Preview Serial TV: Game of Thrones – Season 8 (2019)

Dua tahun berlalu sejak Game of Thrones season 7. Para fans sudah tidak sabar. Menunggu season 8. Yang bakal tayang di HBO mulai 14 April 2019 nanti. Season yang terdiri atas enam episode ini bakal menjadi season terakhir. Dari serial terpopuler sejagat raya tersebut.

Sejak dirilis pertama kali pada 17 April 2011, saat kepala Ned Stark (Sean Bean) belum terpenggal, Game of Thrones memang berkembang menjadi fenomena global. Musim kedelapan ini bakal menjadi akhir. Dari kisah carut-marut perebutan Takhta Besi di Westeros. Yang seakan tak ada ujungnya itu.

Season finale ini sejatinya sudah dipikirkan oleh duo showrunner Game of Thrones, David Benioff dan D. B. Weiss, sejak lama. Bahkan, idenya sudah ada sejak akhir musim ketiga. Yang tayang pada bulan Juni 2013 yang lalu.

Sejak saat itu, jalan cerita Game of Thrones memang sengaja diarahkan ke final season ini. Termasuk, dengan memunculkan Night King. Supervillain baru. Yang pasukan white walkers-nya lebih kuat dari seluruh prajurit di Seven Kingdoms disatukan itu.

Saat diwawancarai oleh media beberapa waktu yang lalu, salah satu bintang utama yang bernama Conleth Hill menyatakan: Season kedelapan ini bakal menjadi penutup yang pas. Bagi seluruh kisah yang terukir sejak season pertama.

Menurut pemeran Varys tersebut, semua pertanyaan yang selama ini menggantung bakal segera terjawab. Misteri-misteri bakal terungkap. Pokoknya, ending serial Game of Thrones ini bakal mind-blowing!

Pernyataan aktor berusia 54 tahun asal Inggris itu jelas membuat para fans ngiler. Dan semakin haus akan informasi mengenai ending Game of Thrones. Kira-kira, apa yang bakal terjadi pada season finale ini?

Pada awal bulan Maret kemarin, HBO sengaja menggoda. Semacam memercikkan air. Untuk sedikit memuaskan dahaga para fans tadi. Dengan merilis trailer resmi serial Game of Thrones season 8. Yang tentu saja langsung disambut dengan antusias.

Adegan-adegan yang ditampilkan dalam trailer berdurasi dua menit tersebut cukup kelam dan menegangkan. Khas Game of Thrones. Selain itu, juga ada beberapa cuplikan yang membuat para fans semakin penasaran. Dalam menantikan final season. Yang kabarnya bakal sangat epic ini.

Trailer pertama dari Game of Thrones season 8 tadi dibuka dengan adegan yang menampilkan Arya Stark (Maisie Williams). Yang wajahnya tampak sangat tegang. Seakan sedang dikejar-kejar sesuatu.

Adik Sansa Stark (Sophie Turner) itu terlihat berlari menyusuri sebuah lorong gelap. Kemungkinan besar lokasinya di Winterfell. Napasnya ngos-ngosan. Terengah-engah. Dan tampak ada darah yang mengucur dari kepala ke mata kanannya!

Setelah itu, adegan berganti. Tapi, kembali menampakkan Arya. Yang sedang menghunus sebuah senjata. Bukan pedang kecil kesayangannya. Yang dia namai Needle itu. Melainkan, sebuah pisau. Yang tampaknya berbahan dragonglass. Yang biasanya digunakan untuk membunuh para white walkers tersebut

Saat diwawancarai beberapa waktu lalu, Maisie Williams memberi sedikit bocoran. Katanya, Arya bakal bekerja sama dengan Sansa di season 8 ini. Kakak-beradik yang awalnya kurang akrab tersebut akhirnya memang bersatu. Pada ending season 7 yang lalu. Untuk membunuh Petyr Baelish (Aidan Gillen). Alias Littlefinger. Yang orangnya supersengak itu.

