Suka menulis konten tentang film, buku, sains populer, teknologi, investasi, ekonomi digital, sejarah, sepak bola, dia (tentu saja), dan hal-hal menarik lainnya. Forever a student of the game. Omnia mea mecum porto. Om mani padme hum. 🙏
Sejumlah film calon blockbuster sudah menanti para filmania pada tahun 2026 ini. Salah satunya adalah The Dog Stars. Yang dirilis di bioskop-bioskop di Indonesia pada 28 Agustus 2026. [BELI TIKET]
Berikut ini adalah film-film baru yang diprediksi bakal tayang di IMAX pada 2026:
Ada tiga nama yang mungkin nggak pernah terdengar di warung-warung kopi pangku milik janda STW, tetapi sangat sering muncul di ruang rapat perusahaan-perusahaan terbesar di dunia: BlackRock, Vanguard, dan State Street.
Kalau nama Nvidia, Apple, Google, Microsoft, Amazon, Facebook, atau Tesla disebut, orang-orang langsung tau. Namun, ada yang tau siapa pemilik saham terbesar mereka?
Pernah ada masa ketika manusia percaya bahwa petir adalah cambuk milik dewa. Lalu listrik ditemukan. Pernah juga ada masa ketika orang-orang menganggap terbang itu urusan burung dan malaikat. Kini, pesawat melintas di udara setiap lima menit.
Karena itu, ketika muncul teori bahwa beberapa teknologi modern sebenernya hasil “reverse engineering” dari pesawat alien yang jatuh ke Bumi, banyak orang yang diam-diam tertarik. Walau ilmuwan arus utama belum pernah membuktikannya secara resmi, teori ini terus hidup. Terutama sejak kasus Roswell pada tahun 1947 di New Mexico, Amerika Serikat (AS).
Pagi itu, ada seorang emak-emak yang bercerita. Dia baru saja menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Tidak besar. Tapi cukup untuk menutup kebutuhan beberapa hari. Namun, sayangnya, uang itu habis dalam dua hari. Bukan untuk hal yang aneh-aneh. Untuk makan, membeli pulsa, dan sedikit uang jajan anak. Lalu kembali seperti semula: bingung.
Kisah seperti ini bukan cuma dialami satu-dua orang. Banyak. Dan di situlah kita mulai paham: masalahnya bukan semata-mata kekurangan uang. Melainkan juga cara mengelola uang.
Banyak orang ingin menjadi pengusaha. Keinginan mereka besar, tetapi langkah pertama mereka sering kecil sekali: bingung harus memulai dari mana.
Mau membuka toko, modal belum cukup. Mau membuat pabrik, tentu saja makin jauh panggang dari api. Mau mendirikan perusahaan start-up teknologi seperti Jensen Huang, keahlian belum ada.
Padahal, belajar berbisnis itu nggak selalu harus dimulai dengan mendirikan bisnis sendiri, Ferguso. Ada cara yang lebih sederhana, yang sejak dulu selalu aku sarankan kepada para pemula yang ingin memulai bisnis dari nol dengan modal minimal: menjadi agen.
Dengan menjadi agen, kita bisa belajar berbisnis sambil bekerja. Kita belajar mencari pelanggan, menawarkan produk, membangun hubungan, menghadapi penolakan, mengatur waktu, sampai menghitung cuan. Modalnya pun relatif kecil dibandingkan membuka usaha sendiri.
Ada pertanyaan yang keliatannya sederhana, tapi sering ditanyakeun orang-orang. Lebih cuan mana: uang dipakai untuk berinvestasi membeli aset (rumah, tanah, obligasi, emas, indeks, saham, Bitcoin, dll) atau dipakai untuk membeli asuransi jiwa dan kesehatan?
Pertanyaan ini sering membuat orang-orang mencampur dua hal yang sebenernya berbeda. Investasi itu bertugas membuat uang berkembang. Sedangkan asuransi bertugas membuat kita nggak bangkrut ketika sesuatu yang buruk terjadi.
Suka menulis konten tentang film, buku, sains populer, teknologi, investasi, ekonomi digital, sejarah, sepak bola, dia (tentu saja), dan hal-hal menarik lainnya. Forever a student of the game. Omnia mea mecum porto. Om mani padme hum. 🙏