Review Film: Underwater (2020)

Bagaimana seandainya teror monster semacam Alien (1979) tidak terjadi di luar angkasa, tapi di dasar laut? Underwater (2020) adalah jawabannya. Film action thriller rilisan 20th Century Fox ini sudah tayang di bioskop-bioskop di Indonesia sejak hari Rabu (8/1) yang lalu.

Sepintas, premis film Underwater ini memang menarik. Apalagi, ditambah dengan penampilan Jessica Yu Li Henwick. Yang manis dan menggemaskan. Yang membangkitkan naluri kelelakian bapak-bapak dan om-om untuk melindungi dan mengayomi itu.

Dalam film berdurasi 95 menit ini, Jessica Henwick berperan sebagai Emily Haversham. Seorang ahli biologi yang bekerja di sebuah laboratorium. Di stasiun pengeboran minyak. Yang terletak di dasar samudera yang sangat dalam. Sedalam tujuh mil dari permukaan laut.

Suatu ketika, terjadi gempa bumi besar. Yang langsung memporak-porandakan stasiun tersebut. Banyak korban berjatuhan. Tercatat, hanya enam orang kru dan teknisi yang selamat. Selain Emily, juga ada Norah Price (Kristen Stewart), Paul Abel (T.J. Miller), Liam Smith (John Gallagher Jr.), Rodrigo Nagenda (Mamoudou Athie), dan Captain Lucien (Vincent Cassel).

Karena stasiun yang mereka tempati tadi sudah hancur dan tidak mungkin lagi untuk ditinggali,
keenam orang tersebut memutuskan untuk pindah. Ke stasiun lain. Yang jaraknya, sebenarnya, hanya satu mil. Namun, karena ini di dasar laut, tentu saja, menempuh jarak segitu bukanlah hal yang mudah.

Untuk bisa berjalan di dasar laut yang sangat dalam dan bertekanan tinggi itu, mereka harus menggunakan kostum khusus. Lengkap dengan helm kaca dan tabung oksigen. Mirip dengan kostum para astronot. Yang biasanya digunakan untuk berjalan di luar angkasa yang kedap udara itu.

Namun, perjalanan di dasar laut ternyata bukan satu-satunya hal berbahaya yang harus mereka lalui. Karena di tempat yang sangat dalam dan gelap tersebut juga sudah menunggu sebuah misteri alam. Yang selama ini terkubur di dalam perut Bumi. Yaitu monster ganas yang siap memangsa mereka kapan saja.

Proses produksi film berbujet USD 50 juta ini, sebenarnya, sudah dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2017. Namun, karena satu dan lain hal, perilisannya tertunda cukup lama. Nyaris tiga tahun. Alias baru ditayangkan pada Januari 2020 ini.

Untuk kursi sutradara, yang menduduki adalah William Eubank. Namanya mungkin belum begitu dikenal. Karena baru menghasilkan dua film yang juga tidak terkenal. Yaitu Love (2011) dan The Signal (2014). Berbeda dengan bintang utamanya: Kristen Stewart. Yang memang sudah tenar itu.

Saat mempromosikan film ini, K-Stew mengungkap, suasana di lokasi syuting Underwater cukup mengerikan. Bintang Twilight (2008) itu mengaku sangat ketakutan. Apalagi, dia penderita klaustrofobia. Alias takut terhadap ruang sempit.

Penyebab utama klaustrofobia tadi adalah kostum yang dia gunakan. Karena selain sempit, juga cukup berat. Mencapai 65 kilogram. Bayangkan, K-Stew yang badannya kecil dan kurus, dengan bobot hanya 50 kilogram, harus berlari dengan memakai kostum seberat itu. Untuk melangkah saja susah.

Demi peran sebagai Norah Price yang seorang mekanik, K-Stew juga membabat rambut indahnya. Hingga menjadi sangat cepak. Bahkan, lebih cepak dari rambutnya di film Charlie’s Angels (2019) yang lalu. Namun, tetap tidak mengurangi aura kecantikannya.

