Prediksi Serie A Musim 2016-2017

Musim lalu, Juventus sempat terseok-seok di awal musim. Hengkangnya Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez disebut-sebut sebagai penyebab utama. Namun, untungnya, di pertengahan musim, sang Nyonya Tua berhasil bangkit dan akhirnya bablas menjadi juara Liga Italia Serie A lima kali beruntun.

Musim ini, dominasi La Vechhia Signora diperkirakan bakal berlanjut. Kembalinya Paul Pogba ke Manchester United diperkirakan tidak akan menggangu laju Juventus. Sederet nama tenar sudah mereka datangkan untuk meneruskan kejayaan. Antara lain, Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, Marko Pjaca, Daniel Alves, dan Medhi Benatia.

Continue reading “Prediksi Serie A Musim 2016-2017”

Advertisements
Prediksi Serie A Musim 2016-2017

Review Serie A 2015-2016 Giornata 21: Juventus 1-0 Roma

Juventus akhirnya berhasil melakukan revans atas kekalahan yang mereka terima dari AS Roma pada pertemuan pertama di awal musim lalu. Bermain di hadapan para pendukung sendiri di Juventus Stadium, kali ini Gigi Buffon dkk mampu mengandaskan perlawanan Serigala Ibu Kota lewat gol tunggal Paulo Dybala.

Pada laga giornata ke-21 yang berlangsung pada hari Senin (25/01) dini hari tadi WIB, sejak awal Roma bermain cenderung bertahan. Berbeda dengan pertemuan pertama di awal musim, di mana kala itu Radja Nainggolan dkk bermain cukup dominan dan akhirnya menghabisi Juve dengan skor 2-1.

Setelah kemenangan atas Juve di giornata kedua tersebut, permainan Roma memang labil dan cenderung menurun. Meski sempat mencicipi puncak klasemen, Giallorossi pelan tapi pasti mulai tersuruk ke papan tengah dan akhirnya membuat pelatih Rudi Garcia dipecat. Sang mantan, Luciano Spalletti, yang datang sebagai pengganti tampaknya juga masih kesulitan untuk membangunkan sang serigala tua yang sudah lama tidak merasakan nikmatnya gelar juara tersebut.

Sebaliknya, Juve yang sempat terseok-seok di awal musim, kini sudah bangkit dan menemukan kembali daya magis mereka di tangan pelatih Max Allegri. Pada laga dini hari tadi, Claudio Marchisio dkk memang tampak superior dan langsung membombardir pertahanan lawannya sejak menit-menit awal. Tak ayal, Roma harus menerapkan permainan keras untuk meredam keganasan sang Nyonya Tua. Daniele De Rossi dan Antonio Rudiger pun harus menerima kartu kuning dari wasit akibat aksi kasar mereka saat laga baru berjalan 15 menit.

Namun, meski terus menyerang, Juve tampak kesulitan untuk menjebol gawang Roma. Segala upaya sudah mereka kerahkan, termasuk mengandalkan kemampuan individu Paul Pogba dan Paulo Dybala. Akan tetapi, hingga turun minum, benteng pertahanan Serigala Ibu Kota yang digalang oleh De Rossi masih terlalu kukuh dan membuat skor 0-0 tidak berubah.

Pada awal babak kedua, tensi laga semakin meningkat. Wasit kembali harus mengeluarkan kartu kuning untuk dua pemain asal Eropa Timur dari kedua tim, yaitu Mario Mandzukic dan Miralem Pjanic. Pada laga tadi, Mandzukic selaku ujung tombak Juve memang dijaga dengan ketat dan cenderung kasar oleh para pemain Roma. Akibatnya, Super Mario tak mampu memaksimalkan ketajamannya dalam mengoyak gawang lawan.

Untungnya, Allegri cepat tanggap melihat tumpulnya lini depan Juve. Untuk menambah daya gedor, pelatih yang disia-siakan oleh AC Milan itu menarik keluar Stephan Lichtsteiner dan memasukkan Juan Cuadrardo. Tujuannya, untuk menambah variasi serangan Bianconeri lewat sayap kanan yang pada babak pertama terlihat kurang dalam melakukan tusukan ke daerah pertahanan Roma.

