Ulasan Film: Bumblebee (2018)

Sejak dirilis pertama kali satu dekade silam, Transformers mampu memikat hati para penonton bioskop. Lalu bertransformasi menjadi salah satu franchise film tersukses sepanjang masa. Total pemasukan sekitar USD 4,3 miliar berhasil diraup dari lima film yang sudah ditayangkan.

Meski rata-rata mendapat review negatif dari para kritikus, keberhasilan secara finansial tadi membuat Paramount Pictures pede. Untuk melanjutkan dan mengembangkan franchise yang diadaptasi dari mainan robot-robotan produksi Hasbro tersebut.

Film yang keenam, yang merupakan spin-off, akhirnya juga dirilis pekan ini. Berjudul Bumblebee. Menjadi prekuel dari lima film sebelumnya. Menceritakan tentang asal-usul si Robot Kuning. Yang selama ini menjadi favorit para fans Transformers tersebut. Ber-setting di pesisir pantai California pada 1987. Alias 20 tahun sebelum kejadian di film pertama.

Berbeda dengan lima film Transformers sebelumnya, di film solonya ini, Bumblebee masih berwujud mobil Volkswagen Beetle klasik keluaran 1967. Alias VW Kodok. Belum menjadi sedan Chevrolet Camaro keluaran 1977. Yang nantinya menjadi tunggangan Sam Witwicky (Shia LaBeouf) dan Cade Yeager (Mark Wahlberg) itu.

Autobots muda berkode B-127 tersebut memang dikisahkan tiga kali berganti wujud. Penampakan pertamanya, sebelum menjadi VW Kodok, berupa jeep Willys MB. Yang juga berwarna kuning. Yang menjadi warna khasnya.

Selain itu, Bumblebee juga (masih) bisa berbicara. Komponen audio voice-nya belum rusak. Di film ini, suaranya diisi oleh Dylan O’Brien. Iya, ini si cowok ganteng yang menjadi bintang franchise Maze Runner tersebut.

Dari trailer yang dirilis pada bulan September yang lalu, tampak Bumblebee sedang bersama seorang cewek abege. Bernama Charlie Watson (Hailee Steinfeld). Yang mengalami trauma. Setelah kematian bokapnya. Sang ibu, yang tak tahan menjanda, memutuskan untuk kawin lagi. Selain dengan nyokap dan suami barunya, Charlie juga tinggal serumah bersama adik laki-lakinya.

Kehidupan Charlie yang suram itu kemudian berubah. Saat sedang berulang tahun ke-18, dia mendapat hadiah dari pamannya yang pemilik bengkel: Berupa mobil VW Kodok tua. Yang sebenarnya merupakan “jelmaan” Bumblebee. Yang sedang hilang ingatan. Dan bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Tak lama kemudian, Charlie yang jago mekanik itu menyadari mobil bekas tadi bukan mobil biasa. Karena bisa bertransformasi menjadi sebuah robot yang lucu. Yang akhirnya dia namai Bumblebee. Sesuai dengan penampakannya yang mirip lebah berwarna kuning itu.

Charlie kemudian juga membantu Bumblebee untuk mengembalikan ingatannya. Dengan mereparasi spare-part-nya yang rusak. Keduanya pun segera menjadi sahabat dekat. Selain itu, Charlie juga harus melindungi Bee dari musuhnya: Decepticons.

Dari trailer, tampak beberapa anggota Decepticons yang muncul. Antara lain: Shatter, Dropkick, Blitzwing, Shockwave, Soundwave, Starscream dan Ravage. Semuanya berbentuk robot. Yang bisa berubah menjadi mobil, helikopter, dan pesawat tempur.

Para Decepticons yang berasal dari luar angkasa tersebut turun ke Bumi. Untuk memburu anggota Autobots yang menjadi musuh mereka. Yakni: Bumblebee. Selain itu, robot-robot jahat tersebut juga menghasut Jack Burns (John Cena). Seorang agen dari Sector 7. Alias badan rahasia milik pemerintah Amerika. Yang khusus menangani para makhluk asing.

Menurut sutradara Travis Knight, Agent Burns sebenarnya bukan murni villain. Karakternya lebih condong ke arah grey area. Alias abu-abu. Dia bertugas menghentikan perang alien robot. Antara Decepticons dan Autobots. Yang terjadi di kawasan San Francisco Bay.

Selain para Decepticons, film Bumblebee juga menampilkan para Autobots. Dari trailer, tampak pemimpinnya yang legendaris: Optimus Prime. Yang suaranya tetap diisi oleh Peter Cullen. Aktor kawakan tersebut sudah menjadi Optimus sejak versi serial kartun Transformers pada 1984.

Hanya saja, penampakan Optimus di film spin-off ini dibatasi. Tidak sebanyak di lima film Transformers sebelumnya. Dia muncul di scene berlatar Planet Cybertron. Setelah itu, dia hanya tampil berbentuk hologram. Prime memberi Bumblebee misi: Untuk menghentikan perang robot. Serta melindungi Bumi dan orang-orangnya.

Dibandingkan lima film Transformers sebelumnya, proyek spin-off ini memang berbeda. Bisa dibilang, film Bumblebee merupakan soft reboot. Alias mengulang lagi dari awal. Tapi, kisahnya masih berhubungan.

