Ulasan Film: Mary Poppins Returns (2018)

Inilah film live-action yang menjadi andalan Disney di penghujung tahun 2018. Yang mengisahkan kembalinya pengasuh ajaib nan legendaris: Mary Poppins. Yang sayangnya kurang begitu dikenal di Indonesia.

Mary Poppins adalah karakter utama dari serial novel anak-anak. Yang terdiri dari delapan buku tersebut. Seri pertamanya terbit pada 1934. Dan seri terakhirnya pada 1988. Semuanya ditulis oleh novelis wanita Inggris kelahiran Australia: Pamela Lyndon Travers. Alias P. L. Travers. Dengan Mary Shepard sebagai ilustratornya.

Mary Poppins pertama kali diadaptasi menjadi sebuah film musikal pada tahun 1964. Proses untuk memperoleh hak adaptasi tersebut berjalan sangat alot. Walt Disney membutuhkan waktu hingga 20 tahun. Untuk membujuk P. L. Travers. Agar bersedia memfilmkannya.

Momen bersejarah itu kemudian juga diangkat ke layar lebar. Pada tahun 2013. Lewat film Saving Mr. Banks. Yang dibintangi Emma Thompson dan Tom Hanks. Yang mengisahkan tentang latar belakang pembuatan film Mary Poppins versi original tadi.

Film terbaru yang berjudul Mary Poppins Returns ini merupakan lanjutan langsung dari film yang pertama. Jadi, ini bukan remake atau pun reboot. Meski jaraknya terpaut 54 tahun. Terpanjang dalam sejarah sekuel film produksi Disney.

Lamanya waktu tersebut juga disebabkan oleh sang pengarang, P. L. Travers. Yang lagi-lagi tidak menyetujui kisah Mary Poppins dibuat sekuelnya. Karena dia tidak menyukai film pertamanya. Yang dibintangi oleh Julie Andrews dan Dick Van Dyke itu.

Padahal, film pertama Mary Poppins tersebut sangat sukses. Mendapat respon positif dari para kritikus. Menyabet 13 nominasi Piala Oscar (terbanyak sepanjang sejarah film rilisan Disney). Termasuk, kategori Film Terbaik. Dan berhasil memenangkan lima di antaranya. Termasuk, kategori Aktris Terbaik. Atas nama: Julie Andrews.

Bisa dibilang, Mary Poppins adalah puncak dari pencapaian film live-action yang diproduseri oleh Walt Disney. Sepanjang hidup sang Maestro Kartun tersebut, cuma film itulah satu-satunya. Yang berhasil masuk nominasi Piala Oscar kategori Best Picture.

Setelah puluhan tahun berupaya, Walt Disney Pictures baru mendapat celah untuk memproduksi sekuel Mary Poppins setelah Travers meninggal. Pada 1996. Itu pun baru bisa dimulai pada 2015. Setelah Disney mendapat izin dari para ahli warisnya.

Kisah film kedua ini masih seputar kakak-beradik dari keluarga Banks: Michael (Ben Whishaw) dan Jane (Emily Mortimer). Yang ketika kecil dulu diasuh oleh Mary Poppins. Tiga dekade telah berlalu. Sejak sang Nanny Ajaib itu pergi.

Dengan latar kota London tahun 1935, saat Depresi Besar melanda, Michael yang kini sudah dewasa harus menghadapi masa-masa sulit. Rumahnya terancam disita oleh bank. Belum lagi, dia harus mengurus ketiga putra-putrinya. Setelah sang istri meninggal. Untungnya, masih ada Jane, sang kakak, yang membantunya.

Saat Michael sedang putus asa itulah, tiba-tiba, Mary Poppins (Emily Blunt) muncul kembali. Dia datang. Atau, lebih tepatnya, terbang. Dengan layang-layang. Dan mendarat di lapangan rumput dekat rumah keluarga Banks. Penampilannya tetap cantik, elegan, dan tidak menua sedikit pun.

