Ulasan Film: Aquaman (2018)

Warner Bros. Pictures dan DC Entertainment sedang termehek-mehek. Untuk membangun kembali reputasi mereka. Yang hancur. Setelah film Justice League gagal total. Tahun lalu.

Tidak hanya dihujat habis-habisan oleh para kritikus, film blockbuster itu juga kurang disukai para fans DC Comics. Perolehannya di box office pun termasuk jeblok. Hanya USD 650-an juta. Relatif rendah untuk ukuran film yang menampilkan banyak superhero. Padahal, Justice League sempat dijagokan untuk menjadi pesaing Avengers-nya Marvel.

Untuk menyaingi, apalagi mengalahkan, Disney dan Marvel dengan Avengers-nya memang sangat berat. Bahkan, Dilan aja nggak akan kuat. Namun, saat ini, Warner Bros. dan DC punya kesempatan. Setidaknya, untuk menyelamatkan muka mereka. Agar tidak malu-malu amat. Yaitu, lewat Aquaman.

Film yang mengisahkan tentang penguasa kerajaan bawah laut tersebut menjadi “anak tunggal”. Alias satu-satunya film superhero DC Comics yang dirilis oleh Warner Bros. tahun ini. Mungkin, mereka masih trauma dengan kegagalan Justice League.

Meski demikian, Boss DC Entertainment Geoff Johns optimistis: Aquaman, yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari Rabu (12/12) ini, bakal keren. Bakal berenang. Tidak akan tenggelam seperti Justice League.

Dalam menangani proyek yang dibintangi Jason Momoa ini, DC memang menggunakan pendekatan yang berbeda. Bila dibandingkan dengan film-film sebelumnya. Yang dibesut oleh sutradara Zack Snyder. Yang visualisasinya apik, tapi nuansanya cenderung kelam itu.

Kali ini, DC menunjuk James Wan sebagai sutradara Aquaman. Sineas asal Malaysia itu dikenal sebagai maestro franchise horror. Seperti Saw, Insidious dan The Conjuring. Namun, dia juga pernah sukses saat membesut film action Furious 7 (2015). Yang menjadi seri terlaris dari franchise Fast & Furious.

Menurut Direktur Warner Bros. Pictures Toby Emmerich, James Wan telah membawa franchise DC Extended Universe (DCEU) ke arah yang berbeda. Dengan menyajikan sebuah imajinasi dunia bawah air. Yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Demikian juga menurut produser Peter Safran. Dia yakin. Ini adalah langkah yang luar biasa bagi DCEU. Aquaman bakal menjadi perwujudan dari visi unik James Wan. Yang banyak mengandung adegan action dan humor. Yang sangat keren jika dilihat dari berbagai sisi.

Saat tampil di ajang San Diego Comic-Con pada bulan Juli yang lalu, James Wan mengakui ini adalah film superhero pertamanya. Oleh karena itu, dia ingin membuat Aquaman sedikit berbeda dan sedikit unik. Lebih seperti sci-fi fantasy daripada film superhero tradisional.

Wan mengungkapkan, sangat penting untuk menyajikan konsep visual dan estetik yang sesuai dengan ciri khasnya. Dia tidak mau jika hanya sekadar memenuhi keinginan pasar. Oleh karena itu, Aquaman yang tahun lalu sudah menjalani debut di Justice League, kali ini bakal tampil lebih fresh di film solonya.

Setelah ikut bertempur dengan para superhero lain di Justice League, Aquaman yang bernama asli Arthur Curry itu dikisahkan kembali ke tempat asalnya: Atlantis. Sebuah kerajaan rahasia di bawah laut. Yang sangat indah dan penuh dengan teknologi canggih.

Menurut versi komik, Arthur (Jason Momoa) adalah anak hasil indehoy penguasa Atlantis: Ratu Atlanna (Nicole Kidman). Dengan seorang manusia biasa. Penjaga mercusuar. Yang bernama Thomas Curry (Temuera Morrison).

Dari trailer yang dirilis beberapa waktu yang lalu, ada scene Queen Atlanna sedang menggendong bayi. Sambil menghadap ke seorang pria. Besar kemungkinan, bayi tersebut adalah si Arthur kecil. Yang namanya terinspirasi dari badai topan yang terjadi ketika dia lahir.

Arthur bisa hidup di bawah laut dan di daratan. Dia mampu berkomunikasi dengan ikan dan makhluk-makhluk akuatik lainnya. Dia juga bisa mengendalikan ombak, berenang dengan kecepatan supersonic, dan memiliki kekuatan superhuman.

Jason Momoa, sang pemeran utama, mengakui dirinya dituntut untuk mengeksplorasi banyak sisi dari Aquaman. Dia juga merasa punya kesamaan dengan karakter yang dia perankan. Yakni, sama-sama blasteran.

