Ulasan Film: Men in Black: International (2019)

Dua jagoan baru Men in Black sudah beraksi di bioskop-bioskop seluruh dunia. Sejak hari Jumat (14/6) yang lalu. Film yang berjudul MIB: International itu, kali ini, mengusung dua alumni Marvel Cinematic Universe (MCU) sebagai bintang utamanya. Yaitu Chris Hemsworth dan Tessa Thompson.

Mereka berdua menggantikan dua jagoan kawakan. Yang sudah berpengalaman memburu para alien di tiga film Men in Black sebelumnya. Yang dikenal sebagai Agent J dan Agent K. Yang kini sudah dipensiunkan. Yaitu Will Smith dan Tommy Lee Jones.

Dalam film yang terbaru ini, para agen MIB yang berjas hitam tersebut tidak lagi beroperasi di New York. Sesuai dengan judulnya, Men in Black: International, Agent H (Chris Hemsworth) dan Agent M (Tessa Thompson) beraksi di berbagai penjuru dunia. Meski memiliki markas besar di London.

Sementara itu, dari segi penampilan, para agen baru tadi masih sama dengan para pendahulunya. Selain memakai setelan jas, dasi, dan kacamata hitam, mereka juga berkemeja putih. Yang merupakan seragam dan sudah menjadi standar bagi seluruh agen MIB.

Film Men in Black: International ini memang merupakan spin-off dari film-film MIB sebelumnya. Oleh karena itu, kisahnya tidak berhubungan secara langsung. Meski masih dalam satu universe yang sama.

Tak heran, sebagian besar karakternya pun baru. Termasuk, karakter utamanya: Agent H. Yang berwajah sangat ganteng dan otaknya cerdas. Yang secara fisik memang sangat pas diperankan oleh Chris Hemsworth.

Selain dari segi fisik, menurut Hemsworth, kepribadian Agent H juga tidak jauh berbeda dengan dirinya di dunia nyata. Yang lucu, tangkas, charming, dan sedikit arogan tersebut. Oleh karena itu, dia mengaku sangat menikmati perannya kali ini.

Bagi Hemsworth, peran sebagai agen MIB ini merupakan simbol transisi. Dari sosoknya yang terlanjur lekat dengan karakter superhero (Thor dalam Avengers) menjadi seorang manusia biasa. Tapi, dengan kemampuan yang tidak kalah hebat.

Bahkan, menurut Hemsworth, perannya sebagai Agent H ini jauh lebih nyaman. Karena dia hanya perlu memakai setelan jas yang rapi. Bukan lagi jubah atau kostum superhero yang ribet itu. Belum lagi kalau ditambah dengan perut prostetik. Untuk menampilkan sosok Thor yang gendut. Seperti dalam film Avengers: Endgame (2019) kemarin.

Bergabung dengan franchise MIB sebenarnya tak pernah diduga oleh Hemsworth sebelumnya. Saat film Men in Black yang pertama dirilis pada 1997, suami Elsa Pataky itu baru berumur 14 tahun. Alias masih ababil. Dan belum mengenal dunia akting sama sekali.

Oleh karena itu, bisa bermain dalam franchise yang cukup terkenal ini sejatinya merupakan suatu kebanggaan baginya. Apalagi, kakak Liam Hemsworth tersebut mendapat kesempatan untuk menjadi penerus Will Smith dan Tommy Lee Jones. Yang merupakan dua aktor kawakan dari Hollywood.

Meski tidak pernah bertemu secara langsung selama proses produksi film MIB ini, bagi Hemsworth, karakter Agent J dan K yang diperankan oleh Smith dan Jones bakal tetap hidup. Namun, dia tidak ingin mengulang atau meniru mereka. Tujuannya adalah maju bersama. Sambil melakukan sesuatu yang berbeda.

Satu hal lagi yang menjadi tantangan bagi Hemsworth adalah beradu akting dengan bintang-bintang senior. Seperti Liam Neeson dan Emma Thompson. Dia merasa ada tekanan ketika harus berhadapan langsung dengan aktor-aktor tadi. Karena biasanya lebih banyak berinteraksi dengan karakter-karakter CGI (computer-generated imagery). Yang tidak nyata. Dalam film-film MCU.

Hemsworth sendiri sebenarnya sudah mengenal Emma Thompson. Dia pertama kali bertemu dengannya dalam sebuah acara beberapa tahun yang lalu. Meski sungkan harus beradu akting dengan aktris pemenang Piala Oscar tersebut, menurut Hemsworth, Emma adalah sosok yang lucu, baik, dan kolaboratif.

Berbeda dengan Liam Neeson yang memerankan karakter baru bernama High T, Emma Thompson sejatinya sudah pernah tampil dalam franchise MIB. Yaitu dalam film Men in Black III (2012). Kali ini, dia kembali memerankan karakter yang sama. Yakni Agent O. Yang bisa dibilang merupakan karakter penghubung dengan tiga film sebelumnya.

