Ulasan Film: Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)

Sebelum di-homecoming-kan oleh Marvel Studios, Spider-Man menjadi salah satu andalan Sony Pictures di layar lebar. Tercatat, ada lima film live-action tentang manusia laba-laba. Yang sudah ditelurkan oleh induk perusahaan Columbia Pictures tersebut. Mulai dari zamannya Toby Maguire. Hingga Andrew Garfield.

Akhir tahun ini, Sony Pictures kembali merilis film tentang Spidey. Tapi, bukan versi live-action. Melainkan, versi animasi. Yang berjudul Spider-Man: Into the Spider-Verse. Yang menjadi versi animasi kedua yang menampilkan karakter utama Miles Morales. Setelah serial televisi Ultimate Spider-Man (2012-2017).

Selama ini, para fans Marvel mengenal Spider-Man sebagai seorang yatim piatu. Bernama Peter Parker. Yang tinggal bersama paman dan bibinya. Setelah digigit laba-laba mutan, nasibnya kemudian berubah. Dari seorang remaja cupu, menjadi superhero tangguh.

Namun, film animasi Spider-Man terbaru ini bakal menampilkan sesuatu yang berbeda: Bahwa Spidey tidak cuma satu. Tidak cuma Peter Parker. Karena yang menjadi lakon utamanya di sini adalah seorang bocah berkulit hitam. Yang bernama Miles Gonzalo Morales.

Sosok yang diciptakan oleh Brian Michael Bendis dan Sara Pichelli itu muncul pertama kali di komik Marvel Ultimate Fallout No. 4 (Agustus 2011). Digambarkan sebagai remaja Afro-Latino keturunan Puerto Rico. Inspirasinya diambil dari Presiden Barack Obama dan aktor Donald Glover.

Di versi film animasinya, suara Miles Morales diisi oleh Shameik Moore. Dia menjadi Spider-Man. Menggantikan Peter Parker (suaranya diisi oleh Chris Pine). Yang dikisahkan sudah tewas. Dibunuh oleh Green Goblin (Jorma Taccone).

Miles sendiri mendapat kekuatan sebagai Spider-Man setelah digigit laba-laba. Yang telah terkontaminasi oleh serum yang diambil dari darah Peter Parker. Yang diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Oscorp.

Di film ini, Spider-Man versi Miles Morales bakal menghadapi gembong mafia international: Wilson Fisk. Alias Kingpin (Liev Schreiber). Yang biasanya menjadi musuh bebuyutan Daredevil di Marvel Universe.

Namun, kali ini, Miles tidak sendirian. Karena dia bakal dibantu oleh banyak Spider-Man. Dari berbagai universe. Alias Spider-Verse. Tak tanggung-tanggung. Bakal muncul lima Spidey lainnya di film ini!

Iya. Bakal ada enam Spider-Man dari enam universe yang berbeda. Entah bagaimana caranya, mereka semua bisa berkumpul menjadi satu. Di universe-nya Miles Morales. Yang disebut sebagai Earth 1610.

Yang pertama adalah Peter Benjamin Parker (Jake Johnson). Yang sudah berusia 40-an tahun. Yang sebenarnya sudah lelah menjadi Spider-Man. Dia bakal membimbing Miles. Yang baru mendapat kekuatan laba-labanya. Agar tidak tewas seperti Peter Parker di universe-nya.

Yang kedua adalah Spider-Noir (Nicolas Cage). Yang berasal dari tahun 1930-an yang kelam. Sebuah era ketika kriminalitas merajai dunia. Spidey jadul ini berkostum serba hitam. Dan bersenjatakan sepasang pistol.

Yang ketiga adalah Spider-Woman (Hailee Steinfeld). Yang bernama Gwen Stacy. Yang berasal dari Earth 65. Cewek SMA tersebut merupakan anak dari seorang perwira polisi. Dia juga mendapat kekuatan setelah digigit laba-laba hasil rekayasa genetika.

Di versi komik original, Gwen Stacy adalah pacar pertama Peter Parker. Yang tewas saat Spidey bertarung dengan Electro. Seperti yang tersaji di film The Amazing Spider-Man 2 (2014). Yang dibintangi oleh Andrew Garfield dan Emma Stone itu.

