksplorasi lebih luas.

Grindelwald dikisahkan berhasil lolos dari penjara MACUSA (Kongres Sihir Amerika). Dan telah mengumpulkan banyak sekali pengikut. Untuk mendukung misinya: Menjadikan ras penyihir berdarah murni sebagai penguasa. Di atas kaum muggle dan no-maj (non-sihir). Bisa dibilang, Grindelwald ini semacam Adolf Hitler-nya para dukun santet.

Dari trailer dan poster yang dirilis beberapa waktu yang lalu, juga terlihat penyihir hitam paling perkasa sebelum Lord Voldemort itu membawa Elder Wand. Yakni, tongkat sihir terkuat di Wizarding World. Yang dibuat oleh sang Kematian sendiri.

Satu-satunya yang bisa menghentikan calon Death Eater tadi adalah teman masa lalunya: Albus Dumbledore (Jude Law). Maka dari itu, Dumbledore pun harus mencari mantan muridnya. Yang sedang berpetualang ke Amerika: Newt Scamander. Untuk melawan bekas sahabatnya tersebut. Sebab, Newt sudah pernah mengalahkan Grindelwald.

Di franchise Harry Potter sebelumnya, sosok Dumbledore ditampilkan sudah sangat tua. Berusia 150 tahun. Sikapnya serius dan berwibawa. Namun, di sekuel Fantastic Beasts ini, dia jauh lebih muda. Dan sikapnya jauh lebih santai.

Penampilan karakter yang diperankan oleh Jude Law itu memang paling ditunggu oleh para Potterhead. Dumbledore versi muda ini belum menjabat sebagai kepala sekolah Hogwarts. Dia masih menjadi guru transfigurasi.

Dari segi penampilan, Dumbledore-nya Jude Law ini tampak sangat stylish dan fashionable. Dengan rambutnya yang coklat dan berewoknya yang lebat, dia kelihatan sangat seksi! Jauh bila dibandingkan dengan versi tuanya. Yang identik dengan jenggot putih panjangnya itu.

Menurut Law, karakter Dumbledore yang ia perankan memang tak terlalu berpatokan pada versi uzurnya. Yang dulu dimainkan oleh Richard Harris dan Michael Gambon. Ini adalah karakter yang jauh lebih muda. Jadi, Law ingin membangun versinya sendiri.

Dumbledore, yang sedang cakep-cakepnya tersebut, bakal head-to-head dengan Grindelwald. Yang juga tak kalah ganteng. Sebab, pemerannya adalah aktor kawakan. Pujaan cewek-cewek generasi tahun 1990-an: Johnny Depp.

Menurut sutradara David Yates, bintang franchise Pirates of the Caribbean itu adalah aktor yang paling tepat untuk memerankan Grindelwald. Dia adalah artis sejati. Yang tak kenal takut, imajinatif, dan ambisius. Para fans tentu makin tak sabar untuk melihatnya. Dengan rambut putih dan aksen Eropa Timur yang seksi.

Selain Johnny Depp, aktor muda Ezra Miller juga kembali tampil di sekuel Fantastic Beasts ini. Padahal, di ending film yang pertama dulu, karakter yang dia perankan (Credence Barebone) telah dihabisi oleh Newt Scamander.

Menurut Miller, sejatinya, tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Credence kala itu. Nasib bocah aneh bin misterius yang menjadi peliharaan Grindelwald itu tidak jelas. Tampaknya, dia berhasil survive. Meski Obscurus yang ada pada dirinya sudah dihancurkan oleh Newt.

Obscurus adalah kekuatan gelap. Yang biasanya berkembang dalam diri penyihir muda semacam Credence. Yang mampu menyembunyikan kekuatan sihirnya (Obscurial). Di film yang kedua ini, asal-usul Credence bakal diungkap. Selain itu, dia juga sudah mulai belajar menggunakan tongkat sihir.

Dari trailer yang dirilis pada bulan Maret yang lalu, Credence terlihat bersembunyi di Paris. Ada salah satu scene yang menampakkan dia sedang berada di dalam sumur. Menghadap sebuah tembok. Yang penuh dengan gambar pohon silsilah.

Yang menarik, di silsilah tersebut ada nama Leta Lestrange (Joe Kravitz). Dan di sampingnya tertera nama Credence Barebone. Apakah bocah tersebut sebenarnya adalah keturunan keluarga Lestrange?

Di scene yang lain, tampak Credence sedang berada di atap sebuah bangunan. Bersama dengan Maledictus (Claudia Kim). Yakni, penyihir wanita yang membawa kutukan darah. Dan ditakdirkan untuk menjadi monster. Siapa sebenarnya Maledictus? Yang tampaknya punya hubungan cukup intim dengan Credence tersebut?

