Ulasan Film: Ralph Breaks the Internet: Wreck-It Ralph 2 (2018)

Meski sedang sibuk menggeber produksi film-film live-action, Disney tetap tidak melupakan akar mereka. Yakni, film-film animasi. Hari Jumat (23/11) ini, studio terbesar di dunia itu kembali merilis film animasi andalan mereka: Ralph Breaks the Internet. Yang merupakan sekuel dari Wreck-It Ralph (2012).

Saat dirilis enam tahun lalu, film komedi animasi tersebut cukup sukses di pasaran. Dan mendapat respon positif dari para kritikus. Bahkan, Wreck-It Ralph berhasil masuk nominasi Piala Oscar kategori Best Animated Feature. Meski akhirnya kalah oleh Brave (2012). Yang diproduksi oleh Pixar. Yang notabene merupakan anak perusahaan Disney tersebut.

Bagi yang sudah lupa, atau belum pernah menonton, Wreck-It Ralph mengisahkan petualangan Ralph (John C. Reilly). Karakter penjahat dari sebuah video game arcade klasik (atau yang disebut ding-dong oleh anak-anak Indonesia). Yakni, Fix-It Felix Jr.

Meski tercipta sebagai villain, Ralph sebenarnya juga ingin disayang oleh banyak orang. Sosok gigantic itu ingin menjadi superhero di dunia video game. Seperti Felix (Jack McBrayer). Namun, tidak ada yang suka dengan karakter antagonis seperti dia.

Satu-satunya harapan Ralph adalah Vanellope von Schweetz (Sarah Silverman). Karakter pebalap cewek dari video game Sugar Rush. Dialah yang akhirnya mengajari Ralph untuk menjadi karakter yang baik hati.

Film yang kedua ini masih berkisah tentang persahabatan Ralph dan Vanellope. Ceritanya, Sugar Rush, game tempat Vanellope tinggal, rusak. Untuk memperbaikinya, dia harus membeli sparepart yang dijual di e-Bay. Yang terdapat di internet.

Ralph akhirnya menemani Vanellope. Mereka berdua hijrah dari dunia video game arcade ke world wide web. Selama berpetualang di dunia internet tersebut, Ralph dan Vanellope bertemu banyak hal baru.

Karena berasal dari mesin ding-dong yang kuno, Ralph awalnya seperti orang kampung yang hijrah ke kota metropolitan. Dia tidak tahu bagaimana caranya berinteraksi di dunia internet yang serba modern. Segala sesuatu dia hadapi dengan sikapnya yang polos.

Sebaliknya, Vanellope tampak sangat menikmati dunia internet. Hingga akhirnya, gadis cilik tersebut sadar. Dia ingin tinggal di sana. Dan tidak mau balik ke dunia video game arcade. Yang sudah ketinggalan zaman itu.

Di sisi lain, Ralph, yang tidak kerasan di dunia internet, ingin segera pulang. Tapi, dia juga tidak rela jika harus berpisah dengan Vanellope. Persahabatan keduanya pun diuji. Apakah kebersamaan mereka bakal berakhir sampai di sini?

Jika dilihat dari plotnya, sekuel Wreck-It Ralph ini menawarkan setting cerita yang bisa nyambung dengan kids zaman now. Yaitu, dunia internet. Sekaligus media sosial yang ada di dalamnya.

Tim produksi Disney memang ingin membuat perwujudan dunia internet yang nyata. Lengkap dengan ciri khas yang sering terjadi di dalamnya. Misalnya, tentang hate speech atau ujaran kebencian. Yang cenderung mendominasi perilaku para netizen pada masa kini.

Internet mereka gambarkan sebagai kota yang sangat besar dan canggih. Masing-masing bangunannya mencerminkan situs-situs dan layanan di internet. Setiap orang yang ada di sana merupakan apa yang kita temukan saat browsing. Ralph dan Vanellope, yang masuk ke kota internet tersebut, layaknya pendatang di sebuah tempat baru.

Yang menarik, Ralph Breaks the Internet juga menjadi semacam reuni. Bagi para bintang film animasi yang diproduksi oleh Disney dan anak-anak perusahaannya. Adegan yang menjadi scene stealer adalah saat Ralph dan Vanellope berkunjung ke situs Disney.

Di sana, mereka bertemu dengan karakter-karakter ikonik. Temasuk, para Disney princess yang legendaris itu. Sebut saja: Mulan (Ming-Na Wen), Ariel (Jodi Beson), Belle (Paige O’Hara), Jasmine (Linda Larkin), Pocahontas (Irine Bedard), Tiana (Anika Noni Rose), Rapunzel (Mandy Moore), Merida (Kelly Macdonald), Anna (Kristen Bell), Elsa (Idina Menzel), Moana (Auli’i Cravalho), Cinderella (Jennifer Hale), Aurora (Kate Higgins), dan Snow White (Pamela Ribon).

Yang menarik, para putri di atas tidak tampil dengan kostum kebesaran masing-masing. Mereka menggantinya dengan baju kasual yang santai. Misalnya, Cinderella yang cantik itu hanya menggunakan sport suit biru.

Dari trailer yang dirilis beberapa waktu yang lalu, tampak adegan ketika Vanellope memasuki ruangan Disney princess tadi. Tapi, dia tidak disambut dengan hangat. Cinderella langsung memecahkan sepatu kacanya buat menodong. Pocahontas bersiap dengan tongkatnya. Dan Jasmine menggunakan lampu jin untuk mengancam. Mereka semua tampak curiga pada Vanellope.

