Ulasan Film: Hustlers (2019)

Pada akhir bulan Agustus yang lalu, musim festival film bergengsi dibuka oleh Joker (2019). Yang kemudian menghebohkan Venice Film Festival dan berhasil menarik perhatian publik dari seluruh dunia itu.

Setelah Venice, giliran Toronto International Film Festival, pada awal bulan September yang lalu, yang dibuka oleh Hustlers. Yang setelah tayang perdana di sana, langsung disambut dengan tanggapan positif oleh para kritikus film tersebut.

Hustlers, yang kini sudah bisa dinikmati di bioskop-bioskop Cinema XXI Indonesia itu, mengangkat kisah nyata. Yang skenarionya diadaptasi dari artikel yang ditulis oleh Jessica Pressler. Yang terbit di New York Magazine pada 2015 silam.

Kisahnya mengenai sekelompok penari telanjang. Alias stripper. Yang menggunakan cara instant. Alias jalan pintas. Untuk mengatasi krisis finansial pada 2008. Yang kala itu melanda Amerika dan berdampak pada kehidupan mereka.

Para penari striptis tersebut memoroti klien-klien mereka. Yang umumnya kaya-kaya itu. Hingga ribuan dollar setiap malam. Karakter Jessica Pressler sendiri juga muncul di dalam film. Namun, dengan menggunakan nama Elizabeth. Yang diperankan oleh Julia Stiles.

Yang menjadi tokoh utamanya adalah Ramona Vega (Jennifer Lopez). Seorang penari bugil veteran yang supersexy. Yang menjadi panutan di klub tempatnya tampil. Dia kemudian melatih para stripper muda yang belum berpengalaman.

Salah satu penari striptease yang menjadi anak didik Ramona adalah Destiny (Constance Wu). Yang berusaha menghidupi diri sendiri dan neneknya yang sudah tua. Dengan bekerja di klub yang bernama Moves tersebut.

Namun, karena masih polos, dan kemampuannya dalam merayu klien tidak semenarik penari lainnya, Destiny pun kerap di-bully. Selain itu, penampilannya juga dianggap kurang sexy. Hingga kemudian, dia melihat penampilan Ramona. Yang sangat mengagumkan saat meliuk-liuk di pole dance itu.

Destiny lantas berguru kepada Ramona. Dia belajar pole dance. Hingga akhirnya berhasil menarik perhatian para tamu night club. Yang umumnya bekerja sebagai pialang saham di Wall Street, New York, tersebut.

Semuanya berjalan dengan lancar. Bahkan, bisa dibilang, sempurna bagi Destiny. Kehidupan gadis keturunan Asia yang dulu kekurangan uang itu kini sudah jauh lebih baik. Hingga kemudian, krisis ekonomi melanda Amerika pada 2008. Yang berdampak pada menurunnya kunjungan para tamu di klub.

Demi bertahan hidup, setiap malam, Ramona dkk pun terpaksa bekerja ganda. Selain menari, mereka juga menggoda sekaligus menipu para klien. Dengan membuat para tamu mereka mabuk hingga tak sadarkan diri. Lalu menguras kartu kredit dan merampok uang para lelaki hidung belang tersebut.

Sebelum ini, sebenarnya sudah ada beberapa heist movie yang dibintangi oleh cewek-cewek sexy. Yang paling terkenal adalah Ocean’s 8 (2018). Yang digawangi oleh Sandra Bullock tersebut. Namun, Hustlers ini berbeda. Karena mengambil latar kehidupan penari bugil yang complicated.

Dilihat dari daftar pemainnya yang full cewek, Hustlers memang menyajikan jajaran aktris yang memikat. Selain Jennifer Lopez dan Constance Wu, yang tahun lalu melejit lewat Crazy Rich Asians itu, juga ada Julia Stiles, Keke Palmer, Lili Reinhart, Lizzo, hingga rapper Cardi B.

Di samping pemain-pemainnya, sutradara Hustlers juga cewek. Yaitu Lorene Scafaria. Jadi, bisa dibilang, ini adalah film tentang perempuan. Yang dibintangi oleh para perempuan. Dan diarahkan oleh seorang perempuan.

Saat diwawancarai, Lorene Scafaria mengakui, tidak mudah baginya untuk mewujudkan kisah Hustlers menjadi sebuah film. Banyak produser yang menolak. Karena kisahnya dinilai menggambarkan perempuan yang terlalu anti-mainstream.

