Ulasan Serial TV: Game of Thrones – Season 8 (2019)

Permainan sudah berakhir. Iya. Delapan tahun penantian, tentang siapa yang akhirnya memenangkan perebutan takhta, telah selesai. Serial Game of Thrones sudah tamat. Seiring dengan ditayangkannya episode final season 8 oleh HBO. Pada bulan Mei yang lalu.

Episode yang berjudul The Iron Throne itu berakhir bahagia. Bagi beberapa karakter. Terutama, yang berasal dari House Stark. Tapi, juga menjadi ending yang tragis. Bagi banyak karakter lain. Yang menjadi favorit para fans.

Salah satunya adalah Daenerys Targaryen (Emilia Clarke). Yang akhirnya berhasil merebut Iron Throne dari Cersei Lannister (Lena Headey). Setelah meluluhlantakkan King’s Landing. Dan membakar hidup-hidup ribuan penduduk yang tak bersalah. Dengan semburan api naganya.

Namun, pasca meraih kemenangan dramatis tersebut, nasib Daenerys harus berakhir tragis. The Mother of Dragons itu mati dibunuh. Oleh keponakan, sekaligus pacarnya sendiri: Jon Snow (Kit Harington).

Hingga kini, banyak fans yang belum rela dengan kematiannya. Termasuk, belum bisa menerima. Bahwa karakter pahlawan favorit mereka tiba-tiba berubah. Menjadi sosok Mad Queen yang terlalu kejam.

Saat diwawancarai, Emilia Clarke menyatakan, tindakan Daenerys yang menghancurkan ibu kota Westeros itu adalah bentuk kemarahannya. Karena masih ada saja orang yang tidak bisa menerimanya. Padahal, sudah banyak pengorbanan yang dia lakukan.

Daenerys akhirnya memang muntab. Setelah dikhianati oleh orang-orang kepercayaannya. Lalu, harus kehilangan sahabatnya, Missandei (Nathalie Emmanuel), yang mati dipenggal Cersei. Serta kehilangan setengah pasukan dan dua naga kesayangannya: Rhaegal dan Viserion.

Bagaimanapun nasib Daenerys pada akhir perjalanannya, Emilia Clarke mengaku bangga. Memerankan karakter Dany selama delapan tahun telah ikut membentuk jati dirinya. Baik sebagai seorang perempuan maupun sebagai aktris. Oleh karena itu, dia bakal berdiri di samping Daenerys selamanya!

Di lain pihak, menurut Kit Harington, kematian Daenerys adalah hal yang logis. Karena dia telah melakukan banyak hal buruk. Termasuk, menghabisi nyawa ribuan orang yang tak berdosa. Jadi, jika masih ada fans yang belum bisa menerima, itu pasti denial. Karena mereka jelas tahu ada yang salah dengannya.

Setelah membunuh Daenerys, yang sebenarnya sangat dicintainya, Jon Snow dikisahkan kembali ke Castle Black. Untuk melanjutkan hidup sebagai Night’s Watch. Yang tugasnya sekarang tidak jelas itu. Karena pasukan White Walkers sudah dimusnahkan.

Jon, tampaknya, bakal menghabiskan sisa hidupnya bersama para Wildlings. Hidup bebas. Jauh dari intrik politik yang terjadi di Westeros. Sambil mengenang Daenerys yang terpaksa dia tamatkan riwayatnya.

Sementara itu, yang akhirnya terpilih untuk menduduki Iron Throne, yang sama sekali tak diduga oleh para fans, adalah Bran Stark (Isaac Hempstead Wright). Dalam menjalankan pemerintahan, dia bakal dibantu oleh Tyrion Lannister (Peter Dinklage). Selaku Hand of the King.

Namun, berbeda dengan raja-raja sebelumnya, Bran hanya memimpin Six Kingdoms. Bukan lagi Seven Kingdoms. Karena Winterfell memilih untuk merdeka. Atas permintaan Sansa Stark (Sophie Turner). Yang akhirnya kesampaian menjadi ratu. Dengan gelar Queen in the North itu.

Berbeda dengan Sansa, sang adik, Arya Stark (Maisie Williams), memilih untuk berpetualang. Mengarungi lautan. Mengeksplorasi wilayah sebelah barat Westeros (West of Westeros). Yang masih misterius dan belum terpetakan itu.

Para fans pun menuntut HBO untuk membuat spin-off. Tentang petualangan Arya dalam mengeksplorasi Sunset Sea tersebut. Selain itu, juga ada yang meminta spin-off tentang Dothraki dan Unsullied.

Setelah Daenerys tewas, nasib Dothraki memang tidak jelas. Di bagian ending, mereka terlihat hanya bersantai di dermaga. Pasukan suku berkuda itu juga tenang-tenang saja. Ketika melihat Jon Snow. Yang notabene telah membunuh sang Khaleesi junjungan mereka itu.

Sedangkan, untuk Unsullied, Ser Davos Seaworth (Liam Cunningham) sebenarnya sempat menawarkan tempat di Reach untuk mereka tinggali. Namun, sang pemimpin, Grey Worm (Jacob Anderson), lebih memilih untuk membawa pasukannya berlayar ke timur. Menyeberangi lautan. Menuju ke Pulau Naath. Yang merupakan kampung halaman mendiang pacarnya: Missandei.