Pertanyaan berikutnya, peran apa yang bakal mereka mainkan dalam musim pamungkas nanti? Apakah Arya dan Sansa bakal ikut berperang? Melawan Night King (Richard Brake & Vladimir Furdik) dan pasukan white walkers-nya yang mengerikan itu?

Arya sejatinya punya dendam pribadi yang harus dituntaskan di season terakhir ini. Yaitu menghabisi Cersei Lannister (Lena Headey). Seorang ratu biadab. Yang paling bertanggung jawab dalam menghancurkan House of Stark.

Dengan kemampuan alih rupanya yang mumpuni, Arya sebenarnya bisa dengan mudah menyusup ke istana Cersei. Di King’s Landing. Apalagi, assassin cilik tersebut sudah punya senjata baru. Yaitu belati baja Valyria. Pemberian saudara laki-lakinya, Bran Stark (Isaac Hempstead Wright).

Sementara itu, Sansa si Manis Manja, tampaknya, bakal melanjutkan perannya sebagai Lady of Winterfell. Cewek supercantik yang pernah menjadi budak seks Ramsay Bolton (Iwan Rheon) tersebut sudah punya modal. Untuk menjadi pemimpin. Berkat pelajaran yang dia petik dari Littlefinger dan Cersei. Serta dukungan dari para lord di Utara dan The Vale.

Di lain pihak, Jon Snow (Kit Harington) dan Daenerys Targaryen (Emilia Clarke) juga muncul di trailer. Mereka tampak sedang berbicara. Di dalam sebuah makam. Sepertinya, itu adalah makam Ned Stark. Di Winterfell.

Yang bikin penasaran, Dany terlihat sedang berusaha menenangkan Jon. Sebenarnya, apa yang membuat si Anak Haram itu resah dan gundah gulana? Apakah dia sudah mengetahui bahwa Lyanna Stark (Aisling Franciosi) dan Rhaegar Targaryen (Wilf Scolding) adalah orang tua kandungnya? Yang itu berarti Dany adalah tantenya sendiri?

Pada episode finale season 7, Jon dan Daenerys akhirnya memang “mengabulkan” keinginan banyak fans Game of Thrones aliran Jonerys. Yang sudah menanti sekian lama. Untuk melihat keduanya bersatu.

Jon dan Dany akhirnya memang menyatukan jiwa dan raga. Mereka bersetubuh. Alias berasyik-masyuk berdua. Di dalam kamar. Di atas kapal. Dalam perjalanan mengarungi lautan. Menuju ke White Harbor. Yang oleh para fans diberi tagar #epicboatsex itu.

Saat diwawancarai, sang pemeran utama, Kit Harington, mengakui sudah tahu kalau adegan ranjang itu tak terhindarkan. Bahkan, sejak pertengahan musim ketujuh, sudah terasa bahwa Jon dan Dany akan ke tempat tidur bersama.

Namun, kelanjutan adegan romantis yang superpanas itu terancam runyam. Masa depan duo Jonerys bisa berantakan. Gara-gara pengungkapan identitas asli Jon Snow. Lewat penerawangan yang dilakukan oleh Bran Stark.

Twist ending pada episode terakhir season 7 itu memang berpotensi membuat musim finale Game of Thrones kacau-balau. Seperti Manchester United saat dipegang oleh Jose Mourinho.

Menurut Kit, Jon yang sedang jatuh cinta ibarat kena hantaman palu godam. Jika sampai mengetahui identitas asli dirinya tersebut. Oleh karena itu, Harington tak bisa memprediksi kelanjutan hubungan Jon dan Dany.

Cerita mereka bisa berakhir bahagia, tapi juga bisa berakhir tragis. Bisa jadi, mereka bakal berjalan bersama menuju matahari terbenam. Tapi, bisa juga, mereka bakal saling membunuh! Ungkap Harington. Saat diwawancarai tahun lalu.

