Prediksi Serie A Musim 2016-2017

Musim lalu, Juventus sempat terseok-seok di awal musim. Hengkangnya Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez disebut-sebut sebagai penyebab utama. Namun, untungnya, di pertengahan musim, sang Nyonya Tua berhasil bangkit dan akhirnya bablas menjadi juara Liga Italia Serie A lima kali beruntun.

Musim ini, dominasi La Vechhia Signora diperkirakan bakal berlanjut. Kembalinya Paul Pogba ke Manchester United diperkirakan tidak akan menggangu laju Juventus. Sederet nama tenar sudah mereka datangkan untuk meneruskan kejayaan. Antara lain, Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, Marko Pjaca, Daniel Alves, dan Medhi Benatia.

Continue reading “Prediksi Serie A Musim 2016-2017”

Advertisements
Prediksi Serie A Musim 2016-2017

Review Coppa Italia 2015-2016 Semifinale di Ritorno: Inter 3-0 Juventus (PSO: 3-5)

Nyesek. Sakitnya, tuh, di sini..

Itulah yang dirasakan oleh Inter dalam leg kedua semifinal Coppa Italia melawan Juventus, hari Kamis (03/03) dini hari tadi WIB. Secara tak terduga, Nerazzurri, yang takluk 0-3 saat leg pertama di J-Stadium, mampu membalik keadaan dan menyamakan aggregate menjadi 3-3 dengan menggebuk Bianconeri dengan skor yang sama di Stadio Giuseppe Meazza. Laga Derby d’Italia keempat musim ini tersebut harus diakhiri dengan adu penalti setelah tak tercipta gol tambahan di babak perpanjangan waktu.

Juventus beruntung. Karma baik masih berpihak pada mereka. Meski tampil jelek selama 120 menit, sang Dewi Fortuna lebih berpihak pada tim asuhan Max Allegri tersebut. Sebaliknya, Inter kembali dinaungi nasib sial. Rodrigo Palacio tak mampu menunaikan tugasnya dengan baik sebagai algojo penalti. La Beneamata pun harus menerima kenyataan pahit, kalah dengan skor 3-5 dalam adu tos-tosan tersebut.

Sejak awal laga, seperti yang diperkirakan sebelumnya, Juventus banyak menurunkan pemain pelapis. Praktis, hanya Stephan Lichtsteiner, Leonardo Bonucci, dan Alex Sandro tiga pemain inti yang ditunjuk sebagai starter. Keputusan Max Allegri untuk melakukan rotasi tersebut memang bisa dimaklumi. Juve sudah unggul 3-0 di leg pertama. Hanya keajaiban yang bisa menggagalkan mereka melaju ke final untuk bertemu dengan Milan.

Namun, keajaiban tersebut nyaris menjadi nyata. Inter hampir saja sukses melakuan mission impossible jika saja eksekusi Rodrigo Palacio mampu menembus gawang Norberto Neto. Di babak pertama, Nerazzurri sudah unggul 1-0 lewat gol Marcelo Brozovic. Di babak kedua, Ivan Perisic menggandakan keunggulan sebelum Brozovic kembali memungkasinya dengan gol penalti.

Inter sebenarnya juga didera krisis di lini belakang. Joao Miranda dan Jeison Murillo yang selama ini menjadi andalan terpaksa absen karena akumulasi kartu kuning. Pelatih Roberto Mancini harus memutar otak dan memasang duet bek tengah dadakan, yaitu Danilo D’Ambrosio dan Juan Jesus. Nyatanya, mereka berdua mampu tampil apik dan membuat gawang Carrizo tetap perawan hingga 120 menit.

Di lini tengah, Inter yang menurunkan trio Marcelo Brozovic, Gary Medel dan Geoffrey Kondogbia juga mampu mengungguli Stefano Sturaro, Hernanes, dan Kwadwo Asamoah. Akibatnya, Juve terpaksa lebih sering bertahan dalam menghadapi gempuran tim tuan rumah. Namun, karena penampilan buruk para bek, terutama Daniele Rugani, upaya Bianconeri untuk mencegah gawang Neto tetap perawan tidak bertahan lama.

Pada menit ke-16, Gary Medel mampu merebut bola di depan kotak penalti Juve, lalu mengopernya kepada Marcelo Brozovic. Tanpa pikir panjang, gelandang asal Serbia itu langsung melesatkan tembakan yang tak mampu dihadang oleh kiper Neto. Inter pun mengubah kedudukan menjadi 1-0 atau 1-3 secara aggregate.