Dari final trailer yang dirilis pada bulan September yang lalu, dalam salah satu scene, muncul seorang perempuan misterius. Yang melakukan atraksi dalam sirkus ajaib. Yang bernama Circus Arcanus. Perempuan tersebut kemudian berubah menjadi seekor ular hijau. Besar. Dan menyeramkan.

“Nagini,” kata Credence Barebone. Menyebut nama sosok misterius tersebut. Iya, Maledictus yang bersama Credence tadi adalah Nagini. Ular besar yang nantinya menjadi peliharaan Lord Voldemort dan menjadi final Horcrux-nya.

Oleh karena itu, kisah Fantastic Beasts ini sangat berkaitan dengan kebangkitan Lord Voldemort di zaman Harry Potter. Racun berbisa dari ular Nagini itulah yang nantinya digunakan oleh Voldemort. Sebagai salah satu bahan untuk membuat ramuan. Yang membantunya bangkit kembali.

Berdasarkan legenda, Nagini memang awalnya berwujud perempuan. Sebelum akhirnya terkena kutukan. Yang membuatnya terjebak dalam wujud ular besar. Selamanya.

Menurut Claudia Kim, aktris Korea yang memerankan siluman ular tersebut, sekuel Fantastic Beasts ini bakal menampilkan sisi lain dari Nagini. Bukan sebagai tokoh jahat yang membunuh Severus Snape dalam serial Harry Potter.

Di sini, Nagini adalah seorang perempuan yang cantik, tapi rapuh. Dia ingin hidup dan ingin tetap menjadi manusia. Kim juga mengatakan, Nagini punya kekuatan yang belum dieksplor. Tapi, dia tidak memiliki tongkat sihir.

Yang menarik, sebelum cewek sexy berusia 33 tahun itu terpilih, peran sebagai Nagini, ternyata, sempat ditawarkan kepada dua aktris asal Indonesia. Yakni, Cinta Laura Kiehl dan Acha Septriasa.

Cinta Laura, bahkan, sudah sampai ke tahap akhir. Setelah menjalani tiga kali casting. Hingga ke London. Calonnya hanya tinggal dua atau tiga aktris lagi. Namun, sayangnya, cewek blasteran Indonesia-Jerman itu akhirnya tidak terpilih. Salah satu alasannya, karena dia terlalu muda. Baru 23 tahun.

Sementara itu, Acha Septriasa terpaksa harus melepas kesempatan langka. Untuk menjadi Nagini. Karena saat dihubungi untuk menjalani casting, pada Juni 2017, aktris berusia 29 tahun yang kini tinggal di Sydney, Australia, itu sedang hamil.

Asal-usul Nagini sendiri memang sempat menimbulkan polemik. Sampai-sampai, sang kreator, J. K. Rowling, turun tangan untuk menjelaskannya lewat akun Twitter. Menurutnya, karakter Nagini terinspirasi dari Naga. Makhluk sejenis ular dari mitologi Indonesia. Terkadang, digambarkan bersayap. Terkadang, setengah manusia, setengah ular.

Selain Nagini, tokoh cewek baru yang menarik perhatian adalah Leta Lestrange. Yang di film pertama fotonya terselip di koper Newt. Yang selalu dia bawa kemana-mana itu.

Leta merupakan sahabat Newt. Keduanya dulu bersekolah di Hogwarts. Dan, tampaknya, Newt diam-diam naksir Leta. Atau, mungkin, keduanya sudah sempat pacaran. Tapi, kini sudah menjadi mantan. Seperti aku dan kamu. Entahlah. #curcol

Yang jelas, di sekuel Fantastic Beasts ini, Leta dikisahkan sudah bertunangan. Dengan Theseus Scamander (Callum Turner). Iya, dari nama belakangnya, kita sudah bisa menebak. Theseus adalah kakak kandung Newt! Apakah ini yang membuat Newt selalu galau berat? Nyesek itu memang sederhana.

Menurut sutradara David Yates, karakter Leta di sini memang kompleks, sedikit bermasalah, dan membingungkan. Intinya, dia adalah sosok yang tragis. Meski demikian, tokoh yang diperankan oleh Zoe Kravitz ini bakal berbeda dengan Bellatrix Lestrange. Death Eater kesayangan Lord Voldemort di era Harry Potter. Yang sangat kejam itu.

