Ulasan Film: Captain Marvel (2019)

Avengers: Endgame adalah film yang paling ditunggu-tunggu. Oleh penonton bioskop sejagat raya. Tahun 2019 ini. Tapi, sebelum menikmati “main course” tersebut pada akhir bulan April nanti, para moviemania terlebih dahulu disuguhi “appetizer”. Berupa Captain Marvel.

Film yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari Rabu (6/3) ini tersebut merupakan proyek bersejarah. Bagi Marvel Studios. Karena menjadi film solo superhero cewek pertama. Dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Sekaligus film MCU pertama. Yang dibesut oleh sutradara wanita. Yaitu Anna Boden.

Waktu yang dibutuhkan Marvel Studios, untuk merilis film solo superhero cewek perdana mereka ini, termasuk lama. Lebih dari satu dekade. Jika dihitung dari peluncuran film MCU pertama: Iron Man (2008). Bahkan, sang pesaing, DC Entertainment, berhasil menyalip mereka. Dengan merilis Wonder Woman (2017) terlebih dahulu.

Proyek Captain Marvel sejatinya sudah diumumkan sejak tiga tahun yang lalu. Di ajang San Diego Comic-Con 2016. Para fans yang menghadiri sesi panel Marvel Studios menyambutnya dengan antusias. Meski karakternya relatif asing, jika dibandingkan dengan superhero-superhero lainnya, para fans tetap memasang ekspektasi tinggi.

Sebelum Avengers: Infinty War (2018), mungkin, belum banyak penonton awam yang mengenalnya. Bahkan, di film terlaris MCU itu, Captain Marvel sama sekali tidak muncul. Sosoknya hanya diwakili oleh logo bintang emas. Dengan latar belakang warna merah dan biru. Di pager Nick Fury (Samuel L. Jackson).

Captain Marvel sendiri bakal mengisahkan latar belakang Carol Danvers. Yang diperankan oleh aktris terbaik pemenang Piala Oscar. Lewat film Room (2015): Brie Larson. Kabarnya, sosok superhero terkuat dalam jagat Marvel ini juga bakal muncul di Avengers: Endgame. Dan, ini yang menarik: Dia bakal menjadi tokoh kunci. Untuk mengalahkan Thanos! Yang merupakan villain terbesar di jagat film MCU tersebut.

Sejarah karakter Carol Danvers, yang menjadi alter-ego Captain Marvel itu, sebenarnya, cukup rumit. Awalnya, tokoh tersebut diciptakan oleh penulis Roy Thomas dan komikus Gene Colan. Dia pertama kali muncul di komik Marvel Super-Heroes No. 13. Terbitan bulan Maret 1968.

Semula, Carol Danvers adalah pilot pesawat tempur. Dari Angkatan Udara Amerika Serikat (United States Air Force). Yang berkawan dengan seorang alien bangsa Kree. Yang bernama Mar-Vell.

Suatu ketika, terjadi ledakan. Yang mengakibatkan DNA Carol Danvers tercampur dengan Mar-Vell. Yang akhirnya membuat dia bisa terbang dan memiliki kekuatan super. Bahkan, disebut-sebut sebagai yang terkuat. Di antara para Avengers dan superhero Marvel lainnya.

Berkat superhuman power tersebut, Carol Danvers kemudian menjadi Ms. Marvel. Yang pertama kali muncul di komik terbitan bulan Januari 1977. Sebutan Captain Marvel sendiri baru mencuat pada bulan Juli 2012. Saat dia muncul di komik Avenging Spider-Man No. 9.

Dari segi penokohan, film Captain Marvel ini mengadaptasi komik karya Kelly Sue DeConnick. Yang terbit pada 2012. Deskripsi tokoh Carol Danvers di komik tersebut memang mirip dengan versi film terbaru MCU ini. Sebutannya juga Captain Marvel. Bukan Ms. Marvel. Seperti di komik-komik edisi sebelumnya.

Berdasarkan sinopsis resminya, film Captain Marvel ini mengambil setting tahun 1995. Jadi, kisahnya terjadi jauh sebelum film-film MCU lainnya. Kecuali Captain America: The First Avenger (2011). Yang ber-setting saat World War II. Pada awal tahun 1940-an itu.

Pemilihan setting Captain Marvel di era ’90-an itu memang disengaja. Oleh Marvel Studios. Sehingga mereka bisa lebih fokus. Dalam mengeksplor karakter Carol Danvers. Tanpa terganggu oleh timeline film-film MCU sebelumnya.

