Review Film: Good Boys (2019)

Pada bulan September 2019 yang lalu, bioskop-bioskop di Indonesia sempat menayangkan film komedi dewasa berjudul Good Boys. Yang dibintangi para aktor cilik yang sangat menggelitik. Salah satunya adalah Jacob Tremblay. Yang namanya mencuat setelah bermain bareng Brie Larson di film Room (2015) itu.

Film Good Boys ini sangat kocak dan menghibur meski banyak menyuguhkan joke-joke vulgar. Bisa dibilang, seperti menonton serial Stranger Things versi mesum. Jadi, jangan sampai terkecoh dengan judul dan tampang lucu ketiga pemainnya. Karena film ini bukanlah tontonan untuk anak-anak.

Yang menjadi tokoh utama adalah tiga bocah ingusan berumur 12 tahun. Yang baru menginjak bangku SD kelas 6. Yaitu Max (Jacob Tremblay), Lucas (Keith L. Williams), dan Thor (Brady Noon). Yang menamakan diri mereka sebagai The Bean Bag Boys. Alasannya sederhana. Karena ketiganya suka nongkrong di bean bag.

Lucas adalah bocah kulit hitam yang tinggi besar (untuk ukuran anak seusianya), tapi sangat taat pada aturan dan suka main kartu. Sedangkan Thor adalah bocah yang sok rebel dan berpenampilan bad boy, tapi memiliki impian terpendam untuk menjadi penyanyi.

Berbeda dengan dua sobat karibnya tadi, Max punya obsesi lain. Bocah bau kencur ini sedang memasuki masa pubertas. Alias ingin pacaran. Yang ia taksir adalah teman sekelasnya. Seorang cewek manis yang bernama Brixlee (Millie Davis).

Suatu ketika, anak-anak SD tadi berencana mengadakan pesta ciuman. Alias kissing party. Max pun sangat bersemangat untuk menghadirinya. Karena ia berpikir bakal bisa mencium Brixlee di sana. Namun, masalahnya, Max belum pernah berciuman sebelumnya. Ia ingin belajar lebih dahulu soal hal itu sebelum menghadiri pesta pada malam harinya.

Setelah berembuk dengan Lucas dan Thor, Max kemudian mendapat ide untuk belajar melakukan kissing. Yaitu dengan memata-matai rumah tetangga mereka. Yang dihuni oleh cewek cantik yang sering berasyik-masyuk dengan pacarnya.

Dengan menggunakan drone berkamera milik bokap Max yang sedang pergi keluar kota, dimulailah petualangan seru dan saru ketiga bocah tersebut. Yang akhirnya menjadi salah satu hari paling panjang dan tak terlupakan dalam hidup mereka itu.

Seperti yang sudah disebutkan tadi, Good Boys merupakan film komedi dewasa yang mengocok perut. Jadi, di dalamnya banyak bertebaran humor dan umpatan vulgar. Mulai dari yang berbau seks, minum-minuman keras, hingga obat-obatan. Meski demikian, sutradara Gene Stupnitsky mampu mengemasnya dari sudut pandang anak-anak dengan tetap menghibur.

Dari segi cerita, Good Boys juga mengandung pesan moral tentang arti impian dan persahabatan yang menyentuh perasaan. Selain itu, juga banyak pelajaran yang bisa dipetik tentang cara mendidik rasa penasaran anak. Sangat berguna bagi para orang tua dan calon orang tua.

Selama ini, memang cukup sulit menemukan film komedi seperti Good Boys. Yang mampu menggambarkan perubahan sikap anak laki-laki. Dari fase bocah yang masih polos menuju fase remaja. Yang biasanya penuh dengan rasa penasaran itu.

Dibutuhkan pengertian yang matang dari para orang tua untuk memahami perubahan yang terjadi pada anak-anak mereka. Mulai dari mengenal passion, jatuh cinta, mengamati bentuk fisik lawan jenis, masuk ke situs-situs dewasa, hingga mencoba minum minuman keras.

Keunggulan Good Boys tadi, harus diakui, juga ditunjang oleh penampilan para aktor ciliknya. Akting mereka terbilang ciamik dalam menampilkan karakter masing-masing. Mulai dari Max yang sok dewasa dan keras kepala, Thor yang lebay dan labil, hingga Lucas yang jujur dan ceplas-ceplos.

Tak heran, setelah dirilis di Amerika pada bulan Agustus 2019 yang lalu, Good Boys langsung direspon secara positif oleh para kritikus. Sambutan dari para penonton juga cukup apik. Dengan modal hanya USD 20 juta, mampu mengumpulkan pemasukan hingga USD 110 juta. Sebuah pencapaian yang lumayan di box office. Mengingat ini adalah film R-rated. Yang dikhususkan untuk orang dewasa.

***

Good Boys

Sutradara: Gene Stupnitsky
Produser: Lee Eisenberg, Evan Goldberg, Seth Rogen, James Weaver
Penulis Skenario: Lee Eisenberg, Gene Stupnitsky
Pemain: Jacob Tremblay, Keith L. Williams, Brady Noon, Molly Gordon, Lil Rel Howery, Midori Francis
Musik: Lyle Workman
Sinematografi: Jonathan Furmanski
Editing: Daniel Gaby
Produksi: Good Universe, Point Grey Pictures, Quantity Entertainment
Distributor: Universal Pictures
Durasi: 95 menit
Genre: Comedy
Klasifikasi Usia: R (17+)
Budget: USD 20 juta
Rilis: 11 Maret 2019 (SXSW), 16 Agustus 2019 (Amerika Serikat), 25 September 2019 (Indonesia)

Rating (hingga 6 Januari 2020)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 80% (Certified Fresh)
Rotten Tomatoes – Audience Score: 86% (Fresh)
Metacritic: 60/100
CinemaScore: B+
PostTrak: 83%
IMDb: 6,7/10
Edwin Dianto (Filmania): 7/10 (B)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Review Film: Good Boys (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s