Di saat para Juventini mulai khawatir bakal terjadi hasil seri, upaya yang dilakukan oleh La Vecchia Signora akhirnya mendapat titik terang pada menit ke-77. Berawal dari kerja samanya dengan Sami Khedira, Pogba mengirimkan umpan terobosan kepada Dybala yang menusuk ke dalam kotak penalti Roma. Meski dikepung oleh sejumlah bek lawan, dalam posisi agak menyamping ke kiri, La Joya masih dapat melepaskan tembakan datar menyilang yang langsung menjebol gawang Giallorossi.

Tertinggal satu gol membuat Roma yang semula bertahan mulai keluar menyerang. Sejumlah peluang berusaha mereka ciptakan, termasuk melalui tendangan bebas Miralem Pjanic. Untungnya, benteng pertahanan Juve yang dihuni oleh trio BBC (Barzagli, Bonucci, dan Chiellini) mampu memandulkan semua upaya Serigala Ibu Kota.

Hingga wasit meniup peluit akhir, skor 1-0 tetap tidak berubah. Juve tercatat lebih dominan dalam penguasaan bola hingga 55 persen. Dari 15 tembakan yang Alvaro Morata dkk lepaskan, tujuh di antaranya on target, dan satu menjadi gol. Sementara itu, dari enam tembakan yang Roma lesatkan, hanya satu yang mengarah ke gawang Buffon dan tidak ada yang berbahaya. Bahkan, San Gigi nyaris menganggur sepanjang laga.

Dengan kemenangan ini, Juve memang belum beranjak dari posisi kedua dan masih menguntit Napoli yang unggul dua poin di puncak klasemen. Meski demikian, tim Zebra berhasil menjauh dari Inter yang kemarin ditahan tim antah-berantah Carpi dengan skor 1-1. Saat ini, sang Nyonya Tua sudah leading empat angka di atas musuh bebuyutannya tersebut. Sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat di awal musim Bianconeri sempat tertinggal 10 poin dari Nerazzurri.

***

Juventus (3-5-2): 6.5
Buffon 6; Barzagli 6.5, Bonucci 6.5, Chiellini 6.5; Lichtsteiner 5/Cuadrado 6.5 (66′), Khedira 6.5, Marchisio 7, Pogba 6.5, Evra 6.5; Mandzukic 6, Dybala 8/Morata 6 (85′).
Coach: Allegri 6.5.

Roma (3-4-1-2): 5.5
Szczesny 6; Manolas 5.5, De Rossi 6, Rudiger 5; Florenzi 5/Torosidis 6 (90′), Vainqueur 6/Keita 5.5 (71′), Pjanic 6, Digne 5; Nainggolan 6; Dzeko 5.5, Salah 5/Sadiq 6 (90′).
Coach: Spalletti 5.5.

Man of the Match: Paulo Dybala.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 21: Juventus 1-0 Roma

Preview Serie A 2015-2016 Giornata 21: Juventus vs. Roma

Setelah memastikan lolos ke babak semifinal Coppa Italia dengan menghabisi Lazio tengah pekan kemarin, Juventus bakal melanjutkan kiprah mereka di ajang Liga Italia Serie A dengan menjamu tim asal ibu kota lainnya, AS Roma. Laga giornata ke-21 tersebut bakal berlangsung pada hari Senin (25/01) dini hari WIB di Juventus Stadium.

Pertandingan yang bisa disebut sebagai grande partita ini juga merupakan ajang balas dendam bagi Juventus. Masih lekat di benak para Juventini ketika Roma menghajar tim kesayangan mereka dengan skor 2-1 pada pertemuan pertama di awal musim yang lalu. Namun, kala itu Serigala Ibu Kota masih dilatih oleh Rudi Garcia, yang pada paruh musim ini dianggap gagal dan sudah digantikan oleh Luciano Spalletti.

Jika di era Garcia Roma identik dengan skema menyerang 4-3-3, maka di era Spalletti bakal ada sedikit modifikasi. Pelatih berkepala plontos yang dulu doyan menggunakan false nine itu tampaknya bakal menerapkan formasi 3-4-2-1 untuk meladeni 3-5-2 yang kemungkinan besar kembali diterapkan oleh Juventus.