Setelah unggul satu gol, tuan rumah terus melancarkan serangan, terutama lewat kedua sayap yang dihuni oleh Ivan Perisic dan Adem Ljajic. Juve sendiri terlihat keteteran. Stephan Lichtsteiner dan Alex Sandro yang menjaga sisi kanan dan kiri pontang-pontang dalam meredam aksi kedua winger Inter tersebut. Namun, hingga turun minum belum ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Pada awal babak kedua, Inter mendapatkan masalah. Kondogbia yang sebenarnya tampil lumayan harus menepi karena cedera kepala. Gelandang Prancis yang ke-Pogba-Pogba-an itu akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan digantikan oleh Jonathan Biabiany. Sekaligus mengubah formasi Nerazzurri menjadi 4-2-4. Roberto Mancini tampaknya cukup pede melihat Juve tampil memble dan dia ingin all out memburu banyak gol.

Upaya Mancini tersebut langsung menuai hasil. Pada menit ke-49, Eder yang melakukan penetrasi dari sayap kanan mengirimkan umpan silang ke depan gawang Juve. Ivan Perisic yang lepas dari kawalan para bek Bianconeri langsung mencocornya untuk menambah keunggulan Inter menjadi 2-0.

Meski tertinggal dua gol, Juve masih belum bangun dari tidurnya. Allegri malah lebih memilih untuk memperkuat pertahanan daripada keluar menyerang. Andrea Barzagli dimasukkan pada menit ke-55 untuk menggantikan Stephan Lichtsteiner. Selain itu, Hernanes yang tampil melempem sebagai regista kemudian juga ditarik pada menit ke-70 dan digantikan oleh Mario Lemina.

Formasi Juve yang semula 4-4-2 akhirnya berubah menjadi 3-5-2. Keputusan Allegri tersebut bisa dimaklumi. Asal mampu mempertahankan skor 0-2, La Vecchia Signora akan tetap lolos ke final dengan keunggulan aggregate 3-2. Namun, pada menit ke-82, malapetaka kembali terjadi.

Daniele Rugani kembali melakukan blunder dengan menjegal Ivan Perisic di dalam kotak terlarang. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. Marcelo Brozovic yang maju sebagai algojo tak membuang kesempatan tersebut. eksekusi penaltinya mampu menjebol gawang Neto dan membuat skor menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol dan skor aggregate menjadi 3-3, Juve semakin tertekan. Allegri kemudian memasukkan Paul Pogba untuk menggantikan Kwadwo Asamoah. Hingga 90 menit, kedudukan tetap tidak berubah. Inter pun berhasil memaksakan perpanjangan waktu.

Pada babak pertama extra-time, permainan Juve sedikit membaik. Keberadaan Paul Pogba yang baru masuk membuat Bianconeri lebih berani menyerang. Tujuannya adalah mencuri satu gol. Jika berhasil membuat skor menjadi 3-1, mereka akan lolos ke final. Karena terlalu riskan jika mengandalkan nasib dalam adu penalti.

Meski mampu mendominasi permainan hingga babak kedua extra time, Juve tetap tidak mampu mencetak gol. Penampilan ciamik kiper Carizzo yang melakukan dua penyelamatan gemilang mampu menjaga gawang Inter tetap perawan. Selain itu, Simone Zaza juga sempat membuang dua peluang emas. Tembakan striker plontos itu melenceng dari sasaran. Laga ini pun harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Dalam babak tos-tosan tersebut, lima algojo Juve mampu menunaikan tugas dengan baik. Sementara itu, Rodrigo Palacio gagal. Penendang kelima tidak maju karena Inter sudah tertinggal 3-5. Mission Impossible yang dilakukan oleh Nerazzurri pun berakhir dengan antiklimaks. Pasti nyesek rasanya. Semoga para Interisti tetap tabah menerima kenyataan pahit ini.

Di lain pihak, meski baru saja dibantai Inter 0-3 dalam 120 menit, para pemain tim Zebra ternyata tidak down. Bisa dibilang, penampilan buruk mereka dibayar lunas oleh ketangguhan mental dalam menjalani adu penalti. Spirit fino alla fine tampaknya sudah meresap ke dalam hati seluruh penggawa Bianconeri. Mereka tak pernah menyerah, apapun yang terjadi. Never give up, until the end. Keep calm and forza Juve.