Oleh karena itu, film ini juga bakal menyajikan elemen-elemen khas tahun 1990-an. Misalnya, toko dan penyewaan kaset video VHS. Selain membuat penonton yang sudah tua teringat mantan, eh masa lalu, hal itu juga bakal memberikan wawasan baru. Buat para fans generasi milenial.

Untuk menyiapkan setting era ’90-an, tim produksi menyulap salah satu mall yang terbengkalai di North Hollywood. Saking nyatanya, penduduk sekitar mengira pusat perbelanjaan tersebut kembali dihidupkan. Bukan hanya sekadar lokasi syuting.

Dalam film Captain Marvel ini, Carol Danvers dikisahkan sudah memiliki kekuatan super. Dan sudah bergabung dengan pasukan elite alien bangsa Kree. Yang disebut Starforce. Mereka bertugas menjaga keamanan. Di luar angkasa.

Meski demikian, ada satu hal yang membuatnya galau. Karena mengalami amnesia, Carol tidak ingat dengan masa lalunya. Hal itulah yang akhirnya membawa dia mudik ke Bumi. Untuk mencari tahu. Tentang identitas aslinya.

Namun, setibanya di sini, Carol malah terjebak dalam konflik. Antara dua ras alien: Kree dan Skrull. Yang menjadikan Bumi sebagai ajang pertempuran mereka. Carol pun harus menjadi penengah. Agar perang besar antar galaksi tidak terjadi.

Plot tersebut, tampaknya, diadaptasi dari komik Marvel karya Roy Thomas. Yang mengisahkan perang antara Kree dan Skrull. Dalam komik terbitan tahun 1971 tersebut, pihak Kree melakukan eksperimen pada manusia. Tujuannya, menghasilkan mutant. Yang akan mereka gunakan sebagai senjata. Untuk melawan bangsa Skrull.

Dari trailer perdana yang dirilis pada bulan September 2018, tampak Carol Danvers, alias Captain Marvel, terjun bebas. Dari angkasa. Pahlawan “kiriman” langit itu menabrak sebuah gedung persewaan video. Lalu, muncul di tengah-tengah kerumunan massa.

Cuplikan tadi dilanjutkan dengan kilasan kehidupan Carol: Mulai dari masa kecilnya, lalu menjadi pilot Air Force, hingga akhirnya bergabung menjadi anggota pasukan elite Starforce. Yang bermarkas di Planet Hala. Yang menjadi pusat peradaban bangsa Kree tersebut.

Di Starforce, selain Carol, juga ada Minn-Erva. Prajurit cewek bangsa Kree yang berkulit biru itu diperankan oleh bintang Crazy Rich Asians (2018): Gemma Chan. Minn-Erva sebelumnya merupakan prajurit terbaik Starforce. Namun, setelah Carol bergabung, cewek yang memiliki kemampuan sebagai sniper tersebut merasa tersaingi. Karena tidak lagi menjadi primadona.

Starforce sendiri dipimpin oleh Yon-Rogg. Yang diperankan oleh Jude Law. Komandan militer bangsa Kree itulah yang menjadi mentor Carol. Sekaligus yang melatihnya. Untuk menggunakan superpower-nya.

Identitas asli karakter Yon-Rogg sendiri baru diungkap di Starforce on the Rise. Yang merupakan novel pendamping film Captain Marvel. Yang baru dirilis pada hari Sabtu (3/3) yang lalu. Menurut Jude Law, tokoh yang dia perankan itu adalah sosok prajurit sejati. Yang sangat patuh pada perintah atasan, konservatif, tapi juga menginspirasi.

Salah satu fans theory meyakini, hilangnya ingatan Carol bukan karena kecelakaan. Melainkan, dimanipulasi oleh pihak tertentu. Sebagai salah satu orang penting bangsa Kree, Yon-Rogg diduga terlibat di dalamnya.

Yang menarik, saat pertama kali diumumkan bermain di film MCU, para fans menduga Jude Law bakal berperan sebagai Mar-Vell. Alias Walter Lawson. Yang di versi komik merupakan Captain Marvel yang pertama. Sebelum Carol Danvers.

Dari trailer kedua yang dirilis pada bulan Desember 2018, juga tampak sosok Supreme Intelligence. Yang diperankan oleh Annette Benning. Yang merupakan pemimpin tertinggi Kree Empire.