Bersama sahabatnya: Jack (Lin-Manuel Miranda), dan saudara sepupunya yang nyentrik: Topsy (Meryl Streep), Mary Poppins langsung mendatangkan secercah harapan. Kehadirannya membawa Michael dan anak-anaknya. Ke dalam petualangan seru. Dan menakjubkan. Yang membawa kembali cinta. Serta canda tawa. Di kehidupan mereka.

Mary Poppins Returns menjadi film live-action klasik kedua yang dirilis oleh Disney tahun ini. Setelah sukses mengajak penonton bernostalgia dengan Christopher Robin pada bulan Agustus yang lalu. Film ini seakan menjadi penyegar. Dengan menawarkan kisah keluarga. Di tengah serbuan film bertema superhero dan sci-fi sepanjang bulan Desember 2018. Apalagi, film besutan Rob Marshall tersebut juga menghadirkan lagu-lagu riang yang memorable khas Disney.

Jika dilihat dari plotnya, Mary Poppins Returns sekilas memang mirip dengan Christopher Robin. Yang sama-sama menyasar penonton keluarga dan menawarkan nuansa nostalgia. Kisahnya pun dituturkan lewat tokoh original yang telah dewasa dan memiliki anak.

Sang sutradara, Rob Marshall, yang sudah berpengalaman membesut Into the Woods (2014), mengaku sangat terhormat. Bisa dipilih oleh Disney. Untuk menggarap sekuel ini. Menurutnya, Mary Poppins Returns adalah bentuk baru film musikal. Mulai awal hingga akhir. Sangat langka.

Dari segi cerita, Marshall menjelaskan, dirinya sangat terikat dengan buku Mary Poppins. Oleh karena itu, film kedua yang ber-setting pada 1930-an ini, tak akan jauh-jauh dari serial karya P. L. Travers tersebut.

Untuk beberapa adegan fantasi, Marshall menggunakan animasi klasik spesial. Agar memberi kesan nostalgia. Bagi para penggemar lawas. Dia melibatkan lebih dari 70 animator. Dari yang berusia 20 tahun hingga 70 tahun. Untuk menggarap film berbujet USD 130 juta ini.

Sementara itu, Julie Andrews, pemeran Mary Poppins di film pertama, membantah rumor dirinya akan muncul sebagai cameo. Disney, sebenarnya, sempat menawarinya untuk tampil. Tapi, dia menolak.

Sebagai gantinya, Disney menampilkan lawan main Andrews, pemeran Bert di film pertama: Dick Van Dyke. Kali ini, dia berperan sebagai Mr. Dawes Jr. Chairman dari bank yang bakal menyita rumah Michael.

Selain itu, juga ada Angela Lansbury. Yang berperan sebagai The Balloon Lady. Karakter yang tidak muncul di film pertama, namun ada di versi bukunya. Lansbury sendiri merupakan aktris legendaris. Yang dulu sempat di-cast sebagai Mary Poppins. Tapi, akhirnya, Julie Andrews yang terpilih.

Saat diwawancarai, Andrews mengaku tidak mau tampil sebagai cameo. Karena, menurutnya, sekuel ini adalah filmnya Emily Blunt. Aktris legendaris itu juga memuji Blunt sebagai bintang yang sangat menyenangkan dan berbakat.

Sebagai pemeran utama Mary Poppins Returns, Emily Blunt sendiri mengaku sangat menghormati Julie Andrews. Tapi, dia juga memberikan ruang untuk mengekspresikan diri dalam film ini. Mary Poppins versi Blunt bakal memiliki ciri khas tersendiri. Yang berbeda dengan versi Andrews.

Setelah menggelar world premiere di Dolby Theatre, Los Angeles, pada 29 November 2018, Mary Poppins Returns langsung mendapat respon positif dari para kritikus. Penampilan Emily Blunt yang paling banyak dipuji. Dia berhasil menjelma jadi Mary Poppins baru yang segar.