***

Ratings

Inter (4-3-3): 8
Carrizo 7; Santon 6.5, D’Ambrosio 6.5, Juan Jesus 7, Nagatomo 6.5; Brozovic 8, Medel 7, Kondogbia 6.5/Biabiany 6 (47’); Perisic 7.5, Eder 6.5/Manaj 6 (113′), Ljajic 7/Palacio 6 (75′).
Coach: Mancini 7.5.

Juventus (4-4-2): 5
Neto 6; Lichtsteiner 6/Barzagli 6 (55′), Rugani 4.5, Bonucci 5.5, Alex Sandro 5.5; Cuadrado 5, Sturaro 5.5, Hernanes 5/Lemina 6 (70′), Asamoah 5/Pogba 6 (86′); Zaza 6, Morata 5.5.
Coach: Allegri 5.5.

Man of the Match: Marcelo Brozovic.

Review Coppa Italia 2015-2016 Semifinale di Ritorno: Inter 3-0 Juventus (PSO: 3-5)

Preview Coppa Italia 2015-2016 Semifinale di Ritorno: Inter vs. Juventus

Juventus akan kembali bertemu Inter pada hari Kamis (03/03) dini hari WIB di leg kedua semifinal Coppa Italia. Ini adalah pertemuan keempat antara dua musuh bebuyutan itu musim ini. Pada leg pertama sebulan yang lalu, Nerazzurri dipermak 0-3 di J-Stadium. Sementara itu, dua laga lainnya berlangsung di Liga Serie A, dengan hasil 0-0 dan 2-0 untuk kemenangan Juve.

Dengan modal tiga gol tanpa balas di leg pertama semifinal, bisa dibilang satu kaki sang Nyonya Tua sudah menjejak di babak final. Maka dari itu, pelatih Max Allegri kemungkinan besar bakal melakukan rotasi dengan memasang sejumlah pemain yang selama ini menghangatkan bangku cadangan. Kiper Norberto Neto akan mengisi pos Gigi Buffon. Begitu juga dengan Daniele Rugani, Simone Padoin, Stefano Sturaro, Hernanes, Roberto Pereyra, Alvaro Morata, dan Simone Zaza yang tampaknya bakal menjadi starter semua.

Selain Buffon, para pemain inti seperti Leonardo Bonucci, Sami Khedira, Paulo Dybala, dan Mario Mandzukic kemungkinan memang bakal diistirahatkan. Mungkin Paul Pogba juga. Jika Allegri menganggap Kwadwo Asamoah sudah cukup fit untuk dimainkan. Sementara itu, Giorgio Chiellini dan Claudio Marchisio sepertinya masih tergeletak cedera.

Di lain pihak, Inter memang ibarat menjalani mission impossible untuk lolos ke final Coppa Italia musim ini. Tim besutan Roberto Mancini itu harus menang dengan selisih empat gol di kandang mereka, Stadio Giuseppe Meazza. Jelas, itu suatu hal yang berat. Apalagi, secara mental, Mauro Icardi dkk sedang terpuruk karena weekend kemarin baru saja ditekuk oleh Juve dengan skor 2-0 di Liga Serie A.

Masalah yang dialami Inter juga semakin pelik dengan absennya Jeison Murillo dan Joao Miranda. Dua bek andalan La Beneamata itu terkena akumulasi kartu kuning. Mancini harus memutar otak untuk mencari pengganti mereka. Gary Medel, seorang gelandang bertahan yang juga bisa dipasang sebagai bek, saat ini kondisinya juga kurang fit. Kemungkinannya tinggal Juan Jesus yang tampaknya akan ditemani oleh Danilo D’Ambrosio.

Dengan melihat situasi dan kondisi terkini, kedua tim bisa jadi akan sama-sama “melepas” laga ini. Apalagi, mereka harus kembali tampil di Liga Serie A akhir pekan nanti. Inter dan Juve sama-sama butuh tiga poin untuk mempertahankan posisi masing-masing di klasemen sementara. Hasil seri di leg kedua semifinal Coppa Italia ini sepertinya bakal menjadi hasil yang cukup adil bagi keduanya.

