Ulasan Film: Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (2018)

Suzzanna is back! Bukan. Bukan bangkit dari kubur. Tapi, kembali ke layar lebar. Lewat film Bernapas Dalam Kubur. Yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Mulai hari Kamis (15/11) ini.

Ratu Film Horror Indonesia itu memang sudah tutup usia. Namun, sosoknya akan “dihidupkan” lagi. Adalah Luna Maya, yang dipercaya untuk memerankan sosok aktris legendaris. Yang mulai berkarir pada tahun 1950 itu.

Mengenai filmnya, semula, banyak yang mengira, Bernapas Dalam Kubur merupakan remake. Dari film Sundel Bolong. Tapi, menurut produser Sunil Soraya, ini bukan produksi ulang dari film horror yang terkenal pada tahun 1980-an itu.

Suzzanna dan Sundel Bolong memang ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Mendiang aktris yang mempunyai julukan Ratu Horror Indonesia itu sangat lekat dengan peran hantu yang punggungnya berlubang tersebut.

Judul Bernapas Dalam Kubur juga seolah perpaduan dari dua film lawas Suzzanna. Yakni, Beranak Dalam Kubur (1970) dan Bernapas Dalam Lumpur (1971). Namun, kisah film yang disutradarai oleh Rocky Soraya dan Anggy Umbara ini benar-benar baru. Meski demikian, temanya tetap sama: Tentang cinta dan balas dendam.

Bernapas Dalam Kubur mengisahkan Suzzanna (Luna Maya) dan Satria (Herjunot Ali). Yang sudah menikah selama tujuh tahun, tapi belum punya anak. Suatu ketika, Suzzanna hamil. Tapi, sayangnya, Satria harus dinas ke luar negeri.

Kepergian Satria dimanfaatkan oleh empat karyawannya: Jonal (Verdi Solaiman), Umar (Teuku Rifnu Wikana), Dudun (Alex Abbad), dan Gino (Kiki Narendra). Mereka dendam kepada Satria. Dan berniat merampok rumahnya. Ketika dia tidak ada.

Aksi perampokan tersebut akhirnya berujung pada kematian Suzzanna. Panik, kawanan perampok itu kemudian mengubur mayat istri majikan mereka. Di belakang rumah. Namun, yang aneh, keesokan harinya, Suzzanna tampak beraktivitas seperti biasa. Seperti tidak terjadi apa-apa. Hiii…

Luna Maya sendiri menerima tawaran untuk memerankan Suzzanna pada tahun 2017 yang lalu. Kala itu, Sunil Soraya kebingungan untuk mencari aktris yang tepat. Lalu, sutradara The Doll 2, Rocky Soraya, merekomendasikan Luna. Sunil, yang kabarnya cukup dekat dengan mendiang Suzzanna, akhirnya setuju.

Luna mengaku awalnya sempat ragu. Karena Suzzanna itu sangat ikonik. Ini adalah peran yang sangat besar. Dan menantang. Bagi mantan pacar Ariel Noah tersebut. Tapi, Luna akhirnya memberanikan dirinya.

Sebagai persiapan, sebelum syuting, Luna menonton tiga film horror klasik yang dibintangi oleh Suzzanna. Yakni, Sundel Bolong, Malam Satu Suro, dan Telaga Angker. Hal itu dia lakukan untuk mempelajari akting istri Clift Sangra tersebut.

Menurut Luna, bagian yang paling sulit dalam berakting sebagai Suzzanna adalah menyamakan suaranya. Karena warna suara Luna dan Suzzanna sangat berbeda.

Aksen bicara Suzzanna memang sangat khas. Ada cengkok-cengkoknya. Yang sangat sulit untuk ditiru. Begitu juga dengan gaya tertawanya. Saat menjadi hantu. Sangat ikonis. Melengking. Genit mendayu-dayu. Sekaligus, seram dan menusuk. Pokoknya, bikin bulu kuduk merinding.

Agar suaranya mirip Suzzanna, Luna pun berlatih vokal. Dengan seorang pelatih vokal. Selama sebulan, dia mengolah suaranya. Agar bisa mendekati suara Suzzanna yang asli.

Selain itu, Luna juga berlatih akting. Dengan seorang acting coach. Terutama, melatih ekspresinya saat melotot. Bahkan, karena di film ini banyak sekali adegan melotot yang menggunakan lensa kontak, mata Luna yang indah itu sempat mengalami iritasi. Bengkak dan merah.