Sebagaimana hasil penerawangan Bran pada akhir musim ketujuh, terungkap fakta yang sangat mengejutkan: Bahwa Jon ternyata bukan anak haram Ned Stark. Dia adalah putra ketiga Rhaegar Targaryen (kakak Dany) dan Lyanna Stark (adik Ned). Yang telah resmi menikah. Secara diam-diam.

Perkawinan rahasia Rhaegar dan Lyanna tadi berpotensi mengubah seluruh konstelasi perebutan takhta. Jika benar Jon adalah satu-satunya anak mereka yang tersisa, maka dia adalah pewaris sah Iron Throne. Dengan klaim yang, bahkan, lebih kuat daripada Daenerys!

Saat diwawancarai dalam sesi behind the scene season 8, Emilia Clarke, selaku pemeran utama, menyatakan: No way! Tak mungkin Daenerys Targaryen mau berbagi kekuasaan atas wilayah Westeros. Bahkan dengan Jon sekalipun.

Dany memang telah berusaha sangat keras. Dan melakukan perjalanan yang sangat panjang. Demi merebut kembali Iron Throne. Yang kini diduduki oleh (maaf) bokong Cersei Lannister itu. Mulai dari menjadi istri raja kuda Khal Drogo (Jason Momoa), membesarkan tiga ekor naga, menaklukkan kota-kota merdeka di Essos, hingga bisa memiliki pasukan Unsullied dan Dothraki yang sangat besar.

Ada banyak fan theory yang berkembang mengenai masa depan Jon dan Daenerys. Yang pertama, mereka bakal menikah. Lalu, mendongkel Cersei dari Iron Throne. Jonerys bisa menjadi raja dan ratu bersama. Untuk memimpin Seven Kingdoms.

Namun, masalahnya, sudah jelas Dany tidak mau berbagi takhta. Sekalipun itu dengan orang yang dia cintai. Padahal, Iron Throne sejatinya adalah milik Jon. Karena dia adalah anak Rhaegar Targaryen. Dialah yang berhak duduk di sana.

Selain itu, ini adalah Game of Thrones. Bukan dongeng Disney. Yang biasanya berakhir dengan happily ever after itu. Bakal sangat mengejutkan. Jika serial ini dipungkasi dengan happy ending. Alias Jon dan Dany bersatu.

Oleh karena itu, teori yang kedua meyakini Jonerys bakal pecah. Jika Jon mengetahui bahwa dia adalah seorang Targaryen, apakah masih mau melanjutkan hubungan cinta terlarangnya dengan Dany? Yang notabene adalah tantenya sendiri itu?

Perkawinan antarsaudara, alias hubungan incest, memang sudah menjadi hal yang lumrah. Di kalangan klan Targaryen. Namun, tidak seperti Dany, seumur hidupnya, Jon dibesarkan di tengah keluarga Stark.

Bahkan, meski ternyata dia bukan anak (haram)-nya, Jon-lah yang paling banyak mewarisi sifat Ned Stark. Yang lurus, kaku, naif, jujur, dan sangat menjunjung tinggi kehormatan itu. Entah apa yang bakal dilakukan oleh Jon. Ketika nantinya dia menyadari telah berindehoi dengan tantenya sendiri. Yang memang bahenol itu.

Menurut produser Dan Weiss, jika Jon tahu asal-usulnya, dia tak akan mau melanjutkan hubungan romantisnya dengan Dany. Apalagi, Jon adalah orang yang sangat taat pada aturan. Sesuai dengan didikan Ned Stark. Ini bakal sangat berat baginya.

Menurut produser David Benioff, dalam sesi Inside the Episode, pengungkapan identitas asli Jon Snow itu memang membuat semua hal dalam Game of Thrones menjadi ruwet. Baik dalam segi politis sekaligus personal masing-masing tokoh.

Fakta rahasia yang baru terungkap itu bakal mengubah semua tentang hubungan Jonerys. Yang sebenarnya sudah berjalan mulus tersebut. Benar-benar membuat air yang sudah jernih menjadi keruh. Sangat complicated.

