Ulasan Film: Hotel Mumbai (2018)

Tanggal 26 November 2008, perhatian dunia tertuju ke Mumbai. Kala itu, kota terbesar di India tersebut diserang oleh 10 orang teroris. Yang merupakan anggota Lashkar-e-Taiba. Yang berasal dari Pakistan.

Total 174 orang tewas. Sembilan di antaranya adalah para teroris. Dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka. Dalam serangan brutal. Yang berlangsung selama empat hari tersebut.

Aksi terorisme yang mengguncang kota yang dulunya bernama Bombay itu terjadi di banyak lokasi. Salah satunya di The Taj Mahal Palace Hotel. Yang merupakan hotel bintang lima paling mewah di Mumbai.

Para tamu hotel tidak ada yang menduga. Bahwa malam itu bakal menjadi malam kelabu. Yang merenggut nyawa banyak orang. Mereka semua terperangkap. Dalam serangan teroris. Yang menyasar hotel tempat mereka menginap.

Kisah nyata itulah yang diangkat oleh sutradara Anthony Maras. Sebagai latar utama film Hotel Mumbai. Yang skenarionya diadaptasi dari film dokumenter Surviving Mumbai (2009). Karya Victoria Midwinter Pitt tersebut.

Sang penulis naskah, John Collee, mengisahkan tragedi mencekam itu dari beragam sudut pandang. Yang pertama, dari sisi empat teroris. Yang sejatinya masih muda-muda tersebut. Merekalah yang secara membabi-buta menembaki orang-orang tak bersalah di Hotel Mumbai.

Selain itu, juga ada Chef Hemant Oberoi (diperankan oleh Anupam Kher). Bersama Arjun (Dev Patel), seorang pelayan restoran di hotel tersebut, dia mempertaruhkan nyawa. Demi melindungi para tamu.

Oberoi memiliki prinsip: Tamu adalah raja. Yang kemudian dia ajarkan kepada para staff hotel lainnya. Oberoi menugaskan mereka untuk menjaga para tamu ketika serangan teroris terjadi.

Sebagai pemanis, film berdurasi 123 menit ini juga menampilkan karakter Zahra. Yang diperankan oleh aktris supercantik: Nazanin Boniadi. Bersama suaminya, seorang arsitek asal Amerika yang bernama David (Armie Hammer), dia sedang berlibur di hotel tersebut. Dengan membawa serta bayi mereka. Dan pengasuhnya yang bernama Sally (Tilda Cobham-Hervey).

Saat diwawancarai beberapa waktu yang lalu, sutradara Anthony Maras menyatakan, Hotel Mumbai adalah film yang diangkat dari kisah nyata. Tapi, dengan bumbu fiksi. Jadi, ada beberapa adegan yang mungkin tidak sama persis dengan kejadian aslinya.

Meski demikian, lewat film ini, Maras ingin menyampaikan pesan: Bahwa aksi terorisme tidak dilakukan oleh satu kelompok agama tertentu. Para pelaku serangan Mumbai adalah ekstrimis. Yang telah dicuci otak.

Setelah tayang secara global pada 22 Maret 2019 yang lalu, Hotel Mumbai mendapat respon cukup positif dari para kritikus. Maras dinilai telah bekerja dengan baik sebagai sutradara. Padahal, ini adalah film panjang pertamanya. Sebelumnya, dia hanya berpengalaman menghasilkan film-film pendek.

Sutradara asal Australia itu dianggap cukup mumpuni dalam menyampaikan beragam emosi. Mulai dari hal-hal kecil sampai suara tembakan dan ledakan. Yang terasa sangat nyata. Hingga membuat para penonton semakin larut dalam suasana yang mencekam.

Hal tersebut didukung oleh sinematografinya. Yang memukau mata. Selama dua jam lebih, Hotel Mumbai benar-benar menampilkan ketegangan yang sangat nyata.

Para pemainnya juga banyak dipuji. Karena mampu berakting dengan sangat apik. Terutama, Dev Patel. Yang berperan sebagai pelayan sederhana. Yang secara heroik melindungi para tamu hotel tersebut.

Intinya, Hotel Mumbai adalah sebuah film yang menyajikan real-life horror. Dari sebuah kejadian nyata yang tragis. Dengan sangat dramatis.

***

Hotel Mumbai

Sutradara: Anthony Maras
Produser: Basil Iwanyk, Gary Hamilton, Andrew Ogilvie, Jomon Thomas, Mike Gabrawy, Julie Ryan, Brian Hayes
Penulis Skenario: John Collee, Anthony Maras
Berdasarkan: Surviving Mumbai by Victoria Midwinter Pitt
Pemain: Dev Patel, Armie Hammer, Nazanin Boniadi, Tilda Cobham-Hervey, Anupam Kher, Jason Isaacs
Musik: Volker Bertelmann
Sinematografi: Nick Remy Matthews
Penyunting: Peter McNulty, Anthony Maras
Produksi: Thunder Road Pictures, Arclight Films, Electric Pictures, Xeitgeist Entertainment Group
Distributor: Bleecker Street (Amerika Serikat), ShivHans Pictures (Amerika Serikat), Icon Film Distribution (Australia)
Durasi: 123 menit
Genre: Drama
Kategori Usia: R (17+)
Rilis: 7 September 2018 (TIFF), 14 Maret 2019 (Australia), 22 Maret 2019 (Amerika Serikat), 9 April 2019 (Indonesia)

Rating (hingga 19 April 2019)
IMDb: 7,8/10
Rotten Tomatoes: 74% (Fresh)
Metacritic: 64/100
CinemaScore: –
PostTrak: 77%

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: Hotel Mumbai (2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s