Supreme Intelligence itulah yang diyakini bertanggung jawab. Dalam menjadikan Carol sebagai bagian bangsa Kree. Sehingga membuat dia superior: Bisa hidup lebih lama, lebih kuat, dan lebih cepat. Sesuai dengan tagline film Captain Marvel ini: Higher. Further. Faster.

Berbicara mengenai superpower, salah salah satu kemampuan Captain Marvel, selain bisa terbang, adalah menyerap dan memanipulasi energi di sekitarnya. Dari trailer, tampak dia sedang menembakkan sinar photon. Dari kedua tangannya. Di atas sebuah kereta api. Yang sedang melaju kencang.

Selain itu, Captain Marvel juga memiliki Binary Power. Yang sangat fenomenal. Yang bisa membuat tubuhnya berapi-api itu. Dalam versi komik, dia bisa berubah menjadi Binary dengan memanfaatkan energi White Hole. Sedangkan dalam film MCU ini, Carol tampaknya menggunakan kekuatan Quantum Realm. Yang sudah pernah diungkapkan dalam film Ant-Man and the Wasp (2018).

Yang menjadi musuh utama Captain Marvel di film berdurasi 128 menit ini adalah alien bangsa Skrull. Yang dipimpin oleh Talos. Sosok villain yang diperankan oleh Ben Mendelsohn itu kabarnya berniat menginvasi dan menjajah Bumi.

Penampilan asli bangsa Skrull sejatinya mirip monster reptil. Yang berkulit hijau. Meski demikian, mereka juga memiliki kemampuan shape-shifting. Alias berubah bentuk. Menjadi apapun. Termasuk, menyamar sebagai manusia.

Dari trailer, tampak sebuah adegan. Yang sekilas tidak sesuai dengan adat ketimuran. Yaitu Captain Marvel menampar seorang nenek-nenek. Yang sedang duduk manis di dalam kereta.

Sejatinya, nenek-nenek peyot yang di-bitch slap tadi adalah alien Skrull. Yang sedang menyamar. Captain Marvel, yang DNA-nya tercampur dengan alien Kree, mampu merasakan perbedaan. Antara manusia sungguhan dan spesies musuhnya tersebut. Jadi, don’t judge a book by its cover.

Selama berpetualang di Bumi, Captain Marvel tidak sendirian. Dari trailer, tampak dia ditemani oleh seekor kucing lucu. Yang bernama Goose. Yang namanya diambil dari karakter Nick “Goose” Bradshaw. Dari film Top Gun (1985)-nya Tom Cruise. Yang legendaris itu.

Dalam versi komik, Carol Danvers memang memiliki binatang peliharaan seekor kucing. Tapi, namanya bukan Goose. Melainkan Chewie. Yang terinspirasi dari karakter Chewbacca. Dari franchise Star Wars.

Untuk mencari pemeran Goose, tim produksi melakukan casting terhadap empat ekor kucing. Yang bernama Reggie, Archie, Gonzo, dan Rizzo. Keempatnya menguasai trik yang berbeda-beda. Namun, yang akhirnya terpilih sebagai Goose the Cat adalah Reggie.

Selain Goose, Carol juga bakal ditemani oleh salah satu tokoh kunci MCU: Nick Fury. Yang tetap diperankan oleh Samuel L. Jackson. Tapi, karena film Captain Marvel ini ber-setting pada tahun 1995, maka Fury yang muncul adalah yang versi muda. Jauh sebelum dia menjadi Direktur S.H.I.E.L.D.

Dekade 1990-an memang belum pernah dieksploitasi oleh MCU. Nah, film Captain Marvel bakal menyajikan perjalanan Nick Fury, yang masih bau kencur itu, pada dekade ini. Jauh sebelum dia membentuk proyek Avengers Initiative.

Fury muda mengira perang dingin sudah usai. Dengan runtuhnya Uni Soviet. Dan dunia sudah damai. Namun, akhirnya, dia menemukan berbagai hal lain di film ini. Yang menjadi landasan aksinya. Hingga membawa kita dalam film-film MCU berikutnya. Bisa dibilang, Carol Danvers adalah rekrutan S.H.I.E.L.D. pertamanya.

Dari footage yang dirilis pada bulan Januari yang lalu, tampak Carol dan Fury sedang terlibat dalam perbincangan yang seru dan lucu. Scene tersebut mematahkan salah satu fans theory. Yang menyatakan Carol sebenarnya adalah Skrull.

