Ulasan Film: John Wick: Chapter 3 – Parabellum (2019)

John Wick: Chapter 3 – Parabellum akhirnya tayang juga di bioskop-bioskop Cinema XXI. Film yang dibintangi Keanu Reeves ini memang ditunggu-tunggu oleh para moviemania di Indonesia. Karena dua aktor laga tanah air, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, masuk dalam jajaran cast-nya.

Film ketiga dari franchise rilisan Lionsgate ini merupakan lanjutan langsung dari film keduanya. Yang dirilis pada tahun 2017 silam. Kembali mengisahkan sepak terjang John Wick (Keanu Reeves). Yang kini menjadi target buruan para pembunuh bayaran di seluruh dunia.

Nah, Yayan dan Cecep di sini menjadi dua orang dari sekian banyak pembunuh bayaran yang memburu John Wick tersebut. Dua bintang The Raid (2012) tadi menjadi shinobi. Alias anggota sebuah organisasi Jepang. Meski demikian, mereka dikisahkan sebagai orang Indonesia.

Sekadar informasi, Yayan dan Cecep pertama kali menerima e-mail dari Marisol Roncali, casting director John Wick 3, pada Februari 2018. Roncali mengetahui portofolio keduanya dari berbagai film laga yang pernah mereka bintangi.

Ketika mendapat e-mail tersebut, Cecep sebenarnya sedang sibuk sebagai koreografer film Gundala. Sedangkan, Yayan lagi syuting sebuah film di Malaysia. Meski demikian, keduanya langsung mengiyakan saat ditawari bermain di John Wick 3. Karena keduanya memang penggemar Keanu Reeves sejak lama.

Setelah menyelesaikan proyek masing-masing, Yayan dan Cecep segera mendapat penjelasan dan arahan dari Chad Stahelski. Selaku sutradara John Wick 3. Lalu, pada akhir Mei 2018, dua guru pencak silat asal Jawa Barat itu pun terbang ke Amerika. Untuk menjalani syuting selama lima minggu.

Sebelumnya, Yayan dan Cecep, yang pernah muncul sekilas di film Star Wars: The Force Awakens (2015) itu, juga melakukan persiapan singkat. Mulai dari rutin berlatih fisik, silat, dan meditasi. Serta menyiapkan peralatan yang akan digunakan ketika syuting.

Saat break syuting, keduanya juga banyak berlatih gerakan fighting. Termasuk, latihan bareng Keanu Reeves. Yang bagi Yayan, ini seperti mimpi yang menjadi nyata. Sedangkan, menurut Cecep, Reeves itu orangnya humble banget dan enak diajak kerja sama.

Yang menarik, Cecep mengaku pernah dibanting Reeves saat melakoni adegan bertarung. Meski demikian, dia tak mempermasalahkannya. Dan menganggapnya sebagai rejeki. Karena bisa dibanting oleh bintang sebesar Reeves. Ngilu-ngilu sedikit, rela, deh. Hehe..

Bagi yang belum menonton dan penasaran, porsi kemunculan Yayan dan Cecep terbilang cukup banyak. Bahkan, peran keduanya termasuk cukup penting di film ini. Di trailer resmi, mereka juga sempat nongol. Meski hanya dua detik. Tepatnya, pada menit ke 1:51.

Yang lebih membanggakan, di luar porsi kemunculan tadi, Yayan dan Cecep juga mengangkat budaya dan bahasa Indonesia lewat film ini. Misalnya, penggunaan kata-kata “sampai jumpa”. Yang sempat terucap ketika mereka beradu akting dengan Keanu Reeves.

Menurut Yayan, ide penggunaan bahasa Indonesia itu berasal dari sutradara Chad Stahelski. Saat adegan bertarung dengan Reeves, ada jeda diam. Stahelski lantas meminta mereka untuk mengucapkan bahasa Indonesia. Awalnya, sang sutradara membuat kalimat dalam bahasa Inggris. Yang kemudian diterjemahkan oleh Yayan dan Cecep.

Selain bahasa, mereka juga menampilkan seni bela diri khas Indonesia. Yaitu pencak silat. Yayan dan Cecep memang banyak memasukkan unsur gerakan silat pada koreografi mereka. Termasuk, mempraktikkan jurus harimau saat adegan bertarung dengan Reeves.

Dari tim John Wick 3, sebenarnya, sudah ada koreografinya. Yang harus dipatuhi. Yayan dan Cecep pun harus menggabungkannya dengan gerakan silat. Namun, itu bukan hal yang sulit. Karena keduanya sudah berpengalaman mengajar pencak silat. Dan sering terlibat dalam berbagai film sebagai koreografer laga.