Dalam memilih para pemain, Scafaria pun tidak asal comot. Dia berusaha mencari para aktris yang tidak hanya bertalenta, tapi juga mampu mewakili perempuan di kehidupan nyata. Karena baginya, Hustlers adalah proyek all women.

Alhasil, di balik layar hingga di lokasi set syuting, kita bisa melihat persaudaraan para perempuan. Dengan beragam ras, bentuk tubuh, usia, dan perbedaan lainnya.

Meski kisahnya tentang para stripper yang penuh dengan ketelanjangan, yang biasanya disukai oleh para pria, bapak-bapak, dan om-om itu, menurut Scafaria, Hustlers tetap bisa dinikmati oleh para perempuan. Karena film ini, sejatinya, memang ditujukan untuk para wanita.

Para penonton cewek, baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga, bakal tetap bisa merasakan kehangatan kisahnya. Lewat Hustlers, Scafaria mengaku ingin memutus pola pikir bahwa perempuan itu hanya sekadar cantik.

Dalam membuat Hustlers, sutradara yang memulai debut pada tahun 2012 itu juga mengaku terinspirasi dari sebuah film lawas: Attack of the 50 Foot Woman (1958). Yang mengisahkan perempuan yang bisa berubah wujud menjadi raksasa.

Selain itu, untuk teknik pengambilan gambarnya, terutama saat adegan menari, Scafaria membuatnya seperti pertandingan olahraga. Jadi, detail tatapan mata hingga gerakan tubuh para stripper terekam dengan sangat tajam.

Jumlah stripper yang ditampilkan dalam film Hustlers ini tidak sedikit. Bahkan, dalam satu scene, tim produksi sampai mengerahkan 300 perempuan sebagai figuran.

Setiap cast juga diwajibkan untuk melakukan pole dance dan tarian lainnya tanpa bantuan stunt-woman. Alhasil, para bintang yang belum bisa menari pun harus belajar terlebih dahulu. Termasuk, Jennifer Lopez.

Meski selama ini dikenal punya skill tari yang mumpuni, bintang sexy yang kerap disapa JLo itu tetap kelabakan. Saat harus melakukan pole dance untuk pertama kalinya. Bahkan, lutut dan sikunya sampai lecet dan lebam-lebam. Sulit banget, aku wanita paro baya berbokong semlohai tersebut.

J-Lo pun akhirnya harus belajar pole dance. Setiap hari. Selama empat bulan sebelum syuting. Di akun YouTube-nya, dia menceritakan persiapan peran yang dia lakukan. Termasuk, saat membeli tiang yang dipindahkan dari rumahnya di Miami ke Los Angeles.

Selain JLo, Lili Reinhart juga mengikuti kursus untuk belajar menari. Bahkan, dia sampai belajar langsung dari stripper asli di lokasi syuting. Agar terlihat alami, cewek berambut pirang itu mempelajari dua signature style. Seperti goyang itik dan meliuk-liukkan body-nya yang memang hot itu. Bapak-bapak pasti banyak yang menelan air liur saat menontonnya.

Berbeda dengan JLo dan Lili Reinhart, Constance Wu tidak terlalu intens dalam belajar menari. Karena karakter yang dia perankan memang dikisahkan kurang mahir dalam pole dance. Namun, bintang keturunan Taiwan itu tetap mengikuti kelas rutin selama 2-3 bulan sebelum syuting.

Di antara bintang-bintang Hustlers, yang sudah berpengalaman sebagai penari telanjang hanya Cardi B. Karena sebelum menjadi rapper, cewek bernama asli Belcalis Marlenis Almanzar itu sempat menjadi stripper. Bahkan, dia juga pernah menipu kliennya untuk mendapatkan uang jajan. Persis seperti cerita dalam filmnya.

Yang menarik, Hustlers tercatat sebagai debut Cardi B di layar lebar. Tidak mudah untuk meyakinkannya agar mau bermain film. Tim produksi sampai dibantu oleh JLo. Yang sesama penyanyi itu. Untuk menggaetnya dalam jajaran cast.

Selain Cardi B, Lizzo juga menjadi penyanyi yang menjalani debut layar lebar lewat Hustlers. Bahkan, lagunya juga menjadi theme song film ini. Dia setuju untuk main bareng JLo dkk karena kisahnya mengangkat tema body positivity.