Dalam adegan tersebut, Carol dengan santai menembakkan sinar photon. Dari tangannya. Alias photon blast. Untuk meyakinkan Fury. Bahwa dia bukan Skrull. Karena hanya Captain Marvel yang bisa melakukan hal itu.

Sementara itu, bagi Samuel L. Jackson, berperan sebagai Fury yang masih muda bukan hal yang sulit. Meski aktor yang sudah tergolong uzur tersebut juga kecipratan banyak adegan action.

Apalagi, sebelumnya, dia sudah pernah beradu akting dengan Brie Larson. Dalam film Kong: Skull Island (2017). Chemistry di antara keduanya terbentuk begitu saja. Karena sudah terbiasa ke lokasi syuting bersama-sama.

Satu lagi hal menarik, yang terlihat dari footage tadi, adalah munculnya kembali Agent Phil Coulson. Yang tetap diperankan oleh Clark Gregg. Salah satu karakter favorit di MCU itu dikisahkan sudah tewas. Dibunuh Loki. Dalam film Avengers (2012) yang pertama.

Namun, dalam serial Agents of S.H.I.E.L.D., Coulson yang sudah mati berhasil dihidupkan kembali. Oleh Fury. Lewat Project T.A.H.I.T.I. Yang menggunakan obat kuno. Peninggalan bangsa Kree.

Seperti halnya Fury, dalam film Captain Marvel ini, yang muncul adalah Coulson yang masih belia. Tim produksi menggunakan computer-generated imagery. Untuk menampilkan Samuel L. Jackson dan Clark Gregg versi 25 tahun lebih muda.

Di samping menerapkan teknologi CGI, tim produksi juga menyiapkan kostum yang customized dan body fit. Tubuh para pemain dan stuntman dipindai secara menyeluruh. Dari beragam sisi. Sebelum polanya dicetak. Di bahan lateks. Menurut Brie Larson, kostum ketat yang pas badan tersebut menghambat pergerakannya hingga 40 persen.

Selain footage, bulan Januari yang lalu Marvel Studios juga merilis video behind-the-scene. Salah satu isinya adalah Brie Larson berkunjung ke pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat. Untuk mendalami karakter sebagai Carol Danvers. Yang seorang pilot itu. Di sana, Larson melakukan simulasi pesawat tempur. Alias dogfight.

Film Captain Marvel memang banyak menyajikan adegan action yang intens. Baik yang berlatar di Bumi maupun di luar angkasa. Sebagai pemeran utama, Larson harus menanggung tugas ekstra jika dibandingkan dengan cast lainnya.

Aktris yang baru berusia 29 tahun itu menceritakan, dirinya juga harus melakukan sesi latihan fisik. Salah satunya dengan mendorong mobil Jeep seberat 5.000 pound (sekitar 2.268 kg). Lalu, menahannya selama semenit!

Total, persiapan untuk membentuk tubuhnya yang sexy itu memakan waktu selama sembilan bulan. Tiga bulan di antaranya dia habiskan dengan berlatih selama 4,5 jam per hari.

Larson menyatakan sempat patah arang. Lantaran tuntutan akting yang berat tersebut. Meski sudah bersiap nyaris setahun, saat menjalani syuting, tiap harinya tetap terasa menyiksa.

Namun, dia menyadari. Persiapan ekstrem itu memang penting untuk dilakukan. Fisik dan mentalnya ditempa. Brie ingin meyakinkan para penonton. Bahwa dia tidak hanya sok kuat dan menggunakan kostum. Tetapi juga mampu melakukan apa yang Captain Marvel lakukan. Dan itu sangat berpengaruh pada filmnya.

Salah satu pengalaman latihan yang paling membekas adalah saat berada di gym. Ada beberapa pria yang terang-terangan menjauh darinya. Karena merasa terancam. Melihatnya mengangkat beban yang lebih berat daripada mereka.

Namun, dia tidak mempedulikan hal-hal yang bertentangan dengan pandangan gender tersebut. Saat mampu mengangkat beban, dia merasa lebih kuat. Lebih pede. Larson pun menilai. Film Captain Marvel tidak hanya mengubah peta karirnya. Tetapi juga telah mengubah hidupnya.