Yang paling menarik, selain bahasa dan pencak silat, Yayan dan Cecep juga menampilkan senjata khas Nusantara. Yaitu kerambit. Yang bentuknya unik dan jarang terekspos itu.

Saat menjelaskan konsep film John Wick 3 tahun lalu, sutradara Chad Stahelksi memang meminta Yayan dan Cecep untuk memilih senjata khas Indonesia. Keduanya pun segera memilih kerambit. Yang berasal dari Minangkabau tersebut.

Budaya Indonesia yang dibawa oleh Yayan dan Cecep tadi, kabarnya, mendapat apresiasi dari para kru film. Bahkan, Keanu Reeves sendiri sangat tertarik. Dan sering meminta masukan dari mereka berdua.

Di samping dua aktor asal Indonesia, Chad Stahelski juga menggandeng banyak pemain baru. Untuk beradu akting dengan Keanu Reeves, Laurence Fishburne, Lance Reddick, dan Ian McShane. Yang sudah muncul di dua film sebelumnya.

Selain Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, ada pula Tiger Hu Chen. Yang dulu pernah bermain bareng Iko Uwais dan Keanu Reeves di film Man of Tai Chi (2013). Di samping itu, juga ada nama-nama terkenal lainnya. Seperti mantan karateka dan atlet kung fu legendaris Mark Dacascos, pebasket Serbia Boban Marjanovic, serta komedian Jason Mantzoukas.

Sebagai pemanis, selain para aktor tadi, juga ada sejumlah aktris ternama yang ikut meramaikan film berbujet USD 55 juta ini. Antara lain: Aktris sepuh Anjelica Huston, aktris serial action Asia Kate Dillon, serta aktris supersexy dan pemenang Piala Oscar Halle Berry.

Saat diwawancarai beberapa waktu yang lalu, Chad Stahelski mengakui, dia memang berambisi menampilkan sosok pembunuh bayaran dari beragam latar belakang. Yang semuanya serba misterius. Tercatat, ada sepuluh bintang yang mendapat peran sebagai world’s top assassins.

Judul John Wick: Chapter 3 – Parabellum sendiri diambil dari pepatah Romawi kuno. Yang terkenal pada abad keempat. Yaitu “Si vis pacem, para bellum”. Yang artinya dalam bahasa Latin: Jika ingin kedamaian, bersiaplah untuk perang.

Kalimat tersebut sesuai dengan sinopsis resmi yang sudah dirilis beberapa waktu yang lalu. Yaitu John Wick yang gagal menjalani kehidupan sebagai orang biasa, justru menjadi buruan para pembunuh bayaran.

Chad Stahelksi juga mengungkapkan, film ketiga ini merupakan penutup trilogi kisah si pembunuh bayaran berdarah dingin tersebut. Sutradara yang membesut sejak film pertama John Wick itu menuturkan, film terakhir ini punya jarak waktu dari dua film pendahulunya.

Setting waktu film yang pertama dan kedua memang terjadi pada satu pekan yang sama. Sementara itu, di film yang ketiga ini, John Wick dikisahkan menghilang sejenak. Sebelum akhirnya kembali ke New York dan menghadapi para pemburunya.

Maka dari itu, untuk menghindari kebingungan, bagi yang belum menonton John Wick yang pertama dan kedua, sebaiknya menonton dulu dua film tersebut. Agar bisa lebih memahami kisah film yang ketiga ini.

Sekadar mengingatkan, film yang pertama mengisahkan aksi balas dendam John terhadap gerombolan mafia Rusia. Yang telah membunuh anjing kesayangannya. Sedangkan, di film yang kedua, Wick terpaksa melanggar aturan. Dengan menghabisi salah satu anggota penting The High Table. Alias organisasi rahasia pembunuh bayaran.

Oleh karena itu, di film yang ketiga ini, John Wick berada dalam pelarian. Setelah dinyatakan sebagai Excommunicado. Alias diasingkan dari kelompok elite tersebut. Dia menjadi target pembunuh bayaran dari seluruh dunia. Ada hadiah USD 14 juta. Bagi siapapun yang berhasil menghabisi nyawa jagoan galau yang sedang patah hati itu.

Yang menarik, kalau ditelusuri lagi, pangkal dari semua kisah John Wick ini bermula dari seekor anjing! Chad Stahelski menjelaskan, dirinya memang sengaja melanjutkan plot yang berpusat pada anjing tersebut. Di film yang pertama, John Wick yang sudah pensiun kembali menjadi pembunuh bayaran. Sejak anjing kesayangannya mati.