Pertanyaan selanjutnya, jika Jon dan Dany akhirnya berpisah, siapa yang bakal memetik keuntungan? Selain the Night King, tentu saja yang bakal tersenyum lebar adalah si Ratu Jahanam, Cersei Lannister. 🙂

Apalagi, pada ending season 7, Cersei diam-diam telah menggalang kekuatan. Dengan mengutus Euron Greyjoy (Pilou Asbaek) ke Essos. Untuk merekrut the Golden Company. Sebuah pasukan elite superkuat. Bahkan, lebih kuat daripada the Unsullied-nya Daenerys. Yang didirikan oleh Blackfyre. Yaitu keturunan para anak haram klan Targaryen.

Dari trailer yang dirilis bulan lalu, tampak kemunculan pasukan Golden Company tersebut. Mereka tiba dengan armada kapal yang legendaris itu. Yang dipimpin oleh seorang pria dengan baju berwarna emas. Dengan rambut pirang klimisnya. Yang diperankan oleh Marc Rissmann.

Berdasarkan novel A Song of Ice and Fire yang ditulis George R. R. Martin, kemungkinan besar, pria misterius tersebut adalah Jenderal Harry Strickland. Yang tampaknya bakal menjadi tokoh antagonis baru. Dan punya peran penting dalam season finale ini.

Sementara itu, meski sudah kehilangan tiga anak dan pacar, sekaligus saudara kembarnya sendiri, Cersei terlihat begitu pede. Dengan kehadiran Golden Company di pihaknya, dia siap membantai siapapun yang tersisa. Setelah perang besar yang bakal terjadi di Winterfell.

Dari trailer, ada scene yang menampakkan Cersei menyambut kedatangan Golden Company. Di atap King’s Landing. Bersama Qyburn (Anton Lesser). Pengikutnya yang paling setia itu.

Meski demikian, Cersei juga wajib waspada. Golden Company memang dikenal setia dan tidak pernah melanggar kontrak. Namun, di versi buku A Dance with Dragons, mereka dikisahkan melanggar perintah. Demi mendukung pewaris Targaryen mana pun yang bisa mereka temukan. Apakah the Golden Company pada akhirnya bakal berbalik mendukung Jon dan Dany?

Selain itu, Cersei juga wajib mewaspadai Euron. Yang telah membantunya dalam merekrut the Golden Company tadi. Karena dia juga berpotensi menjadi musuh dalam selimut.

Saat diwawancarai, sang pemeran, Pillou Asbaek, memberi sedikit bocoran. Bahwa akan ada sesuatu di luar dugaan Cersei yang bakal terjadi. Sejak awal, Euron memang ingin menjadi raja di Seven Kingdoms. Oleh karena itu, dia juga bakal memeras Cersei. Dan tidak akan tunduk begitu saja terhadapnya.

Mengenai nasib Cersei pada akhirnya, banyak fans yang menebak dia bakal mati. Mulai dari mati dibunuh Arya, mati saat melahirkan anak keempatnya, hingga, ini yang paling menarik, mati dibunuh Jaime Lannister (Nikolaj Coster-Waldau). Pacar gelap sekaligus saudara kembarnya itu.

Di lain pihak, setelah tujuh musim dibutakan oleh cinta terhadap Cersei, yang notabene saudari kembarnya sendiri itu, Jaime memutuskan untuk pergi. Dia meninggalkan King’s Landing.

Yang menjadi pertanyaan, bakal pergi kemana si Jaime yang bertangan buntung itu? Saat diwawancarai, sang pemeran, Nikolaj Coster-Waldau yakin dirinya bakal pergi ke Utara. Kemungkinan besar bergabung dengan Jon Snow dkk. Untuk berperang melawan pasukan zombie yang dipimpin oleh Night King.

Namun, ini adalah serial Game of Thrones. Yang biasanya penuh dengan kejutan itu. Tak ada yang bisa menebak nasib para tokohnya. Bahkan, ada sebuah fan theory yang meyakini: Jaime bakal segera tamat riwayatnya di season 8 ini.