Sejumlah pemain yang biasanya menjadi langganan starter di era Garcia, seperti Gervinho dan Iago Falque, tampaknya bakal tersingkir dan menghuni bangku cadangan. Sebagai gantinya, Spalletti akan mendorong Radja Nainggolan, seorang gelandang bertahan, sedikit ke depan sebagai gelandang serang untuk berpasangan dengan Mohamed Salah. Keduanya akan menyokong Edin Dzeko sebagai ujung tombak tunggal.

Eksperimen lain yang sepertinya akan dilakukan oleh Spalletti adalah memasang Daniele De Rossi sebagai pusat dari skema tiga bek. Posisi β€œlibero” ala Leonardo Bonucci di Juventus ini sebenarnya sudah beberapa kali pernah diemban oleh De Rossi, termasuk saat dia membela timnas Italia kala menahan seri Spanyol di fase grup EURO 2012 silam.

Sementara itu, Juve sendiri bakal menyambut kedatangan Roma dengan rekor mentereng. Dalam 10 laga terakhir di Serie A, tim besutan Max Allegri itu menyapu bersih kemenangan. Il Giallorossi pun menjadi target sang Nyonya Tua selanjutnya untuk mempertajam streak menjadi 11 kali beruntun.

Dilihat dari komposisi skuat terkini, Juve memang tidak mempunyai kendala berarti. Andrea Barzagli sudah sembuh dari cedera dan tampaknya sudah bisa menghuni bangku cadangan. Tanpa bek berpengalaman tersebut, Allegri mengandalkan Daniele Rugani atau Martin Caceres untuk bahu-membahu dengan Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini dalam membentengi gawang Gigi Buffon.

Di lini tengah, meski masih kehilangan Roberto Pereyra dan Mario Lemina yang terkapar cedera, Juve tetap bisa menggunakan tenaga trio andalan mereka, yaitu Sami Khedira, Claudio Marchisio, dan Paul Pogba. Di bench juga masih ada Stefano Sturaro, Hernanes, dan Kwadwo Asamoah jika Allegri membutuhkan alternative lain di barisan gelandang.

Untuk sektor penyerangan, duet Paulo Dybala dan Mario Mandzukic, yang sudah sehati, hampir pasti kembali dipasang untuk menggedor gawang Roma. Sementara itu, Alvaro Morata yang performanya terus menurun sepertinya bakal tetap menghuni bangku cadangan, menemani Simone Zaza yang tampil cukup apik saat membekuk Lazio di Coppa Italia kemarin.

Jika dilihat dari catatan head-to-head, Juve memang sudah cukup lama tidak mengalahkan Roma. Dua pertemuan sebelum ini berakhir dengan kekalahan dan hasil seri. Terakhir kali Bianconeri membekap Serigala di Serie A pada 5 Oktober 2014. Namun, dengan performa yang terus menanjak, kali ini La Vecchia Signora seharusnya mampu meraup tiga poin sekaligus tetap menjaga jarak dari kejaran Inter.

***

Probable Line-ups

Juventus (3-5-2):
1 Buffon; 4 Caceres, 19 Bonucci, 3 Chiellini; 26 Lichtsteiner, 6 Khedira, 8 Marchisio, 10 Pogba, 33 Evra; 21 Dybala, 17 Mandzukic.
Bench: 25 Neto, 38 Audero, 15 Barzagli, 24 Rugani, 12 Alex Sandro, 11 Hernanes, 20 Padoin, 27 Sturaro, 22 Asamoah, 16 Cuadrado, 9 Morata, 7 Zaza.
Coach: Allegri.
Injured: Pereyra (7 days), Lemina (10 days).

Roma (3-4-2-1):
25 Szczesny; 44 Manolas, 16 De Rossi, 2 Rudiger; 24 Florenzi, 16 Pjanic, 21 Vainqueur, 3 Digne; 11 Salah, 4 Nainggolan; 9 Dzeko.
Bench: 26 De Sanctis, 1 Lobont, 35 Torosidis, 23 Gyomber, 20 Keita, 33 Emerson, 14 Iago, 57 Machin, 27 Gervinho, 97 Sadiq, 10 Totti.
Coach: Spalletti.
Injured: Strootman (20 days), Ucan & Maicon (7), Ponce (40), Capradossi (30).