***

Probable Line-ups

Inter (4-3-3):
Handanovic; Nagatomo, D’Ambrosio, Juan Jesus, Telles; Melo, Kondogbia, Brozovic; Eder, Jovetic, Ljajic.
Coach: Mancini.

Juventus (4-3-1-2):
Neto; Padoin, Barzagli, Rugani, Evra; Sturaro, Hernanes, Pogba; Pereyra; Morata, Zaza.
Coach: Allegri.

Venue: Stadio Giuseppe Meazza, Milan.
Kick-off: Thu, Mar 3, 2016, 03.00 WIB.
Live: Stream.

Prediction: Inter 1-1 Juventus.

Preview Coppa Italia 2015-2016 Semifinale di Ritorno: Inter vs. Juventus

Review Serie A 2015-2016 Giornata 27: Juventus 2-0 Inter

Derby D’Italia yang berlangsung pada hari Senin (29/02) dini hari tadi WIB akhirnya dimenangkan oleh Juventus dengan skor 2-0. Praktis, dalam tiga pertemuan melawan Juve musim ini (dua di Liga Italia Serie A dan satu di Coppa Italia), Inter selalu mandul dan tak pernah menang, dengan hasil sekali seri, dua kali keok, dan kebobolan lima gol.

Juventus, yang bertindak selaku tuan rumah, memang lebih diunggulkan pada giornata ke-27 tadi. Namun, pada awal laga, Inter sempat mengambil inisiatif untuk menyerang duluan. Hanya saja, pertahanan Bianconeri yang digalang oleh Leonardo Bonucci terlalu rapat dan sulit ditembus oleh Mauro Icardi dkk.

Tidak butuh waktu lama bagi Juve untuk merespon tekanan Inter. Dalam lima menit, Paul Pogba dkk sudah mulai melancarkan serangan balasan. Salah satunya lewat Hernanes. Sayangnya, tembakan jarak jauh yang dilepaskan oleh mantan penggawa Nerazzurri itu masih bisa ditepis oleh Samir Handanovic dan pantulannya membentur mistar gawang.

Berhasil memberikan ancaman, Juve semakin bersemangat untuk melakukan tusukan-tusukan berbahaya ke dalam kotak penalti lawan. Mario Mandzukic sempat melepaskan tembakan yang sayangnya masih melenceng dari gawang Inter. Tim tamu pun berupaya membalas dengan melancarkan serangan balik lewat Rodrigo Palacio. Namun, tidak ada yang membahayakan gawang Gigi Buffon.

Pada menit ke-36, Juve terpaksa kehilangan Giorgio Chiellini yang mengalami cedera. Bek muda Daniele Rugani pun dimasukkan sebagai pengganti dan ber-threesome dengan Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli di lini belakang. Hingga akhir babak pertama, kolaborasi bek senior dan junior itu berhasil menjaga gawang Nyonya Tua tetap perawan.

Setelah turun minum, Juve yang sejak awal penasaran akhirnya berhasil menjebol gawang Inter. Berawal dari tendangan bebas, Danilo D’Ambrosio melakukan kesalahan dalam menghalau umpan yang dilepaskan oleh Paulo Dybala. Bola sundulannya malah menjadi “assist” di depan gawang Samir Handanovic yang langsung dihajar oleh Leonardo Bonucci.

Setelah tertinggal satu gol, Inter malah tertimpa masalah karena Gary Medel cedera. Pelatih Roberto Mancini lalu mengambil pilihan untuk menggantinya dengan Adem Ljajic. Pola permainan La Beneamata pun berubah menjadi 3-4-3 dengan menempatkan Ljajic, Mauro Icardi, dan Rodrigo Palacio sebagai trio di lini depan.

Juve sendiri merespon perubahan yang dilakukan oleh Inter dengan lebih bertahan dan menurunkan tempo permainan. Seperempat jam kemudian, merasa timnya masih kurang agresif, Mancini kemudian mengganti Alex Telles dengan winger Ivan Perisic. Skema Nerazzurri kembali berubah menjadi 4-2-4. Dengan memasang empat pemain depan, Mancio mengharapkan tim besutannya bisa menyamakan skor.