Jika itu benar-benar terjadi, tentu saja bakal sangat mengecewakan. Karena Jaime sejatinya sudah berubah menjadi baik. Dari seorang karakter sengak yang menyebalkan, menjadi seorang tokoh yang likeable. Semoga umurnya bisa panjang. Setidaknya, bisa survive sampai episode terakhir.

Selain Cersei dan Jaime, yang juga paling bikin penasaran adalah nasib adik mereka. Si bungsu dari klan Lannister: Tyrion (Peter Dinklage). Yang pada ending season 7 dengan sinis melihat Jon memasuki kamar Daenerys. Saat mereka berlayar di atas kapal itu.

Scene tersebut langsung menimbulkan pertanyaan. Apakah Tyrion tidak setuju melihat hubungan intim Jon dan Dany? Bisa jadi, Jon yang kurang cerdas dalam mengambil keputusan politik itu dianggap Tyrion bakal membahayakan misinya.

Atau, mungkin, Tyrion cemburu melihat kedekatan Jonerys? Di versi novelnya, Jon dan Tyrion memang terjebak dalam cinta segitiga. Mereka memperebutkan Arya. Di versi serial TV-nya ini, tampaknya, posisi Arya digantikan oleh Dany.

Tyrion memang menjadi karakter yang wajib diwaspadai dan dicurigai di musim terakhir Game of Thrones ini. Banyak fan theory yang tidak yakin dia masih setia sama Daenerys. Ada kemungkinan, dia sudah deal dengan Cersei. Untuk menghabisi Dany pada akhirnya nanti!

Jika teori yang mengejutkan itu terjadi, apa yang kira-kira melatarbelakangi Tyrion? Sehingga dia balik kucing mendukung Cersei secara diam-diam? Ada beberapa kemungkinan. Salah satunya, Cersei mungkin berjanji bakal menyerahkan calon anaknya (yang sekarang sedang dia kandung) ke Tyrion. Setelah dia lahir nanti. Untuk dididik menjadi raja yang baik.

Cersei sangat desperate setelah tiga anaknya mati. Oleh karena itu, dia mungkin berjanji bakal “pensiun” dan “menyerahkan” kerajaan ke Tyrion. Asalkan anak keempatnya selamat. Dan menjadi raja.

Tawaran Cersei, untuk mendidik keponakannya sendiri menjadi raja yang baik, tentunya, sangat menarik bagi Tyrion. Bagaimanapun juga, dia adalah seorang Lannister. Tyrion pasti lebih suka melihat keluarganya sendiri yang menjadi raja (yang baik, sesuai didikannya). Not that Targaryen girl.

Lagipula, Tyrion sudah mulai merasa Daenerys susah diatur. Terlalu impulsif. Apalagi, setelah dia jatuh cinta pada Jon Snow. Tyrion khawatir Dany tidak akan bisa menjadi ratu yang baik. Sesuai dengan cita-citanya selama ini.

Oleh karena itu, ada sebuah fan theory yang memperkirakan ending Game of Thrones seperti ini: Daenerys bakal mati. Kemungkinan, dikhianati oleh Tyrion. Lalu, Jon Snow membalas dendam. Dengan menghabisi trio Lannister tadi.

Jadi, Jon Snow-lah yang akhirnya menjadi raja di Westeros. Di bawah kepemimpinan Jon, pihak Utara dan Selatan bakal bersatu. Bagaimanapun juga, Jon adalah pewaris takhta yang sah. Dia keturunan sejati dari klan Targaryen (Selatan) dan juga Stark (Utara).

Selain siapa yang bakal menjadi penguasa Iron Throne, satu hal lagi yang paling ditunggu dalam musim terakhir ini adalah perang besar. Yang bakal terjadi antara pasukan Westeros dan pasukan mayat hidup yang dipimpin oleh Night King. Yang sudah dijanjikan sejak season ketujuh itu.