Arthur Curry memang digambarkan sebagai separo manusia, separo makhluk Atlantis. Namun, dia tidak diterima di dua tempat tersebut. Jason Momoa yang lahir di Hawai’i dan besar di Iowa bisa memahaminya. Karena dia juga pernah mengalaminya.

Sosok Aquaman memang ditampilkan lebih manusiawi di franchise DCEU ini. Momoa, awalnya, mengincar peran sebagai Batman ketika menjalani casting. Namun, akhirnya, dia berubah pikiran. Setelah sutradara Justice League, Zack Snyder, menggambarkan detail karakter Aquaman. Yang rapuh tersebut.

Momoa menilai hal itu sebagai kesempatan bagus. Untuk menunjukkan kemampuan aktingnya. Karena, selama ini, pemeran Khal Drogo di serial superpopuler Game of Thrones tersebut lebih dikenal gara-gara badan kekarnya.

Alhasil, selama syuting Aquaman, Momoa yang supermacho itu menjadi drama queen. Karena sering menangis. Untuk menghayati perannya. Bahkan, dia juga sempat meminta nasihat dari Michael Fassbender. Yang sudah berpengalaman menjadi Magneto. Di franchise X-Men-nya Marvel.

Yang menarik, meski harus berakting galau, Momoa tetap tidak bisa meninggalkan kebiasaannya yang usil. Yang sering menjadi korbannya di lokasi syuting adalah Amber Heard. Momoa kerap merobek buku yang sedang dibaca oleh mantan istri Johnny Depp tersebut. Untuk mengatasinya, Amber melapisi bukunya dengan bahan green screen. Lalu membacanya di area yang berlayar hijau.

Dari video extended yang dirilis pada bulan Oktober yang lalu, tampak Aquaman sedang bersama pacarnya yang supersexy. Yang diperankan oleh Amber Heard tadi. Yaitu: Queen Mera. Yang merupakan putri dari King Nereus (Dolph Lundgren).

Di film berdurasi 143 menit ini, Mera digambarkan sebagai seorang ratu sekaligus petarung yang tangguh. Dia juga memiliki kekuatan hidrokinetik dan telepatik. Yang bisa mengendalikan lingkungan akuatik di sekitarnya.

Dengan karakter superhero cewek yang sangar tersebut, Heard berharap Mera bakal dibikinkan film solonya sendiri. Seperti Wonder Woman. Bahkan, dia juga ingin Mera berkolaborasi dengan sosok pahlawan yang diperankan oleh Gal Gadot tersebut. Menurutnya, mereka bakal menjadi duo yang mantul. Alias mantap betul.

Tapi, untuk sementara, Heard harus puas dengan duet Aquaman dan Mera terlebih dahulu. Mereka dikisahkan bakal menyusuri jejak peninggalan Atlantis. Hingga ke Gurun Sahara di Afrika. Untuk mencari Trident of Neptune. Alias Trisula Neptunus.

Tombak bermata tiga tersebut memiliki kekuatan untuk menyatukan daratan dan lautan. Tapi, di tangan orang yang salah, senjata yang dulu dimiliki oleh Raja Atlan itu bisa menghancurkan dunia.

Arthur harus mendapatkan trisula sakti tersebut. Untuk menghentikan saudara tirinya yang jahat dan ambisius. Sang Ocean Master. Yang bernama King Orm (Patrick Wilson). Dia ingin menyatukan tujuh kerajaan di bawah laut. Dan menyatakan perang terhadap umat manusia di daratan. Karena dianggap telah mencemari lautan.

Orm memiliki pasukan lobster raksasa yang sangat tangguh. Selain itu, dia juga menunggangi seekor tylosaurus. Sejenis kadal laut raksasa dari zaman purba. Yang tungkai depannya mirip penyu dan rahangnya mirip buaya itu.

Di samping Orm, Arthur juga harus menghadapi Black Manta. Seorang tentara bayaran sekaligus bajak laut. Yang menggunakan kostum supercanggih bak alien. Yang menjadi musuh bebuyutan Aquaman di versi komik.

Meski demikian, menurut James Wan, Black Manta bukanlah villain. Sosok bernama asli David Kane itu menjadi semacam karakter pendukung. Wan sengaja langsung menampilkannya di film pertama ini. Untuk menarik perhatian penonton dan fans. Daripada menyimpannya untuk sekuelnya.

Yang lucu, sang pemeran Black Manta, Yahya Abdul-Mateen II, mengaku tak bisa berenang. Alhasil, sebelum syuting, dia belajar pagi dan malam di kolam renang hotel. Namun, hal itu ternyata tak berguna. Karena, akhirnya, sebagian besar adegan bawah laut dilakukan dengan tali dan harness.

Selain Orm dan Black Manta, ada satu lagi karakter yang cukup penting. Yaitu: Nuidis Vulko (Willem Dafoe). Sosok yang memiliki tunggangan hiu martil berperisai itu adalah penasihat tertinggi. Di Kerajaan Atlantis. Sekaligus mentor yang membimbing Aquaman. Sejak hari pertamanya hidup di bawah laut.

