Suka menulis konten tentang film, buku, sains populer, teknologi, investasi, ekonomi digital, sejarah, sepak bola, dia (tentu saja), dan hal-hal menarik lainnya. Forever a student of the game. Omnia mea mecum porto. Om mani padme hum. 🙏
Sejumlah film calon blockbuster sudah menanti para filmania pada tahun 2026 ini. Salah satunya adalah Street Fighter. Yang dirilis di bioskop-bioskop di Indonesia pada 14 Oktober 2026. [BELI TIKET]
Berikut ini adalah film-film baru yang diprediksi bakal tayang di IMAX pada 2026:
Jika alien memang ada, sesuai dengan tanda-tanda yang terungkap dalam “The X-Files” tentang UFO (Unidentified Flying Object) — atau sekarang disebut UAP (Unidentified Anomalous Phenomena) — yang dirilis oleh U.S. Department of War alias Departemen Perang Amerika Serikat (AS) pada 8 Mei 2026 yang lalu, apakah kamu pernah bertanya-tanya: seberapa cerdas manusia dibandingkan makhluk-makhluk lain di alam semesta? Atau, apa yang membuat suatu peradaban dibilang “hebat”?
Nah, ada satu konsep keren yang bisa menjawab pertanyaan tersebut: The Kardashev Scale. Skala ini dibikin oleh ilmuwan Uni Soviet yang bernama Nikolai Kardashev pada tahun 1964. Fungsinya: buat ngukur seberapa maju suatu peradaban berdasarkan cara mereka memakai energi.
Kali ini, aku mau mengajak kamu untuk membahas apa itu the Kardashev Scale, tingkatan-tingkatannya, dan apa artinya buat kita sebagai manusia.
Aku sering bertemu orang yang bilang: “Aku udah mulai bisnis.” Lalu aku tanya: “Bisnis apa?” Jawabannya hampir selalu sama: “Jualan xxx (nama produk).”
Nggak salah. Tapi juga belum lengkap.
Yang namanya bisnis itu bukan sekadar jualan barang atau jasa. Dalam membangun bisnis, ada level-level yang sering nggak disadari. Ada pebisnis yang merasa udah sampai puncak, padahal baru mulai. Ada yang masih capek di bawah, ada yang udah santai di atas. Bedanya bukan kerja kerasnya aja, melainkan juga cara berpikirnya.
Urusan uang itu memang aneh. Orang yang nggak punya uang pusing. Orang yang uangnya kurang juga pusing. Orang yang pengeluarannya lebih besar daripada pendapatannya, apalagi. Bahkan orang yang uangnya terlalu banyak pun bisa ikut pusing.
Lho, bagaimana bisa? Bukankah orang kaya seharusnya hidupnya lebih tenang? Bukankah masalah keuangan hanya milik para sobat misqueen yang setiap akhir bulan sibuk menunggu transferan gaji?
Ternyata nggak, Ferguso. Masalah keuangan bukan hanya soal seberapa banyak uang yang ada di rekening kita. Masalah sebenernya adalah hubungan kita dengan uang: bagaimana mendapatkannya, bagaimana membelanjakannya, bagaimana menyimpannya, dan bagaimana menjaganya agar nggak habis sebelum waktunya?
Satu pertanyaan ini hampir selalu muncul ketika seseorang mulai mempunyai uang lebih, misalnya Rp1 miliar: “Uang ini sebaiknya ditaruh di mana supaya menghasilkan uang lagi?”
Pertanyaannya memang sederhana, tapi jawabannya, ternyata, nggak sederhana, Ferguso. Ada deposito di bank tradisional. Ada bank digital yang menawarkan bunga yang menarik. Ada Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Ada ORI (Obligasi Negara Ritel). Ada reksa dana pasar uang (RDPU). Ada reksa dana pendapatan tetap (RDPT). Dan ada saham yang rajin membagikan dividen.
Pagi ini, aku membuka hp. Bukan untuk melihat berita, melainkan untuk melihat satu hal: siapa aja yang udah menghasilkan uang hari ini. Aku mengintip daftar The World’s Real-Time Billionaires di website Forbes.
Aneh? Nggak juga. Pada zaman now, uang itu bergerak cepat. Sangat cepat. Bahkan lebih cepat daripada pikiran kita yang kadang masih tertinggal di cara-cara yang lama.
Yang menarik: banyak yang menghasilkan uang bukan karena bekerja lebih keras, melainkan karena mempunyai skill yang “tepat”. Bukan sekadar pintar, melainkan juga relevan.
Dan, kalau diringkas, ada tiga skill yang menurut aku paling menentukan pada era Artificial Intelligence (AI) seperti saat ini. Tiga aja. Tapi dampaknya bisa luar biasa. Mari kita bedah satu-persatu, bossku!
Suka menulis konten tentang film, buku, sains populer, teknologi, investasi, ekonomi digital, sejarah, sepak bola, dia (tentu saja), dan hal-hal menarik lainnya. Forever a student of the game. Omnia mea mecum porto. Om mani padme hum. 🙏