Ulasan Film: Parasite (2019)

Bong Joon-ho berhasil mencetak sejarah. Pada akhir bulan Mei yang lalu. Film besutannya yang berjudul Parasite memenangkan Palme d’Or. Penghargaan tertinggi di Cannes Film Festival (CFF) 2019.

Parasite adalah film ketujuh sutradara berusia 49 tahun itu. Sekaligus film ketiganya yang mampu menembus Cannes. Parasite juga menjadi wakil Korea pertama. Yang berhasil meraih Piala Palem Emas. Di festival film paling bergengsi di dunia tersebut.

Selain film berjudul asli Gisaengchung itu, Korea sebenarnya juga diwakili oleh satu film lagi. Yaitu The Gangster, the Cop, the Devil. Yang ber-genre action. Dalam sambutannya, Bong Joon-ho (BJH) pun berharap: Bakal semakin banyak wakil dari Negeri Ginseng di Cannes pada masa mendatang.

BJH juga menilai, kemenangan bersejarah Parasite akan membantu perfilman Korea. Untuk lebih dikenal lagi secara internasional. Karena menurut sutradara Snowpiercer (2013) itu, masih banyak talenta Korea yang bisa dan berhak memenangi Palme d’Or seperti dirinya.

Parasite memang bikin heboh. Bahkan, Presiden Republik Korea Moon Jae-in pun ikut bangga. Lewat Twitter, dia mengunggah surat resmi. Yang memberi ucapan selamat kepada seluruh kru dan pemain film satire itu. Bagi Jae-in, kemenangan di Cannes tersebut juga menjadi kado manis seabad perfilman Korea.

Sementara itu, bagi BJH sendiri, Festival Film Cannes sebenarnya bukan hal yang baru. Sebelum menang lewat Parasite, setidaknya, tiga kali dia menyertakan film garapannya. Dalam ajang prestisius tahunan yang berlangsung di Prancis tersebut. Mulai dari sekadar tayang hingga masuk nominasi.

Yang pertama adalah The Host. Yang tayang perdana di Director’s Fortnight. Yaitu sesi pemutaran khusus film produksi independen di Cannes. Film rilisan tahun 2006 tersebut berhasil memecahkan rekor box office di Korea. Dengan total 13 juta tiket bioskop terjual.

Setelah mendapat respon positif di Cannes, hak tayang The Host langsung dibeli oleh beberapa negara sekaligus. Termasuk, salah satu studio raksasa di Hollywood: Universal Pictures. Yang tertarik ingin me-remake-nya. Yang sayangnya hingga sekarang belum terealisasi itu.

Berikutnya ada Mother. Yang tayang perdana di Un Certain Regard. Salah satu sesi bergengsi di Cannes. Yang khusus memutar film dengan tema orisinal yang antimainstream. Film rilisan tahun 2009 tersebut masuk 10 film domestik dengan penonton terbanyak di Korea.

Yang ketiga adalah Okja. Yang juga tayang perdana di Cannes. Dan masuk seleksi In Competition untuk Palme d’Or. Namun, tidak seperti Parasite, film rilisan tahun 2017 itu hanya masuk nominasi saja. Alias gagal meraih penghargaan.

Masuknya Okja di nominasi Cannes tadi juga dianggap kontroversial. Karena film yang kisahnya mengharukan tersebut tidak tayang di bioskop. Melainkan, hanya dirilis di layanan streaming Netflix.

Seperti halnya The Host dan Mother, Okja juga mendapat respon positif dari para kritikus. Namun, tidak ada yang berhasil meraih kemenangan di Cannes. Baru setelah Parasite inilah BJH mampu membawa pulang Palem Emas ke Korea.

Selain menyertakan empat filmnya tadi, pada tahun 2011, BJH juga pernah menjadi kepala tim juri Camera d’Or. Yaitu sesi khusus di Cannes. Untuk film feature pertama dari sutradara debutan yang ditayangkan di bioskop.

Sementara itu, kesuksesan di Cannes langsung membuat Parasite laris manis. Hak tayangnya dibeli oleh berbagai negara di Amerika Utara, Jepang, serta negara-negara yang berbahasa Jerman dan Prancis.

Di Indonesia, hak tayang Parasite dimiliki oleh CBI Pictures. Yang kemudian menayangkannya di jaringan bioskop Cinemaxx Theater dan CGV Cinemas. Mulai hari Senin (24/6) yang lalu.

Film Parasite sendiri mengisahkan tentang ketimpangan sosial di masyarakat Korea. Yang menjadi tokoh utama adalah keluarga miskin Kim Ki-taek (Song Kang-ho). Yang beranggotakan empat orang. Yang semuanya pengangguran.

Pada suatu hari, mereka melihat kesempatan untuk mengubah nasib. Ketika si sulung Ki-woo (Choi Woo-shik) mendapat pekerjaan: Sebagai guru les privat anak keluarga Mr. Park (Lee Sun-kyun) yang kaya raya. Keluarga Kim kemudian berusaha mengeruk keuntungan dari si murid yang supertajir itu.

Tema yang diangkat Parasite memang termasuk sederhana. Namun, BJH mampu membalutnya dengan gaya dark comedy yang sangat memukau dan penuh pesan moral. Alhasil, meski cukup panjang, kisah film berdurasi 132 menit ini dijamin tidak akan membosankan. Dan bakal membekas di benak para penonton.

Akting para pemainnya juga sangat solid. Mulai dari yang dewasa hingga anak-anak. Ditambah dengan visualisasi dan scoring yang menawan, kisah yang ditawarkan Parasite mampu menghibur sekaligus menusuk hati para penonton.

Tak heran, setelah menjadi pemenang di Cannes, film yang didistribusikan oleh CJ Entertainment ini juga dijagokan untuk menjadi Best Foreign Film. Di ajang Piala Oscar tahun depan. Kepala Dewan Juri CFF Alejandro Gonzalez Inarritu pun memuji Parasite sebagai film yang visioner.

Menurut sutradara The Revenant (2015) itu, melalui Parasite, BJH berhasil menyajikan cerita sederhana lewat perpaduan bermacam-macam genre yang menghibur. Bagi Inarritu, film ini menceritakan sesuatu yang relevan dan sangat universal. Meski latar filmnya amat lokal. Bahkan, semua juri di Cannes sampai dibuat terpukau dan terus terpukau selama menontonnya.

***

Parasite (Gisaengchung)

Sutradara: Bong Joon-ho
Produser: Bong Joon-ho, Kwak Sin-ae, Jang Young-hwan
Penulis Skenario: Bong Joon-ho, Han Jin-won
Pemain: Song Kang-ho, Lee Sun-kyun, Cho Yeo-jeong, Choi Woo-shik, Park So-dam
Musik: Jung Jae-il
Sinematografi: Hong Kyung-pyo
Penyunting: Yang Jin-mo
Produksi: Barunson E&A Corp
Distributor: CJ Entertainment (Internasional), NEON (Amerika Serikat)
Durasi: 132 menit
Genre: Drama
Kategori Usia: R (17+)
Budget: USD 14,6 juta
Rilis: 21 Mei 2019 (Cannes), 30 Mei 2019 (Korea), 24 Juni 2019 (Indonesia), 11 Oktober 2019 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 1 Juli 2019)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 98% (Fresh)
Rotten Tomatoes – Audience Score: –
Metacritic: 89/100
CinemaScore: –
PostTrak: –
IMDb: 8,6/10
Edwin Dianto (Filmania): 9/10 (A)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Ulasan Film: Parasite (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s