Suka menulis konten tentang film, buku, sains populer, teknologi, investasi, ekonomi digital, sejarah, sepak bola, dia (tentu saja), dan hal-hal menarik lainnya. Forever a student of the game. Omnia mea mecum porto. Om mani padme hum. 🙏
Sejumlah film calon blockbuster sudah menanti para filmania pada tahun 2026 ini. Salah satunya adalah Street Fighter. Yang dirilis di bioskop-bioskop di Indonesia pada 14 Oktober 2026. [BELI TIKET]
Berikut ini adalah film-film baru yang diprediksi bakal tayang di IMAX pada 2026:
Satu pertanyaan ini hampir selalu muncul ketika seseorang mulai mempunyai uang lebih, misalnya Rp1 miliar: “Uang ini sebaiknya ditaruh di mana supaya menghasilkan uang lagi?”
Pertanyaannya memang sederhana, tapi jawabannya, ternyata, nggak sederhana, Ferguso. Ada deposito di bank tradisional. Ada bank digital yang menawarkan bunga yang menarik. Ada Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Ada ORI (Obligasi Negara Ritel). Ada reksa dana pasar uang (RDPU). Ada reksa dana pendapatan tetap (RDPT). Dan ada saham yang rajin membagikan dividen.
Pagi ini, aku membuka hp. Bukan untuk melihat berita, melainkan untuk melihat satu hal: siapa aja yang udah menghasilkan uang hari ini. Aku mengintip daftar The World’s Real-Time Billionaires di website Forbes.
Aneh? Nggak juga. Pada zaman now, uang itu bergerak cepat. Sangat cepat. Bahkan lebih cepat daripada pikiran kita yang kadang masih tertinggal di cara-cara yang lama.
Yang menarik: banyak yang menghasilkan uang bukan karena bekerja lebih keras, melainkan karena mempunyai skill yang “tepat”. Bukan sekadar pintar, melainkan juga relevan.
Dan, kalau diringkas, ada tiga skill yang menurut aku paling menentukan pada era Artificial Intelligence (AI) seperti saat ini. Tiga aja. Tapi dampaknya bisa luar biasa. Mari kita bedah satu-persatu, bossku!
Inilah fakta yang sangat menarik dari dunia crypto: sebuah aset kripto bisa bernilai triliunan rupiah, tapi nggak mempunyai kantor pusat. Nggak mempunyai direktur utama. Nggak mempunyai komisaris. Dan, bahkan, nggak mempunyai nomor telepon pengaduan kalau harganya tiba-tiba junam. Heuheuheu..
Coba, kita harus mengadu kepada siapa ketika harga Bitcoin tiba-tiba turun -20 persen dalam sehari? Kepada rumput yang bergoyang? Kepada sang penciptanya, yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto itu? Sosok misterius tersebut udah lama menghilang dari panggung publik maupun dunia maya. Mungkin masih hidup. Atau mungkin udah isdet. Nggak ada yang tau.
Yang namanya makhluk super itu ada bermacam-macam. Ada yang bisa terbang. Ada yang tubuhnya sekuat baja. Ada pula yang bisa menghancurkan planet hanya dengan satu jentikan jari.
Lalu, ada Clayface. Ia nggak perlu terbang. Nggak perlu jubah. Bahkan nggak perlu mempertahankan wajahnya sendiri. Karena mukanya bisa berubah, mletat-mletot nggak karuan. Tubuhnya bisa meleleh. Bentuknya bisa menyerupai siapa saja. Dan, yang bikin ngeri-ngeri sedap, di balik tubuhnya yang seperti lempung alias tanah liat itu, masih ada manusia yang pernah mempunyai impian, cinta, dan ambisi.
Dua cara ini bisa membuat tanah yang kita miliki menghasilkan uang tanpa harus menjualnya. Yang pertama: bikin supaya orang-orang membeli kebutuhan sehari-hari di atas tanah itu. Yang kedua: bikin supaya orang-orang tidur di atas tanah itu.
Yang pertama, namanya franchise alias waralaba minimarket. Yang kedua: kos-kosan. Sama-sama membutuhkan properti. Sama-sama membutuhkan lokasi yang tepat. Sama-sama bisa menghasilkan cuan setiap bulan. Namun, cara duitnya datang sangat berbeda.
Pertanyaannya sekarang: kalau mempunyai tanah dan modal, misalnya Rp1 miliar, lebih menarik membangun kos-kosan atau mengambil waralaba minimarket?
Suka menulis konten tentang film, buku, sains populer, teknologi, investasi, ekonomi digital, sejarah, sepak bola, dia (tentu saja), dan hal-hal menarik lainnya. Forever a student of the game. Omnia mea mecum porto. Om mani padme hum. 🙏