Ulasan Film: Us (2019)

Dalam debutnya sebagai sutradara, Jordan Peele sukses meraih Piala Oscar pertamanya. Sekaligus menjadi orang kulit hitam pertama. Yang memenangkan kategori Penulis Skenario Asli Terbaik. Lewat film Get Out (2017). Yang disebut-sebut sebagai salah satu film psychological horror terbaik sepanjang masa. Oleh para kritikus itu.

Get Out juga mengantarkan Jordan Peele menjadi orang ketiga sepanjang sejarah Hollywood. Yang sukses masuk nominasi Best Picture, Best Director, sekaligus Best Original Screenplay. Untuk film perdananya. Dalam ajang Academy Awards.

Kemampuan Peele dalam menggarap film psychological horror memang tidak diragukan lagi. Sejak dia menghasilkan Get Out tadi. Yang sukses meraih pendapatan global USD 255 juta. Dengan bujet hanya USD 4,5 juta itu.

Alhasil, ketika ia ingin membuat film horror lagi, yang kembali menampilkan karakter keluarga berkulit hitam, pihak Universal Pictures langsung menyetujuinya. Padahal, bujet yang ia ajukan USD 20 juta. Jauh lebih besar daripada film pertamanya.

Tahun ini, karya kedua sineas muda yang usianya baru menginjak kepala empat tersebut akhirnya dirilis. Dengan tetap mengusung genre horror thriller. Lewat film Us. Yang sudah tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Sejak hari Rabu (20/3) yang lalu.

Dibintangi dua alumni Black Panther (2018), Lupita Nyong’o dan Winston Duke, Us mengisahkan tentang sebuah keluarga. Yang terdiri atas suami-istri: Adelaide dan Gabriel Wilson. Serta dua anak mereka yang masih ababil. Cewek dan cowok. Yang bernama Zora (Shahadi Wright Joseph) dan Jason (Evan Alex).

Suatu ketika, saat musim panas, keluarga Wilson menghabiskan waktu mereka dengan berlibur. Di rumah masa kecil Adelaide. Yang terletak di dekat Pantai Santa Cruz. Di California, Amerika. Yang suasananya cukup ramai itu. Dengan pasar malam dan berbagai wahana permainannya.

Namun, belum juga sehari mereka di sana, pada malam pertama, rumah keluarga Wilson didatangi oleh empat orang tamu tak diundang. Mereka satu keluarga: Sepasang suami-istri dan dua anak. Cewek dan cowok. Yang berpenampilan misterius: Semuanya menggunakan jump suit. Alias baju terusan. Yang berwarna merah. Serta membawa senjata. Berupa gunting besar. Yang berwarna keemasan.

Yang lebih mengerikan lagi, penampakan keluarga misterius tersebut, ternyata, sama persis dengan keluarga Wilson. Wajah dan postur tubuh mereka benar-benar mirip. Sama-sama berkulit hitam juga. Bisa dibilang, keluarga Wilson diteror oleh doppelgaenger. Alias kembaran mereka sendiri!

Doppelgaenger sebenarnya merupakan istilah yang berasal dari bahasa Jerman. Yang artinya
adalah penampakan dari wajah seseorang yang masih hidup. Yang biasanya merupakan suatu pantulan. Seperti melihat diri kita sendiri di cermin.

Namun, ada juga yang meyakini. Bahwa doppelgaenger sejatinya adalah kembaran dari setiap orang. Yang wujudnya sangat mirip. Bahkan, sama persis. Tapi, tidak memiliki hubungan darah. Alias bukan saudara kembar.

Doppelgaenger sering dikaitkan dengan unsur mistis. Yang kabarnya bakal membawa nasib buruk. Boleh percaya, boleh tidak. Menurut mitos, setiap orang di dunia ini, setidaknya, memiliki satu doppelgaenger.