Nah, di film yang ketiga ini, ada sosok Sofia (Halle Berry). Yang memiliki dua ekor anjing ras Belgian Malinois. Keduanya melambangkan orang-orang penting yang hilang dari hidup Sofia. Yang akhirnya berkembang menjadi assisten berkaki empat yang sangat taktis.

Sofia sendiri merupakan karakter baru. Yang belum pernah muncul di dua film sebelumnya. Meski demikian, assassin sexy tersebut diceritakan punya hubungan masa lalu dengan John Wick.

Selain Sofia, tokoh yang baru muncul adalah the Director (Anjelica Huston). Yang dulu dikisahkan menjadi pelindung John di organisasi the High Table. Film berdurasi 131 menit ini memang banyak membahas asal-usul Wick dan orang-orang dari masa lalunya.

Kembalinya Keanu Reeves dan sejumlah pemain baru tadi, tampaknya, berbuah manis. Setelah tayang secara global pada hari Jumat (17/5) ini, seperti dua film sebelumnya, John Wick: Chapter 3 – Parabellum juga mendapat respon positif dari para kritikus. Bahkan, disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibintangi oleh Reeves.

Instalasi ketiga John Wick ini masih mempertahankan elemen khasnya. Yang sukses memukau para fans di dua film pendahulunya. Yaitu adegan action yang intens. Baru selesai satu adegan, datang lagi adegan menegangkan berikutnya. Bertubi-tubi. Tiada henti.

Keanu Reeves juga masih mempertahankan karakter John Wick yang dingin dan brutal. Sisi galaunya yang sangat menyayangi mendiang istrinya pun kembali ditampilkan. Reeves yang selalu sukses di film action itu berhasil membuat para fans terpukau dan setia menunggu kelanjutan franchise-nya.

Menurut para kritikus, bintang film Speed (1994) itu kembali menyuguhkan aksi laga yang dikoreografi secara brilian. Dengan adegan action over-the-top. Yang sangat seru, brutal, dan menegangkan. Yang dijamin bakal memacu adrenalin dan memuaskan para fans.

Dari segi cerita, John Wick 3 ini lebih menghibur. Unsur kekerasan dan adegan perkelahian yang ditampilkan lebih beragam dan unik. Sehingga para penonton tidak sekadar menyaksikan adegan sadis yang penuh darah. Tapi juga atraktif dan estetik.

Sutradara Chad Stahelski memang merancang adegan perkelahian dengan melibatkan koreografi live dari para cast maupun stunt. Alhasil, hal itu memberi nilai lebih pada keindahan film. Para penonton bakal tercengang saat menyaksikan atraksi laga yang sulit dilakukan oleh kebanyakan orang.

Stahelski, tampaknya, sudah menduga film berbujet USD 55 juta ini bakal mendapat sambutan positif. Maka dari itu, setelah pertarungan tiada henti, ending John Wick 3 sengaja dia buat menggantung. Karena bakal dia lanjutkan ke Chapter 4. Yang akan dirilis dua tahun lagi.

Pertanyaannya, apakah dua bintang Indonesia, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, akan kembali tampil dalam film yang keempat? Saat diwawancarai, Yayan hanya menjawab belum tahu. Sambil tersenyum.

Sampai jumpa lagi, Mr. Wick! 🙂

***

John Wick: Chapter 3 – Parabellum

Sutradara: Chad Stahelski
Produser: Basil Iwanyk, Erica Lee
Penulis Skenario: Derek Kolstad, Shay Hatten, Chris Colllins, Marc Abrams
Pengarang Cerita: Derek Kolstad
Berdasarkan: Para karakter ciptaan Derek Kolstad
Pemain: Keanu Reeves, Halle Berry, Laurence Fishburne, Mark Dacascos, Asia Kate Dillon, Lance Reddick, Anjelica Huston, Ian McShane
Musik: Tyler Bates, Joel J. Richard
Sinematografi: Dan Laustsen
Penyunting: Evan Schiff
Produksi: Thunder Road Pictures, 87Eleven Productions
Distributor: Summit Entertainment, Lionsgate
Durasi: 131 menit
Genre: Action & Adventure, Drama
Kategori Usia: R (17+)
Budget: USD 55 juta
Rilis: 9 Mei 2019 (Brooklyn), 15 Mei 2019 (Indonesia), 17 Mei 2019 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 17 Mei 2019)
Rotten Tomatoes: 88% (Certified Fresh)
Metacritic: 73/100
CinemaScore: –
PostTrak: –
IMDb: 8,4/10

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Advertisements
Ulasan Film: John Wick: Chapter 3 – Parabellum (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s