Agent O inilah yang merekrut Molly Wright (Tessa Thompson). Sebagai agen baru MIB. Dengan sebutan Agent M. Yang sosoknya menarik. Karena menjadi cewek pertama yang menjadi lead character dalam franchise Men in Black.

Sebelumnya, memang selalu ada tokoh perempuan di dalam film MIB. Tetapi, mereka tidak pernah ditampilkan di depan sebagai ujung tombak cerita. Seperti halnya Agent O yang diperankan oleh Emma Thompson tadi. Yang bisa dibilang hanya menjadi karakter pendukung.

Oleh karena itu, diangkatnya karakter Agent M ini merupakan gebrakan dari film MIB: International. Sekaligus menjadi bentuk dukungan positif terhadap isu kesetaraan gender. Yang belakangan bergaung keras di Hollywood.

Chris Hemsworth pun mendukung dijadikannya Agent M sebagai karakter utama. Menurutnya, dulu mungkin superhero perempuan tidak akan laku. Tapi, sekarang zamannya sudah beda. Misalnya saja Captain Marvel (2019). Yang bisa menghasilkan uang lebih banyak daripada film-film superhero cowok.

Tessa Thompson juga mengakui hal itu. Menurut pemeran Valkyrie dalam MCU tersebut, saat ini cewek yang menjadi lead character dalam sebuah film memang banyak dipuji. Sebab, hal itu masih langka. Thompson berharap Hollywood bakal lebih sering melakukannya.

Bintang film Creed (2015) itu juga ingin menginspirasi banyak orang lewat perannya sebagai Agent M. Tidak hanya cewek-cewek remaja, tapi juga cowok-cowok abege, genderqueer, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan Chris Hemsworth. Yang merasa senang karena kids zaman now mulai sadar terhadap kesetaraan gender. Berbeda dengan generasi tua yang belum terbiasa dengan hal itu.

Dibanding dengan Valkyrie, yang cenderung cuek di MCU, karakter Agent M yang diperankan Thompson memang sangat fancy dan pemberani. Sosoknya sangat menentukan jalan cerita film MIB: International. Bukan hanya sekadar pendamping Agent H.

Menurut Hemsworth, Thompson berhasil menyesuaikan diri dengan sangat baik dalam perannya kali ini. Dia sangat mengesankan dan bertalenta. Aktor berusia 35 tahun itu berharap bisa terus bekerja sama dengannya di masa mendatang.

Hemsworth memang sudah mengenal Thompson dengan sangat baik. Karena pernah sama-sama membintangi film MCU Thor: Ragnarok (2017). Jadi, soal chemistry, mereka berdua tak perlu diragukan lagi.

Namun, sayangnya, chemistry yang kuat tersebut tak mampu menyelamatkan Men in Black: International. Setelah tayang hampir dua pekan, film blockbuster berbujet USD 110 juta ini hanya mampu mengumpulkan pemasukan USD 182 juta. Itu pun sudah dari seluruh dunia.

Sambutan dari para penonton, terutama di Amerika, memang kurang positif. Terbukti, exit poll dari situs CinemaScore hanya menghasilkan nilai B untuk film rilisan Sony Pictures ini. Yang artinya kurang berkesan.

Respon dari para kritikus juga negatif. Mereka menganggap adegan action dalam film Men in Black keempat ini kurang seru. Kisahnya juga tidak ada yang baru. Membosankan. Dan mudah dilupakan.

Alhasil, masa depan franchise yang diadaptasi dari komik karya Lowell Cunningham tersebut kembali dipertanyakan. Film berdurasi dua jam garapan F. Gary Gray ini mungkin bakal menjadi film MIB yang terakhir.

***

Men in Black: International

Sutradara: F. Gary Gray
Produser: Walter F. Parkes, Laurie MacDonald
Penulis Skenario: Art Marcum, Matt Holloway
Berdasarkan: The Men in Black by Lowell Cunningham
Pemain: Chris Hemsworth, Tessa Thompson, Rebecca Ferguson, Kumail Nanjiani, Rafe Spall, Laurent Bourgeois, Larry Bourgeois, Emma Thompson, Liam Neeson
Musik: Danny Elfman, Chris Bacon
Sinematografi: Stuart Dryburgh
Penyunting: Christian Wagner
Produksi: Columbia Pictures, Amblin Entertainment, Parkes + Macdonald, Image Nation, Tencent Pictures
Distributor: Sony Pictures Releasing
Durasi: 120 menit
Genre: Action & Adventure, Comedy, Science Fiction & Fantasy
Kategori Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 110 juta
Rilis: 11 Juni 2019 (New York City), 14 Juni 2019 (Amerika Serikat), 19 Juni 2019 (Indonesia)

Rating (hingga 25 Juni 2019)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 23% (Rotten)
Rotten Tomatoes – Audience Score: –
Metacritic: 38/100
CinemaScore: B
PostTrak: 72%
IMDb: 5,6/10
Edwin Dianto (Filmania): 4,5/10 (D)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Ulasan Film: Men in Black: International (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s