Ulasan Film: Charlie’s Angels (2019)

“Good morning, Angels!”

Salam legendaris tersebut akhirnya terdengar lagi. Setelah kali terakhir dijawab oleh Natalie (Cameron Diaz), Dylan (Drew Barrymore), dan Alex (Lucy Liu). Dalam film Charlie’s Angels: Full Throttle. Yang dirilis pada 2003 silam.

Iya, setelah hiatus 16 tahun, Charlie’s Angels memang kembali lagi. Dengan menghadirkan tiga angel baru. Yang lebih fresh dan badass. Yaitu Sabina (Kristen Stewart), Jane (Ella Balinska), dan Elena (Naomi Scott). Film besutan aktris Elizabeth Banks tersebut sudah bisa dinikmati di bioskop-bioskop Indonesia. Sejak hari Rabu (13/11) yang lalu.

Charlie’s Angels versi baru ini tidak hanya melanjutkan film sebelumnya. Namun, juga menyegarkan eksistensi franchise yang tercipta pada 1976 tersebut. Dengan mengusung pesan moral tentang nilai-nilai feminisme. Yang saat ini sedang bergelora di mana-mana itu.

Para mata-mata cewek yang disebut Angels tersebut dikisahkan tersebar di berbagai benua. Jadi, anggotanya tidak hanya tiga orang seperti dulu. Bisa dibilang, Charlie’s Angels zaman now ini sudah punya cabang di seluruh dunia.

Para angel tadi sangat terlatih dan ber-skill tinggi. Mereka biasanya bekerja dalam sebuah tim kecil. Untuk menuntaskan misi yang diberikan oleh Charlie. Yaitu nama samaran dari pemimpin Townsend Agency. Yang biasanya disewa oleh para klien untuk menyelesaikan masalah mereka.

Angel yang pertama adalah Sabina Wilson. Seorang cewek tomboy yang jago menyamar. Yang sangat lantang menyampaikan pesan feminisme. Lewat kalimat yang sering dia ucapkan: Women can do anything. Dalam salah satu misinya, dia memakai wig blonde dan sequin pink dress untuk mengelabui seorang pria.

Selain itu, juga ada Jane Kano. Yang merupakan mantan agen rahasia MI6. Cewek hitam manis tersebut sangat jago dalam bertarung. Bahkan, dia bisa menghabisi para pria dengan hanya satu sentuhan.

Angel yang ketiga adalah Elena Houghlin. Yang awalnya adalah seorang ilmuwan. Yang sedang mengembangkan teknologi baru bernama Calisto. Yang ramah lingkungan, berpotensi besar, dan powerful, tapi juga sangat berbahaya. Jika sampai jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Misi Charlie’s Angels kali ini adalah melindungi Calisto tadi. Townsend Agency kemudian mengirim Jane dan Sabina untuk bekerja sama dengan Elena. Ketiganya pun harus melakoni banyak aksi berbahaya demi menyelamatkan dunia.

Di samping ketiga angel tadi, juga ada Bosley. Biasanya, karakter tersebut diperankan oleh satu orang. Baik di versi serial televisinya dulu, maupun di dua film sebelumnya. Namun, kali ini, sutradara Elizabeth Banks memodifikasinya.

Jadi, ada banyak Bosley dalam film Charlie’s Angels yang terbaru ini. Karena, menurut Banks, sejatinya, Bosley itu bukan sebuah nama, melainkan sebuah pangkat. Dalam organisasi rahasia yang menaungi para angel tadi.

Seperti di serial televisi dan dua film sebelumnya, tugas Bosley di film terbaru ini masih sama. Yaitu mengurus para angel dan membantu mereka. Dalam menuntaskan misi yang diberikan oleh sosok Charlie yang misterius.

Yang menarik, di film garapannya ini, Elizabeth Banks memerankan sendiri salah satu karakter Bosley tadi. Bersama dengan Sir Patrick Stewart dan Djimon Hounsou. Yang memerankan dua karakter Bosley lainnya.

Saat diwawancarai, menurut Banks, sejak dulu, semua angel memang diperankan oleh aktris yang berbeda dan punya nama yang berbeda. Namun, karakter Bosley selalu ada. Dan tetap disebut Bosley. Tanpa peduli siapa yang memerankanya. Itu artinya, Bosley pasti lebih dari sekadar nama.