Namun, harapan Inter ternyata hanya tinggal harapan. Pada menit ke-84, Alvaro Morata yang baru saja masuk menggantikan Paulo Dybala melakukan penetrasi dari sayap kiri. Miranda yang menjadi pengawalnya tak punya pilihan selain menjegalnya di dalam kotak penalti. Wasit Gianluca Rocchi pun menunjuk titik putih. Morata langsung mengeksekusinya dan menambah keunggulan Juve menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Inter yang setengah frustrasi semakin gencar melancarkan serangan pada menit-menit terakhir. Juve pun terpaksa fokus bertahan untuk menjaga gawang Gigi Buffon agar tetap perawan. Untungnya, hingga waktu habis, tidak ada lagi gol yang tercipta.

Selama 90 menit, Inter sebenarnya sedikit unggul dalam penguasaan bola hingga 51 persen. Namun, dari delapan tembakan yang mereka lepaskan, hanya tiga yang on target dan tidak ada yang menjadi gol. Sementara itu, Juve bermain lebih efektif. Dari sembilan percobaan, enam di antaranya mengarah ke gawang Samir Handanovic dan dua menjadi gol.

Dengan kemenangan ini, Juve tetap kukuh di puncak klasemen. Meski Napoli pada hari Selasa (01/03) dini hari nanti WIB mampu mengalahkan Fiorentina, jumlah poin mereka masih akan tertinggal satu angka. Di lain pihak, Inter tetap terpaku di posisi kelima, semakin jauh dari Roma, dan semakin didekati oleh Milan.

Tengah pekan ini, sebenarnya masih ada secercah harapan bagi Nerazzurri untuk membalas dendam ketika menjamu Bianconeri di leg kedua Coppa Italia. Akan sangat memalukan bagi tim berjuluk Ular Besar itu jika sampai gagal menang dalam empat kali pertemuan dengan tim Zebra musim ini. Hanya saja, untuk lolos ke final memang dibutuhkan keajaiban karena Inter defisit tiga gol setelah dihancurkan Juve dengan skor 3-0 saat leg pertama di J-Stadium.

***

Ratings

Juventus (3-5-2): 6.5
Buffon 6.5; Barzagli 6.5, Bonucci 7.5, Chiellini 6/Rugani 6 (36′); Lichtsteiner 6.5, Khedira 5.5/Sturaro 6 (78′), Hernanes 6.5, Pogba 6, Alex Sandro 7; Mandzukic 6.5, Dybala 6/Morata 6.5 (82′).
Coach: Allegri 6.5.

Inter (3-5-2): 5
Handanovic 6.5; Murillo 6, Miranda 6, Juan Jesus 6; D’Ambrosio 4.5, Melo 5, Medel 5/Ljajic 5.5 (56′), Kondogbia 6.5, Telles 6/Perisic 5.5 (73′); Icardi 5/Eder 6 (85′), Palacio 6.5.
Coach: Mancini 5.

Referee: Rocchi 6.

Man of the Match: Leonardo Bonucci.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 27: Juventus 2-0 Inter

Preview Serie A 2015-2016 Giornata 27: Juventus vs. Inter

Juventus kembali mendapat ujian dalam upaya mereka mempertahankan posisi di puncak klasemen Liga Italia. Pada hari Senin (29/02) dini hari WIB nanti, La Vecchia Signora akan menjamu Inter yang saat ini menduduki peringkat kelima di Serie A. Tiga poin wajib diamankan dalam laga giornata ke-27 ini jika tim Zebra tidak ingin dikudeta oleh Napoli yang hanya tertinggal satu poin di belakang mereka.

Akhir pekan yang lalu, meski hanya mampu bermain imbang tanpa gol kala melawat ke Bologna, Juve selamat dari penggusuran. Napoli yang membutuhkan kemenangan untuk merebut posisi capolista ternyata ditahan seri oleh Milan di kandang mereka sendiri, Stadio San Paolo. Maka dari itu, “berkah” tersebut tidak boleh lagi disia-siakan oleh Bianconeri. Haram hukumnya terpeleset lagi karena il Partenopei siap mengambil alih takhta jika berhasil mengalahkan Fiorentina.

Pada pertemuan yang pertama melawan Inter tahun lalu, Juve hanya mampu bermain seri dengan skor 0-0 di San Siro. Saat itu, Nerazzurri memang lebih diunggulkan karena Bianconeri sedang terseok-seok di papan bawah. Kali ini, kondisinya sudah berbalik. Sang Nyonya Tua sudah kembali ke khitah mereka sebagai penguasa Italia. Pada pertemuan terakhir di leg pertama Coppa Italia yang lalu, La Beneamata dipermak tiga gol tanpa balas di Juventus Stadium.