Referee: Banti.
Venue: Juventus Stadium, Turin.
Kick-off: Mon, Jan 25, 2016, 02.45 WIB.
Live: OrangeTV Festival.

Prediction: Juventus 2-1 Roma.

Preview Serie A 2015-2016 Giornata 21: Juventus vs. Roma

Review Serie A 2015-2016 Giornata 2: Roma 2-1 Juventus

Grande partita yang tersaji pada hari Minggu (30/08) yang lalu harus berakhir pahit bagi Juventus. Sang Nyonya Tua tak kuasa menahan gempuran tuan rumah dan terpaksa menelan kekalahan 2-1 dari Roma. Dengan hasil buruk ini, Juve sudah keok dua kali dalam dua laga awal di Serie A musim ini, dan hal ini merupakan yang pertama sepanjang sejarah La Vecchia Signora.

Kehilangan tiga pemain kunci sekaligus (Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez) ditambah dengan cederanya Claudio Marchisio dan Sami Khedira, tampaknya, memang cukup berat bagi Juventus. Hanya mengandalkan Paul Pogba seorang diri untuk menggantikan peran mereka terbukti tidak berhasil. Beban yang harus ditanggung oleh pemain bernomor punggung 10 itu memang cukup berat.

Sejak awal laga, Juve yang memasang Simone Padoin sebagai regista langsung keteteran menghadapi trio gelandang Roma. Miralem Pjanic, Radja Nainggolan, dan Seydou Keita dengan leluasa memainkan bola dan melancarkan serangan yang agresif. Sementara itu, tim tamu lebih banyak bertahan dan hampir tidak melakukan serangan balik yang membahayakan gawang Wojciech Szczesny.

Meski aktif menyerang, tidak mudah bagi Roma untuk menembus kotak penalti Juve yang cukup rapat. Salah satu peluang berbahaya terjadi pada menit ke-23. Saat itu, tendangan Pjanic nyaris menjadi gol dan menghantam tiang gawang Gigi Buffon. Juve sendiri seperti tidak berdaya membalas agresivitas tuan rumah.

Hingga turun minum, skor masih imbang tanpa gol. Namun, melihat permainan di babak pertama, gol bagi Roma tampaknya tinggal menunggu waktu. Juve selalu kesulitan untuk melepaskan diri dari tekanan il Giallorossi. Jika hal itu berlanjut di babak kedua, kekalahan tampaknya bakal diderita oleh sang Nyonya Tua.

Pada menit ke-61, hal yang ditakutkan oleh para Juventini pun terjadi. Pjanic yang mengeksekusi tendangan bebas akhirnya membuka skor bagi Roma. Sepakannya dengan indah menjebol gawang Juve. Buffon pun hanya terperangah dan melongo tanpa mampu bereaksi sedikit pun.

Tertinggal satu gol, para pemain Juventus semakin tertekan. Bahkan, kiper ketiga Rubinho yang selalu menjadi penghangat bangku cadangan tampak emosional di pinggir lapangan. Tak pelak, wasit pun mengganjarnya dengan kartu merah dan mengusirnya ke kamar ganti.

Keadaan semakin parah bagi Juve ketika pada menit ke-78 Patrice Evra menerima kartu kuningnya yang kedua. Mantan bek kiri Manchester United itupun diusir keluar lapangan oleh wasit dan terpaksa menemani Rubinho di kamar ganti. Dengan sepuluh pemain, semakin sulit bagi Juve untuk membalik keadaan yang sudah tertinggal satu gol.

Semenit kemudian, Roma yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggandakan kedudukan. Umpan silang dari Iago Falque di sisi lapangan langsung ditanduk oleh Edin Dzeko yang memang selalu menunggu di dalam kotak penalti. Mantan striker Manchester City itupun membuat Juve semakin terpuruk dengan tertinggal dua gol.