Adegan pertempuran dahsyat yang kabarnya bakal berdurasi 55 menit tersebut ditangani oleh Miguel Sapochnik. Yang dulu sudah berpengalaman menggarap episode Battle of Bastards. Yang fenomenal itu. Yang menjadi klimaks musim keenam itu.

Nah, di musim kedelapan yang terdiri dari enam episode ini, Sapochnik kabarnya menyutradarai episode ketiga dan kelima. Jadi, perang besar melawan pasukan Night King, yang disebut-sebut sebagai adegan terpanjang dalam sejarah pertelevisian tersebut, bakal terjadi di antara dua episode tadi. Bukan di episode terakhir.

Yang menarik, menurut produser David Benioff, jika nantinya Night King berhasil menaklukkan Westeros, dia tidak akan duduk di Iron Throne. Karena dia memang tidak punya ambisi kekuasaan.

Sesuai dengan tujuan awal, Night King diciptakan oleh Children of the Forest hanya untuk membunuh. Misinya hanya satu: Menghabisi seluruh umat manusia!

Namun, ada juga fan yang berteori bahwa Night King bakal bekerja sama dengan Cersei. Jadi, setelah melahirkan anak keempatnya nanti, Cersei bakal menyerahkan bayinya ke Night King. Dengan imbalan dia tetap bisa menjadi ratu di Westeros.

Benar atau tidaknya fan theory tersebut bakal terjawab pada akhir bulan Mei nanti. Saat episode terakhir tayang. Yang kerahasiaannya dijaga ekstraketat itu.

Seluruh proses syuting episode keenam memang dilakukan di lokasi yang tertutup. Kabarnya, David Benioff dan Dan Weiss sendiri yang menyutradarai episode pamungkas tersebut.

Bakal seperti apa akhirnya, tidak ada yang bisa menebak. Bahkan, saking rahasianya, ada rumor bahwa Benioff dan Weiss melakukan syuting untuk tiga alternatif ending sekaligus. Para pemain pun tidak tahu. Ending mana yang akhirnya dipakai.

Yang pasti, sang pengarang novel, George R. R. Martin, sudah memberi bocoran: Hanya ada lima tokoh utama yang bakal selamat. Saat serial Game of Thrones ini tamat. *kraiii*

Siapa saja yang bakal survive? Setiap fan tentu punya tokoh favorit masing-masing. Tapi, semua pasti setuju. Jika karakter Ghost, serigala putih peliharaan Jon Snow itu, seharusnya juga selamat.

Bahkan, banyak fans yang berharap Ghost diberi porsi lebih banyak di musim terakhir ini. Di versi buku, peran dire wolf tersebut sangat besar. Banyak aksi Jon yang berhasil berkat dia. Jadi, buat para showrunners Game of Thrones, tolong jangan matiin serigala lucu tersebut. Please..

***

Game of Thrones – Season 8

Pembuat: David Benioff, D. B. Weiss
Produser: David Benioff, D. B. Weiss, Carolyn Strauss, Frank Doelger, Bernadette Caulfield, George R. R. Martin
Pemain: Peter Dinklage, Nikolaj Coster-Waldau, Lena Headey, Emilia Clarke, Kit Harington, Liam Cunningham, Sophie Turner, Maisie Williams, Alfie Allen, Nathalie Emmanuel, Gwendoline Christie, John Bradley, Isaac Hempstead Wright, Rory McCann, Conleth Hill, Carice van Houten, Kristofer Hivju, Hannah Murray, Jerome Flynn, Joe Dempsie, Iain Glen
Musik: Ramin Djawadi
Produksi: Television 360, Grok! Television, Generator Entertainment, Startling Television, Bighead Littlehead
Distributor: Warner Bros. Television Distribution
Jaringan Penyiar: HBO
Durasi: 54-82 menit
Genre: Drama, Fantasy
Kategori Usia: R (17+)
Rilis: 14 April-19 Mei 2019 (Amerika Serikat), 15 April-20 Mei 2019 (Indonesia)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Preview Serial TV: Game of Thrones – Season 8 (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s