Saat diwawancarai, JLo mengakui, proyek Hustlers memang tidak mudah. Dia dan para cast lainnya harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Menurutnya, pada zaman now ini, sulit untuk membuat film yang laku di pasaran. Di luar kisah komik semacam Marvel. Apalagi, jika filmnya tentang perempuan yang melakukan hal-hal yang cukup kontroversial.

Bahkan, setelah Hustlers mendapat sambutan positif di Toronto International Film Festival, JLo mengaku perjuangannya belum selesai. Dia masih was-was. Karena film ini masih belum tayang di bioskop-bioskop umum.

Namun, setelah dirilis secara global pada 13 September yang lalu, tampaknya, JLo boleh lega. Karena Hustlers cukup sukses di box office. Berhasil meraup pemasukan hingga USD 135 juta. Dengan modal hanya USD 20 juta.

Dilihat dari berbagai sisi, film rilisan STX Entertainment ini memang menarik. Dari segi visual, Hustlers menyuguhkan kehidupan para penari striptis yang glamor dengan cukup vulgar, tapi tetap artistik.

Namun, sayangnya, untuk penayangan di Indonesia, adegan buka-bukaan yang penuh ketelanjangan tadi cukup banyak yang disensor. Bapak-bapak pasti banyak yang kecewa saat menontonnya.

Dari segi cerita, Hustlers juga cukup kuat. Sutradara Lorene Scafaria mampu menampilkan sisi feminis di balik kehidupan penari-penari striptis. Dengan menyelipkan pesan bahwa kekuatan perempuan itu tak bisa diremehkan. Unsur persahabatan juga terasa cukup kental di antara para tokohnya.

Bisa dibilang, Hustlers cukup empatik dan pengertian dalam memotret kehidupan para pekerja seks komersial. Yang kebanyakan juga single mother tersebut. Mereka hanyalah sekumpulan perempuan. Yang berusaha bertahan hidup. Di dalam dunia yang serba kapitalistik. Di mana yang kaya menjadi semakin kaya.

Seperti para pengamat di Toronto, para kritikus juga kompak memuji Hustlers. Bahkan, film drama berdurasi 107 menit ini disebut-sebut sebagai film terbaik yang pernah dibintangi oleh JLo. Yang film-film sebelumnya selalu mendapat respon negatif itu.

Dengan auranya yang kuat dan sangat percaya diri, janda beranak dua itu mampu mengimbangi akting Constance Wu. Yang all-out dalam menampilkan sosok Destiny yang rapuh dan putus asa. Banyak yang bilang, ini adalah performa terbaik J.Lo sejak film Out of Sight (1998).

Menurut para kritikus, penampilan mantan istri Marc Anthony tersebut memang menakjubkan dan nyaris tanpa cela. Dia mampu menciptakan sosok Ramona yang tangguh. Yang membuat segalanya tampak mudah.

Intinya, Hustlers adalah film yang lucu, memberdayakan, sexy, dan emosional. Yang mana sebagian besar hal tersebut berasal dari kekuatan Jennifer Lopez. Yang kali ini benar-benar layak dipertimbangkan untuk mendapat penghargaan.

***

Hustlers

Sutradara: Lorene Scafaria
Produser: Jessica Elbaum, Will Ferrell, Adam McKay, Elaine Goldsmith-Thomas, Jennifer Lopez
Penulis Skenario: Lorene Scafaria
Berdasarkan: “The Hustlers at Scores” by Jessica Pressler
Pemain: Constance Wu, Jennifer Lopez, Julia Stiles, Keke Palmer, Lili Reinhart, Lizzo, Cardi B
Sinematografi: Todd Banhazl
Editing: Kayla Emter
Produksi: Gloria Sanchez Productions, Nuyorican Productions, Annapurna Pictures
Distributor: STXfilms
Durasi: 107 menit
Genre: Drama
Klasifikasi Usia: R (21+)
Budget: USD 20 juta
Rilis:7 September 2019 (TIFF), 13 September 2019 (Amerika Serikat), 18 Oktober 2019 (Indonesia)

Rating (hingga 29 Oktober 2019)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 88% (Certified Fresh)
Rotten Tomatoes – Audience Score: 65% (Fresh)
Metacritic: 79/100
CinemaScore: B-
PostTrak: 3,5/5
IMDb: 6,6/10
Edwin Dianto (Filmania): 7,5/10 (B)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Ulasan Film: Hustlers (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s