Ulasan Film: Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

The saga concludes. The story last forever. Tak terasa, Star Wars yang sudah berlangsung sejak 1977 akhirnya mencapai ending. Lewat film terbaru yang berjudul The Rise of Skywalker. Yang sudah tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak 18 Desember 2019 yang lalu.

Mengakhiri sebuah saga yang sangat legendaris dengan jutaan penggemar tidaklah mudah. Apalagi, tidak banyak franchise film yang bisa bertahan hingga lebih dari empat dekade. Seperti Star Wars yang dilahirkan oleh Lucasfilm tersebut.

Adalah produser Kathleen Kennedy, sutradara J.J. Abrams, dan penulis skenario Chris Terrio yang ketiban sampur dari Disney untuk menutup kisah Skywalker Saga. Dengan tantangan harus mampu memenuhi harapan jutaan fans Star Wars yang telah lama menunggunya.

Saat menghadiri konferensi pers di TOHO Cinemas, Tokyo, Jepang, pada 12 Desember yang lalu, Kathleen Kennedy mengungkap, dirinya dan tim memang sangat berhati-hati ketika harus mengakhiri Skywalker Saga yang sudah melintasi waktu dan generasi ini. Menurutnya, sangat sulit berpisah dengan kisah yang diciptakan oleh George Lucas tersebut.

Dulu, awalnya, George Lucas berencana untuk membuat 12 film Star Wars. Yang diawali oleh A New Hope (1977) tersebut. Namun, hingga The Rise of Skywalker ini, yang terealisasi hanya sembilan episode. Itu pun tiga episode terakhir dibuat setelah Lucasfilm diakuisisi oleh Disney.

Kennedy mengaku tidak ingin merusak image Star Wars yang sudah diagung-agungkan sejak dulu oleh jutaan fans-nya. Oleh karena itu, bersama J.J. Abrams dan Chris Terrio, dia sangat all-out saat mengerjakan semua proses produksi. Nyaris setiap hari waktunya dihabiskan untuk berdiskusi dengan tim Lucasfilm.

Menurut Kennedy, semua kru yang terlibat telah menjalankan tugas dan peran masing-masing dengan baik. Mereka bekerja sangat keras demi kepuasan para fans. Perempuan yang memimpin Lucasfilm sejak 2012 itu juga mengaku bakal merindukan semua momen bersama tim Star Wars-nya.

Bagi Kennedy, Star Wars bukan hanya sekadar cerita. Franchise tersebut sudah menyatu dengan dirinya. Meski demikian, menurut tante-tante berusia 66 tahun itu, menyeimbangkan emosi, passion, dan profesionalitasnya sebagai produser tidaklah mudah.

Hal terberat bagi Kennedy adalah harus menutup trilogi sekuel Star Wars. Yang sudah dia pegang selama tujuh tahun terakhir itu. Perempuan asal Berkeley, California, tersebut mengungkap, saat dirinya dulu mendiskusikan naskah film terakhir ini bersama J.J. Abrams dan Chris Terrio, rasa sedih dan haru langsung terasa.

Untuk menulis skenario, Kennedy dan Abrams memang menggandeng Terrio. Yang sebelumnya sudah menelurkan naskah film Argo (2012), Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), dan Justice League (2017) tersebut. Lewat pengalaman Terrio, mereka yakin ceritanya bakal bagus.

Menurut Kennedy, Abrams dan Terrio mampu mengakomodasi keinginannya dengan baik. Skenario Star Wars: The Rise of Skywalker menceritakan perang akhir antara Resistance dan First Order yang sangat menyentuh hati dan menguras emosi. Efek visualnya juga dia puji sangat istimewa.

Mengenai harapan para fans yang sangat tinggi, Kennedy mengaku tidak pernah merasa terbebani. Malah, di matanya, para fans Star Wars itu sangat hebat. Mereka memberi energi positif. Masukan dari para fans adalah hal yang sangat berarti. Menurutnya, sineas dan fans merupakan elemen yang sangat bernilai dari sebuah film.

Seperti halnya Kennedy, para cast seperti Daisy Ridley, John Boyega, Oscar Isaac, dan Anthony Daniels juga merasa sedih. Kebersamaan dengan pemain lainnya dan para kru telah berakhir. Memori di lokasi syuting Star Wars akan sangat mereka rindukan.