Selain dikeroyok para Disney princess tadi, gadis cilik nan unyu tersebut juga bertemu dengan karakter-karakter lain dari jagat Winnie the Pooh dan Star Wars. Di antaranya adalah keledai Eeyore yang berwajah muram dan robot android C-3PO. Serta pasukan Stormtroopers yang mengejar-ngejar dia.

Untungnya, di dunia internet tersebut, tidak semua mencurigai Ralph dan Vanellope. Mereka juga mendapatkan bantuan. Dari beberapa karakter baru. Yang memberi arahan dan saran. Agar keduanya bisa mencapai tujuan.

Salah satunya adalah Yesss (Taraji P. Henson). Sebuah algoritma yang menentukan video yang sedang nge-trend di BuzzTube. Semacam YouTube di dunia nyata. Yesss digambarkan sangat cerdas, edgy, dan cool.

Selain itu, juga ada KnowsMore (Alan Tudyk). Yang wujudnya mirip cacing bertoga. Yang berperan seperti Google. Alias search engine yang tahu segalanya. Dengan kemampuan autofill yang sangat agresif. Karakter ini selalu berusaha menebak setiap suku kata yang diucapkan si pencari.

Tapi, di antara para karakter baru yang bakal membantu Ralph dan Vanellope, yang paling menarik perhatian adalah Shank. Seorang pebalap cewek jalanan yang sangat tangguh. Berasal dari game balap online: Slaughter Race. Pengisi suaranya pun tidak tanggung-tanggung. Yaitu, Gal Gadot!

Menurut bintang Wonder Woman tersebut, Shank adalah karakter yang paling keren. Dia sangat berpengalaman dan sangat hebat dalam balap mobil. Serta punya aura bad girl. Tapi, Shank sangat baik hati dan bijaksana. Mungkin, karakternya mirip dengan Gisele Yashar. Yang juga diperankan oleh Gal Gadot. Di franchise Fast & Furious.

Menurut sutradara Rich Moore, Gal Gadot telah menambahkan dimensi yang luar biasa dalam karakter Shank. Suaranya punya banyak tekstur. Sehingga memberi kesan hidup untuk tokoh tersebut.

Moore menambahkan, Shank juga sangat pas untuk mewakili figur kakak perempuan bagi Vanellope. Selama ini, pebalap cilik tersebut hanya merasakan figur kakak laki-laki dari Ralph. Oleh karenanya, tim produksi juga ingin menampilkan sosok perempuan yang dikagumi oleh Vanellope. Yang bisa menginspirasi anak-anak dan orang dewasa.

Sementara itu, menurut Mark Henn, supervising animator Disney, dunia internet yang menjadi latar cerita sangat luas. Apa pun dan siapa pun bisa ditemukan di dalamnya. Oleh karenanya, tim produksi ingin para karakter dari film Disney lain bisa muncul di hadapan Ralph. Hal itu akan membuat film semakin meriah. Dan berkesan layaknya pesta Disney.

Menurut Henn, melihat hampir semua karakter Disney, Pixar, Marvel dan Star Wars muncul di satu film itu sangat amazing dan fun. Interaksi mereka sangat menarik. Film ini bakal menjadi semacam reuni. Yang penuh kejutan dan canda tawa.

Selain para karakter tadi, musik soundtrack dari film-film lawas Disney juga menjadi backsound di beberapa adegan. Pokoknya, film ini semacam parade bagi produk-produk Disney. Dan sangat memanjakan mata para penggemarnya.

Upaya Disney tersebut, tampaknya, cukup sukses. Setelah menggelar world premiere di El Capitan Theatre, Los Angeles, pada 5 November 2018, film animasi komedi berdurasi 112 menit ini mendapat respon positif. Dari para kritikus.

Mereka menilai film lanjutan Wreck-It Ralph ini lebih bagus dari pendahulunya. Kisahnya lucu dan menyentuh hati. Dengan tampilan dunia internet yang sangat luas dan colorful. Para pengisi suaranya juga mendapat banyak pujian. Intinya, ini adalah sebuah sekuel yang sayang jika dilewatkan.

Oh, ya. Setelah film berbujet USD 175 juta ini berakhir, jangan buru-buru cabut. Karena bakal ada post-credit scene. Ala film-film superhero Marvel. Adegannya berhubungan dengan para pengguna internet yang sering terjebak click-bait.

***

Ralph Breaks the Internet: Wreck-It Ralph 2

Sutradara: Rich Moore, Phil Johnston
Produser: Clark Spencer
Penulis Skenario: Phil Johnston, Pamela Ribon
Pengarang Cerita: Rich Moore, Phil Johnston, Jim Reardon, Pamela Ribon, Josie Trinidad
Pemain: John C. Reilly, Sarah Silverman, Gal Gadot, Jane Lynch, Jack McBrayer, Alan Tudyk, Alfred Molina, Ed O’Neill, Taraji P. Henson
Musik: Henry Jackman
Sinematografi: Nathan Detroit Warner (tata letak), Brian Leach (pencahayaan)
Penyunting: Jeremy Milton
Produksi: Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 112 menit
Genre: Animation, Comedy, Kids & Family, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG (SU)
Budget: USD 175 juta
Rilis: 5 November 2018 (El Capitan Theatre), 21 November 2018 (Amerika Serikat), 23 November 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 23 November 2018)
IMDb: 7,9/10
Rotten Tomatoes: 86%
Metacritic: 71/100
CinemaScore: A-

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Ralph Breaks the Internet: Wreck-It Ralph 2 (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s