Selain Dothraki dan Unsullied, yang lebih bikin penasaran sejatinya adalah nasib Drogon. Naga terakhir Daenerys itu terlihat membawa jenazah “ibu”-nya terbang. Setelah membakar dan melelehkan Iron Throne. Ke mana dia pergi?

Pada bagian ending, Bran sempat menanyakan tentang Drogon kepada anggota Small Council. Kemudian, diketahui naga tersebut terbang ke arah timur. Kemungkinan besar, menuju ke reruntuhan kota kuno Valyria di Essos. Yang memang terletak di sebelah timur Westeros. Yang juga merupakan kampung halaman klan Targaryen itu.

Selain diwarnai protes para fans yang tak puas dengan ending-nya, episode final Game of Thrones ini juga dihiasi oleh beberapa kesalahan remeh. Salah satunya adalah nongolnya botol plastik. Yang kemungkinan adalah air minum kemasan. Saat adegan Tyrion dihadapkan oleh Grey Worm ke para dewan di Westeros.

Salah satu botol plastik tersebut tampak di belakang kaki Samwell Tarly (John Bradley). Sedangkan yang lainnya terlihat di belakang kursi yang diduduki Ser Davos. Ini adalah kali kedua tim produksi Game of Thrones melakukan kecerobohan. Dua pekan sebelumnya, para fans sudah dibikin heboh. Dengan nongolnya gelas kopi “Starbucks” di meja di hadapan Daenerys.

Para fans yang kecewa dengan season final ini akhirnya sampai mengajukan petisi. Melalui situs change.org. Isinya meminta Game of Thrones Season 8 diproduksi ulang. Dengan tim penulis skenario baru yang lebih kompeten.

Namun, hingga kini, tidak ada tanda-tanda HBO bakal me-remake season terakhir Game of Thrones tadi. Padahal, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari sejuta fans!

Artinya, suka atau tidak, Game of Thrones memang sudah tamat. Para fans yang terlanjur kecewa dan patah hati harus menerima kenyataan pahit ini. Bahwa serial kesayangan mereka harus berakhir dengan cara yang tidak memuaskan.

Meski demikian, cacat tersebut sejatinya tidak mengurangi keagungan Game of Thrones. Semua pasti sepakat. Dengan segala kekurangannya di musim terakhir tadi, serial yang telah menghabiskan 4.000 galon darah artifisial selama delapan musim ini tetaplah serial terbaik sepanjang masa.

Game of Thrones yang menghabiskan 20.907 batang lilin selama proses syuting tersebut telah memberi kenangan yang tak terlupakan. Dengan segala kisahnya yang mengaduk-aduk emosi itu, para fans di seluruh dunia telah dibuat ketagihan. Untuk terus menantikan kelanjutannya.

Kini, semua sudah berakhir. Tidak hanya para fans yang sedih. Karena harus berpisah dengan karakter-karakter kesayangan mereka. Para pemainnya juga. Salah satunya adalah Sophie Turner. Yang mengungkap kesedihannya lewat Instagram.

Selain itu, cewek supercantik yang baru dikawini oleh Joe Jonas tersebut juga menuliskan ucapan terima kasihnya. Untuk karakter Sansa. Yang telah dia perankan selama delapan musim. Karena telah mengajarkannya untuk menjadi sosok yang berani, kuat, dan sabar.

“Thank you, Sansa. Aku jatuh cinta kepadamu pada umur 13 tahun dan sekarang sudah 10 tahun berlalu. Tapi, aku tidak akan pernah meninggalkan apa yang telah kau ajarkan kepadaku.” – Sophie

Thank you, Sansa. Thank you, Arya. Thank you, Bran. Thank you, Jon. Thank you, Tyrion. Thank you, Game of Thrones.

***

Game of Thrones – Season 8

Pembuat: David Benioff, D. B. Weiss
Produser: David Benioff, D. B. Weiss, Carolyn Strauss, Frank Doelger, Bernadette Caulfield, George R. R. Martin
Pemain: Peter Dinklage, Nikolaj Coster-Waldau, Lena Headey, Emilia Clarke, Kit Harington, Liam Cunningham, Sophie Turner, Maisie Williams, Alfie Allen, Nathalie Emmanuel, Gwendoline Christie, John Bradley, Isaac Hempstead Wright, Rory McCann, Conleth Hill, Carice van Houten, Kristofer Hivju, Hannah Murray, Jerome Flynn, Joe Dempsie, Iain Glen
Musik: Ramin Djawadi
Produksi: Television 360, Grok! Television, Generator Entertainment, Startling Television, Bighead Littlehead
Distributor: Warner Bros. Television Distribution
Jaringan Penyiar: HBO
Durasi: 54-82 menit
Genre: Drama, Fantasy
Kategori Usia: R (17+)
Rilis: 14 April-19 Mei 2019 (Amerika Serikat), 15 April-20 Mei 2019 (Indonesia)

Rating (hingga 3 Juni 2019)
Rotten Tomatoes: 52% (Rotten)
Metacritic: 74/100

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto untuk info film-film terbaru.

Ulasan Serial TV: Game of Thrones – Season 8 (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s