Tak heran, dalam video behind the scenes yang dirilis beberapa waktu yang lalu, K-Stew mengungkap syuting film Underwater ini seperti masuk ke neraka. Begitu pula dengan Jessica Henwick. Yang mengakui ini adalah syuting film terberat yang pernah dia lakukan.

Demi kesempurnaan film garapannya, sutradara William Eubank memang berusaha untuk mewujudkan sensasi tegang dan klaustrofobia yang sesungguhnya. Ia dan krunya membangun set raksasa dengan kolam air besar. Untuk menampilkan suasana dasar laut agar terlihat lebih nyata.

Dalam video The Making of Underwater, terungkap bagaimana Eubank memadukan beberapa teknologi sekaligus untuk membuat film ini. Menurutnya, Underwater adalah perpaduan dari berbagai teknologi dan tantangan fisik yang berbeda.

Secara visual, Underwater memang berhasil menyuguhkan penampakan dasar laut yang cukup realistis. Bagi yang takut air, atau bagi penderita klaustrofobia, menonton film ini mungkin bakal menyebabkan sesak napas.

Penampilan garang Kristen Stewart sebagai Norah Price tadi juga mendapat pujian dari para kritikus. Sosoknya yang pemberani dan bondho nekat sedikit mengingatkan pada Ellen Ripley. Jagoan dari franchise Alien yang dulu diperankan oleh Sigourney Weaver itu.

Namun, sayangnya, dari sisi suspense, Underwater tak mampu menghadirkan level ketegangan yang setara dengan Alien. Film yang skenarionya ditulis oleh Brian Duffield dan Adam Cozad ini terkesan hanya mengandalkan jump-scare. Untuk membuat penonton kaget. Seperti yang biasa digunakan oleh film-film horror lokal.

Alur cerita yang disajikan juga dangkal dan rata. Serata dada K-Stew. Talenta aktris tomboy itu seakan disia-siakan begitu saja. Padahal, bakal lebih menarik jika karakternya digali lebih dalam. Sedalam lautan yang ditampilkan.

Tak heran, setelah dirilis di Amerika pada hari Jumat (10/1) yang lalu, Underwater mendapat respon kurang positif dari para kritikus. Sambutan dari para penonton juga kurang memuaskan. Terbukti dari nilai C yang dihasilkan oleh polling CinemaScore. Sesuai dengan judul soundtrack-nya: Voyage to the Bottom of the C.

Tampaknya, kisah “Alien-wannabe” versi Underwater ini gagal menyentuh hati para pemirsa di sana. Seperti kata pepatah, dalamnya laut memang dapat diduga, tapi dalamnya hati hanya selingkuhan yang tahu. Hehe..

***

Underwater

Sutradara: William Eubank
Produser: Peter Chernin, Tonia Davis, Jenno Topping
Penulis Skenario: Brian Duffield, Adam Cozad
Pemain: Kristen Stewart, Vincent Cassel, Jessica Henwick, John Gallagher Jr., Mamoudou Athie, T.J. Miller
Musik: Marco Beltrami, Brandon Roberts
Sinematografi: Bojan Bazelli
Editing: Todd E. Miller, Brian Berdan, William Hoy
Produksi: Chernin Entertainment
Distributor: 20th Century Fox
Durasi: 95 menit
Genre: Action, Suspense
Klasifikasi Usia: PG-13 (13+)
Budget: USD 50 juta
Rilis: 8 Januari 2020 (Indonesia), 10 Januari 2020 (Amerika Serikat)

Rating (hingga 12 Januari 2020)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 53% (Rotten)
Rotten Tomatoes – Audience Score: 63% (Fresh)
Metacritic: 49/100
CinemaScore: C
PostTrak: 2/5
IMDb: 6,3/10
Edwin Dianto (Filmania): 5/10 (C)

***

Edwin Dianto
Pekerja Teks Komersial, Baper Blogger & Writer
E-mail: edwindianto@gmail.com
Blog: edwindianto.wordpress.com
Follow Twitter & Instagram @edwindianto & @filmaniaindo untuk info film-film terbaru.

Review Film: Underwater (2020)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s