Meski demikian, Juve tidak boleh terlalu jumawa. Inter tetap berpeluang membalik prediksi dengan mempermalukan musuh bebuyutannya tersebut di kandang sendiri. Apalagi, kali ini sang tuan rumah harus tampil tanpa diperkuat oleh dirigen utama mereka, Claudio Marchicio, yang sedang mengalami cedera. Pelatih Max Allegri harus memutar otak dan menyusun formasi yang pas untuk meredam tim asuhan Roberto Mancini.

Sebagai pengganti Marchisio, Allegri tampaknya akan menurunkan Hernanes yang tampil cukup apik pada babak kedua saat Juve menahan seri Bayern dengan skor 2-2 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions kemarin. Ditambah lagi, Hernanes adalah mantan pemain Inter yang tentunya sedikit banyak sudah mengetahui kelemahan Nerazzurri.

Selain Marchisio, praktis tidak ada pemain inti yang absen. Dua penggawa lain yang sedang cedera adalah penghangat bangku cadangan, yaitu Martin Caceres dan Kwadwo Asamoah. Kehilangan mereka tidak terlalu berarti bagi Allegri. Di bench juga masih ada Daniele Rugani, Stefano Sturaro, Roberto Pereyra, Mario Lemina, dan Simone Padoin jika Juve membutuhkan alternatif di lini belakang dan tengah.

Di depan, kembalinya Mario Mandzukic yang tampil ciamik saat melawan Bayern adalah keuntungan besar bagi Juve. Kolaborasi striker asal Kroasia tersebut dengan Paulo Dybala diharapkan mampu meneror pertahanan Inter yang dikawal oleh Jeison Murillo dan Joao Miranda. Duet tukang gedor Juve memang harus tampil maksimal karena gawang tim tamu dijaga oleh Samir Handanovic yang biasanya susah ditembus.

Di lain pihak, Inter sendiri harus melawat ke Juventus Stadium tanpa diperkuat oleh Marcelo Brozovic yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning. Beruntung, sanksi Geoffrey Kondogbia dikurangi satu laga sehingga gelandang Prancis yang ke-Pogba-Pogba-an itu bisa memperkuat Nerazzurri weekend ini.

Melihat situasi dan kondisi terkini, Juve yang sedang on fire seharusnya bisa meraih kemenangan. Agak sulit bagi Inter untuk mencuri tiga poin. Apalagi, tim milik Erick Thohir tersebut harus menyimpan tenaga karena tengah pekan nanti bakal kembali bertemu Bianconeri dalam leg kedua semifinal Coppa Italia di Stadio Giuseppe Meazza.

***

Probable Line-ups

Juventus (3-5-2):
1 Buffon; 3 Chiellini, 19 Bonucci, 15 Barzagli; 12 Alex Sandro, 10 Pogba, 11 Hernanes, 6 Khedira, 26 Lichtsteiner; 21 Dybala, 17 Mandzukic.
Bench: 25 Neto, 34 Rubinho, 33 Evra, 24 Rugani, 16 Cuadrado, 27 Sturaro, 37 Pereyra, 18 Lemina, 20 Padoin, 7 Zaza, 9 Morata.
Coach: Allegri.
Suspended: –
Injured: Caceres (season finish), Asamoah (unpredictable), Marchisio (7 days).

Inter (3-5-2):
1 Handanovic; 5 Juan Jesus, 55 Miranda, 24 Murillo; 12 Telles, Kondogbia, 17 Medel, 83 Melo, 33 D’Ambrosio; 9 Icardi, 8 Palacio.
Bench: 30 Carrizo, 46 Berni, 55 Nagatomo,56 Popa, 21 Santon, 27 Gnoukouri, 11 Biabiany, 44 Perisic, 10 Jovetic, 22 Ljajic, 23 Eder, 97 Manaj.
Coach: Mancini.
Suspended: Brosovic (1).
Injured: –

Referee: Rocchi.
Venue: Juventus Stadium, Turin.
Kick-off: Mon, Feb 29, 2016, 02.45 WIB.
Live: OrangeTV Festival.

Prediction: Juventus 2-1 Inter.

Preview Serie A 2015-2016 Giornata 27: Juventus vs. Inter