Bintang film Free Fire (2016) itu mengaku sangat menyukai karakternya kali ini. Menurutnya, sosok Captain Marvel sangat unik. Karena memiliki selera humor. Dengan kemampuan untuk menyelesaikan tantangan apapun yang dihadapinya. Cewek bernama asli Brianne Sidonie Desaulniers itu menambahkan, film ini juga memiliki emosi yang sangat dalam.

Bagi Larson, Captain Marvel adalah kesempatan besar. Untuk menyampaikan pesan. Bahwa perempuan punya banyak sisi kompleks. Yang kisahnya dikemas lewat karakter Carol Danvers, Minn-Erva, dan tokoh-tokoh cewek lainnya.

Menurut aktris yang juga aktivis perempuan tersebut, Captain Marvel adalah filmnya para perempuan. Bukan hanya tentang perempuan yang berasal dari latar belakang berbeda. Tetapi juga tentang pengalaman perempuan yang beragam.

Kisah Captain Marvel menurut dia sangat padat. Filmnya sangat powerful dan menarik. Larson gembira karena tema keberagaman perempuan diangkat dalam skala yang lebih besar. Bukan lagi dalam film indie. Seperti yang sebelumnya dia bintangi.

Di samping Brie Larson, bintang cewek lain yang perannya cukup menonjol adalah Gemma Chan. Seperti halnya Larson, Gemma juga berlatih fisik. Untuk menyiapkan perannya sebagai Minn-Erva. Tapi, hanya tiga bulan. Tidak selama Larson. Yang hampir setahun itu.

Menurut Gemma, Minn-Erva adalah peran yang fresh buatnya. Dia seakan mendapat ladang baru untuk mengeksplorasi sisi sassy dirinya. Berbeda dengan Astrid Leong. Sosok cewek cantik yang dia perankan di film Crazy Rich Asians (2018). Yang punya kepribadian lembut, cerdas, dan elegan itu.

Isu feminisme yang dibawa memang membuat Captain Marvel makin spesial. Boss Marvel Studios Kevin Feige menyatakan, superhero cewek bakal mendapat porsi lebih besar di MCU. Tidak hanya sebagai pelengkap seperti sebelum-sebelumnya. Tapi, juga bakal menjadi tokoh utama.

Bahkan, Feige menegaskan, Captain Marvel bakal memegang peranan penting. Bagi masa depan MCU. Dia mengakui, karakter yang diperankan oleh Brie Larson tersebut merupakan sosok superhero terkuat. Yang pernah ditanganinya.

Sementara itu, bagi Anna Boden dan partner-nya, Ryan Fleck, Captain Marvel adalah kesempatan emas. Film ini mengantar duo sutradara tersebut naik kelas. Berawal dari film indie bermodal minimalis, 13 tahun lalu, kini mereka membesut proyek blockbuster Hollywood. Yang berbujet USD 152 juta.

Boden dan Fleck pun menggarap Captain Marvel dengan sepenuh hati. Selain menjadi sutradara, keduanya juga menjadi penulis skenario. Bahkan, revisi naskah mereka lakukan lumayan banyak dan drastis. Hingga tiga kali. Agar hasilnya sempurna. Mulai dari memotong adegan yang sudah pernah ditampilkan. Sampai menyesuaikan adegan tersebut. Agar kisahnya lebih pas dengan versi komiknya.

Yang membuat penasaran para fans, apakah skenario Captain Marvel yang ditulis oleh Boden dan Fleck tadi berhubungan dengan Avengers: Endgame? Selama ini, MCU memang telah berkembang menjadi jaringan film yang penuh kejutan. Setiap filmnya terhubung satu sama lain. Dan menyimpan rahasia untuk proyek selanjutnya.

Namun, Boden dan Fleck menegaskan, skenario yang mereka tulis tidak terkait dengan film Avengers keempat yang akan tayang pada akhir April 2019 tersebut. Kisahnya murni berfokus pada sosok Captain Marvel.

Bahkan, jangankan skenarionya, Boden mengaku tidak tahu cerita Avengers: Endgame itu tentang apa. Pihak Marvel Studios sengaja mengunci rapat semua hal tentang film andalan mereka tersebut. Agar rahasianya tidak bocor sebelum filmnya tayang di bioskop.

Di lain pihak, para fans berharap karya Boden dan Fleck ini bisa sefenomenal Wonder Woman. Film produksi Warner Bros. Pictures tersebut juga dimotori oleh pemeran utama dan sutradara wanita. Yaitu Gal Gadot dan Patty Jenkins.