Btw, sebagian besar syuting film ini dilakukan dengan bantuan computer-generated imagery (CGI). Alhasil, tunggangan para penghuni Atlantis yang berwujud makhluk bawah laut itu pun digantikan dengan mainan. Yang bentuknya serupa.

Menurut Amber Heard, untuk syuting adegan bawah laut, para pemain bakal dibawa ke soundstage. Lalu, mereka disiram dengan slang. Di film ini, memang bakal sering terlihat Aquaman beradegan dengan deburan air.

Karena sering basah-basahan tersebut, tidak seperti superhero lain yang ribet dengan kostum, Aquaman bakal lebih banyak bertelanjang dada. Meski demikian, di beberapa adegan, tampak dia mengenakan kostum orisinal. Seperti dalam komiknya. Yang bersisik dan berwarna keemasan itu.

Mengenai anggota Justice League yang lain (Batman, Superman, Wonder Woman, The Flash, dan Cyborg), James Wan menyatakan tidak bakal ada yang muncul sebagai cameo. Bisa dibilang, hampir semua tokoh di film Aquaman ini belum pernah tampil di film-film DCEU sebelumnya.

Upaya James Wan untuk menghidupkan Aquaman, tampaknya, cukup berhasil. Setelah menggelar world premiere di Empire, Leicester Square, London, pada 26 November 2018, banyak kritikus yang memuji gaya penyutradaraannya. Penampilan Jason Momoa, Amber Heard dan Nicole Kidman juga dinilai cukup apik.

Berbeda dengan Aquaman yang pernah kita lihat di Justice League. Di film solonya ini, sang Raja Atlantis tersebut ditampilkan persis versi komiknya. Yang kisahnya lebih kompleks, lebih rapuh, lebih manusiawi, sekaligus lebih asyik untuk ditonton.

Cerita Aquaman dikemas dengan padat. Latar belakang tokoh utamanya diurai satu-persatu. Sehingga para penonton yang belum pernah membaca komiknya tetap bisa menikmati versi filmnya ini.

Warner Bros. dan DC Entertainment tampaknya sudah belajar banyak dari kegagalan film-film sebelumnya. Cerita Aquaman yang padat tadi juga dibumbui dengan adegan action yang seru dan lucu. Durasi dua jam lebih pun tidak terasa panjang dan membosankan.

Intinya, Aquaman mampu berenang. Tidak tenggelam seperti Justice League. Visual efeknya sangat menghibur. Para penonton seakan diajak menyelam dan menyaksikan kehidupan bawah laut yang memukau. Dengan makhluk-makhluknya yang unik.

Meski demikian, ada juga kritikus yang menganggap plotnya berantakan. Dialog-dialognya lemah. Dan durasinya terlalu lama. Serta terlalu mengandalkan Jason Momoa sebagai lakon utama.

Aquaman memang baru akan dirilis di Amerika pada 21 Desember 2018 nanti. Tapi, sudah tayang di China sejak hari Jumat (7/12) yang lalu. Sejauh ini, pencapaiannya secara box office juga cukup bagus. Buktinya, baru tiga hari dirilis, film berbujet USD 200 juta ini sudah memecahkan rekor pendapatan film produksi Warner Bros. Pictures di Tiongkok. Yaitu: Sebesar USD 93,6 juta. Mengalahkan pemegang rekor sebelumnya: Ready Player One.

Berbekal hasil positif tersebut, Warner Bros. pun semakin optimistis. Bahkan, kabarnya, mereka langsung mempersiapkan sekuelnya. Kita tunggu saja. Semoga Aquaman juga bisa sukses di Amerika. Let’s make Atlantis and DC Universe great again!

***

Aquaman

Sutradara: James Wan
Produser: Peter Safran, Rob Cowan
Penulis Skenario: David Leslie Johnson-McGoldrick, Will Beall
Pengarang Cerita: Geoff Johns, James Wan, Will Beall
Berdasarkan: Aquaman by Mort Weisinger, Paul Norris
Pemain: Jason Momoa, Amber Heard, Willem Dafoe, Patrick Wilson, Dolph Lundgren, Yahya Abdul-Mateen II, Nicole Kidman
Musik: Rupert Gregson-Williams
Sinematografi: Don Burgess
Penyunting: Kirk Morri
Produksi: Warner Bros. Pictures, DC Films, The Safran Company, Cruel and Unusual Films, Mad Ghost Productions
Distributor: Warner Bros. Pictures
Durasi: 143 menit
Genre: Action & Adventure, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 200 juta
Rilis: 26 November 2018 (Leicester Square), 12 Desember 2018 (Indonesia), 21 Desember 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 11 Desember 2018)
IMDb: 8,3/10
Rotten Tomatoes: 74%
Metacritic: 53/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Aquaman (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s