Lalu, yang keempat adalah SP//dr. Sebuah robot biomekanikal berwujud Spider-Man. Yang sekilas mirip Baymax di film animasi Big Hero 6 (2014). Yang dikendalikan oleh seorang cewek Jepang dari anime-universe. Yang bernama Peni Parker (Kimiko Glenn).

Paman dan bibi Peni merupakan sepasang peneliti yang mengembangkan SP//dr. Bokap Peni sendiri tewas saat menggunakannya. Hanya Peni yang memiliki kode genetik yang tepat untuk menggantikan bokapnya. Dengan cara digigit laba-laba radioaktif. Agar terikat dengan sistem SP//dr.

Yang terakhir, yang paling menarik, adalah Spider-Ham (John Mulaney). Yang bernama Peter Porker. Yang berasal dari cartoon-universe. Awalnya, dia adalah laba-laba yang terkena radiasi. Dari eksperimen seorang ilmuwan babi bernama May Porker. Yang akhirnya mengubah Peter menjadi setengah babi dan setengah laba-laba.

Selain keenam Spider-Man di atas, karakter familiar lain yang bakal muncul adalah Mary Jane “MJ” Watson (Zoe Kravitz). Di versi komik original, MJ adalah pacar kedua Peter Parker. Setelah Gwen Stacy meninggal. Di versi film yang dulu dibintangi Toby Maguire, MJ diperankan oleh Kirsten Dunst.

Rencana untuk membuat film animasi Spider-Man, sebenarnya, sudah ada sejak 2014. Yang memiliki ide adalah duo sutradara The Lego Movie (2014): Phil Lord dan Christopher Miller. Namun, baru secara resmi diumumkan pada April 2015. Proyeknya sendiri baru dimulai pada bulan April tahun lalu.

Awalnya, film yang menjadi debut bagi sutradara Bob Persichetti ini didedikasikan untuk Steve Ditko. Co-creator Spider-Man. Yang meninggal pada 6 Juli 2018. Namun, beberapa bulan kemudian, co-creator Spidey yang lain, Stan Lee, juga menyusul Ditko. Nama kedua legenda Marvel tersebut akhirnya ditampilkan di credit title. Sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih.

Stan Lee sendiri sempat merekam suara untuk menjadi cameo. Seperti kebiasaannya di film-film superhero Marvel lainnya. Spider-Man: Into the Spider-Verse pun tercatat sebagai akting terakhirnya sebelum meninggal.

Sementara itu, Phil Lord dan Christopher Miller menginginkan film animasi Spider-Man terbaru ini memiliki gaya yang unik. Yaitu menggabungkan animasi komputer dengan teknik menggambar komik tradisional. Yang menggunakan tangan. Yang terinspirasi dari co-creator Miles Morales: Sara Pichelli.

Untuk menuntaskan proyek film berdurasi 117 menit ini, dibutuhkan lebih dari 140 animator. Yang akhirnya memecahkan rekor: Sebagai jumlah kru terbanyak. Yang pernah dilibatkan oleh Sony Pictures Animation. Dalam proses produksi sebuah film.

Di samping itu, Sony juga menggandeng Post Malone, Nicki Minaj, Lil Wayne, Vince Staples, hingga Swae Lee. Untuk mengisi soundtrack Spider-Verse. Lagu-lagunya, salah satunya berjudul Sunflower, dijamin bakal memanjakan telinga penggemar hip-hop dan rap.

Upaya Sony Pictures dalam mengangkat Spider-Man versi animasi tadi, tampaknya, berbuah manis. Setelah tayang secara global sejak hari Jumat (14/12) yang lalu, film yang menghabiskan bujet USD 90 juta ini mendapat respon sangat positif. Dari para kritikus.

Yang paling banyak dipuji adalah gaya visualisasinya yang sungguh inovatif. Belum pernah ditemui di film-film animasi lainnya. Style-nya benar-benar revolusioner. Ala komik. Lengkap dengan balon kata yang mencolok. Jika si tokoh terkena hantaman atau diserang musuh.