Saat diwawancarai, Daisy Ridley mengaku dirinya tidak pernah menyangka bakal terlibat dalam proyek film sebesar Star Wars. Oleh karena itu, film ini sangat personal baginya. Sungguh kesempatan yang luar biasa bisa bermain di dalamnya. Aktris asal Inggris itu pun berhasil menjawab kepercayaan J.J. Abrams dan Kathleen Kennedy. Dengan menunjukkan kemampuan akting yang mumpuni.

Seperti halnya Daisy Ridley, John Boyega juga mengaku masih kerap tidak menyangka dirinya bekerja untuk Star Wars. Sebuah franchise film yang fenomenal. Yang sulit untuk dideskripsikan. Menurutnya, setiap film Star Wars punya kenangan yang manis. Semua berkesan dan sulit dilupakan.

Kekeluargaan di lokasi syuting juga sangat kuat. Setiap cast mempunyai ikatan hati. Apalagi, syuting film yang terakhir ini berlangsung cukup lama. Mulai bulan Juli 2018 hingga Februari 2019. Prosesnya pun sangat emosional dan mengambil seluruh hatinya.

Boyega juga merasa punya koneksi dengan sosok Finn yang ia perankan. Yang menurutnya cocok dengan karakter aslinya. Banyak kesamaan sikap antara dirinya dengan tokoh fiktif rekaan J.J. Abrams tersebut.

Boyega melihat Finn sebagai sosok yang setia kawan dan bertanggung jawab terhadap sesuatu yang dikerjakan. Selain itu, ia juga suka dengan gaya rambut Finn dan kostumnya yang sangat keren.

Untuk mendalami peran sebagai Finn, Boyega kerap menghabiskan waktu dengan latihan. Ia juga berdiskusi dengan banyak orang di lokasi syuting. Salah satunya dengan J.J. Abrams. Yang menurutnya telah memikirkan detail karakter Finn dengan sangat baik. Daya imajinasi Abrams ia akui memang sangat tinggi.

Yang menarik, Boyega juga berteman akrab dengan Oscar Isaac. Yang menurutnya merupakan sahabat baik itu. Bukan hanya di film saat ia menjadi Poe Dameron, tetapi juga di kehidupan nyata. Keduanya memang sudah saling kenal cukup lama. Keduanya juga saling belajar satu sama lain.

Sementara itu, saat diwawancarai, Oscar Isaac menyatakan J.J. Abrams dan Kathleen Kennedy telah bekerja dengan baik. The Rise of Skywalker bukan sekadar film akhir dari Star Wars. Bukan hanya pertempuran akhir Resistance dan First Order yang spektakuler, tapi juga banyak pesan yang ditampilkan.

Mengenai harapan para fans terhadap film ini, Isaac menilai para penggemar juga memiliki passion. Mereka punya hubungan personal yang kuat dengan setiap karakter Star Wars. Termasuk dengan Poe Dameron yang ia perankan. Terkadang, Isaac merasa terharu melihat fans yang sangat baik itu.

Menurutnya, fans adalah bagian tak terpisahkan. Yang mampu memberi energi positif terhadap Star Wars. Semua cast bekerja untuk menghasilkan karya terbaik buat mereka. Tak ada waktu yang terbuang sia-sia. Fans ada untuk dirinya dan pemain-pemain lainnya.

Di antara pemain-pemain Star Wars tadi, yang paling legendaris adalah Anthony Daniels. Yang selalu memerankan droid C-3PO sejak film yang pertama pada 1977 silam. Meski sudah mengalami perubahan fisik dan suara, aktor sepuh tersebut mengaku sudah menyatu dengan karakter yang ia perankan.

Menurut Daniels, yang membuat karakter C-3PO begitu spesial adalah sifatnya yang sangat jujur dan menyenangkan. George Lucas, sang penciptanya, telah memasukkan banyak ide menarik di tempatnya dan pada waktu yang tepat. Oleh karena itu, para fans dari generasi ke generasi juga sangat mencintai tokoh robot humanoid tersebut.

Dua tahun terakhir ini, pada usianya yang sudah senja, Daniels sibuk melakoni syuting The Rise of Skywalker. Meski begitu, beliau tetap senang dan tidak merasa capek. Pengisi suara mobil KITT dalam serial legendaris Knight Rider itu juga tidak pernah setengah-setengah saat memerankan C-3PO. Padahal, kostumnya cukup berat.

