Ulasan Film: Early Man (2018)

Dari sekian banyak film animasi yang dirilis sepanjang tahun 2018 yang lalu, ada satu yang paling underrated. Yaitu: Early Man. Yang kurang menarik perhatian para moviemania, tapi sebenarnya cukup berkualitas.

Film yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 7 Maret 2018 tersebut merupakan film animasi stop-motion. Bukan film animasi komputer seperti bikinan Disney atau Pixar. Yang memang lebih populer di mata penonton awam.

Sesuai dengan judulnya, Early Man mengisahkan tentang zaman prasejarah. Ketika sebuah asteroid menghantam Bumi. Dan menjadi bola panas. Para manusia purba yang penasaran lalu menendang-nendangnya. Dan terciptalah permainan sepak bola.

Bertahun-tahun kemudian, hiduplah seorang manusia gua muda. Bernama Dug (Eddie Redmayne). Yang sangat pemberani, tapi sedang didera rasa bosan. Karena pekerjaannya setiap hari cuma berburu kelinci bersama sukunya.

Suatu ketika, suku Dug yang masih sangat primitif, yang merupakan peninggalan Zaman Batu itu, menghadapi ancaman dari suku yang jauh lebih maju. Yang merupakan suku dari Zaman Perunggu. Yang dipimpin oleh Lord Nooth (Tom Hiddleston).

Dengan persenjataan yang jauh lebih canggih, pasukan dari Kota Perunggu tersebut menyerbu lembah yang menjadi tempat tinggal Dug dan sukunya. Mereka mengambil alih tanahnya. Dan menjadikannya sebagai tambang logam.

Tidak terima rumahnya dijajah, Dug kemudian menantang Lord Nooth bermain sepak bola. Jika tim Dug menang, pasukan Kota Perunggu harus cabut dari lembah. Sebaliknya, jika tim Dug kalah, seluruh anggota sukunya harus bekerja di tambang.

Berbeda dengan orang-orang dari Kota Perunggu yang sangat menggilai sepak bola, orang-orang dari Zaman Batu ternyata tidak tahu apa-apa tentang permainan tersebut. Dug pun harus bekerja keras. Untuk mempersatukan dan melatih sukunya bermain sepak bola.

Untungnya, Dug juga mendapat bantuan. Dari teman barunya: Seorang gadis tomboy bernama Goona (Maisie Williams). Dari Kota Perunggu. Yang jago bermain bola. Mampukah tim Dug mengalahkan tim Lord Nooth?

Film Early Man yang diproduksi oleh Aardman Animations dan British Film Institute ini dibesut oleh Nick Park. Selain menjadi sutradara, dia juga menjadi pengisi suara karakter babi hutan peliharaan Dug. Yang bernama Hognob.

Selama ini, Nick Park dikenal sebagai animator stop-motion andal. Yang sudah berhasil memenangkan empat Piala Oscar. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah franchise Wallace & Gromit dan Shaun the Sheep.

Di tengah serbuan film animasi komputer dengan efek spesialnya yang canggih, Nick Park sengaja menyajikan sebuah film animasi stop-motion. Yang unik dan penuh lelucon segar. Dia menawarkan tema Zaman Batu vs. Zaman Perunggu. Dengan latar belakang asal-muasal sepak bola. Sesuai dengan negara asalnya: Inggris. Yang merupakan pencipta permainan tersebut.

Untuk menambah keseruan, Nick Park juga menggandeng nama-nama top sebagai pengisi suara Early Man. Sebut saja Eddie Redmayne, Tom Hiddleston dan Maisie Williams. Yang semuanya memang bintang asal Inggris.

Setelah dirilis secara global pada 16 Februari 2018, film berdurasi 87 menit ini mendapat respon cukup positif dari para kritikus. Meski tidak sebagus film-film Nick Park sebelumnya, Early Man dianggap mampu menyajikan humor yang segar. Dengan visualisasi yang unik.

Sayangnya, sambutan para kritikus yang cukup apik tersebut tidak dibarengi dengan pencapaiannya di box office. Early Man hanya mampu mendulang pemasukan USD 54 juta. Yang termasuk rendah. Mengingat biaya produksinya yang mencapai USD 50 juta.

***

Early Man

Sutradara: Nick Park
Produser: Peter Lord, David Sproxton, Nick Park, Carla Shelley, Richard Beek
Penulis Skenario: Mark Burton, James Higginson
Pengarang Cerita: Mark Burton, Nick Park
Pemain: Eddie Redmayne, Tom Hiddleston, Maisie Williams, Timothy Spall
Musik: Harry Gregson-Williams, Tom Howe
Sinematografi: Dave Alex Riddett
Penyunting: Sim Evan-Jones
Produksi: Aardman Animations, British Film Institute
Distributor: StudioCanal (Inggris), Lionsgate (Amerika Serikat)
Durasi: 89 menit
Genre: Animation, Comedy, Kids & Family
Kategori Usia: PG (SU)
Budget: USD 50 juta
Rilis: 20 Januari 2018 (BFI Southbank), 16 Februari 2018 (Amerika Serikat), 7 Maret 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 2 Januari 2019)
IMDb: 6,1/10
Rotten Tomatoes: 82%
Metacritic: 68/100
CinemaScore: B

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Early Man (2018)

One thought on “Ulasan Film: Early Man (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s