Dari teaser trailer yang dirilis pada bulan September lalu, tampak akting dan penampilan Luna sangat mirip dengan Suzzanna. Gaya bicaranya terlihat manja. Terutama, saat mengucapkan huruf L. Dia sedikit menggoyangkan kepala ketika berbicara. Cara tertawanya juga keras, melengking, dan menakutkan.

Jika diperhatikan, struktur wajah asli Luna dan Suzzanna memang memiliki kesamaan. Terutama, di bagian tulang pipi. Ditambah lagi, upaya Sunil Soraya juga sangat total. Dalam membuat wajah keduanya semakin mirip.

Awalnya, Boss Soraya Intercine Films tersebut menghubungi Clift Sangra. Suami mendiang Suzzanna itu dia minta untuk mengirimkan foto-foto istrinya. Dari kecil hingga menjelang wafat. Foto-foto lawas Suzzanna tersebut kemudian dikirim ke tim make-up artist. Di Rusia. Untuk dipelajari struktur wajahnya. Dan dibuat cetakan prostetiknya. Luna pun juga pergi ke Rusia. Untuk diukur wajahnya. Dan dibuatkan rangka prostetik yang tepat.

Setiap kali syuting, Luna membutuhkan waktu 3,5 jam. Untuk memasang cetakan wajah prostetik tersebut dengan benar. Yang bikin sulit, satu cetakan hanya bisa bertahan sembilan jam. Jika lebih dari itu, syuting bagian Luna harus dilanjutkan di hari berikutnya.

Sementara itu, meski ber-genre horror, film Bernapas Dalam Kubur ini juga dibumbui oleh unsur humor. Yang dihadirkan lewat para karakter pembantu Suzzanna. Yaitu: Mia (Asri “Welas” Pramawati), Tohir (Ence Bagus), dan Rojali (Opie Kumis).

Proses produksi film Suzzanna versi baru ini juga sempat tersendat. Karena pergantian sutradara. Dari Anggy Umbara menjadi Rocky Soraya. Dan tim produksi terpaksa harus mengadakan syuting ulang.

Rocky Soraya kemudian menggarap 70 persen adegan film. Yang kisahnya ber-setting pada tahun 1980-an ini. Termasuk, adegan pembuka dan penutup. Menggunakan skenario racikan Bene Dion Rajagukguk. Secara total, proses syuting memakan waktu 52 hari.

Proses reshoot itu akhirnya membuat biaya produksi membengkak. Sunil Soraya tidak mau menyebut angka pasti. Tapi, menurutnya, tidak berbeda jauh dengan Tenggelamnya Kapal Van der Wijk. Film epik yang menjadi film termahal sepanjang sejarah Soraya Intercine Films.

Biaya besar tersebut bakal tertutupi, jika Bernapas Dalam Kubur bisa menggaet jutaan penonton. Film berdurasi 125 menit ini memang digadang-gadang menjadi salah satu film horror tersukses. Pesona Suzzanna diperkirakan bakal menarik minat para penggemar horror klasik Indonesia. Yang ingin bernostalgia. Dan kangen dengan lengkingan tawa legendarisnya itu.

Sate dua ratus tusuk, Bang. Hihihihihi..

***

Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur

Sutradara: Rocky Soraya, Anggy Umbara
Produser: Sunil Soraya
Penulis Skenario: Bene Dion Raja Gukguk
Pengarang Cerita: Bene Dion Raja Gukguk, Ferry Lesmana, Sunil Soraya
Pemain: Luna Maya, Herjunot Ali, Clift Sangra, Teuku Rifnu Wikana, Alex Abbad, Verdi Solaiman, Kiki Narendra, Asri Pramawati, Opie Kumis, Ence Bagus
Musik: Andhika Triyadi
Sinematografi: Andhika Triyadi
Penyunting: Sastha Sunu
Produksi: Soraya Intercine Films
Distributor: Soraya Intercine Films
Durasi: 125 menit
Genre: Comedy, Drama, Horror
Kategori Usia: R (17+)
Budget: –
Rilis: 15 November 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 14 November 2018)
IMDb: –
Rotten Tomatoes: –
Metacritic: –
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s