Daniels mengaku bangga bisa menjalani peran di film sebesar Star Wars sampai akhir. Beliau juga sangat bersyukur. Karena bisa terlibat bersama J.J. Abrams. Yang menurutnya mampu memberikan karisma yang baik dalam diri C-3PO yang diciptakan oleh George Lucas tadi.

Dalam film yang terakhir ini, momen yang tak terlupakan bagi Daniels adalah ketika C-3PO mengucapkan kalimat, “We do.” Selain itu, juga ada adegan saat sahabat R2-D2 tersebut mengatakan, “Taking one last look, Sir.”

Kalimat tadi memang sangat emosional dan menguras perasaan. Menurut aktor kelahiran 21 Februari 1946 itu, di film The Rise of Skywalker ini, memang banyak scene yang menyentuh hati penggemar Star Wars. Terutama para fans lawas yang sudah mengikuti sejak dulu.

Melanjutkan film Star Wars dua episode sebelumnya, The Rise of Skywalker masih mengisahkan sisa-sisa pasukan Resistance yang dipimpin General Leia Organa (Carrie Fisher). Yang harus menghadapi Kylo Ren (Adam Driver) dan armada First Order untuk terakhir kalinya.

Selain itu, pihak Resistance juga mendapat informasi mengejutkan dari seorang mata-mata First Order: Bahwa Emperor Palpatine (Ian McDiarmid) telah hidup kembali. Padahal, pemimpin utama Sith itu sudah lama mati di tangan Darth Vader (James Earl Jones). Pada ending film Star Wars: Return of the Jedi (1983).

Rey (Daisy Ridley), yang sedang sibuk melatih kemampuannya sebagai Jedi dalam menggunakan Force, kemudian ditugaskan untuk memburu Palpatine. Namun, cewek tomboy itu harus terlebih dahulu mencari Sith Wayfinder. Semacam petunjuk jalan yang akan menuntunnya kepada Palpatine. Yang bersembunyi di planet antah-berantah bernama Exegol tersebut.

Bersama Finn (John Boyega), Poe Dameron (Oscar Isaac), Chewbacca (Joonas Suotamo), droid C-3PO (Anthony Daniels) dan BB-8, Rey pun memulai petualangan baru yang penuh dengan rintangan. Selain itu, dia juga harus kembali berhadapan dengan Kylo Ren. Yang terus memburunya agar mau bergabung dengan Dark Side.

Selain diwarnai kembalinya tokoh antagonis lawas Palpatine, Star Wars: The Rise of Skywalker juga diwarnai munculnya kembali tokoh protagonis jadul Lando Calrissian. Yang tetap diperankan oleh Billy Dee Williams. Yang terakhir kali tampil 36 tahun yang lalu itu. Seperti masa mudanya dulu, sahabat Han Solo (Harrison Ford) tersebut tetap kocak dan menghibur.

Sementara itu, mendiang Carrie Fisher bisa tetap “muncul” di film ini dengan menggunakan footage yang tak terpakai dari Star Wars: The Last Jedi (2017). Yang kemudian dipoles dengan teknologi CGI (computer-generated imagery) untuk menampilkan sosok Leia Organa yang riil.

Kemunculan Carrie Fisher yang sudah meninggal tadi, tentu saja, memberikan elemen emosional yang begitu mendalam. Terutama bagi para fans lawas Star Wars. Yang hingga kini masih merasa kehilangan dengan kepergiannya yang mendadak tiga tahun silam.

Selain karakter-karakter jadul tadi, The Rise of Skywalker juga menampilkan beberapa referensi dan petunjuk dari film-film Star Wars sebelumnya. Yang pertama adalah Medal of Bravery. Yang dulu diberikan Leia kepada Han dan Luke (Mark Hamill). Setelah mereka berhasil menghancurkan Death Star di A New Hope (1977) itu.

Kali ini, medali yang sama diberikan oleh Maz Kanata (Lupita Nyong’o) kepada Chewbacca. Dulu, Leia memang tidak memberikan Medal of Bravery kepada Chewie. Padahal, wookie tersebut juga ikut berjuang bersama Han dan Luke.

Referensi yang kedua adalah kalimat: “Sisi gelap dari the Force adalah jalan menuju banyak kemampuan yang bagi beberapa orang disebut tidak wajar.” Yang dulu diucapkan Darth Sidious aka Palpatine kepada Anakin Skywalker (Hayden Christensen) di Star Wars: Revenge of the Sith (2005).