Selain itu, jalan ceritanya juga menarik dan rapi. Sehingga para penonton yang belum membaca komiknya tidak akan kebingungan. Meski versi filmnya ini menampilkan banyak tokoh. Penampilan para karakternya yang banyak itu juga dinilai sangat kuat. Voice acting-nya oke. Action-nya seru. Dan humornya sangat menghibur.

Para kritikus pun menganggap Spider-Verse sebagai film Spider-Man terbaik yang pernah dibuat. Kisahnya punya unsur fun dan fierce. Yang sering ditinggalkan oleh proyek adaptasi komik. Bisa dibilang, ini merupakan penyegaran. Di antara banyaknya film superhero yang membanjiri bioskop.

Tak heran, Spider-Man: Into the Spider-Verse berhasil masuk nominasi film animasi terbaik. Di ajang Golden Globe Awards dan Critics’ Choice Awards. Serta dijagokan untuk menembus Piala Oscar tahun depan.

Dengan kesuksesan tersebut, Sony Pictures tidak mau menunggu lama. Kabarnya, mereka langsung menyiapkan sekuel dan beberapa spin-off-nya. Yabg dibidik sebagai sutradara film kedua adalah Joaquim Dos Santos. Yang sudah berpengalaman membesut serial animasi Justice League Unlimited (2004-2006) dan Avatar: The Last Airbender (2005-2008).

Sementara itu, untuk menggarap spin-off-nya, Sony mengincar Lauren Montgomery. Yang sudah sukses menyutradarai berbagai film animasi. Seperti Wonder Woman (2009), Superman/Batman: Apocalypse (2010), Batman: Year One (2011), dll.

Kabarnya, untuk versi spin-off-nya, Sony menginginkan all female Spider-Women. Yang akan berfokus pada tiga wanita dalam film Spider-Man. Kemungkinan besar, Spider-Gwen, yang menjalani debut di Spider-Verse, bakal kembali tampil di film spin-off-nya nanti.

Oh, ya. Seperti film-film superhero Marvel lainnya, bakal ada post-credits scene di Spider-Verse ini. Kabarnya, adegan singkat tersebut bakal menampilkan Spider-Man dari masa depan. Dari tahun 2099. Yang menjadi alter-ego dari sosok bernama Miguel O’Hara. Yang suaranya diisi oleh Oscar Isaac.

Apakah post-credits scene tersebut merupakan petunjuk bagi sekuel Spider-Verse? Bagaimana pula penampakan Spider-Man versi futuristik yang bikin penasaran itu? Jangan keburu pulang dulu setelah film usai.

***

Spider-Man: Into the Spider-Verse

Sutradara: Bob Persichetti, Peter Ramsey, Rodney Rothman
Produser: Avi Arad, Amy Pascal, Phil Lord, Christopher Miller, Christina Steinberg
Penulis Skenario: Phil Lord, Rodney Rothman
Pengarang Cerita: Phil Lord
Berdasarkan: Miles Morales by Brian Michael Bendis, Sara Pichelli
Pemain: Shameik Moore, Jake Johnson, Hailee Steinfeld, Mahershala Ali, Brian Tyree Henry, Lily Tomlin, Luna Lauren Velez, John Mulaney, Kimiko Glenn, Nicolas Cage, Liev Schreiber
Musik: Daniel Pemberton
Penyunting: Robert Fisher Jr.
Produksi: Columbia Pictures, Sony Pictures Animation, Marvel Entertainment, Lord/Miller Productions, Arad Productions, Pascal Pictures
Distributor: Sony Pictures Releasing
Durasi: 117 menit
Genre: Action & Adventure, Animation, Kids & Family, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG (SU)
Budget: USD 90 juta
Rilis: 1 Desember 2018 (Regency Village Theater), 14 Desember 2018 (Indonesia & Amerika Serikat)

Rating (hingga 16 Desember 2018)
IMDb: 8,8/10
Rotten Tomatoes: 97%
Metacritic: 87/100
CinemaScore: A+

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s