Bintang Edge of Tomorrow (2014) itu dinilai mampu menyaingi Julie Andrews. Para kids zaman now, yang belum pernah menonton film pertama Mary Poppins, bakal dibuat kagum oleh akting dan kecantikan Emily Blunt. Apalagi, saat dia bernyanyi. Layaknya Ibu Peri.

Musik dan scoring-nya juga dinilai sangat megah dan mewah. Begitu pun dengan visualisasinya. Yang penuh warna dan memanjakan mata. Para penonton dewasa bakal teringat dengan masa kanak-kanak mereka. Serta bagaimana menjadi anak-anak yang sesungguhnya.

Seperti film pertamanya, Mary Poppins Returns ini merupakan film musikal klasik. Yang banyak menyuguhkan adegan petualangan dan fantasi. Dengan lagu-lagu di dalamnya. Para penonton bakal merasakan pengalaman unik yang menyenangkan.

Meski tidak mengenal lagunya, para penonton dijamin bakal ikut terbawa. Dalam irama dan alunan musiknya yang ceria. Fantasi-fantasi yang disajikan oleh Mary Poppins juga sangat menghibur. Untuk disaksikan bersama anak-anak.

Berbagai pesan moral juga banyak terselip. Di film berdurasi dua jam lebih ini. Semuanya dimasukkan dalam lirik-lirik lagu. Yang dinyanyikan oleh Mary Poppins dan anak-anak Michael Banks.

Meski narasinya tidak sebaik film pertamanya, Mary Poppins Returns dinilai mampu mempertahankan kisah klasik dan permainan emosi di dalamnya. Suasana sentimental di film ini bakal membuat para penonton tersenyum sekaligus menangis, secara bergantian.

Tak heran, Mary Poppins Returns berhasil mengantongi empat nominasi Golden Globe Awards 2018. Yaitu: Film Terbaik Komedi/Musikal, Aktor Terbaik Komedi/Musikal (Lin-Manuel Miranda), Aktris Terbaik Komedi/Musikal (Emily Blunt), dan Scoring Musik Original Terbaik.

Film ini, awalnya, dijadwalkan rilis tepat pada Hari Natal di Amerika. Namun, kemudian dimajukan pada 19 Desember 2018. Hal itu dilakukan untuk menggaet penonton keluarga dan anak-anak yang lebih banyak. Karena libur musim dingin memang sudah dimulai pada pertengahan bulan Desember.

Perubahan jadwal tayang itu juga untuk mendahului dua film blockbuster: Aquaman dan Bumblebee. Yang di Amerika dirilis bersamaan: Pada 21 Desember 2018. Kita tunggu saja. Apakah kekuatan magis Mary Poppins mampu mengatasi dua superhero tadi di box office?

***

Mary Poppins Returns

Sutradara: Rob Marshall
Produser: Rob Marshall, John DeLuca, Marc Platt
Penulis Skenario: David Magee
Pengarang Cerita: David Magee, Rob Marshall, John DeLuca
Berdasarkan: Mary Poppins by P. L. Travers
Pemain: Emily Blunt, Lin-Manuel Miranda, Ben Whishaw, Emily Mortimer, Julie Walters, Dick Van Dyke, Angela Lansbury, Colin Firth, Meryl Streep
Musik: Marc Shaiman
Sinematografi: Dion Beebe
Penyunting: Wyatt Smith
Produksi: Walt Disney Pictures, Lucamar Productions, Marc Platt Productions
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 130 menit
Genre: Kids & Family, Musical, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG (SU)
Budget: USD 130 juta
Rilis: 29 November 2018 (Dolby Theatre), 19 Desember 2018 (Amerika Serikat), 25 Desember 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 25 Desember 2018)
IMDb: 7,4/10
Rotten Tomatoes: 77%
Metacritic: 65/100
CinemaScore: A-

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Mary Poppins Returns (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s