Meski peluang untuk membalik keadaan semakin tipis seiring dengan sisa waktu yang tinggal sedikit, Juve masih terus berupaya melakukan tekanan. Masuknya Alvaro Morata, Roberto Pereyra, dan Juan Cuadrado membuat serangan Bianconeri menjadi lebih hidup. Puncaknya, pada menit ke-87, Pereyra yang menusuk pertahanan Roma berhasil mengirimkan umpan terobosan yang langsung disambar oleh Paulo Dybala. Skor pun berubah menjadi 2-1.

Pada masa injury time, Juve hampir saja menyamakan kedudukan. Saat itu tandukan Leonardo Bonucci hampir saja menjebol gawang Roma sebelum ditepis oleh kiper Szczesny. Peluang tim tamu untuk memaksakan hasil imbang pun sirna setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Praktis, selama 90 menit, Roma sangat dominan dalam penguasaan bola sebanyak 63 persen. Juve yang biasanya unggul dalam ball possession kemarin memang menjadi bulan-bulanan. Ada 18 tembakan yang diluncurkan Mohamed Salah dkk, dengan tujuh di antaranya on target dan dua menjadi gol. Sementara itu, Mario Mandzukic dkk hanya mampu melepaskan 10 tembakan dengan dua on target dan satu menjadi gol.

Dengan kekalahan ini, Juve terpuruk di papan bawah tanpa poin sama sekali. Bisa dibilang, ini adalah awal musim terburuk sepanjang sejarah La Vecchia Signora. Jika tak segera bangkit dan meraih kemenangan setelah international break dua pekan lagi, para Juventini layak untuk was-was. Lampu merah tanda bahaya sudah mulai menyala. Pray for Juve.

***

Ratings

Roma (4-3-3): 7.5
Szczesny 7; Florenzi 6.5, Manolas 6.5, De Rossi 6, Digne 6.5; Pjanic 7.5, Nainggolan 7, Keita 6; Salah 6.5/Iturbe 6 (77’), Dzeko 7/Ibarbo 6 (90’), Iago Falque 7/Ljajic 6 (89’).
Coach: Garcia 7.5.

Juventus (3-5-2): 5
Buffon 6.5; Caceres 5, Bonucci 6, Chiellini 5; Lichtsteiner 5/Pereyra 6 (72’), Sturaro 5, Padoin 5/Cuadrado 5.5 (75’), Pogba 5.5, Evra 5; Dybala 6.5, Mandzukic 5/Morata 5 (62’).
Coach: Allegri 4.5.

Referee: Rizzoli 6.

Man of the Match: Miralem Pjanic.

Review Serie A 2015-2016 Giornata 2: Roma 2-1 Juventus

Preview Serie A 2015-2016 Giornata 2: Roma vs. Juventus

Grande Partita langsung tersaji pada Serie A giornata kedua, hari Minggu (30/08) ini. Dua tim terbaik di Liga Italia saat ini, Juventus dan Roma bakal saling bentrok di Stadio Olimpico setelah sepekan yang lalu sama-sama memetik hasil yang tidak memuaskan. Serigala Ibu Kota ditahan imbang oleh Hellas Verona. Sementara itu, sang Nyonya Tua secara mengejutkan dipermak oleh Udinese, yang sekaligus mengakhiri rekor 47 laga beruntun tak terkalahkan di Juventus Stadium.

Maka dari itu, pada pekan kedua ini, baik Roma maupun Juve dituntut untuk meraup poin penuh. Jika kembali gagal memetik kemenangan, keduanya bakal semakin tertinggal di klasemen sementara. Tentu saja hal itu tidak diinginkan oleh para Romanisti dan Juventini karena kedua tim itu sebenarnya adalah unggulan utama untuk meraih scudetto musim ini.

Baik Juve dan Roma bakal mengandalkan para rekrutan baru pada laga kedua ini. Il Giallorossi sudah mendapatkan Lucas Digne dari PSG untuk menambal keroposnya posisi bek kiri yang dulu dihuni oleh Ashley Cole. Sementara itu, di depan, Rudi Garcia tampaknya akan mengandalkan trio anyar, Mohamed Salah, Edin Dzeko, dan Iago Aspas. Ketiganya bakal menggantikan Gervinho, Francesco Totti, dan Juan Iturbe yang kinerjanya kurang maksimal.

