
Biasanya, sebuah novel udah selesai ceritanya ketika halaman terakhir ditutup. Tapi ada juga novel yang justru masih terasa belum selesai kisahnya setelah bukunya ditutup. One Hundred Years of Solitude (Cien años de soledad) karya Gabriel García Márquez dari Colombia termasuk salah satunya.
Novel One Hundred Years of Solitude, yang pertama kali terbit pada 1967, bercerita tentang keluarga Buendía, selama tujuh generasi, di sebuah kota fiktif yang bernama Macondo. Lewat novel realisme magis terbaik sepanjang masa ini, Gabriel García Márquez mencampurkan sejarah, politik, cinta, perang, kematian, hantu, ramalan, dan kejadian-kejadian yang mustahil, seolah semuanya biasa aja.
Itulah salah satu kekuatan utama gaya realisme magis dari Gabriel García Márquez. Nobel Prize kemudian menyebutnya sebagai pengarang yang mampu menggabungkan yang fantastis dan yang realistis dalam sebuah dunia imajinasi yang sangat kaya. Nggak heran, novelis kelahiran 6 Maret 1927 tersebut kemudian dinobatkan sebagai pemenang Nobel Sastra pada 1982.
Continue reading “Resensi Buku: One Hundred Years of Solitude – Gabriel García Márquez Menghadirkan Macondo dan Seratus Tahun Kesunyian yang Tak Pernah Selesai” →