Kasus doppelgaenger, konon, pernah dialami oleh Queen Elizabeth I (1558-1603). Dia mengaku telah melihat kembaran dirinya sendiri. Yang tengah terbaring di ranjang. Seperti orang mati.

Kejadian misterius tersebut langsung menghantui sang Ratu. Karena dianggap sebagai pertanda kematian. Dan, entah ada kaitannya atau tidak, tak lama setelah melihat doppelgaenger dirinya itu, penguasa Kerajaan Inggris tersebut meninggal dunia.

Saat diwawancarai, sutradara sekaligus penulis naskah Jordan Peele mengakui. Ide cerita film Us memang terinspirasi dari mitos doppelgaenger. Dia menceritakan pengalamannya. Saat bertemu dengan doppelgaenger-nya. Yang dulu membuatnya sangat ketakutan tersebut.

Coba bayangkan. Ketika kita berjalan sendirian. Di lorong stasiun kereta bawah tanah. Yang memang sangat banyak di Amerika itu. Lalu, di ujung lorong yang gelap, kita melihat seseorang. Yang sangat mirip dengan kita.

Dari situlah Peele mendapat gagasan cerita horror dalam film Us. Dia memulai dari hal yang paling mendasar. Tentang apa yang sangat mempengaruhi ketakutannya. Dengan cara yang tidak dia mengerti.

Peele juga menyebut, cerita tentang doppelgaenger ini terinspirasi dari serial televisi jadul: The Twilight Zone (1959-1964). Tepatnya, saat episode Mirror Image. Serial misteri tersebut kemudian di-remake pada tahun 2019 ini. Yang mana Peele juga menjadi produser eksekutifnya.

Seperti halnya Get Out, selain menjadi film horror, film Us juga, bisa dibilang, menjadi kritik sosial Peele. Atas kesenjangan yang terjadi di negara asalnya. Judul Us sendiri bisa diartikan sebagai US. Akronim dari United States. Alias Amerika Serikat.

Namun, berbeda dengan Get Out yang lebih berbau horror, film Us ini lebih dominan unsur thriller-nya. Jadi, selama 116 menit, Peele bakal membuat jantung para penonton deg-degan. Dengan berbagai adegan sadis yang berdarah-darah.

Sepanjang film, Peele berhasil membangkitkan ketegangan dan rasa takut. Yang bakal membuat penonton duduk gelisah. Sinematografi dan musik score-nya juga dibuat mendukung. Sehingga suasana terasa semakin mencekam.

Selain bikin jantung capek, menonton Us juga mengajak otak untuk berpikir. Karena Jordan Peele menebar misteri yang sangat banyak. Meski demikian, sedikit demi sedikit, misteri tersebut dia kupas. Hingga para penonton bisa memahaminya.

Cerita yang unik, dan plot twist yang tak terduga, memang menjadi ciri khas Peele. Dia tidak banyak menampilkan adegan seram ala film-film supranatural horror. Jadi, tidak ada setan-setanan. Namun, cukup bikin penonton kaget dan tegang. Itulah yang menjadi daya tarik utama film Us ini.

Oleh karena itu, sejak film dimulai, perhatikan detail demi detail dengan seksama. Sekecil apapun itu. Demi mendapatkan keutuhan ceritanya. Pada bagian akhir filmnya nanti. Meski kita mungkin tak sempat bernapas. Karena saking tegangnya.

Menariknya, di sela-sela suasana mencekam tadi, Peele tetap membalutnya dengan unsur komedi. Yang bakal membuat penonton tersenyum geli. Dan tidak terus-terusan tegang. Ngeri-ngeri sedap, mungkin, istilahnya.

Seperti Get Out, Us memang banyak dihiasi dialog dan scene yang cukup kocak. Kita bakal dibuat kaget, lalu tertawa. Kaget lagi, lalu menertawakan diri sendiri karena kekagetan tadi. Sambil menggeliat, lalu bersandar di kursi.