Di lain pihak, setelah dipermalukan Udinese, Juve langsung membenahi skuatnya dengan merekrut bek kiri Alex Sandro dan winger yang dibuang oleh Chelsea, Juan Cuadrado. Meski demikian, Juve telah kehilangan Fernando Llorente yang sudah hengkang ke Sevilla. Mauricio Isla juga bakal dilepas, dan Kingsley Coman sudah dipinang oleh Bayern Muenchen.

Sementara itu, buruan utama Juve, Julian Draxler, hingga kini belum resmi digaet, meski kabarnya tinggal selangkah lagi pindah dari Schalke. Yang pasti, Bianconeri belum bisa menggunakan tenaga winger asal Jerman itu saat melawat ke ibu kota. Selain itu, gelandang tengah yang juga diburu oleh Allegri untuk menambal lini tengah setelah cederanya Sami Khedira dan Claudio Marchisio juga belum bisa didapat.

Dengan situasi dan kondisi seperti itu, tampaknya Juve akan kembali menerapkan skema 3-5-2 untuk meredam formasi 4-3-3 milik Roma yang terkenal ofensif. Santo pelindung gawang Juventus, Gigi Buffon, seperti biasanya akan dikawal oleh trio Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini. Sedangkan untuk posisi full-back akan tetap mengandalkan Stephan Lichtsteiner dan Patrice Evra, karena dua rekrutan anyar, Alex Sandro dan Cuadrado, masih butuh penyesuaian dan bakal duduk di bench sebelum menjalani debut.

Untuk lini tengah, sepertinya Allegri akan tetap mempercayai Simone Padoin sebagai regista. Meski pekan lalu digasak Udinese, pemain serba bisa tersebut dianggap tampil baik dalam mengisi peran yang dulu diemban oleh Andrea Pirlo. Lord Padoin kemungkinan akan ditemani oleh Paul Pogba dan Stefano Sturaro atau Roberto Pereyra untuk menyuplai bola bagi duet striker Mario Mandzukic dan Paulo Dybala. Di bench, juga ada Alvaro Morata yang baru kembali dari cedera.

Terlepas dari hasil buruk yang dituai pada laga perdana, menilik perkembangan terkini, Juve tetap diunggulkan untuk mengakhiri laga dengan kemenangan. Meski sulit, tiga angka dari sarang Serigala Roma memang wajib direbut, karena bakal sangat mencemaskan jika sang Nyonya Tua sampai melakoni dua laga awal Serie A musim ini tanpa meraih poin sama sekali.

***

Probable Line-ups

Roma (4-3-3):
25 Szczesny; 13 Maicon, 44 Manolas, 5 Castan, 3 Digne; 4 Nainggolan, 16 De Rossi, 15 Pjanic; 11 Salah, 9 Dzeko, 14 Iago.
Bench: 26 De Sanctis, 35 Torosidis, 24 Florenzi, 23 Gyomber, 20 Keita, 48 Ucan, 19 Ibarbo, 22 Ljajic, 7 Iturbe, 27 Gervinho, 10 Totti.
Coach: Garcia.
Injured: Strootman.

Juventus (3-5-2):
1 Buffon; 15 Barzagli, 19 Bonucci, 3 Chiellini; 26 Lichtsteiner, 27 Sturaro, 20 Padoin, 10 Pogba, 33 Evra; 17 Mandzukic, 21 Dybala.
Bench: 25 Neto, 34 Rubinho, 4 Caceres, 24 Rugani, 40 Vitale, 12 Alex Sandro, 37 Pereyra, 7 Zaza, 16 Cuadrado, 9 Morata.
Coach: Allegri.
Injured: Marchisio, Asamoah, Khedira.

Referee: Rizzoli.
Venue: Stadio Olimpico, Roma.
Kick-off: Sun, Aug 30, 2015, 23.00 WIB.
Live: beIN SPORTS 2.

Prediction: Roma 1-2 Juventus.

Preview Serie A 2015-2016 Giornata 2: Roma vs. Juventus