Mungkin, ini berkaitan dengan rencana besar Paramount Pictures. Untuk membuat Hasbro Universe. Yang bakal menggabungkan Transformers dengan G.I. Joe, M.A.S.K., dll.

Perbedaan lain yang mencolok: Untuk kali pertama, Michael Bay tidak lagi menyutradarai proyek Transformers. Dia hanya menjadi produser. Untuk proyek spin-off yang pertama ini, Travis Knight yang dipercaya sebagai sutradara. Sebelumnya, dia sukses menelurkan film animasi stop-motion: Kubo and the Two Strings (2016).

Saat diwawancarai di ajang CinemaCon, Las Vegas, pada April 2018, Knight mengaku ingin mengembalikan hal-hal yang membuat franchise Transformers berpengaruh. Antara lain: Karakter, emosi, dan ledakan. Bahkan, dia menjanjikan film Bumblebee ini bakal dihiasi oleh banyak ledakan.

Meski demikian, Knight menambahkan, aspek cerita dari film blockbuster pertamanya ini bukan hanya perang antara Autobots melawan Decepticons. Tapi juga tentang hubungan persahabatan antara Bumblebee dan Charlie. Tentang bagaimana mereka akhirnya saling melengkapi.

Sementara itu, Hailee Steinfeld mengaku sudah mengenal kisah robot-robot dalam franchise Transformers sejak dulu. Berkat kakaknya. Yang pernah mengajaknya nonton salah satu filmnya. Saat syuting, Hailee juga sering ngobrol dengan kakaknya. Terutama soal mesin dan mobil.

Hailee juga mengaku, bagian tersulit dalam memerankan Charlie Watson adalah saat beradegan dengan para robot Transformers. Bukan karena harus berbicara dengan bahasa mesin. Tapi karena sosok Bumblebee digantikan dengan bola tenis.

Iya, sepanjang syuting, cewek manis kelahiran 11 Desember 1996 itu harus ngobrol dengan bola tenis. Dengan tempelan mata. Yang digantung setinggi empat meter.

Karakter Bumblebee di film ini memang ditampilkan dengan bantuan efek visual. Alias computer-generated imagery (CGI). Bahkan, di beberapa scene, sosok robot berwarna kuning itu digantikan dengan tumpukan kotak. Hailee sempat merasa apakah dirinya waras. Karena harus beradu akting dengan benda mati.

Di lain pihak, lewat film berdurasi 114 menit ini, para fans Transformers klasik juga bakal terpuaskan. Karena sutradara Travis Knight menampilkan robot-robot versi original: Model G1 (Transformers Generation 1). Yaitu seri mainan produksi Hasbro yang dirilis pada 1984-1992. Bisa dibilang, Knight telah “mengembalikan” cerita franchise ini ke asalnya lewat Bumblebee.

Upaya yang dilakukan oleh sineas berusia 45 tahun itu, tampaknya, berbuah manis. Setelah menggelar gala premiere di Sony Center, Berlin, pada 3 Desember 2018, film berbujet USD 102 juta ini mendapat respon positif. Dari para kritikus.

Bahkan, Bumblebee disebut-sebut sebagai film Transformers terbaik yang pernah dibuat. Jauh lebih baik daripada lima film sebelumnya. Yang banyak dihujat oleh para kritikus, tapi teteup laris itu.

Bisa dibilang, Bumblebee berhasil menyelamatkan franchise Transformers. Dengan membawa rasa baru yang berbeda dari film-film pendahulunya. Kisahnya dinilai lebih mengena di hati penonton. Karena menampilkan unsur emosi yang cukup kuat.

Para penonton yang selama ini tidak mengikuti franchise Transformers juga tidak akan bingung. Karena sutradara Travis Knight dan penulis skenario Christina Hodson meramu kisah Bumblebee dengan sangat padat. Alurnya runtut. Konflik dan penyelesaiannya jelas.

Meski pertarungan antar-robot-nya tidak sebanyak di film-film Transformers sebelumnya, adegan action yang disuguhkan oleh Bumblebee dinilai cukup seru. Humornya lucu. Akting para pemainnya, seperti Hailee Steinfeld, John Cena, dan Dylan O’Brien, juga oke punya.

Oh, ya. Setting era 1980-an yang disajikan oleh Bumblebee juga berpotensi membuat para penonton dewasa bernostalgia. Dan mungkin bakal ada yang teringat dengan pacar lama..

***

Bumblebee

Sutradara: Travis Knight
Produser: Lorenzo di Bonaventura, Tom DeSanto, Don Murphy, Michael Bay, Mark Vahradian
Penulis Skenario: Christina Hodson
Berdasarkan: Transformers by Hasbro
Pemain: Hailee Steinfeld, John Cena, Jorge Lendeborg Jr., John Ortiz, Jason Drucker, Pamela Adlon
Musik: Dario Marianelli
Sinematografi: Enrique Chediak
Penyunting: Paul Rubell
Produksi: Di Bonaventura Pictures, Allspark Pictures, Tencent Pictures
Distributor: Paramount Pictures
Durasi: 114 menit
Genre: Action & Adventure, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 102 juta
Rilis: 3 Desember 2018 (Sony Center), 19 Desember 2018 (Indonesia), 21 Desember 2018 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 18 Desember 2018)
IMDb: 7,2/10
Rotten Tomatoes: 96%
Metacritic: 70/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Bumblebee (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s