Di lain pihak, di petualangan barunya ini, Newt kembali didampingi oleh Tina. Mereka menjalankan misi khusus ke Paris. Nama Newt Scamander kini sudah terkenal di dunia sihir. Setelah merilis buku Fantastic Beasts and Where to Find Them.

Dari teaser trailer, tampak para fantastic beasts tersebut juga muncul di film yang kedua ini. Ada sosok makhluk mirip Diricawl dan satu binatang mirip rusa. Mereka semua lucu-lucu. Dan belum pernah terlihat di film yang pertama.

Selain itu, juga ada adegan saat Newt menunggangi seekor makhluk di dalam air. Banyak yang menduga, itu adalah Kelpie. Makhluk air yang mampu berubah wujud. Dan paling sering berubah menjadi kuda.

Skenario film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald ini ditulis langsung oleh J. K. Rowling. Sang pencipta dunia sihir nan magis itu menyajikan cerita chapter demi chapter. Seperti sebuah novel. Dia fokus kepada karakter yang berbeda. Dan perjuangan mereka masing-masing.

Oleh karena itu, film berdurasi 134 menit ini bakal menawarkan detail yang lebih dalam. Tentang backstory setiap karakter utamanya. Yang terbagi dalam lima part yang epik. Setiap karakter bakal terasa lebih hidup. Dan membuat penonton lebih mengenal mereka.

Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald ini sebenarnya baru akan tayang di Amerika pada hari Jumat (16/11) besok. Tapi, sudah menggelar gala premiere di Paris. Pada 8 November 2018 yang lalu.

Dengan teaser dan trailer yang terlihat sangat menjanjikan, para fans Wizarding World menaruh ekspektasi tinggi pada sekuel Fantastic Beasts ini. Apalagi, film pertamanya yang dirilis dua tahun lalu, bisa dibilang, cukup sukses. Dan mendapat sambutan meriah dari para Potterhead.

Sayangnya, sejauh ini, respon dari para kritikus, yang sudah menontonnya saat gala premiere, tidak sebagus film pertamanya. Visualisasinya memang sangat menghibur. Namun, plotnya dianggap terlalu rumit. Dan kisahnya kurang kuat.

Film besutan sutradara David Yates tersebut dirasa bertele-tele dan membingungkan. Kurang pas dengan cerita utamanya. Film kedua Fantastic Beasts ini dinilai hanya mempersiapkan penonton untuk film ketiganya. Yang bakal dirilis pada 2020 nanti.

Selain itu, sosok Grindelwald yang menjadi jualan utamanya terasa kurang kuat. Karakternya tak sebesar namanya yang terpampang nyata pada judul film. Energi atau karisma Johhny Depp seakan tak muncul di film ini.

Padahal, secara visual, Grindelwald sangat potensial. Dengan sepasang matanya yang berwarna coklat dan putih, serta rambut dan alis putihnya, membuat dia terlihat sangat misterius. Plus, jiwanya yang terasa sedingin es.

Grindelwald seharusnya bisa menjadi supervillain yang sangat hebat. Namun, pada akhirnya, dia hanya terlihat seperti versi lain You-Know-Who dalam franchise Harry Potter. Yang hanya muncul sekilas-sekilas tersebut.

Namun, meski dinilai tak sebagus film pertamanya, bukan berarti sekuel Fantastic Beasts ini tidak layak untuk ditonton. Sutradara David Yates dianggap mampu menyajikan dunia sihir yang megah. Lewat permainan special effect yang memanjakan mata.

Meski nuansanya terkesan gelap, Yates mampu meramunya dengan indah. Yang diperkaya oleh beragam makhluk dan objek magis. Plus penampakan kostum ala penyihir rancangan Colleen Atwood. Yang terlihat sangat stylish itu.

***

Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Sutradara: David Yates
Produser: David Heyman, J. K. Rowling, Steve Kloves, Lionel Wigram
Penulis Skenario: J. K. Rowling
Pemain: Eddie Redmayne, Katherine Waterston, Dan Fogler, Alison Sudol, Ezra Miller, Zoë Kravitz, Callum Turner, Claudia Kim, William Nadylam, Kevin Guthrie, Jude Law, Johnny Depp
Musik: James Newton Howard
Sinematografi: Philippe Rousselot
Editing: Mark Day
Produksi: Warner Bros. Pictures, Heyday Films
Distributor: Warner Bros. Pictures
Durasi: 134 menit
Genre: Action & Adventure, Kids & Family, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 200 juta
Rilis: 8 November 2018 (Paris), 14 November 2018 (Indonesia), 16 November 2019 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 13 November 2018)
IMDb: 8,5/10
Rotten Tomatoes: 56%
Metacritic: 59/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s