Kali ini, untuk menjelaskan kenapa dirinya bisa hidup lagi, Palpatine kembali mengucapkan kalimat tersebut kepada Kylo Ren. Yang berhasil menemukannya terlebih dahulu di Exegol. Setelah mendapat broadcast misterius dari Sith Wayfinder tersebut.

Selain referensi dari film-film Star Wars sebelumnya, The Rise of Skywalker juga menampilkan beberapa kemampuan baru dari the Force. Salah satunya adalah kemampuan untuk menyembuhkan luka. Yang digunakan oleh Rey untuk membantu alien berbentuk ular raksasa di Planet Pasaana.

Sebetulnya, kemampuan sakti tersebut sudah muncul pertama kali di serial spin-off Star Wars: The Mandalorian. Yang tayang di channel streaming Disney+ sejak bulan November yang lalu. Yaitu ketika adegan Baby Yoda menyembuhkan seseorang dari luka berbisa.

Selain kemampuan baru dari the Force, The Rise of Skywalker juga menampilkan beberapa karakter anyar yang cukup mencuri perhatian. Salah satunya adalah Zorii Bliss (Keri Russell). Yang pada masa lalu punya hubungan spesial dengan Poe Dameron itu.

Penduduk asli Planet Kijimi tersebut merupakan pemimpin dari gerombolan penyelundup Spice Runners. Yang beranggotakan banyak orang, tapi mengambil sikap netral dalam perang antara Resistance dan First Order.

Salah satu anggota Spice Runners adalah Babu Frik (Shirley Henderson). Seorang droidsmith dari Planet Anzellan. Yang mampu membongkar sistem pengamanan, memprogram ulang, dan memodifikasi segala jenis droid. Termasuk, droid-droid semacam C-3PO.

Berbicara mengenai droid, di film ini juga muncul satu droid baru. Yang terbuat dari sisa-sisa suku cadang. Yaitu D-O. Yang akhirnya bersahabat dengan BB-8. Yang sama-sama lucu dan menggemaskan itu.

Star Wars: The Rise of Skywalker memang menampilkan banyak hal baru. Selain kemampuan baru the Force, droid baru, dan alien baru, juga ada stormtrooper jenis baru: Yang bisa terbang!

Seperti dua episode Star Wars sebelumnya, The Rise of Skywalker juga menyuguhkan adegan action yang cukup intens. Bahkan, aksi laganya jauh lebih modern jika dibandingkan dengan trilogi originalnya.

Satu lagi nilai plus dari film berbujet USD 275 juta ini adalah visualisasinya yang memukau. Biaya superbesar yang dihamburkan tampak sebanding dengan setiap scene-nya yang spektakuler. Yang ditunjang oleh special effect yang memang luar biasa itu

Bahkan, secara sinematografi, gambar yang dihasilkan oleh The Rise of Skywalker ini lebih memanjakan mata daripada Star Wars: The Force Awakens (2015) dan The Last Jedi (2017). Desain kostum-kostumnya juga sangat apik.

Sementara itu, dari segi cerita, beberapa pertanyaan besar yang selama ini menggantung dan bikin penasaran akhirnya terjawab. Seperti: Siapa sebenarnya orang tua kandung Rey? Apakah Rey akan mengikuti Kylo Ren bergabung dengan Dark Side? Bagaimana lanjutan hubungan absurd ReyLo? Apakah Luke Skywalker yang sudah “moksa” itu bakal muncul lagi? Semuanya terungkap di film ini.

Namun, sayangnya, durasi yang mencapai 155 menit seperti tidak cukup dalam menampung semua hal tadi. Alhasil, ceritanya menjadi terlalu padat dan berjalan terlalu cepat. Ada begitu banyak plot. Rasanya, ini seperti dua film yang diringkas menjadi satu.

Bisa dibilang, para penonton hanya diberi sedikit waktu untuk memahami setiap karakter dan setiap adegan yang terjadi. Mungkin, hal itulah yang membuat banyak fans Star Wars kurang puas dengan ending dari Skywalker Saga ini.

Para fans Star Wars awalnya memang mengharapkan sebuah penutup yang nendang seperti Avengers: Endgame (2019). Namun, akhirnya tidak kesampaian. Bahkan, sampai ada yang bilang, menonton The Rise of Skywalker ini seperti tidur bareng pacar, tapi nggak ngapa-ngapain. Hehe..