Wonder Woman yang sukses besar itu tidak hanya disukai para fans dan menuai pendapatan tinggi. Film superhero cewek pertama DC Extended Universe (DCEU) tersebut juga mendapat rating sangat positif dari para kritikus.

Boden dan Fleck pun paham. Captain Marvel tentu bakal dibanding-bandingkan dengan Wonder Woman. Namun, mereka tidak mau ambil pusing. Menurut Boden, kaum hawa memang harus punya wakil lebih banyak. Baik di belakang maupun di depan kamera. Termasuk, di dalam film-film superhero. Yang biasanya didominasi kaum pria.

Sementara itu, Fleck yakin. Para fans bakal jatuh cinta dengan sisi manusiawi Carol Danvers. Karena dia punya kisah yang relatable dengan banyak perempuan. Captain Marvel adalah sosok superhero yang menjadi dirinya sendiri. Dan menghargai nilai-nilai yang ada di dalam dirinya.

Meski belum dirilis di Amerika, Captain Marvel sudah menggelar gala premiere di London. Pada 27 Februari 2019 yang lalu. Sejauh ini, respon dari para kritikus cukup positif. Film bikinan Boden dan Fleck tersebut dinilai cukup entertaining dan enjoyable. Unsur action dan humornya berpadu dengan visualisasi yang mendebarkan. Penampilan Brie Larson juga mendapat banyak pujian.

Para kritikus menilai, kisah Captain Marvel cukup padat dan berisi. Tidak terlalu panjang. Tidak terlalu menonjolkan diri. Serta berhasil mengadaptasi detail-detail dari versi komiknya dengan pas. Selain itu, film ke-21 dalam jagat MCU ini juga didukung oleh deretan cast berbintang yang superkeren.

Meski demikian, ada juga yang mengkritik. Salah satunya adalah penokohan villain. Yang dianggap kurang gereget. Terlalu lemah. Dan terlalu mudah dikalahkan oleh Captain Marvel. Yang memang superkuat itu. Bahkan, lebih kuat daripada Dilan. Yang menahan rindu terhadap Milea.

Selain itu, meski kisahnya tidak jelek, ada yang menilai plot Captain Marvel kurang imajinatif. Jadi, terasa biasa saja. Dan lebih cocok dijadikan kisah pelengkap jagat MCU. Daripada film standalone yang menginspirasi. Seperti Wonder Woman-nya Gal Gadot, misalnya.

Namun, bagi para fans MCU, kisah Captain Marvel tetap penting. Karena menjadi jembatan penghubung. Antara Avengers: Infinity War dan Endgame. Film ini akan menegaskan peran Carol Danvers. Sebagai sosok kunci andalan para Avengers. Untuk mengalahkan Thanos. Kekuatannya bakal dipamerkan secara total di film solonya ini.

Secara box office, seperti film-film MCU lainnya, Captain Marvel juga diperkirakan bakal sukses. Bahkan, akhir tahun lalu, situs IMDb menyebutnya sebagai film yang paling ditunggu-tunggu tahun ini. Mari kita buktikan sendiri saja hasilnya.

***

Captain Marvel

Sutradara: Anna Boden, Ryan Fleck
Produser: Kevin Feige
Penulis Skenario: Anna Boden, Ryan Fleck, Geneva Robertson-Dworet, Jac Schaeffer
Pengarang Cerita: Nicole Perlman, Joe Shrapnel, Anna Waterhouse
Berdasarkan: Carol Danvers by Roy Thomas, Gene Colan
Pemain: Brie Larson, Samuel L. Jackson, Ben Mendelsohn, Djimon Hounsou, Lee Pace, Lashana Lynch, Gemma Chan, Annette Bening, Clark Gregg, Jude Law
Musik: Pinar Toprak
Sinematografi: Ben Davis
Penyunting: Elliot Graham, Debbie Berman
Produksi: Marvel Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 128 menit
Genre: Action & Adventure, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 152 juta
Rilis: 27 Februari 2019 (London), 6 Maret 2019 (Indonesia), 8 Maret 2019 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 6 Maret 2019)
IMDb: –
Rotten Tomatoes: 83% (Certified Fresh)
Metacritic: 66/100
CinemaScore: –

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Ulasan Film: Captain Marvel (2019)

2 thoughts on “Ulasan Film: Captain Marvel (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s