Banks juga menyatakan, film terbaru ini bertujuan untuk mengenalkan Charlie’s Angels pada kids zaman now. Serta untuk mengingatkan kembali para fans lawas. Yang dulu menyukai franchise ini. Baik versi serial televisinya maupun versi layar lebarnya. Yang dulu diperankan oleh Farrah Fawcett dkk itu.

Selain Bosley dan ketiga angel tadi, yang juga mencuri perhatian di film ini adalah karakter Langston. Yang diperankan oleh Noah Centineo. Bintang film Netflix, To All the Boys I’ve Loved Before. Yang sangat ganteng. Yang sering menjadi bahan fantasi para cewek ababil itu.

Saat trailer-nya dirilis dulu, banyak fans yang menduga: Karakter Langston merupakan salah satu Bosley juga. Yang menjalin kisah cinta dengan salah satu angel. Yaitu Jane.

Namun, ada juga yang memperkirakan, Langston adalah versi baru dari Eric Knox (Sam Rockwell). Villain tersembunyi dalam film Charlie’s Angels (2000) yang pertama. Yang awalnya pura-pura baik. Seperti mantan kamu itu.

Lalu, yang mana yang benar? Siapa sebenarnya Langston? Bagi yang penasaran, silakan nonton dulu, deh. Karena Charlie’s Angels versi terbaru ini memang menyuguhkan adegan yang full action. Ketiga cewek yang menjadi tokoh utama mampu melakoni adegan pertarungan dengan apik.

Terlepas dari perbandingan dengan versi-versi sebelumnya, bisa dibilang, reboot film Charlie’s Angels ini cukup di luar perkiraan. Karena adegan-adegan laganya tersaji dengan menarik. Bahkan, ada kritikus yang menyejajarkannya dengan franchise-franchise spy action legendaris. Seperti Jason Bourne dan Mission: Impossible.

Formula eye-catching, yang menjadi ciri khas dari franchise Charlie’s Angels sejak dulu, juga tetap dipertahankan. Misalnya, adegan ketika para angel tampil dengan pakaian mewah, hingga munculnya dua cowok ganteng: Noah Centineo dan Sam Claflin.

Muatan tambahan tentang nilai-nilai feminisme juga disampaikan dengan lantang. Bahkan, mungkin terlalu lantang. Sehingga ada beberapa bagian yang terasa berlebihan. Begitu pula dengan plot ceritanya. Yang menjadi salah satu kekurangan terbesar dari film berdurasi 118 menit ini.

Ide ceritanya memang sangat solid. Namun, saat memasuki babak konflik, kecepatan ceritanya mulai berantakan, dan plotnya menjadi complicated. Oleh karena itu, banyak juga yang menilai, film berbujet USD 55 juta ini tidak lebih baik dari film Charlie’s Angels yang pertama. Yang dulu melejitkan soundtrack “Independent Women”-nya Destiny’s Child tersebut.

***

Charlie’s Angels

Sutradara: Elizabeth Banks
Produser: Doug Belgrad, Elizabeth Cantillon, Max Handelman, Elizabeth Banks
Penulis Skenario: Elizabeth Banks
Pengarang Cerita: Evan Spiliotopoulos, David Auburn
Berdasarkan: Charlie’s Angels by Ivan Goff, Ben Roberts
Pemain: Kristen Stewart, Naomi Scott, Ella Balinska, Elizabeth Banks, Djimon Hounsou, Sam Claflin, Noah Centineo, Patrick Stewart
Musik: Brian Tyler
Sinematografi: Bill Pope
Editing: Alan Baumgarten
Produksi: Columbia Pictures, Perfect World Pictures, 2.0 Entertainment, Brownstone Productions, Cantillon Company
Distributor: Sony Pictures Releasing
Durasi: 118 menit
Genre: Action, Adventure, Comedy
Klasifikasi Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 55 juta
Rilis: 13 November 2019 (Indonesia), 15 November 2019 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 15 November 2019)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 57% (Rotten)
Rotten Tomatoes – Audience Score: 84% (Fresh)
Metacritic: 51/100
CinemaScore: –
PostTrak: –
IMDb: 4,3/10
Edwin Dianto (Filmania): 5,5/10 (C)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Ulasan Film: Charlie’s Angels (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s