Yang menjadi aktor utama dalam menyajikan kelucuan tadi adalah Winston Duke. Dengan karisma alaminya, dia mampu mengundang tawa para penonton. Tanpa mengganggu nuansa mencekam yang terbangun dalam filmnya.

Akting Lupita Nyong’o juga patut diacungi jempol. Dia mampu membuktikan kualitasnya sebagai aktris pemenang Piala Oscar. Dengan memerankan dua karakter sekaligus. Yang bertolak belakang. Dengan sama apiknya.

Yaitu sebagai seorang ibu yang penyayang, sekaligus psikopat kejam yang mengerikan. Bintang film 12 Years a Slave (2013) itu mampu menampilkan gestur serta suara yang berbeda. Secara tajam dan mendalam. Top banget, pokoknya.

Di samping Winston Duke dan Lupita Nyong’o, penampilan para pemain lain juga sangat efektif. Setiap sudut pandang mereka tampilkan dengan detail. Terutama, ketika saling berhadapan dengan kembaran masing-masing. Para penonton bakal bisa merasakan kemiripan di antara mereka. Meski memiliki watak yang berbeda-beda.

Selama ini, film ber-genre horror memang diminati oleh para penonton. Namun, tidak banyak yang memikat hati para kritikus. Berbeda dengan Us. Yang langsung mencuri perhatian. Sejak tayang perdana di South by Southwest Film Festival. Pada 8 Maret 2019 yang lalu. Bahkan, sempat menembus rating 100 persen. Di situs Rotten Tomatoes!

Para kritikus menilai, Jordan Peele mampu merajut cerita secara genius. Yang membuat para penonton berpikir. Skenarionya juga ditulis dengan sangat baik. Dan diperankan dengan luar biasa dan sangat menghibur.

Segala respon positif tadi langsung mengantarkan Us untuk “menghantui” box office. Dengan menjadi film horror original terlaris di pekan pembuka. Mengumpulkan pemasukan hingga USD 70 juta. Mengalahkan rekor opening weekend A Quiet Place (2018). Yang hanya USD 50 juta itu.

Dengan perolehan sebesar itu, Us juga menjadi film horror ketiga dengan pendapatan opening weekend terbesar. Hanya kalah dari It (2017) yang meraup pemasukan USD 123 juta. Dan sekuel Halloween (2018) yang meraih USD 76 juta.

Hebatnya lagi, Us juga menjadi film kedua dengan pendapatan opening weekend tertinggi tahun ini. Tepat berada di bawah Captain Marvel (2019). Yang mengantongi USD 153 juta saat akhir pekan pembuka.

Di luar Amerika dan Kanada, Us juga berjaya. Dengan pendapatan USD 16 juta dari 47 negara. Total, secara global, saat opening weekend kemarin, film rilisan Universal Pictures ini sudah menyabet USD 87 juta. Sebuah perolehan yang terbilang fantastis. Karena bujet produksinya, di luar biaya marketing dan distribusi, hanya USD 20 juta.

***

Us

Sutradara: Jordan Peele
Produser: Sean McKittrick, Jason Blum, Ian Cooper
Penulis Skenario: Jordan Peele
Pemain: Lupita Nyong’o, Winston Duke, Elisabeth Moss, Tim Heidecker
Musik: Michael Abels
Sinematografi: Mike Gioulakis
Penyunting: Nicholas Monsour
Produksi: Monkeypaw Productions
Distributor: Universal Pictures
Durasi: 116 menit
Genre: Horror, Mystery & Suspense
Kategori Usia: R (17+)
Budget: USD 20 juta
Rilis: 8 Maret 2019 (SXSW), 20 Maret 2019 (Indonesia), 22 Maret 2019 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 26 Maret 2019)
IMDb: 7,5/10
Rotten Tomatoes: 94% (Certified Fresh)
Metacritic: 81/100
CinemaScore: B

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Us (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s