Pertanyaan besar selanjutnya, setelah episode kesembilan ini dirilis, apakah the Skywalker Saga benar-benar berakhir? Banyak fans yang merasa tidak demikian. Ini bukan seperti akhir. Malah, bisa menjadi awal dari sebuah trilogi baru.

Membayangkan nasib para karakter utama, seperti Rey, Finn, dan Poe Dameron, setelah ini memang masih menjadi misteri. Banyak fans yang berharap Lucasfilm mau membuatkan film solo untuk masing-masing tokoh tadi.

Oscar Isaac sempat tertawa saat ditanya tentang spekulasi tersebut. Ia mengaku sangat mencintai karakter Poe Dameron. Namun, jika dibuatkan film sendiri, menurutnya, masih banyak tokoh lain yang lebih oke. Sambil menepuk pundak John Boyega yang berada di sampingnya.

Sementara itu, saat diwawancarai beberapa waktu yang lalu, bagi Presiden Lucasfilm Kathleen Kennedy, Star Wars tak akan pernah berakhir. Karena sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Maka dari itu, setelah ini, mereka akan pindah ke series. Yang rencananya bakal dirilis di channel streaming Disney+ tersebut.

Menurut Kennedy, banyak cerita spin-off Star Wars yang akan dikembangkan. Melalui serial televisi, kesempatan untuk melakukan eksplorasi memang sangat besar. Lucasfilm juga sangat banyak menerima masukan dari fans dan filmmaker untuk ide ceritanya.

Kennedy semakin bersemangat. Karena serial spin-off Star Wars yang pertama, The Mandalorian, mendulang kesuksesan. Bahkan, serial besutan Jon Favreau tersebut menjadi serial yang paling diburu di Amerika Serikat saat ini.

Lucasfilm pun sudah mengkonfirmasi bakal melanjutkan The Mandalorian ke season dua. Yang akan segera diikuti oleh serial-serial spin-off Star Wars lainnya. Seperti Obi-Wan Kenobi, Cassian Andor, dll.

Mengenai kabar Lucasfilm bakal bekerja sama dengan Presiden Marvel Studios Kevin Feige, Kathleen Kennedy memang mengaku belum bisa berbicara banyak mengenai hal. Namun, dia tidak menyangkalnya.

Yang pasti, menurut Kennedy, Feige adalah sineas yang luar biasa. Seandainya nanti berkolaborasi untuk menggarap film-film Star Wars berikutnya, mereka pasti akan menghadirkan karya yang luar biasa pula. Hmmm.. Jadi nggak sabar untuk menunggu perkembangan selanjutnya.

Akhir kata, Skywalker Saga memang sudah tamat. Namun, cerita Star Wars akan bertahan selamanya. Seperti kata Princess Leia: “The Force will be with you. Always.”

***

Star Wars: The Rise of Skywalker

Sutradara: J. J. Abrams
Produser: Kathleen Kennedy, J. J. Abrams, Michelle Rejwan
Penulis Skenario: J. J. Abrams, Chris Terrio
Pengarang Cerita: Derek Connolly, Colin Trevorrow, J. J. Abrams, Chris Terrio
Berdasarkan: Para karakter ciptaan George Lucas
Pemain: Carrie Fisher, Mark Hamill, Adam Driver, Daisy Ridley, John Boyega, Oscar Isaac, Anthony Daniels, Naomi Ackie, Domhnall Gleeson, Richard E. Grant, Lupita Nyong’o, Keri Russell, Joonas Suotamo, Kelly Marie Tran, Ian McDiarmid, Billy Dee Williams
Musik: John Williams
Sinematografi: Dan Mindel
Editing: Maryann Brandon, Stefan Grube
Produksi: Lucasfilm Ltd., Bad Robot Productions
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 155 menit
Genre: Action, Adventure, Science Fiction, Fantasy
Klasifikasi Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 275 juta
Rilis: 16 Desember 2019 (Hollywood), 18 Desember 2019 (Indonesia), 20 Desember 2019 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 29 Desember 2019)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 55% (Rotten)
Rotten Tomatoes – Audience Score: 86% (Fresh)
Metacritic: 54/100
CinemaScore: B+
PostTrak: 4/5
IMDb: 7/10
Edwin Dianto (Filmania): 6/10 (C)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Ulasan Film: Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s